Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Mampukah Sumsel Menahan Warganya Berobat di Kampung Sendiri?

Mampukah Sumsel Menahan Warganya Berobat di Kampung Sendiri?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 500
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAKIT agak berat di Sumatera Selatan sering kali berubah jadi urusan teknis, buka ponsel, cek tiket, cari paspor. Begitu dokter bicara agak pelan dan serius, satu keluarga langsung kompak membahas penerbangan. Penang dan Singapura disebut seperti mantra penyembuh, seolah penyakit bisa ciut hanya dengan dengar nama luar negeri.

Kebiasaan ini sudah berlangsung lama dan diwariskan turun-temurun, dari cerita tetangga sampai grup WhatsApp keluarga. Bukan karena rumah sakit di kampung sendiri jelek, tapi karena rasa tenang kadang terasa lebih mahal dari sekadar obat.

Maka dari itu ketika Pemerintah Provinsi Sumsel mendorong healthy tourism Sumsel, reaksi publik campur aduk, antara berharap dan nyengir tipis.

Konsepnya menarik sih bahkan sangat cakep, apalagi pasien yang datang, lalu dijemput rapi, ditangani dokter, hingga terakhir langsung istirahat dengan nyaman.

Bahkan kalau kondisinya memungkinkan, bisa jalan santai, makan enak, lihat-lihat kota, pokoknya bro.. berobat sambil healing. “Kato wong Palembang itu,  wong sakit itu harus dihibur bukan tambah sakit jadinyo gara-gara urusan yang sepele.”

Modal Sumsel sebenarnya tak main-main, rumah sakit besar ada, dokter spesialis banyak, biaya relatif bersahabat. Tapi urusan berobat itu soal pengalaman.

Sekali antrean bikin emosi, ceritanya menyebar lebih cepat dari kabar diskon. Orang bisa lupa betapa hebatnya alat medis, tapi tak pernah lupa dilayani dengan muka masam.

Tengok daerah lain di Indonesia yang sudah lebih dulu naik kelas bisa jadi contoh Sumsel, sebut saja Bali dengan menjual sehat plus ketenangan.

Ada lagi Jawa Barat yang mulai serius juga bermain di layanan medis Internasional. Batam apalagi sudah lama disiapkan sebagai pintu wisata medis, karena lebih dekat dengan Singapura, dan Malaysia. Artinya, wisata kesehatan Indonesia itu bukan sebuah cerita karangan proposal.

Luar negeri pun tak kalah agresif,  misalnya Penang dan Kuala Lumpur rapi dan ramah sehingga menjadi salah satu tujuan berobat ‘Wong Palembang’.

Bangkok mengemas rumah sakit seperti hotel, Singapura kuat di teknologi dan kepercayaan, kenapa demikian? sebab mereka paham dengan satu hal,  pasien itu ingin diperlakukan seperti tamu, bukan peserta audisi kesabaran.

Sekarang bicara jujur soal wisata kesehatan Sumsel, khususnya Palembang. Perjalanan ke rumah sakit kadang masih harus berhadapan dengan truk peti kemas segede rumah yang lalu-lalang tanpa kompromi. Hujan turun sedikit, beberapa jalan berubah jadi kolam gratis. Mau sembuh, tapi harus lulus juga rintangan dulu.

Rasa aman

Ini bukan nyinyir, tapi alarm sayang, apalagi menjadi Healthy tourism itu sensitif, alasannya sederhana karena orang yang sakit itu mudah kelelahan, mudah kesal, dan emosian…

Apalagi saat di jalan mau ke rumah sakit melihat jalan rusak, parkir sempit, pelayanan jutek itu kombinasi maut yang bisa mengusir niat berobat lebih cepat daripada mahalnya biaya.

Masalah lain juga yang sering luput dibahas adalah SDM pelayanan, terutama bahasa, kalau mau main di kelas Internasional, jangan sampai tamu dari Singapura, Thailand, atau negara lain cuma bisa senyum-senyum bingung dari pintu masuk sampai ruang rawat.

Dari satpam, petugas pendaftaran, perawat, sampai sopir penjemput, minimal paham bahasa Inggris dasar, bahkan bonus besar kalau ada yang bisa bahasa Mandarin.

Misalnya nih, pasien luar negeri turun dari pesawat, disambut ramah, ditanya dengan bahasa yang ia mengerti. Bukan malah kebingungan sambil buka Google Translate di tengah rasa nyeri. Di situ letak rasa aman, dan rasa aman itu separuh dari proses penyembuhan.

Soal pelayanan juga tak kalah penting, dokter kita hebat, tapi urusan senyum, penjelasan yang sabar, dan administrasi yang ringkas sering jadi penentu kesan.

Di luar negeri, pasien diperlakukan seperti tamu hotel, di sini, jangan sampai pasien merasa sedang ikut lomba ketahanan mental.

Wisata jangan cuma jadi pelengkap di proposal. Kalau orang sudah niat berobat sambil liburan, destinasi harus bersih, aman, dan tertata. Sungai Musi, wisata alam Sumsel, kampung wisata punya potensi besar. Tinggal dirawat, bukan sekadar dijadikan latar swafoto.

Namun, kalau healthy tourism Sumsel benar-benar berjalan, efeknya bisa terasa ke mana-mana. Hotel hidup, restoran rame, sopir travel senyum, UMKM ikut napas panjang.

Bahkan, uang yang biasanya terbang ke luar negeri bisa muter di kampung sendiri. Ini bukan cuma soal ekonomi, tapi soal harga diri daerah.

Jadi, mampukah Sumsel menahan warganya berobat di kampung sendiri? Jawabannya bukan di baliho atau rapat.

Tapi, jawabannya ada di jalan yang bikin tenang, pelayanan yang bikin nyaman, SDM yang siap bicara lintas bahasa, dan pengalaman yang bikin orang bilang, “Sudah-lah, dak usah berobat ke luar negeri, disini samo bae, sudem dak kalah lagi kualitasnyo samo luar”

Kata pepatah yang pas untuk urusan ini “Sakit itu sudah berat, jangan ditambah ribet.” Orang tak mencari yang paling jauh, tapi yang paling menenangkan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Digital UMKM Pangan Dukung Pemulihan Ekonomi & Stabilitas Harga

    Transformasi Digital UMKM Pangan Dukung Pemulihan Ekonomi & Stabilitas Harga

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.530
    • 0Komentar

    PRESIDEN Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, menekankan tiga hal penting kepada Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mendukung pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas harga. Pertama, menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, terutama barang kebutuhan pokok, dengan mengatasi kendala produksi dan distribusi yang ada di daerah. Kedua, melanjutkan upaya […]

  • BUMBU JUMAT BICIK MOYA: Mie Celor Palembang, Gurihnya Bikin Lidah Joget dan Hati Ikut Bergoyang

    BUMBU JUMAT BICIK MOYA: Mie Celor Palembang, Gurihnya Bikin Lidah Joget dan Hati Ikut Bergoyang

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    JUMAT itu hari spesial, bukan cuma karena weekend sebentar lagi datang, tapi karena hari ini lidah kita bakal diajak joget-joget dengan Mie Celor Palembang. Jangan bayangin mie instan biasa, ini mie yang kuahnya santan kental, ebi wangi, tauge renyah, dan mie kuning yang lembut kayak pipi bayi… eh, tapi jangan dicubit ya, cuma buat diaduk […]

  • Palembang Ajukan PSBB  Kepada Kementrian Kesehatan

    Palembang Ajukan PSBB  Kepada Kementrian Kesehatan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 762
    • 0Komentar

    TERUS meningkatnya kasus positif COVID-19 di Kota Palembang membuat Pemerintah Kota Palembang mengajukan usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Usulkan itu rencanya akan disampaikan hari ini, Senin [4/5/2020] ke Gubernur Sumsel dan diteruskan ke Kementerian Kesehatan. “Kami usulkan kerena kasus COVID-19 terus meningkat, di Palembang hamper tembus angka 100 kasus,”kata Sekda Pemkot Palembang, Ratu Dewa, […]

  • Porsche 963 terbaik hadapi final IMSA yang mencekam musim ini dari P5

    Porsche 963 terbaik hadapi final IMSA yang mencekam musim ini dari P5

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Dua Porsche 963 yang diturunkan oleh Porsche Penske Motorsport akan menghadapi “Petit Le Mans” dari lini tengah. Pembalap Works Nick Tandy dari Inggris dan Felipe Nasr dari Brazil lolos di posisi lima dan tujuh untuk grand season final IMSA WeatherTech SportsCar Championship.   Kualifikasi Prototipe hybrid identik yang dikampanyekan oleh tim pelanggan […]

  • Berjasa di Bidang Koperasi dan UMKM,Presiden Anugerahi Bupati OKI Satya Lencana Wira Karya

    Berjasa di Bidang Koperasi dan UMKM,Presiden Anugerahi Bupati OKI Satya Lencana Wira Karya

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.239
    • 0Komentar

    Sumselerkini.co,id, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penghargaan Satya Lencana Wira Karya kepada lima orang di Indonesia yang dinilai berjasa terhadap negara dalam hal Koperasi dan UMKM. Penghargaan itu antara lain, diberikan kepada Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, Bupati Kuningan, H Acep Purnama, […]

  • Aksi Buruh Terkait Tuntutan Omnibus Law di Halaman Gedung DPRD Sumsel,  Ini Respon Kapolda

    Aksi Buruh Terkait Tuntutan Omnibus Law di Halaman Gedung DPRD Sumsel,  Ini Respon Kapolda

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.296
    • 0Komentar

    KAPOLDA Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko mengucapkan aspirasi terkait aksi demo buruh se Sumsel yang berlangsung damai. “Terimkasih aksi  serikat buruh tidak anarkis. Apalagi disampaikan ketua DPRD Sumsel tadi jika provinsi Sumsel selama ini dikenal zero komplik, kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi untuk menjaga,” pesan Kapolda Sumsel Ketua Irjen Pol Prof Dr […]

expand_less
WordPress Archive Tractor – Industrial & Manufacturing WordPress Theme Tracyle - Waste Management & Recycling Service Elementor Template Kit Trail – Bike Shop & Bicycle Repair Elementor Template Kit Transcargo - Transportation WordPress Theme for Logistics Transfers – Transport and Car Hire HTML Template Transition Slider – Responsive WordPress Slider Plugin Transland – Transport & Logistics WordPress Theme Translantic – Translation Service Agency Elementor Template Kit TranslatePress Pro - WP Translation Plugin Transpi - Logistics and Transportation WordPress Theme