Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “Ngapain Ngontrak Terus? Mending Ngangsur Rumah: Drama KUR Perumahan Ala BNI”

“Ngapain Ngontrak Terus? Mending Ngangsur Rumah: Drama KUR Perumahan Ala BNI”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
  • visibility 1.494
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH nggak sih lo kepikiran, tiap bulan gajian, duit langsung melayang ke juragan kos?, kadang juragan kos itu lebih kaya dari Avenger. Kita kerja lembur, dia tinggal rebahan sambil nyeduh kopi, duit masuk sendiri. Lah, ini yang bikin orang tua suka ngomel “Ngapain ngontrak terus?, hidup jangan cuma pindah dari kontrakan ke kontrakan, kayak burung emprit pindah dahan”.

Nah, tiba-tiba muncullah kabar heboh, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, baru-baru ini muncul di Mall Alam Sutera bukan buat cuci mata atau cari diskon sepatu, tapi buat buka sosialisasi KUR Perumahan bareng BNI. Bedanya kali ini, bukan cuma sosialisasi biasa. Biasanya acara begini cuma kayak seminar MLM, banyak teori, brosur warna-warni, pulang bawa tote bag isi snack. Tapi ini beda. Ada konter khusus BNI langsung di tempat. Jadi habis dengerin materi, bisa langsung daftar kredit di situ juga. Kayak belajar teori nyetrika sambil langsung nyetrika di TKP.

Bayangin suasana itu, sebanyak 1.400 peserta hadir, ada developer, kontraktor, pemilik toko bangunan, sampai UMKM yang biasanya cuma ngerti cicilan motor. Mereka bengong, “Lah, bisa langsung ngajuin kredit nih? cepet amat, kayak mie instan”.

Konsep ini ibarat lo datang ke kondangan, terus di pintu udah ada konter KUA “Silakan yang mau nikah, sekalian daftar sekarang juga, gratis satu porsi sate”, efisien bro!

Menteri Ara (biar akrab kita panggil gitu) sampai kasih nilai 10 buat BNI, katanya ini sosialisasi KUR Perumahan paling keren. Gimana nggak keren, orang biasanya bank suka ribet syaratnya, fotokopi KTP, KK, akta kelahiran, surat baptis, tanda tangan tetangga RT sebelah, plus foto bareng kucing piaraan. Nah ini dipermudah, langsung di tempat.

Ngomongin KUR Perumahan ini mirip ngomongin jodoh, kalau kebanyakan mikir, ujungnya keduluan orang, kalau nekat tapi nggak siap, bisa nyesel dan kalau timing pas, ya bisa langgeng.

Pepatah bilang “Rumah itu ibarat istri, kalau nggak punya ya hidup kayak nge-kos selamanya” (entah siapa yang bilang, mungkin tetangga gue).

BNI kayak mak comblang, dia kenalin lo ke rumah idaman, lo tinggal siapin mahar alias cicilan. Pemerintah kasih subsidi bunga cuma 5 persen. Itu udah murah banget, lebih murah dari bunga hutang ke temen tongkrongan yang bisa 50% per minggu.

Lucunya, KUR Perumahan ini nggak cuma buat orang pengen punya rumah. Tapi juga buat para kontraktor, developer, sampe pemilik toko bangunan. Jadi kayak sistem gotong royong, lo ngajuin kredit, tukang semen kebagian order, tukang kayu ada kerjaan, kontraktor bisa beli motor baru, dan lo bisa pamer ke mertua, “Rumah kita hasil KUR, bukan hasil numpang di garasi orang tua”.

Jadi jangan salah, KUR Perumahan ini bukan sekadar kredit, ini efek domino ekonomi, dari rumah jadi pintu rejeki. “Membangun rumah itu bukan cuma bikin tembok berdiri, tapi juga bikin perut banyak orang bisa terisi” , ini baru pepatah versi ekonomi kreatif.

Menteri Ara juga bilang, ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, targetnya sih 3 juta rumah. Wah…, angka segede itu kalau dibangun bareng-bareng bisa jadi kompleks kayak kota baru. Dan kabar baiknya, selain bunga disubsidi, pemerintah juga kasih insentif kayak pembebasan BPHTB, PBG, sama PPN DTP. Intinya, pintu masuk ke rumah impian dibikin selebar-lebarnya.

Cuma masalahnya, mental masyarakat sering kalah sama godaan konsumtif, duit ada, dipake buat upgrade iPhone, padahal kamar masih numpang di kontrakan 3×3 meter. Nanti posting di Instagram “Home sweet home”, padahal latar belakangnya tirai Hello Kitty sobek.

Padahal kalo kata pepatah, “Lebih baik cicil rumah daripada cicil gaya. Gaya bisa ditunda, tapi kontrakan nggak pernah nunda nagih”.

Lucu juga kalo dipikir, pemerintah udah kasih jalan tol menuju rumah impian, subsidi bunga, konter langsung di mall, bahkan Menteri Ara sendiri ikut nongkrong sambil senyum-senyum. Tapi tetep aja ada orang yang bilang, “ganti deh, mikir dulu”. Ini penyakit kronis, terlalu mikir, nggak gerak-gerak, kayak jomblo abadi yang nggak pernah nembak karena takut ditolak. BNI udah siapin semua, tinggal masyarakatnya berani ambil langkah.

Kita ini jangan sampai jadi generasi nomaden modern,  tiap tahun pindah kos, kayak gembel bersepatu sneakers. Rumah itu bukan sekadar tembok sama atap, tapi simbol kestabilan hidup.

KUR Perumahan ala BNI ini bukti bahwa bank bisa turun ke jalan, bukan cuma duduk di kantor ber-AC. Pemerintah kasih subsidi, bank kasih layanan instan, tinggal kitanya, mau tetap ngontrak sambil pamer iPhone, atau mulai angsur rumah biar bisa bangga bilang ke anak cucu, “Nih, rumah kita hasil keringat sendiri, bukan hasil pindah-pindah kontrakan”.

Ingatlah pepatah gaul “Lebih baik nyicil rumah sekarang, daripada nyesel ngontrak selamanya”, “Rumah bisa diwariskan, gaya hidup nggak bisa dicicil”, dan “BNI udah kasih konter KUR, masa lo masih nganter cucian ke laundry?”

Semoga program KUR Perumahan ini bukan cuma jadi headline berita, tapi beneran jadi tonggak perubahan. Karena, kalo kata tukang warung kopi, “Hidup itu jangan cuma numpang tidur, tapi juga harus punya tempat buat mimpi”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Penonton Lagi

    Bukan Penonton Lagi

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    VIRUS hewan malam itu menelusup diam berkelebat Meniru polah aktif dalam gelap tidur ketika benderang Reseptor tak mampu ditutup pidato pejabat Pembatasan fisik percantik media tayang Lelucon petinggi konyol dan meriah Aksesoris antisipasi di etalasae istana Orator ulung memoles bibir ramah membangun motivasi rakyat terpana Virus baru berselimut misteri Tak ada sakit tak terobati bunyi […]

  • Titan Terapkan Teknik Baru Pengelolaan Limbah

    Titan Terapkan Teknik Baru Pengelolaan Limbah

    • calendar_month Rabu, 20 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.128
    • 0Komentar

    PT Bara Anugrah Sejahtera (BAS) terus melakukan inovasi dalam pengelolaan air limbah penambangan. Beberapa waktu lalu, anak usaha Titan Grup ini bersama PT Panca Sriwijaya Environment telah melakukan ujicoba pengolahan limbah tambang terbaru yang diberi nama “Teknologi Sumsel Berkelanjutan 1”. Aris Study Palimbunga selaku Kepala Teknik Tambang (KTT) BAS mengungkapkan, pada pengujian ini sudah mendapatkan […]

  • Gubernur Akui Sulit Hadapi COVID-19, Alasannya ?

    Gubernur Akui Sulit Hadapi COVID-19, Alasannya ?

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru mengakui sangat sulit menghadapi  wabah COVID-19 yang melanda seluruh masyarakat global. Hal itu disampaikannnya saat meninjau posko Gugus tugas dan pengarahan kepada Gugus tugas penganggulangan covid 19 di Kota Prabumulih, Kamis [21/5/2020]. “Kita paling sulit menghadapi ini karena tidak tahu batas waktunya kapan, Kalau kita tau batas waktunya kapan jadi kita […]

  • Mau Gak Mau Program Jalades Semedi Jalan,Dari Pintu ke Pintu Rumah, Keluar Masuk Pelosok Desa Hingga Telusuri Sungai, Itu Cara yang Dilakukan ‘Pejuang’ Adminduk OKI

    Mau Gak Mau Program Jalades Semedi Jalan,Dari Pintu ke Pintu Rumah, Keluar Masuk Pelosok Desa Hingga Telusuri Sungai, Itu Cara yang Dilakukan ‘Pejuang’ Adminduk OKI

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    PERJUANGAN dan kerja ekstra keras dijalani petugas administrasi kependudukan Disdukcapil Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel. Keluar masuk desa, menyusuri sungai hingga mendatangi warga dari rumah ke rumah, mereka memastikan masyarakat OKI menerima layanan administrasi kependudukan. Maklum saja Kabupaten OKI memiliki luas wilayah lebih dari 19 ribu km dengan 75 persen bertifologi perairan dan rawa. Tak […]

  • Ribuan Driver Transfortasi Daring Aksi Solidaritas di DPRD Sumsel

    Ribuan Driver Transportasi Daring Aksi Solidaritas di DPRD Sumsel

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.262
    • 0Komentar

    Ribuan driver transfortasi daring (gojek, go car, grep dan uber) yang tergabung dalam Paguyuban Driver Online Palembang mendatangi Gedung DPRD Sumsel, Rabu (23/8/2017). 

  • Karhutla, Satgas Gabungan Ogan Ilir Padamkan 4,04 Ha Lahan Terbakar

    Karhutla, Satgas Gabungan Ogan Ilir Padamkan 4,04 Ha Lahan Terbakar

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    SATUAN Tugas (Satgas) gabungan berhasil memadamkan titik api seluas 4,04 hektar di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Peristiwa tersebut teridentifikasi pada Minggu (25/7), sekitar pukul 19.00 WIB. Satgas melakukan pendinginan setelah pemadaman pada area terbakar. Satgas yang terdiri dari unsur BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri dan masyarakat dapat mengendalikan titik api setelah mendapatkan […]

expand_less
WordPress Archive Wiloke FAQs Prite Elementor Addon Wiloke Highlight Featured Products for Elementor Wiloke Icon Box Envy For Elementor Wiloke Posts Slider for Elementor Wiloke Posts Tab And Grid Wiloke Progress Pie for Elementor Wiloke Visual Card Elementor Windazo – Plastic Windows and Doors WordPress Theme Windco – Doors & Windows Service Elementor Template Kit WindowMag – News & Magazine WordPress Theme