Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Data Tunggal, Perut Kenyang, Kolesterol Aman – Cita-Cita Negara Sejahtera

Data Tunggal, Perut Kenyang, Kolesterol Aman – Cita-Cita Negara Sejahtera

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 2.562
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA yang lucu, tapi serius di negeri ini, apa itu? jawabnya datanya makin canggih, dan makin banyak orang takut timbangan, tapi tenang aja, masalah itu, bukan karena berat badan, melainkan beratnya tanggung jawab negara memastikan semua rakyat kebagian rezeki dengan adil. Dan tahun ini, Presiden Prabowo Subianto bilang, urusan data sosial ekonomi kita udah nggak bisa main-main lagi.

Namanya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) semacam “KTP-nya data kemiskinan”. Maksudnya satu orang, satu identitas, satu data, biar bantuan nggak lagi nyasar kayak sandal waktu salat Id. Bahkan Presiden bangga, menterinya sumringah, rakyat? Ya…., mereka paling cepat tahu kalau bantuan salah sasaran karena gosip lebih cepat dari Wi-Fi.

Akan tetapi jika dipikir-pikir, ide ini keren juga, sebab dulu data itu seperti mie goreng dimakan tengah malam, diacak-acak banyak tangan, nggak tahu siapa yang masak duluan, sekarang semuanya harus lewat satu dapur. Artinya, kalau nanti masih ada warga kaya yang nerima beras miskin, ya ketahuan siapa yang ngasih sendoknya, transparan, kan bro!.

Nah, setelah urusan data rapi, negara lanjut urus isi piring rakyat lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG), di atas kertas, ini proyek ambisius banget karena 36,7 juta penerima manfaat cuma dalam setahun. Angkanya bikin pusing kalau dikonversi ke bungkus nasi, itu bisa nutup jalan tol dari Medan sampai Surabaya.

Tapi, Presiden ngasih wejangan “Ojo ngoyo”, jangan kejar angka, kejarlah kualitas, sebab ini peringatan yang menyejukkan, tapi juga menampar lembut, sering kali di negeri kita, laporan lebih cepat selesai ketimbang dapur yang baru nyala kompornya.

Yang menariknya, Prabowo juga nyentil soal standar kebersihan dan pengawasan, bukan cuma soal gizi, tapi soal disiplin, karena jangan sampai niat kasih makan sehat malah bikin perut mules berjamaah. Makanya beliau minta alat terbaik, sistem terbaik, dan niat terbaik. Kalau tiga itu nyatu, program ini bisa jadi resep kemanusiaan yang gurih tanpa micin.

Sekarang geser dikit ke program lain yang juga unik Cek Kesehatan Gratis (CKG), slogannya sederhana tapi nempel “Hadiah ulang tahun dari negara, kesehatanmu sendiri”
Lucu tapi jenius, karena siapa sih yang kepikiran, pas ulang tahun malah disuruh ngecek tensi? Tapi justru di situ esensinya biar kita tahu kondisi badan sebelum tahu jumlah ucapan di grup WhatsApp.

Sampai Oktober 2025 disebutkan 43 juta orang udah manfaatin program ini. Angka itu kayak jumlah undangan mantan kalau mereka semua datang pas reuni. Tapi di balik data itu, ada semangat mulia, yaitu  pencegahan lebih murah dari pengobatan. Negara pengin rakyatnya nggak cuma panjang umur, tapi juga panjang akal buat jaga diri.

Bayangin suasana Puskesmas tiap pagi, ada yang datang bawa KTP sambil tersenyum, “Bu, saya ulang tahun hari ini, tolong dicek kolesterolnya”. Ada juga yang ngeluh, “Saya ulang tahun kemarin, boleh mundur sehari nggak?”. Nah, beginilah khas Indonesia, aturan bisa lentur kalau dibumbui senyum. Tapi yang penting, rakyatnya mulai peduli sama kesehatan sendiri. Itu nilai plus yang nggak bisa dihitung pakai kalkulator APBN.

Awasi

Kalau ditarik benang merahnya, tiga program ini, yaitu soal data tunggal, makan bergizi, dan cek kesehatan gratis, ibarat segitiga emas kesejahteraan. Satu urus otak, satu urus perut, satu urus jantung. Negara yang sehat harus punya tiga itu, sistem, pangan, dan kesadaran diri.

Masalahnya tinggal satu manusia di dalam sistemnya, karena sehebat apapun mesin digital dan prosedur tetap, kalau operatornya masih hobi “tambah nama saudara biar kebagian jatah”, ya tetap aja error. Jadi, kata merdeka itu nggak cuma buat bangsa, tapi juga buat niat, merdeka dari akal licik dan niat nyelip.

Presiden udah bilang, jangan ngoyo, tapi jangan juga males.
Program hebat itu ibarat sayur asem, karena kalau bumbunya pas, semua elemen terasa. Tapi kalau kebanyakan asam (alias target ambisius), yang makan bisa manyun.

Jadi, tugas rakyat sekarang bukan cuma tepuk tangan, tapi juga ngawasi dengan kepala dingin, karena demokrasi sejati bukan cuma di bilik suara, tapi juga di dapur umum dan Puskesmas. Setiap laporan warga, setiap kritik, itu vitamin buat pemerintahan. Dan vitamin, seperti kita tahu, kadang pahit tapi perlu.

Ada pepatah mengatakan “Data boleh tunggal, tapi kerja harus berjemaah”, karena satu klik di sistem bisa gagal, tapi satu tekad bareng-bareng bisa nyelametin banyak perut dan paru-paru.

Jadi kalau nanti negara ini beneran bisa pastikan rakyatnya kenyang, sehat, dan datanya rapi, itu bukan mukjizat teknologi, tapi hasil gotong royong plus sedikit akal sehat yang disiram humor. Karena bangsa tanpa tawa itu gampang stres, dan pemerintahan tanpa rakyat kritis itu gampang lupa daratan.

Maka mari kita jaga bersama, data biar nggak dobel, niat biar nggak setengah, dan nasi biar tetap bergizi, karena seperti kata kakek saya sambil ngaduk kopi, “Negara hebat itu bukan yang cepat kenyang, tapi yang tahu kapan berhenti sebelum kekenyangan”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag dan Garuda Sudah Kerjasama, Penerbangan Calon Jamaah Haji Embarkasi Palembang Gunakan, Boeing 747-400 Kapasitas 450 Kursi

    Kemenag dan Garuda Sudah Kerjasama, Penerbangan Calon Jamaah Haji Embarkasi Palembang Gunakan, Boeing 747-400 Kapasitas 450 Kursi

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.859
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama dan PT Garuda Indonesia hari ini menandatangani perjanjian pengangkutan udara jemaah haji reguler 1443 H/2022 M untuk sembilan Embarkasi. Perjanjian ini ditandatangani oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief dan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra . Kedua belah pihak sepakat terkait pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Indonesia dari sembilan embarkasi. […]

  • Secarna Pharmaceuticals GmbH & Co. KG (“Secarna”) fokus pada penemuan & pengembangan terapi antisense oligonucleotide /ASO

    Secarna Pharmaceuticals GmbH & Co. KG (“Secarna”) fokus pada penemuan & pengembangan terapi antisense oligonucleotide /ASO

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 716
    • 0Komentar

    LNAplus™ ASO Secarna menekan ekspresi NLRP3, komponen sentral dari jalur inflamasi, yang terlalu aktif pada banyak penyakit inflamasi Cryopyrin-associated periodic syndrome (CAPS) adalah sekelompok penyakit autoinflamasi bawaan langka yang didorong oleh NLRP3 yang terlalu aktif, mengakibatkan peradangan sistemik Dengan ASO spesifik NLRP3, efek hilir inflamasi terganggu dalam sel kekebalan dan pereda gejala yang kuat dan […]

  • Kompak, Padamkan Karhutlabun di Bayung Lencir

    Kompak, Padamkan Karhutlabun di Bayung Lencir

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.312
    • 0Komentar

    “Saya minta tambah menjadi 15 unit agar proses pembuatan skat lebih cepat dan maksimal,”

  • Launching Pilkada Hingga Pelantikan PPS Alami Perubahan Jadwal

    Launching Pilkada Hingga Pelantikan PPS Alami Perubahan Jadwal

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.126
    • 0Komentar

    KOMISI Pemilihan Umum [KPU] Sumsel menyebutkan meski dipastikan Pilkada tidak diundur, namun beberapa kegiatan tahapan Pilkada yang telah disusun, dipastikan mengalami perubahan, seperti Launching Pilkada hingga Pelantikan PPS yang ada. Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana, mengatakan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 7 Kabupaten di Sumsel tahun ini akan terganggu. “Belum ada instruksi untuk mundur (Pelaksanaan […]

  • Gelar Baksos, DPMPTSP Lubuklinggau Salurkan Bantuan di  4 Panti Asuhan

    Gelar Baksos, DPMPTSP Lubuklinggau Salurkan Bantuan di  4 Panti Asuhan

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    DINAS Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Lubuklinggau menggelar bakti sosial (Baksos) di empat  panti asuhan yang ada dikota Lubuklinggau, Jumat (24/01). Dengan menyalurkan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) yang dikumpulkan dari hasil infaq secara sukarelawan dari hasil gaji pegawai DPMPTSP selama tiga bulan terakhir. Kepala DPMPTSP Kota Lubuklinggau, Hendra Gunawan menyampaikan, […]

  • 4 Tahun Pemerintahan Jokowi Kerja Keras Bangun Pondasi Ekonomi Baru

    4 Tahun Pemerintahan Jokowi Kerja Keras Bangun Pondasi Ekonomi Baru

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.121
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA, Presiden RI, Joko Widodo  (Jokowi) mengatakan pemerintah telah bekerja keras untuk memperbaiki pondasi ekonomi nasional. Hal itu mengingat keadaan ekonomi global yang juga turut berubah. Pada bulan-bulan awal pemerintahan Jokowi harga-harga komoditas anjlok. Baik itu batubara,  sawit, karet, semuanya turun karena memang ekonomi dunia yang juga dalam posisi menurun. “Empat tahun lalu, di […]

expand_less
WordPress Archive Baxter – Creative Agency Elementor Template Kit Baza – Creative MultiPurpose WordPress Theme Bazaar – eCommerce WordPress Theme Bazso – Barbershop Elementor Template Kit Bazz CallBack widget Pro (wordpress) Bazz – WooCommerce WordPress Theme Bazzer – Influencer Marketing Agency Elementor Template Kit BBOOTS – Mini CMS system for phpBB bbPress Forums for AMP Bcare – Baby Care Services Elementor Template Kit