Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Hidup Dekat Stasiun, Rumah Susun Terintegrasi, Naik Kereta Tinggal Lompat, Sarapan Masih Bisa Sambil Tidur!”

“Hidup Dekat Stasiun, Rumah Susun Terintegrasi, Naik Kereta Tinggal Lompat, Sarapan Masih Bisa Sambil Tidur!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 849
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MISALNYA ente bangun tidur jam 6 pagi, alarm nggak perlu disetel karena suara kereta sudah jadi backing track pagi ente, bangun, celingak-celinguk, dan voila!, stasiun cuma selemparan sandal jepit. Itu bukan mimpi, tapi bayangan masa depan yang lagi dirancang Fahri Hamzah & Hashim Djojohadikusumo bareng manajemen baru PT KAI.

Rumah susun terintegrasi ini bikin warga kota nggak cuma hemat waktu, tapi hidup kayak cheat code di game, semuanya serba gampang, semuanya serba dekat. Dari balkon rumah, kamu bisa liat kereta lewat sambil nyeruput kopi panas, anak-anak lari-lari ke stasiun tanpa takut ketabrak (karena perencanaan TOD super matang), dan ibu-ibu belanja sayur sambil nyanyi lagu TikTok.

Di rumah susun ini, rutinitas sehari-hari jadi kayak adegan film komedi jam 6:02 kereta lewat, kamu baru selesai gosok gigi tapi masih sempat bikin kopi di teko mini, lalu anak-anak lari ke stasiun sambil teriak “Papa, lihat keretanya!” dan tetangga cuma senyum, karena mereka juga setiap pagi jadi penonton live show gratis, kemudian ibu-ibunya belanja di kios bawah sambil bilang, “Hari ini naik kereta, besok naik kereta lagi, hidupku kayak TikTok nonstop, tapi nggak capek!”

Pepatah baru warga “Kalau rumahmu dekat rel, jangan heran kalau tetanggamu kereta juga”

Sebelumnya, lahan PT KAI di sepanjang rel sering dianggap cuma “jalan kereta doang”, kayak lemari tua penuh debu. Tapi Fahri Hamzah menegaskan, “Kalau cuma dibiarkan kosong, sama aja punya harta karun tapi nggak digali.”

Bayangin kalau setiap meter persegi lahan rel itu jadi rumah susun rakyat, ibarat dapat cokelat di lemari, tinggal diolah sedikit, semua senang. Tidak hanya memperbanyak hunian, tapi juga bikin warga lebih dekat dengan transportasi publik, hemat waktu, hemat energi, dan kota jadi lebih ramah.

Konsep TOD ini ibarat duet maut antara Batman & Robin, tapi versi nyata untuk kesejahteraan masyarakat. Rumah susun bukan sekadar beton bertingkat kalau direncanakan matang, ini bisa jadi solusi hidup karena warga nggak perlu macet tiap pagi, tinggal duduk manis di kereta sambil scroll TikTok atau ngobrol santai selain itu anak-anak bisa sekolah lebih cepat tanpa tersesat di jalan raya, bahkan ibu-ibu bisa belanja sambil hemat bensin, karena semuanya tinggal jalan kaki ke stasiun.

Sri Haryati, Dirjen Perkotaan, dalam keterangan rilis dilaman pkp.go.id bilang, “Kita harus detail hitung kebutuhan, peruntukan hunian, sekaligus dampak ekonomi. Kalau nggak, rumahnya kayak mie instan basi: terlihat enak, tapi nyesek di lidah dan kantong!”

Kalau TOD diterapkan di seluruh kota, kehidupan warga bisa absurd tapi menyenangkan, karena  pagi-pagi, bapak-bapak jogging sambil ngejar kereta… eh, sebenarnya kereta nggak kejar dia, tapi dia yang keburu ketinggalan jadwal rapat, lantas tetangga yang biasanya ketemu cuma saat banjir sekarang ketemu tiap pagi di stasiun, ngobrol sambil sarapan roti bakar dan  kucing kampung ikut bahagia, karena dari jendela rumah, bisa liat manusia sibuk tapi tertib naik kereta bukan ngejar mobil di jalanan macet.

Semua ini bisa terjadi kalau perencanaan TOD matang, kolaborasi antara PKP, PT KAI, pemerintah daerah, dan swasta berjalan mulus. Seandainya lahan rel PT KAI ibarat cokelat di lemari tua nggak dimanfaatkan, mubazir kalau diolah, bisa bikin semua orang tersenyum.

Rumah susun tanpa akses transportasi ibarat mie instan tanpa air panas percuma, dan tinggal dekat rel bukan cuma soal lokasi, tapi soal praktis, hemat waktu, dan bahagia.

Pesan moralnya sederhana manfaatkan aset strategis negara dengan cerdas, jangan cuma ditinggal debu dan rumput liar. Hunian rakyat yang dekat transportasi publik itu hak semua orang bisa bikin hidup lebih praktis, hemat, dan menyenangkan.

Bayangin kota dengan rumah susun dekat stasiun di mana semua warga tersenyum tiap pagi, kereta jadi teman sehari-hari, dan kehidupan sehari-hari nggak lagi penuh macet dan stres. Ini bukan sekadar mimpi, tapi visi nyata TOD yang bisa diwujudkan.

Kalau semua elemen jalan bareng perencanaan matang, kolaborasi pemerintah-swasta, dan data yang jelas, maka warga kota bakal merasakan manfaat langsung: hemat waktu, hemat energi, hidup lebih mudah, dan ya… bisa ngakak tiap pagi sambil lihat kereta lewat jendela balkon!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pindah Kantor Baru, Ombudsman Sumsel Bakal Buka Lagi Kelas Partisipasi Masyarakat

    Pindah Kantor Baru, Ombudsman Sumsel Bakal Buka Lagi Kelas Partisipasi Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Ketua Ombudsman RI,  Provinsi Sumsel  M.Adrian mengatakan  dalam waktu dekat akan membuat kembali kelas partisipasi masyarakat setelah menempati kantor yang hari ini diresmikan. “Kelas partisipasi masyarakat, yakni materi pembelajaran kelas layanan publik, semua  masyarakat bisa mendaftar,” terangnya saat meresmikan Kantor baru Ombudsman RI Provinsi Sumsel di Jalan Radio Palembang, Kamis [14/3/2019). Menurutnya kantor baru Ombudsman yang […]

  • Samsung Galaxy A54 5G Bisa Dijadikan Andalan untuk Memotret Momen Malam Takbiran, Coba Yuk !

    Samsung Galaxy A54 5G Bisa Dijadikan Andalan untuk Memotret Momen Malam Takbiran, Coba Yuk !

    • calendar_month Rabu, 19 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 14.951
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Samsung Galaxy A54 5G bisa dijadikan andalan untuk memotret momen malam takbiran. Apalagi umat Islam diseluruh dunia tak lama lagi akan merayakan takbiran dan Lebaran Idul Fitri 1444 H di kampung halamannya masing-masing bersama keluarga dan sahabatnya.   Momen hari kemenangan tersebut selalu akan berkesan indah, tak lupa di era digital ini segala […]

  • Narkoba Musuh Besar, Pemprov Sumsel  Siap Dukung BNN Mewujudkan Program Desa Bersinar

    Narkoba Musuh Besar, Pemprov Sumsel  Siap Dukung BNN Mewujudkan Program Desa Bersinar

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya menghadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 secara virtual bersama Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin, dari Auditorium Bina Praja, Senin (28/6). Kesempatan itu dimanfaatkan Wagub Mawardi Yahya untuk mendukung program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di Indonesia yang diluncurkan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. MY juga berharap peringatan […]

  • Asa Di Ajang Palembang Muslim Fashion Festival 2019

    Asa Di Ajang Palembang Muslim Fashion Festival 2019

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang berharap melalui Palembang Muslim Fashion Festival 2019 ke depannya mampu mendongkrak Usaha mikro kecil menengah atau (UMKM), terutama yang bergerak di industri busana muslim. “Saya optimistis peluang di industri busana muslim dari waktu ke waktu trend-nya terus meningkat, “ kata Herli Kurniawan, M.Ap, Staf Ahli Walikota  Palembang Bidang Pemerintahan, Sosial dan Masyarakat  dalam […]

  • Gempa Donggala 7,7 SR,  BMKG Beri Keterangan Resmi

    Gempa Donggala 7,7 SR, BMKG Beri Keterangan Resmi

    • calendar_month Jumat, 28 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALU – Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada pukul 18.02 WITA, membuat tiga wilayah mengalami Tsunami. Namun saat ini, warning tsunami tersebut telah diakhiri oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG,  Dwikorita Karnawati, mengatakan ada tiga daerah yang dilanda tsunami akibat gempa Donggala, yakni Kota […]

  • SANG Bongkar- e STDB Siap Bantu Pendapatan Petani Karet & Sawit Muba, Bupati : Ini Bukan Gagah-gagahan

    SANG Bongkar- e STDB Siap Bantu Pendapatan Petani Karet & Sawit Muba, Bupati : Ini Bukan Gagah-gagahan

    • calendar_month Kamis, 17 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.728
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mendongkrak harga jual karet dan kelapa sawit hasil usaha  petani rakyat dengan meluncurkan sistem Aplikasi Lelang Bahan Olahan Karet yang dinamai SANG Bokar dan aplikasi e-STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya). “Ini terobosan inovasi yang hebat dan visioner,” ungkap Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir Dedi Junaedi […]

expand_less
WordPress Archive Doris – Blog and Magazine WordPress Theme Doris – Blog & Magazine Template Kit Dormatic – Garage Door Repair WordPress Theme Dosino – Arcade Games & Attractions Elementor Template Kit Dot Blog Pro – Creative WordPress Theme For Bloggers Dotfolio – Creative WordPress Theme DotLife | Coaching Online Courses WordPress Dotokai – Karate & Martial Arts School Elementor Template Kit Dotted – Corporate Multipurpose WordPress Theme DoughBoiBakery – Bakery Cakery Elementor Template Kit