Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » 40 Hari Terakhir, Pajak Miliaran Palembang Jadi Taruhan, Lurah Sampai Jadi Striker!

40 Hari Terakhir, Pajak Miliaran Palembang Jadi Taruhan, Lurah Sampai Jadi Striker!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 2.945
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JELANG tutup tahun 2025, suasana di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang bukan lagi seperti kantor biasa. Suara ketikan komputer dan rapat staf kini bercampur dengan aroma “deadline” yang menggantung di udara.

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai Rp264 miliar seakan jadi bola panas yang bergulir di lapangan waktu, sebab tinggal 40 hari sebelum peluit akhir tahun berbunyi.

Di tengah suasana itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, maju paling depan. Ia tak mau hanya sekadar jadi penonton di tribun.

Ia memompa semangat semua lini, mulai dari OPD sampai Lurah, agar bergerak bersama. “Kalau semua bergerak kompak, target bisa tercapai. Tapi kalau cuma rapat doang semangat, di lapangan malah jalan santai, ya wassalam,” sindirnya ringan tapi nyentil.

Dan benar saja sejak itu, suasana berubah. Lurah-lurah di 18 kecamatan Palembang kini seperti pemain bola yang baru dikasih bonus tambahan. Mereka bukan cuma mengurus surat atau stempel, tapi juga “menyerang” rumah ke rumah, mengingatkan warga agar segera melunasi PBB-nya. Bahkan ada lurah yang bilang, “Pak, ini bukan kejar setoran, tapi kejar kemajuan.” Mantap.

Bapenda pun ikut naikan gigi 4 dan langsung tancap gas. Kepala Bapenda, Marhaen, SH, M.Si, menyebut hingga awal November, realisasi pajak daerah sudah mencapai 72,55 persen atau Rp1,3 triliun dari target Rp1,8 triliun. Dari 14 jenis pajak, PBB paling menonjol  74,57 persen atau Rp246 miliar sudah masuk kantong daerah. Tapi masih ada miliaran yang belum. Nah, di sinilah laga penentuan dimulai.

Daripada mengandalkan gertakan atau surat peringatan, Bapenda mengambil langkah manis, program pemutihan. Ini bukan urusan skincare, tapi program penghapusan pokok dan denda PBB tahun 2002–2019 hingga 100 persen, dan potongan 50 persen untuk tahun 2020–2024, asalkan bayar PBB tahun 2025 dan berlaku sampai 30 Desember 2025.

Artinya, warga yang dulu takut ke kantor pajak karena merasa berdosa, sekarang bisa datang dengan kepala tegak. Bapenda seolah bilang, “Ayo, kita mulai dari nol lagi, yang lalu biarlah berlalu”. Pepatah pun cocok di sini “Tak ada kata terlambat untuk berbuat baik, apalagi kalau demi PAD”.

Lucunya, suasana Palembang akhir tahun ini jadi mirip turnamen bola antar-Kecamatan. Ada Lurah yang keliling naik motor, ada yang bikin posko bayar pajak di warung kopi, bahkan ada yang pasang spanduk di depan kelurahan bertuliskan “Bayar Pajak Sekarang, Nikmati Jalan Mulus Nanti”, kreatif banget.

Sekda sendiri menggambarkan kerja ini seperti sepak bola. Lurah dan camat harus jadi tim solid, tidak bisa main sendiri-sendiri. Lurah sebagai striker harus jago mencetak gol  alias mengumpulkan PBB.

Camat berperan sebagai playmaker, mengatur arah permainan agar tak kebobolan target. Sementara Bapenda? Ya itu dia, pelatih kepala yang tiap hari mantengin papan skor sambil doa “Semoga gak over time”.

Jemput bola

Kalau Palembang sedang sibuk mengejar pajak di sisa waktu yang mepet, kota lain di Indonesia bahkan dunia sudah membuktikan bahwa inovasi dan kolaborasi bisa mengubah segalanya.

Lihat Surabaya, misalnya. Kota itu sukses meningkatkan PAD lewat program jemput bola pajak, di mana petugas turun langsung ke pasar dan permukiman untuk mempermudah pembayaran. Tak ada lagi alasan sibuk atau lupa, karena petugasnya sudah nongol di depan pintu.

Kemudian Bandung, yang sudah lebih dulu menerapkan sistem pembayaran daring. Bayar PBB cukup lewat gawai, tanpa perlu antre di kantor. Akibatnya, partisipasi warga naik signifikan, bahkan target tahunan mereka tercapai sebelum akhir tahun.

Dan kalau mau menengok ke luar negeri, Tokyo jadi contoh keren. Pemerintahnya memberikan insentif pajak rumah bagi warga yang membayar tepat waktu, sehingga warga malah berlomba-lomba untuk taat pajak. Bukan karena takut denda, tapi karena sistemnya jelas, transparan, dan menguntungkan.

Palembang jelas bisa meniru itu, tapi tentu dengan gaya lokal, santai, tapi pasti tegas, tapi tetap humanis.

Kalau dipikir-pikir, strategi Pemkot Palembang ini bukan cuma urusan angka di laporan keuangan. Ini soal rasa  rasa tanggung jawab dan rasa memiliki. Ketika warga membayar pajak, itu bukan semata setoran ke negara, tapi bentuk cinta kepada kota sendiri. Sama seperti orang yang rela iuran untuk memperbaiki jalan kampung, karena tahu manfaatnya bakal kembali ke mereka juga.

Pajak, dengan kata lain, adalah investasi emosional. Ia menumbuhkan rasa keterikatan antara warga dan kota. Ketika semua orang sadar itu, tak perlu ada ancaman atau denda kesadaran sudah cukup jadi bahan bakarnya.

Ada filosofi sederhana di balik semangat Pemkot Palembang ini, “Kota yang besar bukan dibangun dari gedung tinggi, tapi dari komitmen warganya”. Pajak hanyalah alat, tapi komitmen adalah bahan bakarnya. Kalau semua pihak pemerintah, OPD, camat, lurah, hingga warga jalan bareng, tak ada target yang terlalu tinggi.

Sekda Aprizal pun benar ketika bilang, “Kalau kita mau Palembang maju, komitmen harus tumbuh dari semua sisi”, karena kalau hanya satu pihak yang kerja keras, hasilnya bakal timpang.

Kini waktu tinggal 40 hari. Angka yang di mata sebagian orang mungkin pendek, tapi di tangan orang yang mau bergerak, bisa jadi panjang dan berarti. Pemerintah sudah menyiapkan jurus, warga punya kesempatan, dan kota menanti hasilnya.

Apakah target miliaran itu akan tercapai? Melihat semangat tim yang bermain, peluangnya besar. Palembang sedang menunjukkan bahwa kerja keras bisa tetap disajikan dengan senyum, strategi bisa dibalut empati, dan kejar target tak harus diiringi ketegangan.

Jadi, kalau nanti Anda melihat lurah berkeliling sambil bawa berkas pajak dan senyum selebar papan skor, jangan heran. Mereka sedang beraksi di lapangan pajak, memastikan Palembang menutup tahun dengan skor kemenangan. Karena di kota ini, bahkan urusan PBB pun bisa jadi kisah perjuangan yang seru  dan sedikit kocak.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambah 36 Orang, Total Positif Covid-19 di Sumsel 2.156 Orang, Sumsel Terbanyak di Pulau Sumatera, Palembang Sumbang 27 Kasus Hari Ini

    Tambah 36 Orang, Total Positif Covid-19 di Sumsel 2.156 Orang, Sumsel Terbanyak di Pulau Sumatera, Palembang Sumbang 27 Kasus Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    SETELAH ada penambahan 36 kasus lagi, kasus positif covid-19 menjadi 2.156 orang. Gugus tugas penanganan Covid-19 melaporkan, 36 kasus baru ini tersebar di Palembang 27 orang, Banyuasin 5 orang, Muba 2 orang, Lubuklinggau 1 orang, OKI 1 orang. “Untuk pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah, dari 1.088 menjadi 1.113 orang yang sembuh. Artinya ada tambahan pasien sembuh sebanyak […]

  • Libatkan Alhli Fikih, Kemenag Gelar Bahtsul Masail Bahas Haji di Masa Pandemi

    Libatkan Alhli Fikih, Kemenag Gelar Bahtsul Masail Bahas Haji di Masa Pandemi

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.806
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) mulai menggelar Bahtsul Masail Perhajian. Kegiatan yang mengangkat tema “Manasik Haji di Masa Pandemi” ini berlangsung tiga hari, 27-29 April 2021, di Ciawi, Bogor. Bahtsul Masail ini melibatkan ahli fikih dan syariah, ahli kesehatan, perwakilan ormas Islam (NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Wasliyah), perwakilan Kelompok Bimbingan […]

  • Resmi Dilantik Mendagri, Hadi Prabowo Kini Jabat Gubernur Sumsel 

    Resmi Dilantik Mendagri, Hadi Prabowo Kini Jabat Gubernur Sumsel 

    • calendar_month Jumat, 21 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 699
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo resmi melantik Hadi Prabowo sebagai Penjabat [PJ] Gubernur Sumsel menggantikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Jumat (21/9/2018). Sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 130/P Tahun 2018 tentang pengesahan pemberhentian dengan hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan masa jabatan 2013-2018 dan pengangkatan penjabat Gubernur Sumatera Selatan. Dengan […]

  • Babak Baru PTSP Sumsel

    Babak Baru PTSP Sumsel

    • calendar_month Kamis, 8 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Saat ini PTSP Provinisi Sumsel pernah 3 kali berturut-turut meraih peringkat kedua nasional.

  • Pemerintah pusat didesak pro aktif berikan solusi terkait regulasi sumur masyarakat

    Pemerintah pusat didesak pro aktif berikan solusi terkait regulasi sumur masyarakat

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 790
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM diminta untuk pro aktif memberikan solusi terkait regulasi sumur masyarakat agar tidak terus berlarut-larut. Hal ditegaskan  Gubernur Sumsel Herman Deru dan Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK bersama Pj Bupati Apriyadi Mahmud dalam Rapat Pembahasan Upaya Penanganan dan Penanggulangan Sumur Masyarakat bersama Direktur Jenderal Kementerian […]

  • Ratu Dewa Cek Banjir Palembang, 4 Masalah Ini Ikut Terungkap

    Ratu Dewa Cek Banjir Palembang, 4 Masalah Ini Ikut Terungkap

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Penanganan banjir Palembang ternyata bukan satu-satunya persoalan yang ditemukan Ratu Dewa saat mengecek kondisi Jalan Angkatan 45, Senin (21/9/2026). Di lokasi, Ratu Dewa mendapati sejumlah persoalan lain yang perlu segera diperhatikan. Mulai dari saluran air dan drainase, tumpukan sampah, kabel listrik, hingga pohon-pohon kering yang berada di sekitar kawasan. Temuan tersebut menjadi perhatian […]

expand_less
WordPress Archive VUP – Fitness Center WordPress Theme W2S – Migrate WooCommerce to Shopify W8 Contact Form – WordPress Contact Form Plugin Wadon – Feminine Business Consultant Elementor Template Kit WakingIT Mailchimp Newsletter WordPress Plugin Walk – Responsive Business WordPress Theme Walk&Away – Travel Blog & Tours Elementor Template Kit Walker – WooCommerce WordPress Theme WalkOn – Adventure Travel & Tourism Elementor Template Kit Wallace Inline | Front-end Content Editor for Beaver Builder