Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Batik vs Fast Fashion = Si Tua yang Tetap Gagah di Catwalk Dunia

Batik vs Fast Fashion = Si Tua yang Tetap Gagah di Catwalk Dunia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • visibility 1.576
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAAT dunia fashion yang lari kencang kayak anak balap karung habis lomba 17-an, batik muncul seperti pelari senior yang rambutnya ubanan tapi tetap gagah, sementara tren fast fashion datang silih berganti tiap dua minggu, batik sudah wara-wiri sejak zaman nenek moyang kita masih barter ikan sama garam, bahkan ribuan tahun lewat, ia tetap elegan dan punya makna, bukan sekadar fashion, tapi peradaban.

Sementara batik? dari zaman nenek moyang kita masih barter ikan sama garam, ia udah wara-wiri juga di tubuh para bangsawan, ribuan tahun lewat, dia tetap elegan, tetap punya makna. Nggak perlu gonta-ganti tren tiap musim, karena dari awal dia bukan fashion, tapi peradaban.

Hari ini, batik nggak cuma dipakai buat kondangan atau upacara 17 Agustus, ia sudah naik kelas, jadi koleksi desainer dunia, nongol di Paris Fashion Week, dan bahkan dilirik seleb-seleb Hollywood. Tapi lucunya, di tanah air sendiri, kadang batik baru dipakai kalau ada surat edaran “Hari Batik Nasional”, atau hari jumat dan acara resepsi pernikahan dan lainnya.

Padahal setiap tetes malam dan goresan canting itu punya cerita tentang filosofi, doa, dan nilai hidup, namun di tengah banjir baju impor harga dua puluh ribuan, batik sering kalah pamor sama kaos oversize yang tulisannya ‘VINTAGE’ padahal baru dicetak kemarin sore.

Fast fashion boleh punya stok ribuan model, tapi batik punya ribuan makna, ia hidup bukan dari desain yang di-scroll, tapi dari cerita yang diingat, dari Parang yang melambangkan kekuatan, sampai Mega Mendung yang ngajarin sabar meski lagi mendung hati dan dompet.

Kalau baju fast fashion bisa sobek dalam tiga kali cuci, batik bisa diwariskan tiga generasi, ia saksi hidup perjalanan bangsa, dari zaman kerajaan sampai era digital, dari kain yang dicanting manual sampai motif yang di-upload ke marketplace.

Nah, di sinilah PR besar kita, karena dunia boleh sibuk bikin tren baru, tapi Indonesia harus sibuk bikin cerita baru tentang batik, kayak yang dibilang Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, penguatan branding jadi kunci supaya batik makin dikenal dan diminati dunia.

Branding itu bukan cuma logo,katanya, tapi identitas, kalau negara lain jual mode lewat nama desainer, kita jual lewat jiwa budaya, karena batik bukan sekadar motif, tapi cermin dari cara bangsa ini memaknai hidup.

Oleh karena itu, lewat acara Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik (SNIKB) VII 2025, Kemenperin mendorong supaya batik nggak cuma jadi kebanggaan lokal, tapi juga pemain global. Supaya batik nggak cuma dibeli, tapi juga dipahami, sebab dunia sudah mulai sadar bahwa pakaian tanpa makna cuma kain, tapi batik adalah kisah.

Kalau dunia fashion terus berlari mengejar yang baru, biarlah batik tetap berjalan elegan dengan langkah penuh makna. Ia mungkin tua, tapi ia bukan fosil, ia legenda yang masih gagah berdiri di tengah arus tren yang berubah tiap checkout Shopee.

Sejatinya, yang bikin batik istimewa bukan cuma motifnya, tapi niat di balik tiap goresannya, ia bukan sekadar kain untuk menutup badan, tapi kisah untuk membuka mata, bahkan selama bangsa ini masih mau menjaga kisah itu, batik akan tetap jadi juara di catwalk mana pun, meski lawannya datang dari butik yang namanya susah dieja tapi gampang diskon di akhir musim.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alex Noerdin Ditugaskan Jokowi Promosi Asian Games ke Sumatera dan Kalimantan

    Alex Noerdin Ditugaskan Jokowi Promosi Asian Games ke Sumatera dan Kalimantan

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Pagaralam – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendapat instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, untuk tanggung jawab mensosialiasasikan Asian Games 2018 bagian Sumatera dan Kalimantan. Hal itu diungkapkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin pada Sosialisasi Asian Games XVIII di Kota Pagaralam. Sosialisasi tersebut berlangsung di Alun-Alun Kota Pagaralam dan dihadiri ribuan masyarakat yang antusias menyimak […]

  • Dodi Reza Ajak Masyarakat Muba Sukseskan Sensus Penduduk 2020

    Dodi Reza Ajak Masyarakat Muba Sukseskan Sensus Penduduk 2020

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.342
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Noerdin mengajak seluruh masyarakat Muba untuk ikut serta berpartisipasi aktif menyukseskan sensus penduduk (SP) 2020 akan dimulai pada 15 Februari nanti. “Mari kita sukseskan sensus penduduk 2020 dengan memberikan jawaban yang sebenar-benarnya, bantu Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mencatat Muba,” kata Dodi, Rabu (22/1/2020). Sensus penduduk tahun ini […]

  • Setelah Deklarasi, Ayo Kampanye Damai, Biar Sumsel Aman

    Setelah Deklarasi, Ayo Kampanye Damai, Biar Sumsel Aman

    • calendar_month Minggu, 18 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    “Kami tekankan jangan pesta demokrasi dirusak dan merugikan rakyat Sumsel,”

  • Pagar Alam Kembali Munculkan Program 1 Juta Stek Batang Kopi, Begini Harapan Walikota

    Pagar Alam Kembali Munculkan Program 1 Juta Stek Batang Kopi, Begini Harapan Walikota

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.923
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Pagar Alam kembali meluncurkan program 1 juta stek kopi menyusul program tersebut dinilai sangat bagus dengan iklim dan geografis daerah tersebut. Program tersebut dilakukan di Kawasan Talang Kromo, Kecamatan Dempo Utara, Selasa (29/9/2020). Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengatakan program stek kopi sebenarnya merupakan  program unggulan sudah di jalanankan tahun lalu, namun diakui sempat […]

  • Labelin Dulu Sebelum Di-Labelling-in!

    Labelin Dulu Sebelum Di-Labelling-in!

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di negeri yang katanya laut lebih luas dari darat ini, terkadang ikan lokal kita bernasib seperti mantan yang gak sempat dihalalkan sudah dibesarkan dengan kasih sayang, eh diaku-aku orang lain. Padahal, dari ujung Sabang sampai Merauke, Indonesia punya lebih dari sekadar kecantikan pantai, kita punya harta karun rasa ikan asin, garam laut, rumput […]

  • Dari Tambrauw Papua Barat daya ke Muba, Cari apa !

    Dari Tambrauw Papua Barat daya ke Muba, Cari apa !

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Pemkab Musi Banyuasin menyambut hangat kunjungan kerja Pemkab Tambrauw Papua Barat daya dan PT Tambrauw Bersinar Abadi dalam rangka studi banding terkait pengelolaan listrik yang dikelola melalui BUMD (PT MEP).Kehadiran rombongan di­sambut langsung oleh Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi melalui Asisten administrasi umum Setda Muba Drs Safaruddin MSi di ruang rapat Serasan […]

expand_less
WordPress Archive Lawking – Lawyer and Attorney Responsive WordPress Theme Lawnella – Gardening & Landscaping WordPress Theme Lawnia – Gardener & Landscaping Business Elementor Template Kit Lawone – Legal & Law Firm Elementor Template Kit Lawride – Lawyer & Law Firm Elementor Template Kit Lawtarro – Attorney & Law Firm Elementor Template Kit LawTeral – Legal & Law Firm Elementor Template Kit Lawwkit – Legal Practice Elementor Template Kit Lawyer Base – Law Firm & Attorney WordPress Lawyer Directory