Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » “Masa Depan Digital Butuh Empati Perempuan Juga”

“Masa Depan Digital Butuh Empati Perempuan Juga”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • visibility 1.645
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI TENGAH gegap gempita dunia digital, kita sering dibuai oleh cerita-cerita robot yang bisa bicara, mobil yang bisa nyetir sendiri, atau aplikasi yang tahu apa yang kita mau sebelum kita ngomong. Padahal teknologi makin canggih, sudah barang tentu logikanya makin rapi, tapi pernah nggak kita tanya, apakah semua itu benar-benar membuat hidup manusia lebih baik? atau cuma bikin kita makin tergantung sama layar dan notifikasi?

Oleh karena itu, di sinilah perempuan muncul sebagai penyelamat masa depan digital yang manusiawi,  bahkan Mira Tayyiba, Dirjen Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika, dalam rilis dilaman resmi komdigi baru baru ini menekankan satu hal yang sederhana tapi dalam “Masa depan kita membutuhkan perpaduan yang seimbang antara logika dan empati, antara teknologi dan kemanusiaan”.

Kalau teknologi itu sebilah pisau, perempuan adalah tangan yang bijak, tanpa arah yang tepat, pisau bisa memotong roti dengan sempurna, tapi juga bisa nyabet jari. Begitu pula AI atau platform digital, canggih, tapi kalau tidak diarahkan dengan hati, bisa bikin manusia tersakiti atau tersesat. Perempuan dengan kombinasi STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, Matematika) dan empati punya peran strategis, yakni menciptakan sekaligus mengarahkan teknologi agar manfaatnya nyata dan manusiawi.

Contoh nyata? pengembangan AI untuk edukasi, tim yang beragam gender cenderung lebih peka terhadap perbedaan cara belajar siswa, sehingga AI bisa menyesuaikan materi dengan kebutuhan masing-masing. Tim yang homogen, mungkin sistemnya canggih, tapi kurang memperhatikan aspek emosional atau motivasi belajar anak.

Layanan publik berbasis aplikasi pun sama, tim yang seimbang gendernya biasanya lebih sadar bahwa desain yang ramah dan inklusif bukan sekadar estetika, tapi menentukan siapa yang bisa mengakses layanan tersebut.

Faktanya, perempuan menempati 42% tenaga kerja dunia, tapi cuma 25% yang sampai posisi pimpinan, banyak potensi hebat yang belum tersalurkan, seperti pepatah bilang, “Air tenang menghanyutkan”, banyak perempuan cerdas dan penuh ide yang diam-diam bisa mengguncang dunia digital, jika diberi ruang.

Di Indonesia, pemerintah sudah membuka jalan itu, program Digital Talent Scholarship, MSMEs Level Up, dan berbagai inisiatif literasi digital memberi perempuan peluang bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tapi menjadi pencipta dan pengarah masa depan digital. “Perempuan makin cakap digital akan menjadi penggerak perubahan,” ujar Mira.

Bukan sekadar klik dan scroll, tapi coding, mengembangkan aplikasi, dan memimpin tim inovasi, coba pikirkan, seorang mahasiswi yang awalnya ikut kursus coding hanya untuk hiburan, setelah mendapat pelatihan, dia mampu membuat aplikasi edukasi yang membantu ribuan anak di desa belajar matematika lewat game interaktif. Kalau dunia digital cuma dilihat sebagai urusan logika tanpa hati, ide kreatif seperti itu mungkin tak akan lahir sehingga perempuan dengan empati dan STEM membuka pintu kreativitas yang sekaligus menyentuh manusia.

Oleh sebab itu, makanya, teknologi tanpa kemanusiaan ibarat sayur tanpa garam, bisa dimakan, tapi hambar, masa depan digital yang cerdas bukan hanya soal algoritma atau AI, tapi juga soal bagaimana manusia menempatkan dirinya sebagai pusat inovas, keseimbangan logika dan empati bukan sekadar teori, tapi kunci agar inovasi digital berdampak positif bagi masyarakat luas.

Jika perempuan diberdayakan secara bermakna dalam dunia digital, efeknya tak hanya pada individu atau perusahaan, PDB per kapita global diperkirakan bisa naik 20%, dan ekonomi dunia berpotensi tumbuh 5 triliun dolar AS lebih besar. Jadi, memperjuangkan kesetaraan bukan hanya soal keadilan, tapi soal kemajuan bersama, adalah ekonomi, sosial, dan kemanusiaan.

Kita bisa bayangkan teknologi seperti kereta cepat, karena tanpa perempuan di posisi strategis, di desain, pengawasan, maupun pengembangan, kereta itu mungkin cepat, tapi bisa menabrak stasiun kehidupan manusia yang seharusnya dilayani. Dengan demikian, jika perempuan di posisi itu, tentunya kereta digital bisa melaju kencang, tapi tetap aman, nyaman, dan menyenangkan untuk semua.

Pada akhirnya masa depan digital itu,  bukan soal teknologi canggih atau robot yang bisa berpikir sendiri, tapi soal manusia yang mampu mengarahkan teknologi menjadi alat kebaikan. Perempuan, dengan keahlian STEM dan empati, menjadi kunci, agar teknologi tidak hanya pintar, tapi juga manusiawi, seperti pepatah lama “Banyak jalan menuju Roma, tapi yang terbaik adalah jalan yang dilalui bersama” bahkan dunia digital pun demikian, lebih bermakna bila perempuan ikut melangkah bersama.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan KDRT

    Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan KDRT

    • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 995
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu, Muba- Pemkab Musi Banyuasin melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Muba menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan KDRT Upaya meningkatkan kualitas hidup dan perlindungan perempuan di Kabupaten Muba. Sosialisasi yang diikuti sangat antusias oleh ratusan peserta ini dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud diwakili Kepala DPPPA Muba Endang […]

  • Ketika Alex Ajak Kapolda Jajal Arena Off Road Berlumpur

    Ketika Alex Ajak Kapolda Jajal Arena Off Road Berlumpur

    • calendar_month Sabtu, 16 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.334
    • 0Komentar

    “Insya Allah ini akan berlanjut apalagi berada di lingkungan Batalion Raider 200 tentu aman dan terjamin,”

  • Wah.. formasi penerimaan CPNS & PPPK Tahun 2024 Muba paling banyak di Sumsel, ini angkanya, berminatkah !!

    Wah.. formasi penerimaan CPNS & PPPK Tahun 2024 Muba paling banyak di Sumsel, ini angkanya, berminatkah !!

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.132
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Formasi penerimaan CPNS & PPPK Tahun 2024 Muba ternyata paling banyak di Sumsel. Berdasarkan data Kemenpan-RB adapun formasi penerimaan CPNS dan PPPK Tahun 2024 yakni diantaranya Palembang 6.211, Muba 8.205 Ogan Ilir 1.442, Prabumulih 2.947, Muara Enim 7.920, Lahat 6.561, Empat Lawang 500, Pagaralam 900, Banyuasin 5.551, Mura 239, Muratara 300, Lubuklinggau 264, […]

  • Laksanakan Penyuluhan Pra Nikah, Pemkot Palembang Komitmen Turunkan Stunting

    Laksanakan Penyuluhan Pra Nikah, Pemkot Palembang Komitmen Turunkan Stunting

    • calendar_month Kamis, 31 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.070
    • 0Komentar

    SEBAGAI kota yang berkomitmen dalam rangka pendampingan konseling dan pemeriksaan kesehatan 3 bulan pra nikah, Palembang satu-satunya kota yang pertama kali di Indonesia melakukan percepatan pencegahan stunting. Melalui kegiatan rapat koordinasi tim Percepatan Stunting, bersama Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN RI, Pemerintah kota Palembang beserta Dinas terkait, berkomitmen untuk mensukseskan program percepatan […]

  • Kesiapsiagaan Bencana Palembang, Mengapa Respons Harus Dimulai dari Tingkat Kelurahan?

    Kesiapsiagaan Bencana Palembang, Mengapa Respons Harus Dimulai dari Tingkat Kelurahan?

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kesiapsiagaan bencana Palembang bukan hanya persoalan bagaimana pemerintah menangani banjir setelah air menggenangi jalan. Yang tidak kalah penting adalah seberapa siap lingkungan dan masyarakat merespons ketika hujan deras mulai turun, genangan muncul, atau keadaan darurat terjadi secara tiba-tiba. Dan kemampuan menghadapi bencana perlu dibangun dari tempat yang paling dekat dengan warga, termasuk di […]

  • DPRD Pagar Alam Rapat Paripurna VII Bahas RAPBD –P Tahun Anggaran 2020

    DPRD Pagar Alam Rapat Paripurna VII Bahas RAPBD –P Tahun Anggaran 2020

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.018
    • 0Komentar

    DPRD Kota Pagaralam melaksanakan rapat Paripurna VII pembahasan RAPBD perubahan Tahun anggaran 2020. Rapat berlangsung pukul 10:30 dihadiri oleh Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH, 17 Angota DPRD, Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, Kajari, Pabung, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, seluruh kepala Dinas, kepala Badan, Seluruh Camat dan Lurah Pembukaan rapat dibuka oleh Wakil Ketua I […]

expand_less
WordPress Archive WriteKit – Content Writing Services Agency Elementor Template Kit Writepress Personal Blog and Magazine WordPress Theme Writer – Journalist Blog + Bookstore Theme Writica – Content Writing Services Elementor Template Kit Writingg – Content Copywriting Services Elementor Template Kit Wrote – Content Writing & Copywriting Template Kit Wypool – Swimming Pool Cleaning & Maintenance Service…or Template Kit Wyzi – Business Finder WordPress Directory Listing Theme X Docs WordPress Product Documentation Creator X-Fitt – Personal Trainer & Gym Elementor Template Kit