Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Tapi Tempat Jiwa Berteduh

Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Tapi Tempat Jiwa Berteduh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 886
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEPATAH lama  bilang, “Rumahku adalah surgaku”. tapi bagi sebagian orang, rumah bukan surga, melainkan “kolam renang darurat” karena atapnya bocor dan lantainya retak. Kalau hujan deras, yang turun bukan cuma berkah, tapi juga tetesan air dari langit-langit yang seperti kran rusak. Itulah yang pernah dialami Pak Djasmadi, warga Demang Lebar Daun, Palembang.

Beliau tinggal di rumah yang nyaris roboh, atap bocor, dinding keropos, lantai pecah, kalau ada ayam lewat, bukan cuma meninggalkan kotoran, tapi juga ikut mengintip lewat celah lantai. Anak cucu yang datang pun geleng-geleng kepala, takut rumahnya ambruk lebih dulu sebelum sempat minum teh.

Tapi hidup memang penuh plot twist, berkat program Bedah Rumah dari TP PKK dan Baznas Kota Palembang, rumah Pak Djasmadi kini berubah wajah. Dari rumah reyot jadi hunian kokoh, dari tempat bertahan hidup jadi tempat yang benar-benar layak disebut rumah.

Bahkan Ketua PKK, Dewi Sastrani, sampai mewanti-wanti, “Jangan dijual, Pak. Rumah ini sudah lebih tinggi, tidak banjir, tidak bocor.” Singkatnya, sudah “naik kasta”.

Nah, di sinilah letak menariknya, banyak media menulis soal rumah baru Djasmadi sebatas “serah terima kunci”, “bantuan sosial”, atau “tugas pemerintah sudah selesai”. Padahal, rumah bukan cuma urusan fisik. Rumah juga punya dampak psikologis, sosial, bahkan spiritual.

Coba bayangkan bagaimana rasanya tinggal di rumah yang hampir roboh. Itu bukan sekadar rasa tidak nyaman, tapi juga memengaruhi harga diri. Tamu jarang mau mampir, keluarga minder, dan kadang pemilik rumah merasa hidupnya selalu di bawah garis hujan.

Rumah baru membawa perubahan besar. Begitu Djasmadi menerima kunci, senyum haru tak lagi bisa disembunyikan. Ini bukan cuma soal dinding baru, tapi juga soal rasa percaya diri yang ikut dibangun. Seolah-olah rumah itu ikut berkata “Hei, hidupmu layak, jangan minder lagi”

Rumah bocor itu seperti kepala penuh masalah tiap hujan, beban baru muncul, sebaliknya, rumah yang kokoh membuat pikiran lebih adem. Ada penelitian psikologi yang bilang lingkungan tempat tinggal memengaruhi mood, kesehatan mental, bahkan produktivitas. Bayangkan, bagaimana bisa orang semangat kerja kalau tiap malam tidur harus ditemani ember penadah air?

Dengan rumah baru, keluarga bisa tidur tanpa rasa waswas, bangun dengan lebih segar, dan tentu saja lebih tenang menerima tamu. Kalau dulu tamu disambut dengan wajah kikuk, sekarang bisa sambil pamer “Silakan duduk, lantainya sudah kinclong, tidak ada lagi jebakan ayam”.

Rumah juga bagian dari identitas sosial, orang sering menilai kita dari “pintu depan” rumah. Pepatah bilang, “Tamu menilai tuan rumah dari berandanya”.  Maka karena itu,  punya rumah layak bukan cuma soal nyaman, tapi juga soal posisi di mata masyarakat. Djasmadi kini tidak lagi sekadar warga yang “kasihan rumahnya hampir roboh”, tapi jadi simbol bahwa kepedulian sosial benar-benar nyata.

Bahkan, bantuan rumah ini lahir dari zakat masyarakat yang disalurkan Baznas. Artinya, setiap rupiah zakat itu kini menjelma jadi bata, semen, dan atap yang menaungi sebuah keluarga. Dari zakat jadi rumah, dari rumah jadi harapan.

Ada kalanya manusia lebih cepat sembuh bukan karena obat dokter, tapi karena suasana hati yang lega. Djasmadi sendiri bilang, rumah baru ini adalah titik balik hidupnya. Sebuah ruang untuk menata ulang masa depan. Dengan dinding kokoh, semangat pun ikut menguat. Dengan atap baru, doa-doa bisa lebih khusyuk, karena tak lagi terganggu bunyi tetesan air.

Rumah baru ini juga menjadi obat luka lama, luka karena merasa tertinggal, luka karena hidup tak layak, kini perlahan sembuh. “Alhamdulillah, sekarang saya bisa tinggal di rumah yang bagus dan nyaman,” ujarnya penuh haru.

Dalam kehidupan, rumah bukan sekadar tempat tidur, makan, dan berteduh. Rumah adalah ruang untuk membesarkan mimpi, tempat anak-anak belajar jatuh cinta pada dunia, tempat suami-istri menyulam harapan, dan tempat doa-doa dinaikkan.

Pepatah Jawa bilang, “Omah iku dudu mung tembok, nanging papan kang ndadekake ati tentrem” (Rumah itu bukan sekadar tembok, tapi tempat hati merasa tentram). Jadi ketika pemerintah, PKK, dan Baznas bahu-membahu menghadirkan rumah layak bagi warga, sesungguhnya mereka sedang membangun jiwa, bukan hanya fisik bangunan.

Kisah Djasmadi memberi kita cermin bahwa rumah bukan sekadar urusan genteng dan cat tembok, tapi urusan martabat dan masa depan. Dengan rumah yang layak, lahir semangat baru, dengan rumah yang kokoh, lahir jiwa yang lebih kuat.

Oleh sebab itu, jangan pernah remehkan makna sebuah rumah, sebab di balik dindingnya ada harga diri, di balik atapnya ada doa yang menetes, dan di dalamnya tersimpan jiwa-jiwa yang ingin terus hidup dengan bermartabat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Plaju Doakan Sarimuda Jadi Walikota Palembang

    Warga Plaju Doakan Sarimuda Jadi Walikota Palembang

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.331
    • 0Komentar

    Warga yang tinggal di Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Plaju dan sekitarnya, memadati lapangan Patra Jaya, Minggu (24/9) pagi, guna mengikuti kegiatan jalan sehat bersama pasangan Bakal Calon Walikota Palembang dan Bakal Calon Wakil Walikota, Ir. H. Sarimuda, MT dan Kgs Ir. H. Abdul Rozak.

  • Persiapan Pengawalan di PON XX Papua, Polda Kalteng Gelar Latihan Menembak

    Persiapan Pengawalan di PON XX Papua, Polda Kalteng Gelar Latihan Menembak

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    UNTUK meningkatkan kemampuan, Satbrimob Polda Kalteng Dibawah pimpinan Ipda Adji Bowo Laksono, S.Tr.K., kembali melaksanakan latihan peningkatan kemampuan menembak dengan menggunakan senjata api laras panjang AK 101 di Lapangan Tembak Sipet Polda Kalteng Jl.Tjilik Riwut Km.1 Kota Palangka Raya. Rabu (11/08/2021). Latihan menembak itu untuk pengawalan Kontingen Kalteng dalam ajang PON XX yang akan diselenggarakan […]

  • Dulu Urut 3 dari Bawah, Kini Kumpulkan 22 Emas, Muba Melompat ke Posisi IV pada Ajang Peparprov III

    Dulu Urut 3 dari Bawah, Kini Kumpulkan 22 Emas, Muba Melompat ke Posisi IV pada Ajang Peparprov III

    • calendar_month Sabtu, 11 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyausin (Muba) berhasil menduduki posisi empat klasemen akhir di Pekan Paralimpic Provinsi (Peparprov) Provinsi Sumatera Selatan III, yang digelar di OKU Raya pada tanggal 5 – 13 Desember 2021. Hal ini berdasarkan rilis panitia Peparprov Sumsel III, Kontingen Peparprov Muba berhasil mengumpulkan 22 emas, 28 perak dan 16 medali perunggu. Dengan hasil tersebut […]

  • Erick Thohir Berikan Tambahan 2.300 Kesempatan Magang di BUMN

    Erick Thohir Berikan Tambahan 2.300 Kesempatan Magang di BUMN

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.079
    • 0Komentar

    REKRUTMEN Bersama BUMN 2022 memasuki tahap berikutnya. Usai ditutup pada 25 April 2022 lalu, kini pelamar yang lulus seleksi administrasi akan melanjutkan Seleksi Online Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Core Values BUMN. Melihat begitu besarnya minat milenial untuk bergabung dan berkontribusi di BUMN, Menteri BUMN Erick Thohir memberi tambahan kesempatan kepada para milenial untuk berkontribusi […]

  • Lawan Jepang, Timnas U-19 Siap Tempur Hingga Adu Finalti

    Lawan Jepang, Timnas U-19 Siap Tempur Hingga Adu Finalti

    • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.117
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA  -Tim nasional sepak bola U-19 Indonesia bersiap untuk tampil hingga babak adu tendangan penalti saat menghadapi Jepang di laga perempat final Piala U-19 Asia 2018, Minggu (28/10/2018). “Kami sudah mengantisipasi semua kemungkinan yang akan terjadi, termasuk jika laga imbang di waktu normal dan berlanjut ke babak tambahan maupun adu tendangan penalti,” ujar kata […]

  • Masyarakat Batak Perantauan Siap Jaga Kerukunan

    Masyarakat Batak Perantauan Siap Jaga Kerukunan

    • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 623
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengajak masyarakat Batak yang ada di Sumsel untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif di daerah ini. Hal itu disampaikannya disela pelantikan DPD Parsadaan Toga Gultom Sedunia (PTGS) di Gedung Galbari Palembang, kemaren. “Persatuan itu modal utama kekuatan kita untuk membangun daerah ini agar lebih maju lagi. Namun itu harus dibarengi dengan […]

expand_less
WordPress Archive Responsive Bootstrap Carousel Responsive Cookie Law Consent Notification WordPress Plugin GDPR Compliance Responsive FlipBook Plugin Responsive for WPBakery Page Builder (formerly Visual Composer) Responsive HTML5 Audio Player PRO With Playlist Responsive HTML5 Audio Player PRO WordPress Plugin Responsive Interactive Table Responsive Post 2 – Responsive WordPress Plugin Responsive Product Designer for WooCommerce Responsive RSS Timeline