Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Pusri & BRI Buktikan Modal Bukan Segalanya bagi UMK

Pusri & BRI Buktikan Modal Bukan Segalanya bagi UMK

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 1.466
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“MODAL sering dipuja-puja seperti dewa penyelamat UMK, padahal, tanpa manajemen keuangan yang rapi, modal justru bisa berubah jadi bumerang. Inilah yang coba ditegaskan Pusri dan BRI lewat pelatihan manajemen keuangan,  bahwa kunci bertahan bukan di tebalnya dompet, tapi di cerdasnya mengatur arus kas”.

Karena bicara soal Usaha Mikro dan Kecil (UMK), ada satu keluhan klasik yang sering terdengar “masalahnya cuma modal, bang, kalau ada tambahan modal, usaha saya pasti melejit”. Jadi seolah-olah modal adalah satu-satunya kunci yang bisa membuka pintu kesuksesan bisnis, seperti kata pepatah, “kalau ada uang abang disayang, kalau nggak ada uang abang ditendang”.

Tapi, mari kita coba bedah pelan-pelan, benarkah kunci utama UMK hanyalah modal semata?, atau jangan-jangan yang lebih penting justru kemampuan mengelola keuangan, sesuatu yang selama ini sering disepelekan?.

Banyak pelaku UMK beranggapan  tambahan modal sama dengan tambahan omzet, logikanya sederhana, modal naik, yakni stok barang banyak,  penjualan meningkat  dan akhirnya untung berlipat. Sayangnya, logika itu seringkali hanya indah di atas kertas, kenyataannya, modal tambahan tanpa manajemen keuangan yang baik justru bisa jadi jebakan.

Misalnya seorang pedagang gorengan, dengan modal Rp500 ribu per hari, ia bisa membeli bahan dan menghasilkan laba kecil. Ketika mendapat pinjaman modal Rp5 juta, apa yang terjadi?.

Sebagian digunakan untuk beli peralatan baru, sebagian lagi malah dipakai untuk kebutuhan pribadi, yakni bayar utang, belanja rumah tangga, atau bahkan beli ponsel baru. Lalu di akhir bulan, arus kas kacau, utang menumpuk, laporan nggak jelas. Usaha pun bukan tambah maju, malah bisa mandek.

Inilah yang disebut sebagai mitos modal, modal memang penting, tapi bukan segala-galanya, tanpa manajemen yang disiplin, modal justru berubah jadi beban.

Ada pepatah bisnis modern yang mengatakan “What gets measured, gets managed”, artinya, apa yang dicatat, itulah yang bisa dikendalikan. Sayangnya, banyak UMK di Indonesia masih mengandalkan ingatan, transaksi harian dicatat di kepala, keuntungan dihitung kira-kira, bahkan kadang modal bercampur dengan uang belanja dapur.

Padahal, pencatatan keuangan sederhana bisa jadi pondasi kokoh, tidak perlu serumit laporan keuangan perusahaan besar, cukup mulai dengan tiga hal, antara lain catat pemasukan harian, catat pengeluaran, termasuk yang kecil-kecil dan bedakan uang pribadi dengan uang usaha. Sekecil apapun usaha, pencatatan ini pentin, karena uang bisa hilang tanpa jejak, tapi catatan akan selalu menjadi pengingat.

Laporan keuangan bukan hanya soal rapih-rapihan, ia adalah bahasa universal dalam dunia bisnis, bank, investor, hingga mitra usaha semuanya melihat laporan ini sebagai bukti kesehatan bisnis.

Tanpa laporan keuangan, UMK sering dianggap berisiko tinggi, akibatnya, sulit mendapat pembiayaan dari bank, kalaupun dapat, seringkali bunganya tinggi karena dianggap rawan gagal bayar.

Sebaliknya, UMK yang punya catatan arus kas jelas akan lebih mudah dipercaya. Bank bisa menilai kemampuan bayar, investor bisa melihat potensi, dan mitra bisa yakin untuk bekerja sama, dengan kata lain, laporan keuangan adalah paspor yang membuka jalan UMK ke pasar yang lebih besar.

Di sinilah menariknya inisiatif PT Pusri Palembang dan Bank BRI yang menggelar pelatihan manajemen keuangan untuk mitra binaan UMK. Acara ini tidak sekadar formalitas, tapi benar-benar menyasar akar persoalan literasi keuangan.

Peserta dilatih membuat laporan keuangan sederhana, belajar membedakan arus kas masuk dan keluar, hingga diajari cara menyiapkan laporan yang bisa digunakan mengajukan pinjaman. Bagi sebagian UMK, pengalaman ini ibarat mendapatkan kaca mata baru untuk melihat usahanya lebih jelas.

Mereka jadi paham, selama ini usaha mereka mungkin berjalan, tapi tanpa catatan yang rapi, ibarat naik perahu tanpa kompas. Bisa saja sampai tujuan, tapi resiko tersesat lebih besar.

Alasan klasik

Ada beberapa alasan klasik kenapa UMK sering enggan membuat laporan keuangan, seperti ribet, mereka merasa mencatat itu buang-buang waktu, tidak paham, ada anggapan bahwa laporan keuangan hanya untuk perusahaan besar, dan takut ketahuan. Beberapa pelaku usaha merasa nyaman dengan uang bercampur-campur, karena bisa dengan mudah mengambil untuk kebutuhan lain.

Padahal, laporan keuangan justru melindungi mereka sendiri, seperti cermin yang jujur, catatan akan memperlihatkan apakah usaha benar-benar untung atau sekadar ramai transaksi tapi bocor di sana-sini.

Kalau kita rangkum, modal memang penting, tapi modal tanpa catatan bagaikan mengisi air ke ember bocor. Sebanyak apapun air dituangkan, tetap akan habis. Sebaliknya, catatan keuangan yang rapi bisa menambal kebocoran itu, dengan manajemen keuangan yang baik, tambahan modal akan benar-benar bekerja sesuai fungsinya: memperbesar usaha, bukan menambah masalah.

UMK di Indonesia punya potensi luar biasa, mereka adalah tulang punggung ekonomi rakyat, menyerap tenaga kerja, dan menopang konsumsi masyarakat, namun, potensi itu sering terhambat oleh mitos modal.

Banyak yang percaya modal adalah segalanya, padahal kunci keberlanjutan justru terletak pada manajemen keuangan. Pencatatan sederhana bisa membuat usaha lebih transparan, memudahkan akses ke pembiayaan, dan meningkatkan daya saing.

Inisiatif seperti yang dilakukan PT Pusri Palembang dan BRI patut diapresiasi, literasi keuangan harus menjadi agenda utama, bukan hanya tambahan, karena tanpa laporan keuangan, UMK akan terus berjalan di jalan gelap penuh risiko.

Akhirnya, mari kita akui bersama, modal itu penting, tapi bukan segala-galanya, modal ibarat bensin, sementara catatan keuangan adalah peta jalan, karena bensin tanpa peta bisa membuat kita berputar-putar tanpa arah.

Bagi UMK, langkah sederhana seperti menulis pemasukan dan pengeluaran setiap hari bisa jadi pintu besar menuju masa depan. Ingat pepatah “Apa yang tidak dicatat, hilang”, jangan sampai usaha kita hilang hanya karena malas mencatat. Jadi, sebelum berteriak minta tambahan modal, mari tanyakan dulu, sudahkah kita benar-benar mengelola uang yang ada?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidak TPA 2 Karyajaya, Fitri Bakal Percepatan Pembangunan Jalan

    Sidak TPA 2 Karyajaya, Fitri Bakal Percepatan Pembangunan Jalan

    • calendar_month Selasa, 16 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda akan mempercepat pembangunan jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir [TPA] 2, Karyajya menyusul jalan menuju TPA tersebut masih rusak. “Saya harap Dinas terkait, agar bisa melakukan koordinasi guna melakukan percepatan perbaikan jalan, karena jika dibiarkan, maka percuma semua sampah akan menumpuk di depan,”katanya Selasa [16/4/2019].     Fitri mengakui 40 % lokasi TPA 2 masih rawa dan […]

  • Insya Allah 108 Hotel Telah Dikontrak, Siap Sambut Kedatangan Jemaah Haji Indonesia di Makkah, Ini 11 Hotel Disiapkan jadi Kantor Sektor

    Insya Allah 108 Hotel Telah Dikontrak, Siap Sambut Kedatangan Jemaah Haji Indonesia di Makkah, Ini 11 Hotel Disiapkan jadi Kantor Sektor

    • calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    Makkah – Insya Allah 108 Hotel telah dikontrak, siap menyaambut kedatangan Jemaah Haji Indonesia di Makkah. Hal itu dijelaskan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M Subhan Cholid, kemarin. Jemaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang pertama sudah tiba di Madinah sejak 24 Mei 2023. Mereka akan tinggal di Kota Nabi lebih […]

  • Sediakan Rp 6,9 Miliar, Ini Syarat Masjid/Musala Dapatkan Bantuan Bimas Islam

    Sediakan Rp 6,9 Miliar, Ini Syarat Masjid/Musala Dapatkan Bantuan Bimas Islam

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.268
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) akan menyalurkan bantuan operasional masjid dan musala di daerah terdampak covid-19 tahun anggaran 2021. Total bantuan yang akan disalurkan sebesar 6,9 miliar rupiah. Ini terdiri dari 6,2 miliar rupiah bantuan untuk masjid  dan 700 juta rupiah bantuan untuk musala. Direktur Urusan Agama Islam dan […]

  • Pelayanan Kurang Maksimal, Masyarakat di Daerah Ini Ngeluh

    Pelayanan Kurang Maksimal, Masyarakat di Daerah Ini Ngeluh

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    WARGA Desa Berkat Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengeluh dengan pelayanan pemerintahan desanya karena tidak pernah dilakukan di kantor desa, bahkan Kantor Desa sering Kosong melainkan di rumah kepala desa. “Sudah hampir lima tahun ini pelayanan selalu dilakukan di rumah kepala desa, tidak pernah di kantor,” kata Salah satu warga Desa […]

  • Saat Hujan Turun, Banjir Jadi Langganan Kami, Keluh Warga Dihadapan Wakil Walikota

    Saat Hujan Turun, Banjir Jadi Langganan Kami, Keluh Warga Dihadapan Wakil Walikota

    • calendar_month Senin, 31 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 939
    • 0Komentar

    KEDATANGAN Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Senin (31/5/2021) pagi, di Jalan Madang Kelurahan Sekip Jaya Kecamatan Kemuning Palembang, dimanfaatkan warga setempat untuk langsung berkeluh kesah. Mereka mengadukan persoalan banjir kerap terjadi saat hujan datang, yang menjadi persoalan mereka selama 31 tahun bertempat tinggal dikawasan tersebut. “Ini sudah 31 tahun lamanya tamu tidak diundang ini datang […]

  • Resmi Dilantik Mendagri, Hadi Prabowo Kini Jabat Gubernur Sumsel 

    Resmi Dilantik Mendagri, Hadi Prabowo Kini Jabat Gubernur Sumsel 

    • calendar_month Jumat, 21 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 685
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo resmi melantik Hadi Prabowo sebagai Penjabat [PJ] Gubernur Sumsel menggantikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Jumat (21/9/2018). Sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 130/P Tahun 2018 tentang pengesahan pemberhentian dengan hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan masa jabatan 2013-2018 dan pengangkatan penjabat Gubernur Sumatera Selatan. Dengan […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Surveys Premium YITH WooCommerce Tab Manager Premium YITH WooCommerce Terms and Conditions Popup Premium YITH WooCommerce Uploads Premium YITH WooCommerce Waiting List Premium YITH WooCommerce Watermark Premium YITH WooCommerce Wishlist Premium YITH WooCommerce Zoom Magnifier Premium YITH WordPress Test Environment Premium Yoast Local SEO Premium