Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » “QRIS di World Expo Osaka, Teknologi Pameran Jadi Warisan Global”

“QRIS di World Expo Osaka, Teknologi Pameran Jadi Warisan Global”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 838
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA pameran Internasional selalu ada yang jadi bintang panggung, kadang robot humanoid Jepang, kadang mobil listrik Eropa, kadang juga makanan aneh yang bikin pengunjung bingung, “Ini dimakan apa dipajang?” Tapi tahun ini, di World Expo 2025 Osaka, salah satu bintang dari Indonesia bukanlah sate padang atau batik tulis, melainkan sesuatu yang lebih sering kita pakai untuk bayar cilok QRIS.

Ya, betul, QRIS  sehari-hari kita gunakan untuk bayar parkir, beli kopi literan, atau nitip pulsa ke konter sebelah, tiba-tiba tampil gagah di panggung global. Seakan-akan dia berkata kepada dunia “Hei, jangan remehkan aku. Aku bukan sekadar kode kotak-kotak. Aku adalah pintu masuk masa depan pembayaran digital lintas negara!”

Kalau dipikir-pikir, perjalanan QRIS ini mirip sinetron, dulu dia lahir sebagai solusi pembayaran warung kopi biar nggak ribet kembalian receh. Eh, tiba-tiba lompat jauh jadi tamu kehormatan di Osaka. Dari level “anak kampung yang bisa segalanya” mendadak jadi “bintang internasional yang dikagumi”.

Bayangkan, di World Expo ajang pameran paling bergengsi tempat negara-negara memamerkan teknologi futuristik, Indonesia bilang “Kami juga punya sesuatu, namanya QRIS.” Orang Jepang yang terkenal rapi dalam sistem pembayaran sempat melongo. “Lho, ini kok praktis juga ya? Orang Indonesia bisa jajan takoyaki cukup scan QRIS dari dompet digital mereka”

Biasanya, Indonesia dikenal di dunia karena Bali, rendang, atau bulutangkis, tapi kali ini, kita punya duta baru QRIS, ia bukan hanya alat bayar, tapi branding Indonesia di kancah Internasional.

Kalau Bali itu paspor pariwisata, QRIS adalah paspor digital kita, melalui QRIS, orang Jepang bisa lihat kalau Indonesia tidak cuma punya pantai, tapi juga teknologi yang bisa dipakai global. “Lihat tuh, negeri yang katanya macet dan penuh gojek itu ternyata bisa bikin sistem pembayaran seamless,” begitu kira-kira komentar pengunjung Expo.

Ini penting, karena branding negara itu bukan cuma soal budaya, tapi juga soal inovasi, sama seperti Korea yang terkenal dengan K-Pop sekaligus Samsung. Jepang terkenal dengan anime sekaligus Shinkansen. Nah, Indonesia bisa bikin formula unik batik + QRIS. Tradisi ketemu teknologi.

Ada pepatah Jawa bilang “Witing tresno jalaran soko kulino”. Cinta tumbuh karena terbiasa, begitu pula teknologi, ia jadi warisan global bukan karena dipamerkan sekali, tapi karena terus dipakai dan dibiasakan. QRIS di Osaka ini bukan sekadar pajangan di etalase dunia, tapi bukti kalau sistem pembayaran kita sudah siap menyeberang batas negara.

World Expo hanyalah pintu awal, setelah orang Jepang terbiasa menerima QRIS dari turis Indonesia, bisa jadi nanti QRIS dipakai di lebih banyak merchant, dari bandara sampai kedai ramen. Dan jangan kaget kalau suatu saat orang Jepang bisa jajan sate madura di Surabaya pakai aplikasi mereka sendiri yang terkoneksi dengan QRIS.

Lucunya, QRIS ini punya cerita kocak. Bayangkan kode kotak-kotak yang dulu dipakai anak kampus untuk patungan beli cilok, kini jadi simbol globalisasi ekonomi digital, dari cilok ke takoyaki, dari bakso ke sushi semua bisa dibayar dengan satu “jendela kotak.”

Ini kayak pepatah Sunda yang di-upgrade “Mun hayang gede, mimitian ti leutik”. Kalau mau besar, mulai dari yang kecil. QRIS yang dulunya alat bayar gorengan sekarang melanglang buana jadi bagian strategi ekonomi global.

QRIS bisa sukses sampai ke Osaka, karena satu hal dia nyambung dengan kebutuhan sehari-hari, orang tidak perlu kuliah fintech dulu untuk mengerti cara pakainya, cukup buka aplikasi, scan, dan beres.

Pesan moralnya jelas teknologi yang berhasil bukan yang ribet, tapi yang bikin hidup lebih gampang, sama kayak pepatah Betawi “Yang ribet ditinggal, yang simpel dipeluk”.

Kalau negara lain mau bikin satelit canggih atau robot mirip manusia, silakan saja. Indonesia justru menunjukkan alat sederhana yang dipakai massal bisa lebih membekas di kehidupan global.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Ratu Dewa untuk masyarakat Palembang saat Open House Idul Fitri, simak yuk, siapa tahu bisa jadi bahan renungan !

    Pesan Ratu Dewa untuk masyarakat Palembang saat Open House Idul Fitri, simak yuk, siapa tahu bisa jadi bahan renungan !

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.490
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang Ratu Dewa menggelar halal bihalal atau open house di rumah dinasnya, di hari pertama Idul Fitri 1445 Hijriah atau Rabu (10/4/2024), Silaturahmi itu dihadiri masyarakat dari berbagai lapisan. Mulai dari pejabat, pebisnis, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan masyarakat awam. Sekretaris Daerah Palembang Gunawan, para kepala OPD, Forkompinda […]

  • Disebut Tak Lagi Jadi Daerah Terbanyak Kasus Stunting di Sumsel, OKI Paparkan Resepnya

    Disebut Tak Lagi Jadi Daerah Terbanyak Kasus Stunting di Sumsel, OKI Paparkan Resepnya

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 941
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI – Angka Stunting di Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] turun sehingga tidak lagi menempatkan OKI sebagai daerah dengan kasus stunting terbanyak di Sumsel. Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN, Rabu (25/1). Berdasarkan SSGI tahun 2022 itu,  prevalensi stunting di  Kabupaten Ogan Komering Ilir turun dari 32,2 […]

  • sabu sabu

    He…he, Kata-kata Nyesel Itu Pasti Datang Belakangan, Setelah Lurah dan RT Itu Digelandang Polisi karena Nyabu

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.245
    • 0Komentar

    Kata-kata nyesel biasnya memang datang belakangan setelah mereka ketahuan berbuat salah, itulah yang terjadi pada dua pemangku jabatan di dalam pemerintah. Seharusnya mereka mengayomi dan memberi contoh yang baik kepada masyarakat, namun sebaliknya ke duanya malah masuk ke dunia khayalan dengan pesta sabu.

  • DPRD Sumsel Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020 Sumsel

    DPRD Sumsel Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020 Sumsel

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.725
    • 0Komentar

      LIMA Komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel menyatakan setuju dan menerima, Rancangan Peraturan daerah (Perda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020 Sumsel. Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna XXXI (31) pembicaraan tingkat dua DPRD Sumsel.  Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Prov Sumsel, RA Anita Noeringhati, didampingi Wakil Ketua, HM Giri Ramanda […]

  • Kanwil DJP Sumsel Babel Apresiasi Kontribusi Pemkab OKI atas Capaian Pajak 2022

    Kanwil DJP Sumsel Babel Apresiasi Kontribusi Pemkab OKI atas Capaian Pajak 2022

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  OKI – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepuluan Belitung memberikan apresiasi kepada 30 Wajib Pajak Badan (perusahaan) dan Pemerintah Daerah yang berkontribusi penuh terhadap capaian realisasi pajak tahun 2022. Pemkab OKI menjadi salah satu daerah yang menerima penghargaan yang diserahkan di Hotel The Zuri Palembang, Kamis (19/1) kemarin. Kepala Kanwil […]

  • Ketua DPRD Prov.Sumsel Terima LHP dari BPK, Sumsel Kembali Raih WTP

    Ketua DPRD Prov.Sumsel Terima LHP dari BPK, Sumsel Kembali Raih WTP

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.709
    • 0Komentar

      BADAN Pemeriksa Keuangan [BPK] Perwakilan Sumsel menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran 2020. Penyerahan LHP oleh Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono dan diserahkan kepada Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati dan Gubernur Sumsel H Herman Deru yang meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumtera Selatan […]

expand_less
WordPress Archive INVIA Responsive Corporate WP Theme Invoice Pdf WooCommerce Invoices – Laravel Invoice Management System – Accounting & Billing Management Invoicing Pro Jetpack CRX Addon Iodova – Single Property Real Estate WordPress Theme iOne | Minimal WooCommerce Theme IonFullApp | Full Ionic Template + Cordova Plugins iPages – FlipBook Image & PDF Viewer for WordPress iPodcast – Modern Podcast Elementor Template Kit iPress – Blog/Magzine/News WordPress Theme