Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » Hunian Vertikal TOD, Qatar Bantu Wujudkan Rumah Impian

Hunian Vertikal TOD, Qatar Bantu Wujudkan Rumah Impian

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • visibility 1.432
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NEGERI ini, punya rumah itu ibarat mencari jodoh, butuh perjuangan, doa, dan kadang harus pasrah kalau akhirnya dapatnya kos-kosan petak tiga kali tiga meter. Backlog perumahan di Indonesia memang masih seabrek, jutaan kepala keluarga masih ngontrak, nebeng di rumah mertua, atau jadi pelanggan setia aplikasi pencari kos.

Tapi, kabar baik datang dari arah tak terduga, Qatar, negeri yang sedang riweuh dengan urusan dalam negerinya, ternyata masih sempat melirik Indonesia. Lewat Al Qilaa, mereka gandeng PT KAI dan Danantara buat bikin hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta, lokasinya di Kampung Bandan, Kemayoran, bukan di padang pasir ya, biar nggak salah paham.

Bayangin, pada tahap awal aja sudah dicanangkan 50.000 unit smart towers, nggak cuma sekadar tumpukan beton, tapi dilengkapi sekolah, taman bermain, ruang komunal, dan teknologi pintar. Pokoknya, bukan apartemen gaya “sarden dalam kaleng”, tapi konsep hunian yang bikin hidup terasa lega, meski tinggal di tengah kota yang padatnya kayak jalur mudik pas H-1 Lebaran.

Kata pepatah Jawa, “Omah iku dudu mung papan teduh, nanging papan kanggo nggayuh urip sing luwih becik”- rumah itu bukan sekadar tempat berteduh, tapi tempat mengejar hidup yang lebih baik.

Fahri Hamzah sampai bilang, Presiden sudah setuju konsep social housing ini. Pemerintah siap pakai tanah negara dan lahan tidur buat rumah rakyat. “Perumnas bakal jadi satpam logistik perumahan” katanya. Lah, akhirnya tanah nganggur bisa kerja, nggak cuma jadi tempat kambing angon atau lapangan dadakan buat main layangan.

PT KAI, yang biasanya ngurusin kereta, kali ini ikut ngurusin perumahan. Direktur Utama Bobby Rasyidin bilang, KAI membuka akses lahan untuk hunian terjangkau berbasis TOD. Cocok banget, soalnya tinggal deket stasiun berarti bisa langsung lari ke kereta tanpa drama macet. Tinggal di apartemen TOD itu kayak punya cheat code dalam game skip macet, langsung sampai kantor.

Hashim S. Djojohadikusumo dari Satgas Perumahan nyeletuk, masih ada puluhan juta orang yang belum punya rumah. Itu artinya, backlog bukan cuma istilah ekonomi, tapi juga bisa bikin galau anak muda. Coba pikirkan sudah capek kerja seharian, pulang malah masih nebeng di rumah mertua. Bisa-bisa rumah tangga jadi kayak kontrak kos setahun sekali deg-degan, diperpanjang apa nggak.

Makanya, program ini jadi harapan baru, generasi muda yang biasanya lebih akrab sama aplikasi pesan makanan ketimbang agen properti, jadi punya kesempatan buat dapat hunian layak di pusat kota.

Chairman Al Qilaa, Abdulaziz Al Thani, menegaskan proyek ini dukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo. “Bukan sekadar bikin tempat tinggal, tapi menciptakan ekosistem hunian berkelanjutan”, katanya.

Bahasa sederhananya rumah bukan cuma ada dinding dan atap, tapi juga ada kehidupan sosial yang sehat di dalamnya.

Kalau biasanya Qatar terkenal dengan gas alam, kali ini mereka nyumbang gas semangat buat rakyat Indonesia, pepatah Arab bilang, “Al-bayt jannat al-insan” – rumah itu surganya manusia, jadi, kalau surga bisa dicicil dengan KPR, kenapa harus lama-lama di neraka macet dan kontrakan sumpek?

Secara analitis, konsep hunian vertikal TOD memang solusi cerdas, pertama, efisien, karena lahan KAI yang biasanya nganggur bisa disulap jadi rumah. Kedua, terjangkau, karena masyarakat berpenghasilan rendah bisa punya akses ke hunian modern. Ketiga, ramah kota, yakni TOD bikin transportasi publik lebih hidup, mobilitas lancar, dan polusi berkurang.

Ibaratnya, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, atau dalam konteks urban, sekali bangun tower, tiga masalah teratasi, backlog, kemacetan, dan kualitas hidup. Oleh sebab itu, jangan salah, rumah bukan cuma investasi harta, tapi juga investasi rasa.

Apalagi, di rumah itu orang bisa belajar sabar, belajar kompromi, bahkan belajar masak mi instan dengan cara berbeda-beda. Tanpa rumah, hidup terasa kayak jalan tol tanpa rest area, bikin lelah tapi nggak tahu berhenti di mana.

Jadi, kalau proyek Qatar–KAI ini berhasil, mungkin di masa depan kita nggak lagi mendengar keluhan rumah makin mahal, gaji segini mana bisa. Sebaliknya, orang bisa bilang, “akhirnya aku punya rumah, nggak perlu lagi numpang mertua”.

Pepatah bilang, “Rumah tanpa tawa ibarat taman tanpa bunga”. Nah, dengan adanya hunian vertikal TOD ini, semoga bukan cuma tawa yang terdengar di ruang komunal, tapi juga doa-doa syukur dari keluarga yang akhirnya punya tempat tinggal layak, karena ujung-ujungnya, properti bukan soal beton, tapi soal kehidupan yang lebih manusiawi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun Ini, Produksi Beras Indonesia Dipredeksi Akan Suplus

    Tahun Ini, Produksi Beras Indonesia Dipredeksi Akan Suplus

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 573
    • 0Komentar

    PRODUKSI beras 2022 diperkirakan surplus. Memasuki 2023, Indonesia akan punya stok 6 juta ton beras. Jagung juga berpotensi surplus. Namun, kedelai dan gandum sulit swasembada karena tanaman belum begitu luas. Sempat terungkit naik tipis sekitar 0,5 persen pada hari-hari Lebaran 2022, harga beras cepat melandai kembali. Secara rata-rata nasional, harga beras kelas Super 1 anteng […]

  • Kajati Sumsel Ajak Jajaran Rubah Mental Dilayani Menjadi Melayani

    Kajati Sumsel Ajak Jajaran Rubah Mental Dilayani Menjadi Melayani

    • calendar_month Senin, 18 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.364
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kejati Sumsel Ali Mukartono mengajak seluruh aparatur di Kejati Sumatera Selatan dari berbagai tingkatan mulai dari apratur pelaksana hingga pimpinan satuan kerja (Satker), unit dan bidang, agar merubah mental yang selama ini mental dilayani menjadi mental melayani. “Usai pencanganan ini, kita harus bekerja degan cepat, tepat dan cerdas  dalam membangun system Wilayah Bebas Korupsi (WBK) […]

  • El Nino Mengintai, Stok Beras RI Bertahan 10 Bulan

    El Nino Mengintai, Stok Beras RI Bertahan 10 Bulan

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga meskipun dunia menghadapi ketegangan geopolitik dan potensi kekeringan akibat fenomena El Nino tahun ini. Produksi pangan domestik yang terus berjalan dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan konsumsi masyarakat. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah saat ini menghadapi dua tantangan sekaligus yang berpotensi […]

  • Taman Toga Mangun Jaya Jadi Tempat Tujuan Peserta Peda KTNA 2019

    Taman Toga Mangun Jaya Jadi Tempat Tujuan Peserta Peda KTNA 2019

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 962
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin [Muba] akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tingkat Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 24-28 Juni 2019 mendatang. Salah satu tempat yang akan menjadi tujuan peserta PEDA KTNA ini yakni Taman Toga dan Kebun Agro Wisata yang dibangun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rezeki Jaya Bersama, di […]

  • Strategi Berjualan, Senangkan Pelanggan

    Strategi Berjualan, Senangkan Pelanggan

    • calendar_month Sabtu, 6 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.703
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD)Katakan dalam menjalankan usaha terutama bidang kuliner, snack perlu diperhatikan cita rasa, pelayanan yang prima kepada konsumen agar kesan yang dirasakan para pengunjung selalu dikenang Hal tersebut disampaikannya pada saat menghadiri Grand Opening Rumah Loer UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan […]

  • SGM Eksplor Hadirkan Festival Anak Generasi Maju di Kota Palembang

    SGM Eksplor Hadirkan Festival Anak Generasi Maju di Kota Palembang

    • calendar_month Minggu, 27 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.483
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Pengembangan anak usia dini yang berkualitas menjadi investasi utama agar dapat mewujudkan visi pemerintah Generasi Emas Indonesia 2045. Sebab, di usia lima tahun pertama si Kecil, pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, sosial dan emosionalnya berkembang paling pesat dan tidak akan dapat diulang kembali pada masa-masa berikutnya dalam hidupnya. Sehingga, bila tumbuh kembang anak pada periode […]

expand_less
WordPress Archive Carrby – Agency Portfolio WordPress Theme Carrentx – Car Rental Elementor Template Kit CarRepair – Local Business Template Kit Carry Hill School – Education WordPress Theme Cars4Rent | Car Rental & Taxi Service WordPress Theme Carsentro – Car Dealer & Listing Company Elementor Template Kit Carshen - Car Detailing Service Car Repair Elementor Template Kit CarSpot – Car Directory Listing WordPress Plugin Carsten – Hotel Booking WordPress Theme Cartana – Building and Construction WordPress Theme