Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » [Tekno + Edukasi ] “Belgia Bukan Cuma Cokelat, Misi Dagang Kampus, Digital & Double Degree ke Indonesia”

[Tekno + Edukasi ] “Belgia Bukan Cuma Cokelat, Misi Dagang Kampus, Digital & Double Degree ke Indonesia”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • visibility 775
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

-Kemdiktisaintek, kolaborasi pendidikan tinggi, teknologi, dan internasionalisasi kampus

ITULAH tiga kunci utama pertemuan antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Frank Felix. Di tengah era global yang serba daring dan penuh saingan seperti antrean sembako gratis, Kemdiktisaintek nggak mau ketinggalan kereta. Mereka gercep membangun kerja sama internasional, demi mencetak generasi Indonesia yang nggak cuma bisa TikTok-an, tapi juga bisa bersaing di panggung dunia.

Kisahnya dimulai begini…

Di suatu Rabu yang tidak terlalu mendung, tapi cukup cerah untuk ngopi sore, datanglah tamu kehormatan dari negeri jauh bernama Belgia. Bukan, ini bukan sales wafer Belgia atau importir keju. Ini adalah Frank Felix, Duta Besar Belgia yang datang membawa misi: bukan misi rahasia, tapi misi pendidikan, teknologi, dan harapan manis masa depan.

Disambut langsung oleh Sekjen Kemdiktisaintek, Pak Togar Mangihut Simatupang yang wajahnya sumringah seperti mahasiswa baru dapat beasiswa LPDP pertemuan ini berlangsung dengan nuansa hangat dan penuh potensi. Kayak gebetan yang cocok diajak ngobrol panjang dan punya visi hidup.

Kalau dulu kampus identik dengan bangunan tua dan papan tulis penuh kapur, kini Indonesia punya cita-cita besar: kampus digital, sistem manajemen pembelajaran yang mutakhir, bahkan ujian online yang nggak perlu sinyal kencang. Belgia pun menawarkan solusi teknologi pendidikan yang bisa dipakai bahkan di daerah yang sinyalnya sering “hilang muncul kayak mantan waktu butuh”.

Solusi ini seperti menemukan WiFi gratis di tengah hutan belantara berkah banget buat Indonesia yang geografisnya ribet dan infrastrukturnya belum semua melek digital.

Kemdiktisaintek juga nggak mau mahasiswa Indonesia cuma “muter-muter” di dalam negeri. Kolaborasi dengan kampus Belgia pun diincar untuk bikin program double degree. Bayangin, lulus dapet dua ijazah satu dari Indonesia, satu dari Belgia. Kayak beli satu dapat satu, tapi ini ijazah, bukan sepatu diskon.

Apalagi program doktoral, yang bisa jadi jembatan emas untuk riset bareng. Dari semikonduktor sampe air bersih, dari energi terbarukan sampai ketahanan pangan kerja samanya bukan kaleng-kaleng. Ini udah bukan soal belajar, tapi soal bertahan hidup di masa depan. Seperti kata pepatah, “Siapa yang menanam riset, dia akan memanen solusi.”

Dubes Frank dengan semangat menyampaikan bahwa Belgia juga pengen lebih banyak mahasiswa mereka kuliah di Indonesia. Lah, ternyata Indonesia bukan cuma tujuan wisata murah buat bule, tapi juga tempat kuliah yang makin seksi. Belgia ngeliat potensi kita kayak pengusaha ngelirik startup baru: penuh peluang, tinggal dipoles.

Kemdiktisaintek pun mengiyakan dengan tegas. Biar adil, pertukaran ini harus dua arah. Kayak sahabat baik saling datang, saling belajar, saling bagi pengalaman. Jangan sampai Indonesia cuma jadi tempat magang, tapi juga rumah belajar.

Di balik semua seremoni, duduk manis, dan kopi diplomatik itu, ada pesan moral yang dalam:
Kalau kita ingin maju, jangan cuma menutup pintu lalu bilang “kami mandiri”, tapi buka jendela, buka ruang kolaborasi. Belajar dari siapa saja, bekerja sama dengan siapa saja, demi masa depan anak bangsa yang lebih cerdas, lebih adaptif, dan tetap punya nilai lokal walau berstandar global.

Seperti kata pepatah modern, “Internasionalisasi bukan berarti kehilangan jati diri. Tapi menemukan siapa kita dalam percakapan global.”

Pertemuan Kemdiktisaintek dan Dubes Belgia bukan cuma soal seremoni dan foto bareng. Ini adalah langkah konkret untuk membangun masa depan pendidikan tinggi Indonesia. Biar generasi berikutnya nggak cuma jago main PUBG, tapi juga jago riset, bikin teknologi, dan siap bersaing di dunia yang makin kompleks ini.

Jadi, kalau besok kamu ketemu mahasiswa dari Belgia di kantin kampus, jangan kaget. Itu bukan turis nyasar, tapi buah dari kerja sama yang hari ini ditanam.

Dan ingat, dunia ini terlalu luas untuk dipelajari sendirian. Jadi yuk, belajar bareng karena masa depan itu hasil kolaborasi, bukan kompetisi terus-terusan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunjuk Emran Tabrani Jadi Penjabat Sekda Kab.Muara Enim, 3 PR Ini Perlu Dituntaskan

    Tunjuk Emran Tabrani Jadi Penjabat Sekda Kab.Muara Enim, 3 PR Ini Perlu Dituntaskan

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan, H. Herman Deru resmi menunjuk Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Muara Enim, Drs. Emran Tabrani, M.Si., sebagai Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan dilaksanakan dilakukan Sekda Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Nasrun Umar, S.H., M.M., atas nama Gubernur di Ruang Pangripta Nusantara, Kantor […]

  • Perlu Transparan, Nama Hasil Seleksi KPU Perlu Diumumkan

    Perlu Transparan, Nama Hasil Seleksi KPU Perlu Diumumkan

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.462
    • 0Komentar

    DIREKTUR Democracy and Electoral Partnership (DEEP) Neni Nur Hayati mengimbau tim seleksi Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Bawaslu (Timsel KPU Bawaslu) masa jabatan 2022-2027 dapat membuka nama-nama peserta hasil seleksi tersebut. Hal ini sebagai upaya memicu partisipasi publik dalam proses seleksi. “Agar publik juga bisa melakukan pengawalan terhadap proses seleksi dan memastikan […]

  • Serahkan Bantuan Peralatan Pertanian,  Gubernur Bangga Prestasi OKU Timur Peringkat IV Nasional Produksi Padi

    Serahkan Bantuan Peralatan Pertanian, Gubernur Bangga Prestasi OKU Timur Peringkat IV Nasional Produksi Padi

    • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 750
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru mengapresiasi komitmen Komitmen Kabupaten OKU Timur dalam  meningkatkan produksi padi. Bahkan OKU Timur tercatat sebagai Peringkat IV Nasional Produksi Padi Tertinggi yang ditandai dengan diterimanya Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 beberapa waktu lalu. Sebagai bentuk rasa bangganya atas prestasi OKU Timur tersebut, Gubernur Herman Deru  menyerahkan bantuan sejumlah  peralatan produksi […]

  • Wujudkan Keamanan Pangan Terpadu, OKI Gandeng BPOM Palembang

    Wujudkan Keamanan Pangan Terpadu, OKI Gandeng BPOM Palembang

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir berupaya mewujudkan Keamanan Pangan Terpadu dengan menjalin kerjasama dengan BPOM Palembang serta mendukung program prioritas nasional Desa Pangan Aman/Pasar Aman Berbasis Komunitas/Panfan Jajanan Anak Usia Dini. “Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, maka dari itu sinergitas menjadi kunci untuk mengoptimalkan program GERMAS SAPA di OKI”, terang Bupati OKI melalui Asisten […]

  • Cik Ujang: Jasa Alex Noerdin Masih Terasa di Sumsel

    Cik Ujang: Jasa Alex Noerdin Masih Terasa di Sumsel

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    40 hari wafatnya Alex Noerdin, ratusan jamaah padati Masjid Raya Taqwa Palembang EMPAT puluh hari setelah kepergian mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, Masjid Raya Taqwa dipadati jamaah. Sejak sore, warga berdatangan, sebagian harus duduk di serambi karena ruang utama cepat terisi, Minggu (5/4/2026). Lantunan Yasin mengalun pelan, menghadirkan suasana tenang di dalam masjid. […]

  • “100 Hari Ratu Dewa: Berobat Gak Pake Ribet, Ambulans Ngebut, Rumah Dibedah!

    “100 Hari Ratu Dewa: Berobat Gak Pake Ribet, Ambulans Ngebut, Rumah Dibedah!

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.070
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Palembang sekarang punya kapten baru, dan beliau gak pake lama buat ngegas! Wali Kota Ratu Dewa resmi naik panggung dan langsung ngelempar program 100 hari yang bikin warga melongo. Biasanya pejabat baru butuh “adaptasi” dulu (alias lihat-lihat dulu sebelum kerja), tapi Pak Dewa ini langsung tancap NOS! Dari urusan kesehatan, perumahan, sampai gerakan […]

expand_less
WordPress Archive Gabriela – Crafted Blog WordPress Theme Gaco – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Gadden – Garden Landscaper WordPress Theme GadgetFIX – Gadget, Smartphone & Laptop Repair Services Template Kit Gadgetin – Smartphone & Computer Repair Elementor Template Kit Gaea – Environmental WordPress Theme Gags – Image, Meme & Video Sharing WordPress Theme Gaia - Agriculture & Organic Farming Elementor Template Kit Gainlove – Nonprofit Charity WordPress Theme Galatia – Contemporary Agency WordPress Theme