Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Si Rigger & Lantai Perawatan Sumur

Si Rigger & Lantai Perawatan Sumur

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • visibility 3.098
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA 36 pemuda dan pemudi berdiri gagah dengan ransel besar di punggung, mata berbinar penuh semangat, tapi hati juga deg-degan. Mereka bukan mau piknik atau jalan-jalan ke mal, tapi berangkat ke Cepu untuk belajar migas jadi juru ikat alias rigger dan operator lantai perawatan sumur. Jika seandainya, dari kampung yang tenang seperti sawah berlapis embun, mereka kini siap melangkah ke dunia kerja yang sibuk dan menantang, seperti ikan lele yang tiba-tiba harus berenang di laut lepas.

Bupati H. M. Toha Tohet tersenyum ketika melihat mereka. “Program Keluarga Maju ini bukan sekadar jargon, tapi cara kita menyiapkan pemuda Musi Banyuasin untuk siap kerja. Kalau sekarang kalian belajar, nanti kalian pulang bawa “sayur ekonominya” buat kampung sendiri”.

Seorang peserta bernama Dedi mengangkat tangan, penasaran. “Pak, serius nih, kita bakal bisa langsung kerja setelah pelatihan?”.

“Betul,” jawab Bupati. “Pendidikan vokasi itu seperti pepatah lama “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”. Latihan sekarang mungkin berat, tapi hasilnya akan manis”.

Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen menambahkan dengan nada jenaka, “Kalau hanya belajar teori doang, nanti pulang kalian cuma bisa bilang, “Aku tahu, tapi nggak bisa” .Nah, di sini kalian praktek 60%, teori 40%. Jadi nanti nggak cuma tahu, tapi bisa langsung action!”.

Di sisi lain, Herryandi Sinulingga, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, memanggil para peserta untuk membagi jurusan. “Oke, 18 orang akan jadi rigger, kalian tugasnya mengangkat, mengikat, dan menjaga keseimbangan alat berat. 18 lainnya jadi operator lantai perawatan sumur-pastikan sumur migas tetap sehat, jangan sampai kering atau sakit!”.

Bayu, seorang pemuda dengan tubuh mungil tapi semangat besar, menggerutu pelan, “Waduh, Pak… besinya berat banget”.

Seorang teman sambil nyengir menjawab, “Kalau mau ringan, angkat hati ibu kamu yang berat karena hutang”. Gelak tawa pecah, dan suasana sedikit mencair.

Selama perjalanan ke Cepu, mereka saling bercakap-cakap, berbagi canda, tapi juga saling memberi semangat. “Nanti kita pulang nggak cuma bisa cerita soal sumur, tapi juga punya skill yang dicari industri,” kata Dedi sambil menatap ranselnya yang hampir seberat badan.

“Betul, bro…. lagian, siapa tahu bisa buka lapangan kerja sendiri, kan? Bisa jadi bos, bukan cuma karyawan,” sahut Bayu sambil tertawa kecil.

Di tempat pelatihan, mereka belajar mengikat tali, mengoperasikan alat berat, dan memahami mekanisme sumur. Latihan fisik cukup keras, tapi guru-gurunya selalu menyelipkan humor agar tetap semangat.

Rigger jangan cuma kuat tangan, tapi juga harus cerdas kepala dan sigap mata,” kata instruktur sambil menirukan gaya superhero, membuat peserta terpingkal-pingkal.

Selain belajar keterampilan, mereka juga belajar bekerja sama. Seorang rigger yang kuat tapi tidak peduli operator lantai, ibarat satay tanpa sambal hambar.

Begitu pula operator lantai yang hebat tapi nggak peduli rigger, sama saja seperti mesin canggih tanpa operator. Humor dan latihan membangun kekompakan mereka.

Di sela pelatihan, Dedi menatap teman-temannya dan berbisik, “Kalau pulang nanti, kita bisa banggakan kampung. Bisa bilang, “Aku bukan cuma jago mancing, tapi juga jago mancing peluang kerja!”.

Herryandi menambahkan, “Itu dia esensi pendidikan vokasi bukan sekadar hafal teori, tapi mampu praktek dan siap menghadapi dunia nyata. Kurikulum praktik 60% memastikan kalian bisa langsung diterima industri. Dan yang paling penting, kalian pulang dengan pengalaman, bukan sekadar sertifikat”.

Program ini bukan sekadar angka atau statistik. Lebih dari itu, pemerintah daerah ingin pemuda Muba siap kerja, menurunkan pengangguran, dan mendorong ekonomi lokal. Peserta belajar bahwa kerja keras, disiplin, dan kerjasama itu penting. Bahkan humor pun jadi bumbu, agar perjalanan belajar lebih ringan.

Saat bis meninggalkan Cepu setelah beberapa minggu pelatihan, wajah-wajah peserta tampak berbeda. Ada rasa percaya diri, ada kelegaan, dan tentu saja cerita kocak yang bakal mereka bagikan di kampung halaman.

Dedi, Bayu, dan teman-temannya kini punya bekal lebih dari sekadar keterampilan, mereka punya pengalaman, kesiapan menghadapi tantangan, dan keyakinan bahwa masa depan bisa digenggam dengan tangan sendiri.

Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan pendidikan terapan. Kadang hal yang terlihat sederhana, mengikat tali, memeriksa sumur, justru menjadi kunci keberhasilan ekonomi besar. Seperti pepatah yang selalu diingat Bupati, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”. Latihan keras hari ini adalah jalan menuju manisnya masa depan.

Dan begitu bis berputar ke Musi Banyuasin, saya tersenyum melihat mereka melambaikan tangan. Si rigger, si floor man, dan seluruh generasi muda siap mencetak sejarah mereka sendiri dengan tangan, hati, dan tawa.[***]

Catatan redaksi : Tokoh peserta seperti Dedi dan Bayu fiktif gunanya untuk menghidupkan cerita dan pejabat Pemkab Muba serta program pelatihan adalah fakta.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percantik Sungai Sekanak, Palembang Anggarkan Rp 7,5 Miliar

    Percantik Sungai Sekanak, Palembang Anggarkan Rp 7,5 Miliar

    • calendar_month Minggu, 4 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.535
    • 0Komentar

    Sebagai fungsi jalur transportasi, kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan pariwisata.

  • hendri wahyu igogreen

    Kalidoni yang Pertama dan Jadi Percontohan Gunakan Aplikasi Beli Sampah

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.801
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kecamatan Kalidoni Palembang menjadi pertama yang menggunakan aplikasi beli sampah di Palembang guna merubah pola pikir masyarakat terkait sampah. “Sampah itu bukan suatu masalah, jika kita mampu berinovasi, karena sampah bisa menambah pendapatan, serta dapat menjadi peluang bisnis bagi kita. Selain itu dari sampah mampu menciptakan lapangan kerja bagi daerah setempat,”ungkap Camat […]

  • HUT TNI ke-77, Kodim 0401 Muba Bakal Gelar Fun Bike Adventure

    HUT TNI ke-77, Kodim 0401 Muba Bakal Gelar Fun Bike Adventure

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    Menyambut Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) ke-77 yang jatuh pada tanggal 5 Oktober mendatang. Kodim 0401 Muba bersama Pemkab Muba akan menggelar Fun Bike Adventure dan berbagai kegiatan lomba lainnya untuk memeriahkan HUT TNI.   Demikian disampaikan Dandim 0401 Muba Letkol ARM Dede Sudrajat pada rapat koordinasi tentang rangkaian kegiatan dan Upacara […]

  • Pemda Diharapkan Menjadi Agen Promosi Kesehatan Yang Baik Dalam Penanganan Pandemi, Itu Perlu Didukung Bersama

    Pemda Diharapkan Menjadi Agen Promosi Kesehatan Yang Baik Dalam Penanganan Pandemi, Itu Perlu Didukung Bersama

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    PEMERINTAH pada prinsipnya melarang aktivitas mudik selama periode Ramadhan-Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa keputusan terkait penanganan pandemi COVID-19 diambil berdasarkan berbagai macam pertimbangan. Untuk itu, dalam penerapan kebijakan ini pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat diminta mendukung demi masa depan yang lebih baik. Pemda dan […]

  • Hujan Deras, Satu Jembatan Rusak Berat

    Hujan Deras, Satu Jembatan Rusak Berat

    • calendar_month Minggu, 9 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.300
    • 0Komentar

    HUJAN dengan intensitas tinggi dan angin kencang terjadi di wilayah Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Sabtu (8/1). Hujan lebat pada pukul 16.00 waktu setempat itu memicu terjadinya longsor hingga merusak satu unit jembatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato mengidentifikasi jembatan desa itu rusak berat. Jembatan tersebut terdapat di Desa Bulangita, Kecamatan Patilanggio. Pada […]

  • Jangan Khawatir, MBR OKI Tak Mampu Isolasi Mandiri, Pemkab Siap Fasilitasi  

    Jangan Khawatir, MBR OKI Tak Mampu Isolasi Mandiri, Pemkab Siap Fasilitasi  

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.174
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel siap memfasilitasi warganya yang tak mampu melakukan isolasi mandiri, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebelumnya Pemda OKI sudah menyiapkan Gedung Diklat Teluk Gelam sebagai fasilitas karantina terpusat. Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE mengungkap ketika harus isolasi di rumah tentu ada konsekuensi dan resiko menulari kontak erat, […]

expand_less
WordPress Archive Renovation – Construction Company WordPress Theme Renroll – Scooter & Bike Rentals WordPress Theme Rentacar – Car Rental / Listing WordPress Theme Rentive – Car Rental & Auto Dealer Elementor Template Kit Reon – Restaurant WordPress Theme Repair Plus – Electronics and Phone WordPress Theme RepairKit – Mobile Phone & Computer Repair Elementor Template Kit Reparo – Car Service Elementor Template Kit Report Builder – Generate Word DOCX and Excel XLSX documents Resco – Resume Elementor Template Kit