Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Daripada Ngontrak Seumur Jagung, Mending Punya Rumah Sendiri: Strategi Pemerintah Biar Pengantin Baru Gak Berujung Jadi Keluarga Kontrakan Nasional!”

“Daripada Ngontrak Seumur Jagung, Mending Punya Rumah Sendiri: Strategi Pemerintah Biar Pengantin Baru Gak Berujung Jadi Keluarga Kontrakan Nasional!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • visibility 619
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RUMAH murah untuk pengantin baru, kini bukan lagi sekadar janji manis kayak undangan pernikahan cetak glossy. Pemerintah lewat Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, resmi meluncurkan strategi yang bisa bikin pengantin baru dan tukang somay sekalipun manggut-manggut haru program Rumah untuk Semua yang bukan cuma judul seminar, tapi juga potensi solusi dari krisis “kontrakan nasional” yang sudah mewabah sampai ke grup WhatsApp RT.

Bayangkan ini, dua sejoli baru nikah, masih anget kayak gorengan pasar subuh, mereka baru saja melepas masa lajang dengan mahar seperangkat alat salat dan seikat utang resepsi. Hari berikutnya? Mereka dihadapkan pada dilema abadi rakyat kecil “Ngontrak di gang sempit atau numpang di rumah mertua yang dindingnya setipis kerupuk?”

Nah, di sinilah Wamen Fahri Hamzah datang bagai superhero pakai rompi proyek. Dalam diskusi publik “Rumah untuk Semua: Strategi Pemerintah Mempercepat Akses Hunian Layak”, beliau menabuh genderang revolusi tiga jurus pamungkas sektor perumahan bakal digeber tahun depan!

Tiga Jurus Rumah Anti-Ngamen

Jurus Satu, Renovasi Dua Juta Rumah
Cocok buat yang rumahnya sudah ada, tapi bocor tiap hujan, lantainya masih tanah, dan gentengnya mirip puzzle. Pemerintah alokasikan Rp43 triliun! Ini bukan renovasi ala tukang palsu yang cuma ganti keramik jadi kramik, tapi renovasi serius agar rumah benar-benar layak huni, bahkan kalau bisa layak posting di Instagram.

Jurus Dua: Bangun Satu Juta Rumah Baru
Nah, ini surganya pengantin baru dan pedagang kecil! Pemerintah gandeng swasta buat bangun rumah-rumah baru yang terjangkau dan gak di tengah hutan. Fokusnya bukan cuma kuantitas, tapi juga kualitas biar gak kejadian rumahnya jadi sarang nyamuk demam berdarah dan kenangan mantan.

Jurus Tiga: Rumah Vertikal di Pesisir
Buat masyarakat pesisir dan urban warrior yang hidupnya setengah darat, setengah laut, program rumah vertikal hadir biar mereka gak selamanya hidup di bangunan semi permanen yang goyang kalau angin laut kenceng.

Di sinilah perumpamaan yang paling ngena “Kalau mau goreng tempe, pegang dulu wajan. Kredit itu cuma minyaknya”

Subsidi selama ini terlalu banyak diarahkan ke bunga kredit, kata Pak Wamen, dunia sudah berubah, negara harus kuasai tanahnya, atur zonasinya, baru bangun rumahnya. Biar rumah rakyat gak jadi mainan developer yang orientasinya lebih mirip juragan tahu bulat untung cepat, kualitas lewat.

Pemerintah rancang skema sewa jangka panjang ala cicilan jajan anak SD. Jadi, misalnya tukang gorengan penghasilan Rp70 ribu per hari bisa tetap nyicil rumah, asal nggak boros beli skin Mobile Legends.

“Kalau rumah bisa digratiskan setelah cicilan lunas, kenapa harus ngontrak seumur hidup?” kata Wamen.

Bukan salah pengantin baru kalau harus ngontrak, salahnya kalau negara gak sigap kasih jalan keluar. Dulu ada pepatah “lebih baik hujan batu di rumah sendiri daripada hujan emas di rumah kontrakan orang”. Tapi sekarang? Kita butuh rumah yang gak sekadar tempat berteduh, tapi juga tempat masa depan bisa disusun rapi kayak rak piring.

Saran Kocak tapi Serius pemerintah daerah jangan cuma plang proyek, tapi sediakan lokasi!. Jangan sampai ada rumah subsidi, tapi lokasinya di belakang pabrik tahu busuk.

Swasta Ayo Ikut Nyemplung!, jangan cuma bangun apartemen buat sultan, bangun juga buat rakyat yang makannya masih pakai sambal dan kerupuk.

Buat Portal Khusus untuk Pendaftaran Rumah Pertama, biar rakyat gak kebingungan kayak nyari jodoh di usia 40.

Rumah bukan sekadar bangunan dari bata dan semen, rumah adalah mimpi yang dikonversi jadi kenyataan pakai surat-surat lengkap dan atap yang gak bocor.

Kalau negara berhasil bikin program ini berjalan, maka pengantin baru tak perlu lagi bermusuhan dengan kontrakan, dan tukang somay bisa pulang bukan ke gerobak, tapi ke rumah sendiri.

Karena sejatinya, lebih baik capek nyicil rumah sendiri daripada nyaman di kontrakan orang yang tiap tahun naik harga dan pas mau pindah harus cuci tirai dulu.”Gaji pas-pasan, tapi bisa punya rumah sendiri? Program ini jawabannya! Pengantin baru dan tukang somay merapat, solusi kontrakan ada di depan mata!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Bulan Belum Dibayar, Tenaga Medis Covid-19 Mengeluh

    2 Bulan Belum Dibayar, Tenaga Medis Covid-19 Mengeluh

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.187
    • 0Komentar

    SEJUMLAH tenaga medis mengeluh menyusul insentif covid -19 belum dibayar Manajemen RSUD Kayuagung selama dua bulan ini. Padahal seperti diketahui angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih cukup tinggi, dan tugas serta tanggung jawab tenaga medis tentu kian beresiko. Saya tidak tahu kenapa insentif tenaga medis selama dua bulan belum bayar. Padahal […]

  • Siapa Penemu Gitar Sebenarnya? Sosok di Balik Alat Musik yang Mendunia

    Siapa Penemu Gitar Sebenarnya? Sosok di Balik Alat Musik yang Mendunia

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Siapa penemu gitar sebenarnya? Jawabannya ternyata tidak sesederhana menyebut satu nama. Gitar yang kini akrab dalam berbagai jenis musik merupakan hasil perjalanan panjang alat musik berdawai yang terus berubah bentuk dan berkembang dari masa ke masa. Di tangan musisi, gitar bisa terdengar lembut, riang, melankolis, bahkan berisik sampai tetangga ikut tahu kalau seseorang […]

  • Ribuan Tendangan, Jaket Kamuflase, & Mimpi Indonesia Emas, Ketika Jakabaring Jadi Pabrik Ninja”

    Ribuan Tendangan, Jaket Kamuflase, & Mimpi Indonesia Emas, Ketika Jakabaring Jadi Pabrik Ninja”

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    JANGAN anggap enteng sepakan anak bangsa, kalau dulu kita bangga sama sepakan Kungfu Panda, sekarang giliran Taekwondoin Jakabaring yang bikin geger Hall Ranau kayak dapur nasi goreng panas, berasap, dan penuh teriakan. Hari Sabtu (26 Juli 2025), Jakabaring Sport City berubah bukan jadi tempat nonton badminton atau selfie di bawah jembatan Ampera mini, tapi jadi […]

  • Kuda Bernama Jethro & Flash Jordan Bawa ‘Dua Srikandi’ Daftar ke KPU Kota Palembang

    Kuda Bernama Jethro & Flash Jordan Bawa ‘Dua Srikandi’ Daftar ke KPU Kota Palembang

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Fitrianti Agustinda-Nandriani Octarina naik kuda saat mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Rabu (28/8/2024). Duo Srikandi  tersebut tiba di kantor KPU Palembang sekitar pukul 13.00 WIB, yang dikawal ratusan orang pendukungnya. Fitri-Nandri langsung menunggangi kuda yang masing-masing bernama Jethro dan Flash […]

  • Dekranasda Craft Creativity Competition dan UMKM

    Dekranasda Craft Creativity Competition dan UMKM

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    UNTUK lebih mempopulerkan usaha maupun produk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah [UMKM] di Sumsel, Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel Febrita Lustia Herman Deru membuka secara resmi Dekranasda Craft Creativity Competition dan temu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  2019 di Gedung Serbaguna Dekranasda Jakabaring, Rabu (10/7/2019]. Kegiatan yang diisi dengan menampilkan stand-stand pameran […]

  • Dhennie Zainal Ditunjuk Jadi Plh Ketua KONI Sumsel

    Dhennie Zainal Ditunjuk Jadi Plh Ketua KONI Sumsel

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    PASCA mundurnya Ketua  KONI Sumsel yang lama dan sebelum terpilihnya Ketua Koni Baru. Nakhoda KONI Sumsel dipercayakan pada Dhennie Zainal sebagai  Pelaksana harian (Plh) Ketua. Wakil Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumsel Tahun 2019 di hotel Swarna Dwipa, Rabu(11/9) malam menegaskan, […]

expand_less
WordPress Archive EnvArch – Architecture & Single Property Elementor Template Kit Envato Market Affiliate Forms for Elementor Envira Gallery – Albums Addon Envira Gallery | Breadcrumbs Addon Envira Gallery | CSS Addon Envira Gallery | Deeplinking Addon Envira Gallery | Defaults Addon Envira Gallery | Downloads Addon Envira Gallery | Dropbox Importer Addon Envira Gallery | Dynamic Addon