Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Strategi Kalender – Cuti Bersama jadi Senjata Promosi Wisata

Strategi Kalender – Cuti Bersama jadi Senjata Promosi Wisata

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
  • visibility 879
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WARUNG kopi, kalender dinding biasanya hanya berfungsi dua, yakni jadi pengingat kapan bayar utang dan pajangan gambar artis dangdut lokal yang tersenyum manis sambil megang botol kecap. Tanggal merah dicoret buat janjian mancing atau arisan RT. Namun kini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencoba mengubah peran kalender jadi lebih sakti. Bukan lagi sekadar pengingat “tanggal merah sama dengan  tidur lebih lama”, melainkan senjata promosi wisata, dari cuti bersama, Kemenpar mau bikin “tanggal merah jadi tanggal emas”.

Sayangnya, di lapangan, wajah pariwisata Indonesia masih sering kayak tuan rumah hajatan yang panik, begitu tamu berdatangan, baru sadar kursi kurang, sound system mendadak serak, dan nasi uduk masih di kukusan. Dalam konteks wisata, begitu libur nasional datang, barulah panitia destinasi sibuk: hotel penuh, jalan macet, toilet umum antre kayak bagi-bagi sembako, dan promosi wisata malah baru nongol setelah wisatawan sudah pulang dengan muka kucel.

Sejatinya, libur nasional adalah “momok sekaligus berkah”. Momok, karena tanpa persiapan, ia bisa berubah jadi festival klakson massal di jalur mudik. Tapi ia juga berkah, karena data BPS menunjukkan libur nasional dan cuti bersama menyumbang lonjakan terbesar perjalanan wisatawan nusantara 1,02 miliar perjalanan pada 2024, naik drastis dari tahun sebelumnya.

Kalender sebenarnya bukan sekadar benda kertas yang ditempel di tembok, melainkan peta emas. Jepang sudah membuktikannya lewat Golden Week. Mereka menjadikan kalender libur sebagai panggung akbar wisata nasional. Transportasi disiapkan, promosi terintegrasi, hingga taman kota dijaga kapasitasnya. Sementara di Singapura, kalender Imlek tak hanya dirayakan dengan angpao, tapi jadi magnet wisata global jalanan Orchard Road dihias tematik, bandara dipoles dengan instalasi budaya.

Indonesia? Kalender libur masih sering dianggap kayak wangsit dadakan, padahal tanggal merah sudah ditetapkan jauh-jauh hari, tapi strategi promosi wisata sering lahir mepet. Istilahnya, esuk dele sore tempe, pagi bilang siap, sore masih bingung.

Lihat dampaknya, Ssaat libur sekolah 2025, kajian Kemenpar mencatat okupansi hotel naik 60 persen, kunjungan destinasi naik 73,1 persen, dan pendapatan destinasi melonjak 80,7 persen. Dari sisi sosial, 58,9 persen wisatawan berwisata bersama keluarga, bahkan 99,3 persen mengaku puas. Artinya, libur nasional benar-benar mesin ATM ekonomi daerah.

Sayangnya, ATM ini sering error, infrastruktur transportasi tidak menyesuaikan, promosi datang telat, sampah menumpuk di pantai, dan wisatawan akhirnya kapok. Yang rugi bukan hanya hotel atau pedagang cilok, tapi juga citra pariwisata Indonesia di mata publik. Ingat pepatah sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya, sekali wisatawan kecewa, bisa saja tahun depan mereka pindah liburan ke Penang atau Phuket.

Fenomena ini mirip hajatan desa, kalau ada tamu lebih banyak dari kursi, solusinya buru-buru pinjam ke tetangga. Begitu juga destinasi kita. Saat wisatawan membeludak, solusi daruratnya parkir dadakan, tarif dadakan, promosi dadakan. Semua serba “asal ada”. Padahal, wisata itu bisnis pengalaman. Kalau pengalaman pengunjung adalah macet, antre, dan bau got, jangankan balik lagi, review di media sosial pun jadi bumerang.

Barcelona, misalnya, sudah lama pusing dengan overtourism, alih-alih panik, mereka menetapkan kuota pengunjung di destinasi tertentu. Hasilnya? Wisatawan tetap nyaman, warga lokal tak merasa terganggu, dan reputasi kota tetap terjaga.

Seoul lain lagi, saat musim semi dengan festival bunga sakura, pemerintah menambah jalur transportasi, mempromosikan paket wisata khusus, dan menata ruang publik agar tak jadi sesak. Mereka sadar, kalender adalah senjata, bukan sekadar penanda hari.

Saatnya Indonesia naik kelas

Indonesia punya peluang sama, bahkan lebih besar, karena kalender kita penuh libur: dari Tahun Baru, Imlek, Nyepi, Lebaran, Natal, sampai libur sekolah, kalau semua ini diolah dengan strategi, bukan sekadar dihadapi dengan doa dan spanduk dadakan, maka pariwisata kita bisa naik kelas.

Yang perlu dilakukan jelas promosi berbasis kalender, bukan promosi pas wisatawan sudah pulang, tapi jauh sebelum liburan datang, manajemen kapasitas destinasi, belajar dari Barcelona, atur kuota kalau perlu. Infrastruktur darurat permanen, jalan, toilet, dan parkir harus siap, bukan sekadar tambal sulam dan kolaborasi lintas sektor, jangan cuma Kemenpar yang sibuk, tapi juga Pemda, Dishub, UMKM, bahkan warga lokal.

Kalender bukan cuma alat coret-coret di dapur, ia bisa jadi senjata strategis untuk pariwisata Indonesia. Kalau kita masih pakai mental dadakan, libur nasional hanya akan jadi sinonim macet nasional. Tapi kalau kita serius, libur nasional bisa jadi “mesin penggerak ekonomi daerah” yang adil hotel laku, UMKM panen, pedagang parkir tertib, dan wisatawan pulang dengan senyum.

Seperti pepatah, sedia payung sebelum hujan, sedia strategi sebelum liburan, jangan biarkan pariwisata kita terus jadi bahan meme. Sudah waktunya kalender Indonesia bertransformasi dari kalender warung jadi kalender emas, dari tanggal merah jadi momentum devisa.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lonjakan Corona Meningkat, Asrama Haji Diusulkan Jadi Tempat Sementara Perawatan COVID-19

    Lonjakan Corona Meningkat, Asrama Haji Diusulkan Jadi Tempat Sementara Perawatan COVID-19

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    ANGKA pasien Covid-19 kembali meningkat di Indonesia, terutama di Jakarta dan sekitarnya. Sejumlah rumah sakit dan tempat isolasi seperti Wisma Atlet Kemayoran mengalami lonjakan pasien dan terancam tak menampung yang bisa berdampak pasien tidak cepat tertangani. Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco […]

  • “Galaxy AI, Si Asisten Pintar Baca Kebiasaan Anda”

    “Galaxy AI, Si Asisten Pintar Baca Kebiasaan Anda”

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.170
    • 0Komentar

    MISALNYA pagi-pagi Anda bangun, mata masih ngantuk, kopi belum nyala, tapi HP Anda sudah setel alarm cadangan, layar menyesuaikan brightness, dan playlist favorit Anda mulai menyala. Serius, ini bukan film fiksi ilmiah, ini Galaxy AI Samsung. Awas lho, teknologi ini bisa lebih cerdas dari tetangga yang kepo tapi suka pura-pura nggak tahu. Sejak resmi diluncurkan […]

  • REFLEKSI HUT RI ke-79 : Ketika bendera merah putih ditiup angin sepoi-sepoi

    REFLEKSI HUT RI ke-79 : Ketika bendera merah putih ditiup angin sepoi-sepoi

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Di bawah langit biru yang cerah, di Perum Pesona Harapan Jaya RT 50 Kalidoni Palembang, Sumsel, terlihat puluhan bendera merah putih menghiasi  dipinggir   Jalan Perum Pesona Harapan Tahap I, puluhan bendera merah putih berkibar penuh semangat menjelang HUT RI ke-79 yang tak lama lagi akan dirayakan. Angin sepoi-sepoi menghembus lembut, seolah-olah membelai kain yang menggambarkan […]

  • Hari Pertama Masuk Sekolah, Murid &Guru Kompak Pakai Masker, Hingga Ventilasi Kelas Terbuka

    Hari Pertama Masuk Sekolah, Murid &Guru Kompak Pakai Masker, Hingga Ventilasi Kelas Terbuka

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    TAHUN Ajaran Baru (TAB) 2020/2021, hari ini Senin (13/7/2020) resmi dimulai. Meski masih dihadapkan pada pandemi COVID-19, namun Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Pendidikan tetap menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru dengan tetap memprioritaskan protokol kesehatan (protokes). Pantauan di sejumlah sekolah, tampak pihak sekolah menerapkan Protokol kesehatan secara ketat. Salah satunya Sekolah Dasar […]

  • Dapat Bantuan Angkutan dari Kemenhub, New Oplet Musi Emas Jangkau Lrt

    Dapat Bantuan Angkutan dari Kemenhub, New Oplet Musi Emas Jangkau Lrt

    • calendar_month Senin, 13 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.472
    • 0Komentar

    MULAI Juli 2022, sebanyak 29 angkutan kota atau angkot akan beroperasi di Kota Palembang dan kendaraan tersebut juga menjangkau LRT. Belasan kendaraan ini sebagai pendukung atau feeder bagi masyarakat untuk naik Light Rail Transit (LRT), dan juga Bus Rapid Transit Transmusi. Angkutan kota ini dinamakan New Oplet Musi Emas. Kendaraan ini bantuan dari Kementerian Perhubungan […]

  • Polda Sumsel Tertibkan Hiburan Malam di Kampung Baru, 49 Orang Positif Narkoba

    Polda Sumsel Tertibkan Hiburan Malam di Kampung Baru, 49 Orang Positif Narkoba

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.037
    • 0Komentar

    POLDA Sumatera Selatan menertibkan tempat hiburan malam Teratai Putih atau yang dikenal dengan kampung baru di Jalan Teratai Putih, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Minggu (04/07/3021). Kegiatan ini dilakukan dengan sasaran memburu peredaran narkotika sekaligus menegakkan kepatuhan protokol kesehatan. Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama Brimobda Polda Sumsel, , mengamankan 171 orang pengunjung dari dua tempat hiburan […]

expand_less
WordPress Archive Persona – Portfolio WordPress Theme Personage – CV Resume WordPress Theme Personal Portfolio Theme | Inbio Personal Portfolio WordPress Theme | Bostami Personal Portfolio WordPress Theme | Inbio Personal Portfolio WordPress Theme | Tunis Personal – The Best Blog WordPress Theme Personalization for WPBakery Page Builder Pertaev – Electric Vehicle & Charging Station Elementor Template Kit Perukar – Barber WordPress Theme