Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » “Pariwisata Kita Masih Mental Dadakan, dari Kursi Hajatan hingga Kalender Tanggal Merah”

“Pariwisata Kita Masih Mental Dadakan, dari Kursi Hajatan hingga Kalender Tanggal Merah”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
  • visibility 829
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

COBA bayangkan sebuah pesta kawinan di kampung, undangan sudah disebar tiga minggu sebelumnya, tapi ketika tamu mulai berdatangan, tuan rumah masih sibuk cari kursi plastik pinjaman dari tetangga. Sound system mendadak konslet, nasi uduk belum matang, dan MC masih di jalan. Hasilnya? Panitia pontang-panting, tamu kelaparan, dan acara jadi bahan rumpian tiga RT. Nah, begitulah kurang lebih wajah pariwisata Indonesia saat menghadapi libur nasional.

Setiap kali ada cuti bersama atau libur sekolah, destinasi wisata kita seperti “kaget diserbu rombongan manten”. Jalan macet mendadak, hotel penuh mendadak, toilet umum antre kayak sembako gratis, bahkan penjual parkir liar bermunculan lebih cepat daripada promo online travel agent. Padahal, kalender libur itu bukan UFO yang jatuh tiba-tiba di lapangan desa. Tanggal merah sudah tercetak setahun sebelumnya, lengkap dengan warna menyala di kalender dinding bengkel, tapi entah kenapa, industri wisata kita tetap bertingkah seperti orang yang baru bangun kesiangan.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) lewat kajian terbarunya menyentil hal ini pariwisata Indonesia belum siap secara sistemik menghadapi momentum libur nasional. Destinasi kita masih gagap ketika wisatawan nusantara yang jumlahnya lebih dari satu miliar perjalanan per tahun menyerbu serentak. Seolah-olah semboyan tak tertulis kita adalah “wisata bisa dibuka dulu, urusan macet, sampah, dan kapasitas nanti belakangan”

Mari kita jujur, libur nasional itu mesin penggerak ekonomi yang luar biasa. Data BPS mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada 2024 tembus 1,02 miliar. Lonjakan terbesar justru saat libur sekolah dan cuti bersama. Artinya, momen ini seperti panen raya bagi hotel, restoran, transportasi, hingga pedagang cilok di depan candi.

Tapi apa jadinya kalau panen raya tidak dipersiapkan? Bayangkan petani lupa menyiapkan lumbung, akhirnya padi melimpah tapi tercecer jadi makanan ayam. Begitu juga dengan pariwisata kita, okupansi hotel naik, tapi jalan buntu total. Tiket destinasi laris, tapi wisatawan jengkel karena antrean tak berkesudahan. Alih-alih jadi pengalaman manis, liburan justru berubah jadi cerita pahit yang bikin kapok.

Mari tengok ke negeri orang, Jepang misalnya, punya istilah Golden Week, libur nasional panjang setiap awal Mei. Apa yang mereka lakukan? Kalender wisata disusun jauh hari, promosi dipaketkan, transportasi disiapkan dengan jadwal tambahan, bahkan taman-taman kota sudah punya sistem manajemen pengunjung berbasis teknologi. Hasilnya, meski padat, wisatawan tetap nyaman.

Singapura pun paham betul soal libur. Negara mungil itu menjadikan Chinese New Year sebagai magnet pariwisata. Jalanan Orchard Road dipoles, atraksi budaya digelar, hingga bandara Changi disulap penuh dekorasi tematik. Mereka paham, momentum libur adalah panggung promosi, bukan sekadar tanggal merah.

Barcelona lain lagi, ketika musim panas datang, mereka sengaja membatasi jumlah pengunjung di beberapa spot. Tujuannya? Bukan mengusir turis, tapi menjaga kenyamanan dan kualitas pengalaman. Sebab kalau wisatawan pulang dengan wajah kusut, reputasi kota bisa anjlok.

Sayangnya di Indonesia, mental dadakan masih jadi budaya. Mirip pepatah Jawa, “esuk dele sore tempe,”pagi janji begini, sore berubah begitu. Rencana tata kelola destinasi kerap ada di atas kertas, tapi di lapangan masih mengandalkan “kearifan lokal” pasang spanduk dadakan, rekrut juru parkir musiman, dan berharap semua berjalan lancar.

Kalau wisatawan mengeluh, biasanya jawabannya standar “Namanya juga liburan, ya macet lah Pak, sabar ya Bu”. Padahal di era persaingan global, wisatawan punya banyak pilihan. Sekali kecewa di Jogja, bisa saja tahun depan mereka kabur ke Phuket. Sekali kesal di Bandung, bisa saja uang mereka terbang ke Penang.

Sebenarnya, libur nasional itu bukan hanya momentum emas, tapi juga momentum ujian. Ia menguji kesiapan infrastruktur, kemampuan manajemen, hingga kualitas layanan. Kalau kita lolos ujian ini, reputasi pariwisata Indonesia akan naik kelas. Kalau gagal, ya kita terus jadi bahan meme “Libur panjang sama dengan  libur bersabar”.

Karena itu, Kemenpar benar saat menyarankan perlunya manajemen kapasitas destinasi, promosi berbasis kalender, serta kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah harus berani belajar dari kota-kota dunia, tidak ada salahnya meniru Barcelona yang batasi pengunjung, atau Jepang yang pintar mengelola transportasi saat libur.

Kita tak bisa lagi mengandalkan cara hajatan nunggu tamu datang baru cari kursi tambahan, libur nasional sudah jelas jadwalnya, tinggal kita yang harus menyiapkan strategi agar wisatawan pulang dengan hati senang, bukan dengan kenangan macet dan wajah kucel.

Seperti pepatah lama, “Sedia payung sebelum hujan, sedia strategi sebelum liburan”, kalau strategi pariwisata kita masih dadakan, jangan heran kalau libur nasional terus jadi identik dengan macet nasional. Tapi jika kita bisa berbenah, libur nasional bisa berubah jadi ATM ekonomi daerah, sumber devisa, dan ajang memperkuat identitas budaya.

Dan ingat, wisatawan itu seperti tamu undangan pernikahan: sekali kecewa, gosipnya bisa panjang. Jadi lebih baik kita siapkan kursi, nasi, dan hiburan yang layak sebelum mereka datang. Kalau tidak, pariwisata Indonesia akan terus dikenal bukan karena keindahan alamnya, tapi karena kemampuannya bikin wisatawan bersabar.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mampukah ‘SIGertak Plus’ Tekan Angka Kemiskinan Sumsel ?

    Mampukah ‘SIGertak Plus’ Tekan Angka Kemiskinan Sumsel ?

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.377
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Dalam acara Musrenbang Provinsi Tahun 2019 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2020 Provinsi Sumsel, di Hotel Santika Premiere, kemarin. Provinsi Sumatera Selatan [Sumsel]juga mengenalkan dan melauching aplikasi yang disebut-sebut akan membantu penanggulangan kemiskinan. Aplikasi yang dikenalkan tersebut dinamai ‘SIGertak Plus’ Peluncuran aplikasi sistem informasi gerakan terpadu serentak (SIGertak) Plus ini menurut Herman Deru tak ubahnya […]

  • Waspadai Virus Corona, Dinkes Banyuasin Lakukan Hal Ini

    Waspadai Virus Corona, Dinkes Banyuasin Lakukan Hal Ini

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.833
    • 0Komentar

    DINAS Kesehatan Banyuasin menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap  bahaya Virus Corona. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin dr. M. Hakim. Berdasarkan  hasil  kajian menunjukkan, penyakit ini bukan disebabkan virus inflenza, dan bukan penyakit pernapasan biasa. “Untuk jelasnya  masih diteliti lebih lanjut apakah penyakit ini sama dengan penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) […]

  • eCOM Tokenizer dari G+D dan Netcetera untuk mengamankan privasi pembeli online dan meningkatkan bisnis e-commerce

    eCOM Tokenizer dari G+D dan Netcetera untuk mengamankan privasi pembeli online dan meningkatkan bisnis e-commerce

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.633
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, ZURICH, SWITZERLAND – EQS Newswire, GPE (Pembayaran Global Eropa) dan pakar pembayaran e-commerce, Netcetera, menjalin aliansi yang lebih kuat untuk meningkatkan pengalaman berbelanja bagi banyak pelanggan di seluruh Eropa dan memperkuat kepercayaan terhadap online ekosistem pembayaran. Dengan memperkenalkan teknologi pembayaran yang bermanfaat, tokenisasi jaringan, yang didukung oleh Netcetera dan grup teknologi keamanan global, Giesecke+Devrient […]

  • Sekda Nasrun Umar Irup Hari Bhakti PU

    Sekda Nasrun Umar Irup Hari Bhakti PU

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.367
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar bertindak sebagai Inpektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke-74 Tahun 2019, Selasa (3/11/2019). Acara yang berlangsung di Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang mengangkat tema “Sigap Membangun Negeri untuk Indonesia Maju”. Ada yang berbeda pada Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke-74 Tahun 2019 […]

  • Wapres Akan Serahkan Penghargaan, UIN Walisongo akan Dapat Anugerah Badan Publik Informatif

    Wapres Akan Serahkan Penghargaan, UIN Walisongo akan Dapat Anugerah Badan Publik Informatif

    • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan mendapat penghargaan sebagai Badan Publik Informatif. Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi tahunan yang dilakukan Komisi Informasi Pusat (KIP) tahun 2021. Kepastian dapat penghargaan ini tertuang dalam Surat Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Gede Narayana kepada Rektor UIN Walisongo, tertanggal 22 Oktober 2021. Pemberian penghargaan akan […]

  • Harus Waspada, Saat Ini Masih Musim Pancaroba

    Harus Waspada, Saat Ini Masih Musim Pancaroba

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.133
    • 0Komentar

    SAAT ini Tabalong tengah memasuki masa musim peralihan atau pancaroba Berdasarkan data BMKG yang disampaikan BPBD Tabalong, musim pancaroba atau peralihan musim dimulai sejak April hingga Mei 2022, sedangkan April hingga Agustus Tabalong memasuki masa musim kemarau sehingga harus waspada. Dengan masa peralihan ini BPBD Tabalong menyatakan potensi bencana alam akibat hujan seperti banjir dan […]

expand_less
WordPress Archive HT Slider Pro For Elementor HTML5 Audio Player WordPress Plugin HTML5 Audio Players WordPress Plugins Bundle HTML5 File Upload HTML5 Video Player with Playlist & Multiple Skins HTML5 Video Player WordPress Plugin Hub – HTML Responsive Multi-Purpose Template Hub - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Hubhood - Directory & Listing WordPress Theme Hudebia – Restaurant WordPress Theme