Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Cerita Uang yang Muter di Muba

Cerita Uang yang Muter di Muba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 745
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu suara yang ditunggu-tunggu warga Musi Banyuasin tiap akhir bulan, bukan pengumuman resmi, bukan pula suara ramai pasar. Bunyi itu singkat tapi sakti “ting!” Nah  itu, suara notifikasi gaji yang akhirnya cair.

Bahkan begitu bunyi itu terdengar, ekspresi langsung berubah. Yang tadinya irit senyum, mendadak ramah. Yang kemarin bilang “lihat-lihat dulu” hari ini sudah berani tanya harga. Dunia memang belum tentu adil, tapi saldo yang bertambah sering kali bikin hidup terasa lebih masuk akal.

Tentu dampaknya positif sebab ekonomi Muba mulai bekerja lebih aktif lagi.. bukan dari ruang rapat ber-AC, bukan juga dari pidato panjang penuh istilah, tapi dari uang yang akhirnya keluar dari rekening.

Gaji cair jarang berhenti lama, biasanya ia langsung berubah bentuk, dari angka digital menjadi beras, sayur, telur, minyak, bensin, pulsa, dan kopi. Uang berpindah tangan. Pedagang tersenyum. Senyum pedagang itu penting karena ia sering kali lebih jujur daripada grafik pertumbuhan ekonomi.

Dari pasar, uang bergerak lagi, pedagang belanja ke agen. Agen setor ke distributor, distributor membayar sopir, sopir singgah ke warung, warung belanja gas. Gas dibeli dari agen lokal, agen setor pajak bahkan pajak masuk kas daerah, coba pikirkanlah…?

Satu gaji.
Banyak roda berputar, banyak pula perut jadinya kenyang.

Inilah yang oleh para ekonom disebut multiplier effect,  sebab di Musi Banyuasin, istilahnya itu lebih sederhana dan tidak ribet, uang muter, hidup rame.

Tahun 2026, cerita ini bukan sekadar perasaan, tetapi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Musi Banyuasin resmi tembus Rp4.039.054. Angka ini bukan hanya memberi napas lebih panjang bagi pekerja, tapi juga memberi harapan pada pasar, warung, dan UMKM. Karena UMK yang naik artinya potensi belanja ikut naik, asalkan uangnya tidak salah arah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muba, Herryandi Sinulingga, melihat UMK bukan sebagai angka adu gengsi, tapi sebagai alur perputaran ekonomi. Gaji, menurutnya, bukan untuk dipamerkan di slip, melainkan untuk digerakkan.

Gaji itu ibarat air, sebab kalau cuma disimpan, lama-lama ya begitu saja, namun begitu dialirkan ke pasar, ke warung, ke UMKM, efeknya terasa ke mana-mana. Pedagang hidup, distributor bergerak, pajak daerah berjalan. Ekonomi lokal pun bernapas.

Menariknya, roda ekonomi Muba tidak digerakkan satu kelompok saja. Buruh dan ASN sama-sama punya peran. Buruh unggul di nominal UMK, bahkan sektor tertentu diperkuat UMSK hingga Rp4,17 juta. ASN, meski gaji pokoknya terlihat lebih rendah secara angka dasar, ditopang TPP dan tunjangan.

Kalau buruh belanja, pasar hidup, benarkan?
Kalau ASN belanja, warung hidup, betulkan?
Kalau dua-duanya belanja di Muba, ekonomi daerah jalan tanpa perlu disuruh….pedagang akhirnya sujud syukur, ini juga benarkan..?

 Namun masalah klasiknya cuma satu kok harga sering latah, apalagi begitu UMK naik, ada saja yang berpikir semua barang wajib ikut naik kelas. Padahal UMK bukan dibuat untuk bikin hidup makin mahal, tapi bikin hidup makin layak.

Oleh sebab itu, seharusnya kenaikan upah harus diiringi kesadaran bersama, pedagang jangan oportunis. Distributor jangan ngebut sendiri. Pemerintah wajib hadir mengawasi, terlebih kalau harga itu naik liar, artinya wah… gaji cuma mampir sebentar di dompet, akhirnya datang dengan harapan, pulang dengan kecewa.

Bupati HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, memberi arah kebijakan sejatinya sudah jelas, kesejahteraan buruh, ASN, dan ekonomi lokal harus jalan beriringan, bukan saling sindir di kolom komentar medsos.

Apalagi, UMK naik bukan untuk menciptakan jarak sosial baru. Tapi untuk memperluas lingkar kesejahteraan agara pasar tetap ramai, UMKM tetap hidup, dan ekonomi Muba tidak ngos-ngosan mengejar kebutuhan.

Maka dari itu sebenarnya,  ekonomi daerah tidak dibangun oleh jargon panjang atau baliho besar. Ekonomi dibangun oleh uang yang berpindah tangan dengan niat baik, misalnya dari gaji ke pasar terus dari pasar ke warung selanjutnya dari warung ke daerah hingga akhirnya finis  dari  daerah kembali ke masyarakat.

Jadi ketika notifikasi gaji kembali berbunyi di akhir bulan, ingat satu hal sederhana
jangan biarkan uang berhenti terlalu lama.

Belanjakan dengan bijak.
Belanjakan di Muba.

Karena gaji yang diam cuma bikin rekening terlihat sehat.
Tapi gaji yang muter itulah yang bikin Musi Banyuasin tetap hidup, hangat, dan bergerak, itu yang bikin semua jadi ceria. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Raup Untung dari Hutan, Tantangan Nyata Menanti

    Masyarakat Raup Untung dari Hutan, Tantangan Nyata Menanti

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    PEMERINTAH membuka akses hutan seluas 8,3 juta hektare bagi masyarakat. Warga kini dapat menanam, memanen, dan mengelola sumber daya hutan secara legal, membuka peluang ekonomi baru di desa-desa sekitar hutan. Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, menegaskan bahwa perhutanan sosial mendorong kesejahteraan lokal. “Masyarakat yang dulu dilarang masuk hutan kini bisa menghasilkan pendapatan dari sumber daya […]

  • Bahas dengan Delegasi UCLG ASPAC, Palembang Komit Atasi Emisi dan Perubahan Iklim

    Bahas dengan Delegasi UCLG ASPAC, Palembang Komit Atasi Emisi dan Perubahan Iklim

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang bersama Delegasi UCLG ASPAC membahas pembuatan Rencana Aksi Perubahan Iklim. Pembahasan terkait rencana aksi ini dipimpin Asisten II Setda Kota Palembang Sinta Raharja, di Ruang Rapat II Setda Kota Palembang. Rapat dihadiri perwakilan UCLG ASPAC (United Cities and Local Goverments Asia Pacific) Riza Iskandar, Perwakilan CCROM IPB selaku rekanan UCLG ASPAC M Ardiansyah, dan […]

  • Ini yang Membuat Pertumbuhan Bank Sumsel Babel Semakin Baik

    Ini yang Membuat Pertumbuhan Bank Sumsel Babel Semakin Baik

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.140
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Bank Sumsel Babel melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham [RUPS] tahun buku 2018. RUPS tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah di Sumsel dan Babel di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel, Senin [25/3/2019]. Menurut Faisol Sinin Corporate Secretary Bank Sumsel Babel untuk kinerja selama tahun 2018, Bank Sumsel Babel juga mengalami peningkatan /pertumbuhan yang cukup […]

  • sarimuda-hanura

    Survei Selalu Teratas, Sarimuda Berpotensi Diusung Partai Hanura

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.287
    • 0Komentar

    Berdasarkan hasil survei berbagai lembaga yang memempatkan Sarimuda di posisi teratas, membuat Partai Hanura berpotensi akan mengusung bakal calon Walikota Palembang tersebut, dalam Pilkada Kota Palembang 2018.

  • Disponsori Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang serta BUMD/BUMN, Lomba Parade Perahu Hias Digelar

    Disponsori Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang serta BUMD/BUMN, Lomba Parade Perahu Hias Digelar

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.413
    • 0Komentar

    Sempat tehenti akibat Pandemi Covid-19,  lomba Parade Perahu Hias yang menonjolkan ciri khas Kota Palembang kembali digelar  di Sungai Musi tepatnya di pelabuhan Benteng Kuto Besak(BKB) Palembang, dibuka langsung oleh Sekda Sumsel, Ir SA Supriono Sabtu (20/8). Antusias masyarakat untuk menyaksikan 36  parade perahu hias ini begitu terasa di tengah kegembiraan warga dalam memeriahkan HUT […]

  • Muba Duduki Peringkat-1 Indeks Kabupaten se-Provinsi Sumsel

    Muba Duduki Peringkat-1 Indeks Kabupaten se-Provinsi Sumsel

    • calendar_month Rabu, 2 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Bekerja secara optimal Tenaga Ahli, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa di Kabupaten Musi Banyuasin, mampu mencapai Indeks Desa Membangun (IDM) 0,756 dengan Kategori Desa Maju dan menduduki rangking 118/434 tertinggi di Sumatera Selatan. “Atas capaian ini, artinya kinerja dari tenaga ahli,desa dan pendamping lokal desa di Kabupaten Muba tengah menunjukkan hasil […]

expand_less
WordPress Archive Charie – Charity NonProfit Elementor Template Kit Charify – Fundraising & Donation WordPress Theme Charipex – Charity & Nonprofit WordPress Theme Charitable – Charity Nonprofit Organization WordPress Theme Charitix – Nonprofit Charity WordPress Theme Charito – Nonprofit Charity WordPress Theme Chariton – NonProfit Charity WordPress Theme Charity Club – Fundraising WordPress Theme Charity Foundation WordPress Charity Home – Fundraising WordPress Theme