Kamis, 17 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Hidup Dekat Stasiun, Rumah Susun Terintegrasi, Naik Kereta Tinggal Lompat, Sarapan Masih Bisa Sambil Tidur!”

“Hidup Dekat Stasiun, Rumah Susun Terintegrasi, Naik Kereta Tinggal Lompat, Sarapan Masih Bisa Sambil Tidur!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 860
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MISALNYA ente bangun tidur jam 6 pagi, alarm nggak perlu disetel karena suara kereta sudah jadi backing track pagi ente, bangun, celingak-celinguk, dan voila!, stasiun cuma selemparan sandal jepit. Itu bukan mimpi, tapi bayangan masa depan yang lagi dirancang Fahri Hamzah & Hashim Djojohadikusumo bareng manajemen baru PT KAI.

Rumah susun terintegrasi ini bikin warga kota nggak cuma hemat waktu, tapi hidup kayak cheat code di game, semuanya serba gampang, semuanya serba dekat. Dari balkon rumah, kamu bisa liat kereta lewat sambil nyeruput kopi panas, anak-anak lari-lari ke stasiun tanpa takut ketabrak (karena perencanaan TOD super matang), dan ibu-ibu belanja sayur sambil nyanyi lagu TikTok.

Di rumah susun ini, rutinitas sehari-hari jadi kayak adegan film komedi jam 6:02 kereta lewat, kamu baru selesai gosok gigi tapi masih sempat bikin kopi di teko mini, lalu anak-anak lari ke stasiun sambil teriak “Papa, lihat keretanya!” dan tetangga cuma senyum, karena mereka juga setiap pagi jadi penonton live show gratis, kemudian ibu-ibunya belanja di kios bawah sambil bilang, “Hari ini naik kereta, besok naik kereta lagi, hidupku kayak TikTok nonstop, tapi nggak capek!”

Pepatah baru warga “Kalau rumahmu dekat rel, jangan heran kalau tetanggamu kereta juga”

Sebelumnya, lahan PT KAI di sepanjang rel sering dianggap cuma “jalan kereta doang”, kayak lemari tua penuh debu. Tapi Fahri Hamzah menegaskan, “Kalau cuma dibiarkan kosong, sama aja punya harta karun tapi nggak digali.”

Bayangin kalau setiap meter persegi lahan rel itu jadi rumah susun rakyat, ibarat dapat cokelat di lemari, tinggal diolah sedikit, semua senang. Tidak hanya memperbanyak hunian, tapi juga bikin warga lebih dekat dengan transportasi publik, hemat waktu, hemat energi, dan kota jadi lebih ramah.

Konsep TOD ini ibarat duet maut antara Batman & Robin, tapi versi nyata untuk kesejahteraan masyarakat. Rumah susun bukan sekadar beton bertingkat kalau direncanakan matang, ini bisa jadi solusi hidup karena warga nggak perlu macet tiap pagi, tinggal duduk manis di kereta sambil scroll TikTok atau ngobrol santai selain itu anak-anak bisa sekolah lebih cepat tanpa tersesat di jalan raya, bahkan ibu-ibu bisa belanja sambil hemat bensin, karena semuanya tinggal jalan kaki ke stasiun.

Sri Haryati, Dirjen Perkotaan, dalam keterangan rilis dilaman pkp.go.id bilang, “Kita harus detail hitung kebutuhan, peruntukan hunian, sekaligus dampak ekonomi. Kalau nggak, rumahnya kayak mie instan basi: terlihat enak, tapi nyesek di lidah dan kantong!”

Kalau TOD diterapkan di seluruh kota, kehidupan warga bisa absurd tapi menyenangkan, karena  pagi-pagi, bapak-bapak jogging sambil ngejar kereta… eh, sebenarnya kereta nggak kejar dia, tapi dia yang keburu ketinggalan jadwal rapat, lantas tetangga yang biasanya ketemu cuma saat banjir sekarang ketemu tiap pagi di stasiun, ngobrol sambil sarapan roti bakar dan  kucing kampung ikut bahagia, karena dari jendela rumah, bisa liat manusia sibuk tapi tertib naik kereta bukan ngejar mobil di jalanan macet.

Semua ini bisa terjadi kalau perencanaan TOD matang, kolaborasi antara PKP, PT KAI, pemerintah daerah, dan swasta berjalan mulus. Seandainya lahan rel PT KAI ibarat cokelat di lemari tua nggak dimanfaatkan, mubazir kalau diolah, bisa bikin semua orang tersenyum.

Rumah susun tanpa akses transportasi ibarat mie instan tanpa air panas percuma, dan tinggal dekat rel bukan cuma soal lokasi, tapi soal praktis, hemat waktu, dan bahagia.

Pesan moralnya sederhana manfaatkan aset strategis negara dengan cerdas, jangan cuma ditinggal debu dan rumput liar. Hunian rakyat yang dekat transportasi publik itu hak semua orang bisa bikin hidup lebih praktis, hemat, dan menyenangkan.

Bayangin kota dengan rumah susun dekat stasiun di mana semua warga tersenyum tiap pagi, kereta jadi teman sehari-hari, dan kehidupan sehari-hari nggak lagi penuh macet dan stres. Ini bukan sekadar mimpi, tapi visi nyata TOD yang bisa diwujudkan.

Kalau semua elemen jalan bareng perencanaan matang, kolaborasi pemerintah-swasta, dan data yang jelas, maka warga kota bakal merasakan manfaat langsung: hemat waktu, hemat energi, hidup lebih mudah, dan ya… bisa ngakak tiap pagi sambil lihat kereta lewat jendela balkon!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senyum Faisal saat terima kunci rumah usai di rehap, Asa Ratu Dewa

    Senyum Faisal saat terima kunci rumah usai di rehap, Asa Ratu Dewa

    • calendar_month Minggu, 7 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ini merupakan moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh Faisal [40], ia bisa menempati rumah baru setelah 3 tahun terpaksa tinggal di kontrakan. Wajahnya juga terlihat tersenyum, pasalnya rumahnya yang dulu hangus kebakaran, kini sudah dibuatkan rumah baru oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Kunci rumah tersebut diserahkan secara langsung […]

  • Pemerataan Pembangunan Kabupaten Kota Terus Dilaksanakan, Kali Ini Infrastruktur PALI Diresmikan

    Pemerataan Pembangunan Kabupaten Kota Terus Dilaksanakan, Kali Ini Infrastruktur PALI Diresmikan

    • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN yang merata hingga pelosok desa sudah semakin nyata dan kian terasa memberikan manfaat bagi masyarakat di Sumsel, tak terkecuali bagi masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Seperti hari ini, Minggu (1/5) bertempat di SDN 17 Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Gubernur Sumsel H Herman Deru kembali meresmikan puluhan proyek infrastruktur […]

  • DI HUT Korpri ke-49, Presiden RI Pesan Ini

    DI HUT Korpri ke-49, Presiden RI Pesan Ini

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.079
    • 0Komentar

    MEMPERINGATI HUT ke-49 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas semangat anggota Korpri yang di tengah situasi pandemi saat ini tetap menjalankan tugas pengabdian dari negara. Di tengah kesulitan dan keterbatasan yang ada di tengah pandemi, Kepala Negara berharap agar hal itu tak menjadi penghalang bagi para ASN untuk dapat bekerja […]

  • Polisi & Pemda Bahas Rencana Penerapan E-Tilang di OKI, Ini Manfaatnya

    Polisi & Pemda Bahas Rencana Penerapan E-Tilang di OKI, Ini Manfaatnya

    • calendar_month Senin, 23 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 772
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN daerah (Polda) Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membahas rencana penerapan Tilang Elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcemnet (ETLE), khususnya di Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Rencana ini mendapat dukungan penuh Bupati OKI H. Iskandar, SE “Di era digital, sesuai dengan arahan Presiden, semuanya dituntut cepat, tepat dan akurat dalam memberikan […]

  • ASN Bergaji di Atas Rp6 Juta Diminta Bayar Zakat

    ASN Bergaji di Atas Rp6 Juta Diminta Bayar Zakat

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang meminta aparatur sipil negara (ASN) dengan penghasilan di atas Rp6 juta per bulan menunaikan zakat profesi melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Kebijakan ini bertujuan meningkatkan penghimpunan dana zakat untuk mendukung program bantuan dan pemberdayaan masyarakat berpenghasilan rendah. Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan imbauan tersebut saat menghadiri kegiatan penyerahan bukti setor […]

  • Kepsek SMA Tulung Selapan Bantah Manipulasi LPJ Dana Bos

    Kepsek SMA Tulung Selapan Bantah Manipulasi LPJ Dana Bos

    • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.253
    • 0Komentar

    KEPALA Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri  1 Tulung Selapan, Rifki Herianto S.Pd membantah telah melakukan manipulasi laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan menggelembungan laporan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2020 dan Tahun 2021. “Saya sudah mengeluarkan Dana Bos sesuai dengan Juknis dan RKAS, melalui laporan berkala yang diperiksa dan di monev oleh Diknas […]

expand_less
WordPress Archive Doris – Blog and Magazine WordPress Theme Doris – Blog & Magazine Template Kit Dormatic – Garage Door Repair WordPress Theme Dosino – Arcade Games & Attractions Elementor Template Kit Dot Blog Pro – Creative WordPress Theme For Bloggers Dotfolio – Creative WordPress Theme DotLife | Coaching Online Courses WordPress Dotokai – Karate & Martial Arts School Elementor Template Kit Dotted – Corporate Multipurpose WordPress Theme DoughBoiBakery – Bakery Cakery Elementor Template Kit