Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Fesyen & Kriya Indonesia Mendunia, Pasar Baru Tembus Swiss hingga Jepang

Fesyen & Kriya Indonesia Mendunia, Pasar Baru Tembus Swiss hingga Jepang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 971
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SELAMA ini kita sering dengar pepatah, “tak kenal maka tak sayang”, maka dunia luar sedang mulai kenal, dan sayang berat, produk kreatif Indonesia. Bukan cuma sepatu, tas, dan batik yang biasa dijual di pasar lokal, tapi fesyen, kriya, dan kuliner kita kini mulai ngegas ke pasar Internasional yang sebelumnya hanya dianggap “dunia orang kaya,” seperti  Swiss, Jepang, dan Uni Emirat Arab (UAE). Ibarat ayam kampung yang tiba-tiba jadi selebgram, produk kreatif Indonesia kini punya penggemar setia di luar negeri.

Menurut data terbaru Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), ekspor subsektor ekraf pada Semester I 2025 didominasi oleh fesyen dengan nilai USD 7,09 miliar, kriya USD 5,01 miliar, dan kuliner USD 767 juta.

Lonjakan ekspor ke negara-negara seperti Swiss, Jepang, dan UAE meningkat mulai dari 5,7 persen hingga 19,14 persen, ini bukan sekadar angka, melainkan tanda bahwa dunia mulai melirik Indonesia dengan mata berbinar-binar.

Kalau dulu produk kriya kita hanya dikenal di pasar tradisional, sekarang mereka sudah seperti superhero yang punya cape dan terbang menembus langit global. Bayangkan saja tas rajut dari tangan dingin perajin Bali, yang dulu cuma buat ibu-ibu belanja di pasar desa, kini menghiasi butik eksklusif di Tokyo. Fesyen batik yang dulunya jadi baju kerja kantor, kini dipamerkan di Swiss Fashion Week. Ibarat pepatah lama, “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, tapi kali ini buahnya diterbangkan pesawat ke seluruh penjuru dunia.

Fenomena ini juga membuktikan bahwa kreativitas lokal bisa bersaing dengan brand Internasional, produk kriya dan fesyen Indonesia bukan hanya cantik di mata, tapi juga cerdas di kantong, karena banyak produk yang mengusung konsep sustainable fashion atau artisan product.

Artinya, mereka tidak merusak lingkungan, tetap unik, dan punya cerita di balik setiap jahitan, persis seperti lagu lama yang selalu bikin kangen, tapi kali ini versi ekraf global.

Sekarang, mari kita bahas strategi pasar, ada pepatah bijak, “jangan taruh semua telur di satu keranjang”. Nah, strategi ekspor Indonesia ke Swiss, Jepang, dan UAE ini ibarat mulai membagi telur ke keranjang yang berbeda-beda, supaya kalau satu pasar lagi kena badai ekonomi, telur yang lain tetap aman.

Diversifikasi ekspor ini penting, karena dunia tidak pernah stabil. Tren konsumsi bisa berubah secepat angin di musim hujan, dan selera pasar Internasional kadang lebih cepat galau daripada drama sinetron. Dengan menembus berbagai negara, produk kreatif Indonesia punya kesempatan lebih besar untuk dikenal, dicintai, dan kembali dijadikan rujukan bagi tren global.

Fesyen dan kriya Indonesia itu punya DNA unik, perpaduan budaya, kearifan lokal, dan sentuhan modern, produk artisan kita bisa menembus pasar Swiss yang terkenal dengan standar kualitas tinggi, Jepang yang sangat menghargai estetika, dan UAE yang doyan produk mewah eksklusif. Jadi, kita tidak cuma jual barang, tapi juga menjual cerita, budaya, dan nilai seni Indonesia ke dunia.

Seandainya, jika produk kriya Indonesia punya akun media sosial sendiri, tas rajut Bali pasti bikin caption, “Aku nggak cuma cantik, aku juga ramah lingkungan, dan aku bisa bikin hatimu meleleh seperti es krim panas di Jakarta!”. Sementara batik tulis Solo mungkin bilang, “Aku bukan cuma baju kerja, aku punya cerita ribuan titik yang bikin dunia terpesona.”

Dengan humor seperti ini, kita bisa memikat hati konsumen global, karena dunia sekarang suka produk yang punya storytelling, bukan sekadar barang, kreativitas dan sedikit banyolan bisa menjadi senjata ampuh menembus pasar yang kompetitif.

Dar Fenomena ekspor ini, jangan pernah meremehkan kekuatan kreativitas lokal, jika dikelola dengan strategi yang tepat dari diversifikasi pasar, kualitas produk, hingga storytelling, produk kreatif Indonesia bisa jadi duta budaya sekaligus mesin ekonomi.

Kalau diibaratkan pepatah, “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”, kini para pelaku kreatif kita sedang menikmati buah kerja keras mereka, dari membuat kerajinan tangan di desa hingga menembus pasar Internasional, perjalanan ini membuktikan bahwa kualitas dan inovasi akan selalu menemukan jalannya.

Diversifikasi ekspor bukan sekadar strategi bisnis, tapi juga misi nasional, memperkenalkan Indonesia ke dunia melalui produk kreatifnya. Fesyen, kriya, dan kuliner Indonesia kini punya panggung global, dari Swiss hingga Jepang, dari UAE hingga negara lain yang haus akan kreativitas unik.

Jadi, jangan heran jika suatu saat tas rajut atau batik tulis dari Indonesia menjadi hot topic di Instagram influencer Tokyo, atau chef di Dubai membicarakan bumbu rempah Nusantara. Semua ini membuktikan satu hal ekonomi kreatif bukan hanya soal angka, tapi soal budaya, inovasi, dan kebanggaan nasional yang bisa menembus batas negara.

Kalau ada yang tanya, “Apa rahasia ekspor ekraf sukses ke pasar internasional?” jawabannya sederhana kreativitas tanpa batas, strategi tanpa ragu, dan cerita yang bikin dunia tersenyum.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Palangkaraya Miliki Forum Pengurangan Risiko Bencana

    Palangkaraya Miliki Forum Pengurangan Risiko Bencana

    • calendar_month Senin, 15 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    DANDIM 1016 Palangka Raya Kolonel Infanteri Rofiq Yusuf, S.Sos menghadiri pelatikan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Senin (15/11/2021). “Kami apresiasi adanya tim relawan yang tergabung dalam forum ini. Sebagai bentuk dukungan kami terhadap penanganan bencana dalam hal ini juga TNI akan berperan bersama para relawan,” katanya. Forum tersebut […]

  • Ada Nikah Massal Di Selenggarakan Pemkot Palembang, Dapat Doorprize Nginap di Hotel Lagi, Alhamdulilah, Bulan Madu Dong…

    Ada Nikah Massal Di Selenggarakan Pemkot Palembang, Dapat Doorprize Nginap di Hotel Lagi, Alhamdulilah, Bulan Madu Dong…

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    RATUSAN peserta mengikuti nikah massal yang diselenggarakan Pemerintah Kota Palembang melalui Bagian Kesejahtran Rakyat Sekertariat Kota Palembang di Kambang Iwak. Kegiatan ini guna menyempurnakan keutuhan pernikahan sesuai dengan administrasi serta diakui oleh negara. Memberikan mereka keringan serta kemudahan bagi mereka mendapatkan pengakuan dimata hukum Suasana Selasa pagi ini disepajang Jalan Sekanak menuju Kambang Iwak tampak ramai dengan arak-arakan […]

  • “Asa Bantuan Sosial Jangan Nyasar, Yang Ngerasa Mampu Harusnya Malu”

    “Asa Bantuan Sosial Jangan Nyasar, Yang Ngerasa Mampu Harusnya Malu”

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.003
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Di suatu warung kopi pinggir jalan, dua warga Palembang sedang ngobrol santai sambil nyeruput kopi hitam. “Bro, lu tau nggak sih? Si Oom sebelah rumah dapet bantuan PKH!” kata Andi, sambil mengaduk kopinya. “Hah? Serius? Bukannya dia punya rumah tingkat tiga, mobilnya juga ada dua?” jawab Budi heran. “Makanya! Sementara si Mak Minah yang […]

  • gerhana-bulan-sebagian

    Jangan Lewatkan, Esok Malam Gerhana Bulan

    • calendar_month Minggu, 6 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.319
    • 0Komentar

    Besok malam sebagian warga Indonesia dapat menyaksikan fenomena alam yang langkah, yakni Gerhana bulan persial (sebagian). Gerhana akan mulai terjadi pada pukul 22.50 WIB, hingga fase selanjutnya pada pukul 03 50 WIB.

  • Pekan Imunisasi Nasional

    Pekan Imunisasi Nasional

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.038
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat Bupati Musi Banyuasin H Sandi Fahlepi melaunching Pekan Imunisasi Nasional (PIN POLIO), Selasa (23/7/2024). Launching digelar secara langsung di Balai Desa Lumpatan I Kecamatan Sekayu, dan diikuti oleh 15 kecamatan dalam Kabupaten Muba, secara virtual. PIN POLIO yang digelar serentak Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Kesehatan ini dilaksanakan dua tahap yakni pada […]

  • GEMS Dikontrak dengan NetEase Games untuk Naraka : BladePoint SEA Open

    GEMS Dikontrak dengan NetEase Games untuk Naraka : BladePoint SEA Open

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 526
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – GEMS, Platform Esports 3.0, dengan bangga mengumumkan bahwa mereka telah dikontrak dengan NetEase Esports untuk Naraka:BladePoint SEA Open. Naraka:BladePoint adalah game battle royale aksi-petualangan yang dikembangkan oleh 24 Entertainment dan diterbitkan oleh NetEase Games. GEMS ESPORTS 3.0 PLATFORM digunakan untuk mengelola operasi turnamen akhir-akhir untuk NetEase Esport dan bertujuan untuk menarik pemain […]

expand_less
WordPress Archive MetaFans - Community & Social Network BuddyPress Theme MetaMax – SEO and Marketing WordPress Theme MeToy – Toys Craft Industry Elementor Template Kit Metro – A Theme for vBulletin 4 and 5 Metro – Email Template for Mailster Metro – Minimal WooCommerce WordPress Theme Metronic | Tailwind, Bootstrap, React, Next.js, Vue, Angular, Laravel Admin Dashboard HTML Template Metta – Cryptocurrency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Mexa – Digital Agency Elementor Template Kit Mezon – Plumber, Handyman Services WordPress Theme