Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » “Prangko Balikan Sama Bangsa, Surat Cinta dari Zaman Amplop”

“Prangko Balikan Sama Bangsa, Surat Cinta dari Zaman Amplop”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 2.634
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ZAMAN sekarang, anak muda pacaran cukup kirim emoji atau stiker kucing peluk bantal, dulu? Cinta itu dikirim lewat amplop, ditempel prangko, dilempar ke kotak surat, terus harap-harap cemas kayak nelayan nunggu umpan dimakan ikan.

Nah, siapa sangka, prangko, si kecil bergigi pinggir ini tiba-tiba comeback!, dan bukan comeback kaleng-kaleng, tapi dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (20/10/2025).

“Filateli itu bukan sekadar hobi tempel-tempel prangko, tapi seni, sejarah, dan jati diri bangsa,” kata Fadli sambil menatap koleksi perangko para pendiri negara.

Nadanya khidmat, tapi kalau dipotong dikit, mirip kalimat motivasi orang patah hati yang lagi mau move on ‘Yang kecil belum tentu nggak berharga’.

Waktu dulu kita masih suka kirim surat, prangko itu kayak saksi bisu perjalanan cinta dan kenegaraan. Tapi begitu HP pintar masuk ke rumah, prangko mendadak kehilangan panggung. Ibarat mantan yang ditinggal, karena kita nemu yang lebih canggih, ternyata yang baru malah sering bikin drama sinyal hilang.

Fadli Zon bilang, “Hobi filateli sudah dikenal sejak lama sebagai king of hobby hobi para raja”.
Wah, pantes aja, yang suka ngoleksi perangko ini emang bukan orang sembarangan. Zaman dulu raja, zaman sekarang ya… bapak-bapak pensiunan yang punya album tebal dan waktu luang banyak.

Tapi jangan salah, di tangan kolektor, selembar prangko bisa lebih mahal dari gorengan harga minyak naik, pasalnya  di balik kertas kecil itu, terselip potongan sejarah bangsa, yaitu dari BPUPK sampai PPKI, semua ada mukanya di situ.
Totalnya? 80 prangko khusus pendiri bangsa!, lengkap banget, tinggal cari mana yang cocok buat ditempel di hati rakyat.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, ikut nyengir lebar waktu ngomongin ini, katanya, “Museum sekarang bukan lagi tempat nyimpan benda bersejarah, tapi ruang publik yang hidup dan kolaboratif”.

Wah, betul juga, dulu museum itu tempat paling angker kedua setelah ruang kepala sekolah. Sekarang? Jadi spot foto, tempat nonton Dulmuluk, bahkan lokasi paling pas buat cari inspirasi atau cari gebetan yang sama-sama suka sejarah.

Apalagi Jumpa Museum 2025 ini digelar barengan sama pameran perangko. Ada seni Tanjidor, Tari Kreasi, sampai pertunjukan Dulmuluk. Pokoknya kalau datang ke situ, rasanya kayak jalan-jalan ke masa lalu tapi sinyal tetap 5G.

Gubernur Sumsel Herman Deru juga ikut nimbrung, bilang kalau kehadiran Menteri ini jadi spirit tersendiri buat Palembang, kota tertua yang umurnya sudah 1342 tahun.
Bayangin, umur segitu tapi masih enerjik. Kalau manusia, udah bisa jadi buyutnya buyut. Tapi Palembang tetap lincah, tetap menari di antara arus Sungai Musi.

Menteri juga sempat muji Sungai Musi, katanya “Sungai Musi menyimpan jejak sejarah dan peradaban yang luar biasa”
emang betul sekali, Musi itu kayak timeline bangsa Indonesia karena kadang banjir informasi, kadang pasang surut peradaban, tapi tetap mengalir.

Bahkan Ratu Dewa juga ngumumin kabar manis, yaitu tiga Warisan Budaya Takbenda (WBTb) asal Palembang resmi diakui tahun ini, Aesan Paksangko, Rumah Rakit Palembang, dan Bubur Suro.
Nah loh, Palembang ini nggak cuma punya pempek, tapi juga budaya yang legit dan bergizi spiritual. Pepatah bilang, “Air Musi bisa surut, tapi adat Palembang takkan hanyut”.

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Sulaiman Amin, nyengir waktu bilang, “Ini pertama kalinya pameran perangko bertema Pendiri Bangsa digelar di Indonesia, dan Palembang jadi kota pembuka”.

Dia juga bilang, target kunjungan Museum SMB II tahun ini 30 ribu orang, baru 12.500 yang datang, tapi kalau pameran ini viral, bisa jadi yang datang bukan cuma manusia, tapi juga kenangan masa kecil kita waktu nyium amplop sebelum dikirim pos.

Tiket masuknya murah Rp2.000 buat anak-anak, Rp5.000 buat dewasa, Rp20.000 buat bule.
Harga segitu, dapat pelajaran sejarah plus spot Instagramable, rugi kalau nggak datang.

Zaman boleh digital, tapi sejarah itu nggak bisa di-scroll begitu aja, prangko mungkin kecil, tapi jasanya besar. Ia mengajarkan bahwa sesuatu yang sederhana bisa membawa pesan besar, asal dikirim dengan niat tulus.

Kata pepatah Palembang, “Yang kecil jangan diremehkan, kadang dari setitik tinta bisa lahir secarik sejarah”.

Jadi, kalau nanti lihat prangko lagi, jangan cuma bilang lucu atau jadul. Ingatlah dari selembar kecil itu, kita bisa belajar soal cinta, perjuangan, dan jati diri bangsa.
Karena, seperti mantan yang dulu pernah dicinta, prangko cuma butuh satu hal buat dihargai lagi kesempatan kedua.

Olleh karena itu, pameran perangko di Palembang ini bukan sekadar acara nostalgia, tapi alarm kecil bahwa bangsa besar bukan cuma karena gedung tinggi dan teknologi canggih, tapi karena masih mau menghargai hal-hal kecil yang pernah jadi bagian sejarahnya.

Jadi, sebelum kirim chat Hai ke gebetan, coba kirim surat dulu. Siapa tahu cinta lama bersemi kembali bersama prangko yang kini sudah naik pangkat jadi ikon budaya.[***]

Tulisan ini hasil pengamatan, obrolan, dan bumbu banyolan dari peristiwa nyata Pameran Prangko “Para Pendiri Bangsa” di Museum SMB II Palembang, dibuka oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Gubernur Herman Deru, Wali Kota Ratu Dewa, dan Kepala Dinas Kebudayaan Sulaiman Amin. Ditulis tanpa bantuan robot, cuma ditemani secangkir kopi dan tumpukan amplop nostalgia.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lanjutkan Pembangunan Jalan, Banyuasin Anggarkan Rp78 Miliar

    Lanjutkan Pembangunan Jalan, Banyuasin Anggarkan Rp78 Miliar

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.055
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Banyuasin menganggarkan dana senilai Rp78 miliar untuk melanjutkan pembangunan jalan di Kecamatan Pulau Rimau sampai ke Kecamatan Selat Penuguan. “Pemkab Banyuasin ingin masyarakat persamaan, adil terutama pelayanan yang baik, mulai infrastruktur maupun kesehatan, pendidikan serta layanan umum,” ungkap Bupati H, Askolanidi dampingi Wakil Bupati H, Slmaet saat safari Ramadhan di Masjid Falahul Muhajirin, […]

  • GeNose C19 Hadir di 21 Bandara

    GeNose C19 Hadir di 21 Bandara

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 662
    • 0Komentar

    ALAT deteksi COVID-19 karya anak bangsa “GeNose C19” hingga saat ini sudah diterapkan di 21 bandara di Indonesia. Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan tes deteksi COVID-19 untuk memastikan penumpang yang bepergian benar-benar tidak sedang terinfeksi COVID-19. Penerapan GeNoseC19 diatur dalam Surat Edaran Kemenhub No 26 Tahun 2021, yakni tindak lanjut dari Surat Edaran Satgas […]

  • Sampaikan Tanggapan Atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Muba

    Sampaikan Tanggapan Atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Muba

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Paripurna MasaPersidangan I Rapat ke-21, Selasa (07/09/2021) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Muba. Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Muba Sugondo, dan digelar dalam rangka Mendengarkan Jawaban/Tanggapan Bupati Muba atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terhadap Pembahasan Raperda Tentang Perubahan APBD Kabupaten Muba TA 2021. […]

  • Personalisasi dan Ekspresikan Duniamu dengan Samsung x You

    Personalisasi dan Ekspresikan Duniamu dengan Samsung x You

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bersama Samsung x You, konsumen di Indonesia bisa bereksperimen menggunakan berbagai cara baru untuk menemukan dan mengekspresikan diri dan komunitas mereka. Samsung Electronics hari ini meresmikan ‘Samsung x You’, menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan produk dan pengalaman personalisasi terbaik bagi para penggemar Samsung di seluruh wilayah Asia Tenggara dan Oseania (SEAO). Dengan mengembangkan produk […]

  • BI Terbitkan Ketentuan Standarisasi Sistem Pembayaran

    BI Terbitkan Ketentuan Standarisasi Sistem Pembayaran

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 762
    • 0Komentar

    BANK Indonesia (BI) menerbitkan ketentuan standardisasi dalam penyelenggaraan Sistem Pembayaran melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.23/11/PBI/2021 tentang Standar Nasional Sistem Pembayaran (PBI Standar Nasional) yang efektif berlaku mulai tanggal 13 Agustus 2021. PBI ini juga menjadi landasan hukum bagi implementasi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) yang telah diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2021. Selanjutnya, pengaturan SNAP […]

  • Cegah Klaster Kantor Lewat Disiplin 3M

    Cegah Klaster Kantor Lewat Disiplin 3M

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.161
    • 0Komentar

    PEMERINTAH di beberapa daerah sudah memperbolehkan perkantoran beroperasi sejak beberapa waktu lalu. Ketentuan-ketentuan ini dibuat agar bisa tetap produktif di masa pandemi ini. Namun, tentunya tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan dan standar khusus mulai dari pembatasan kapasitas jumlah karyawan sampai membuat aturan pembatasan usia karyawan yang diperbolehkan bekerja di kantor. “Sebagian dari Anda mungkin sudah […]

expand_less
WordPress Archive Invested – Venture Capital & Investment WordPress Theme Investex – Corporate & Accounting Theme Investment – Business & Financial Advisor WordPress Theme Investmoon – Finance & Investment Manager Elementor Template Kit INVIA Responsive Corporate WP Theme Invoice Pdf WooCommerce Invoices – Laravel Invoice Management System – Accounting & Billing Management Invoicing Pro Jetpack CRX Addon Iodova – Single Property Real Estate WordPress Theme iOne | Minimal WooCommerce Theme