Industri Kreatif & UKM

Dekranasda Craft Creativity Competition dan UMKM

Foto : Humas Pemprov Sumsel

UNTUK lebih mempopulerkan usaha maupun produk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah [UMKM] di Sumsel, Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel Febrita Lustia Herman Deru membuka secara resmi Dekranasda Craft Creativity Competition dan temu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  2019 di Gedung Serbaguna Dekranasda Jakabaring, Rabu (10/7/2019].

Kegiatan yang diisi dengan menampilkan stand-stand pameran industri creatif dan kerajinan, baik itu bahan tekstil, logam, kayu, daur ulang, sumber daya alam ini dipercaya Gubernur Sumsel H. Herman Deru dapat menjado stimulan untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan kredibiltas para pelaku UMKM.

“ Saya ingin Dekranasda ini berkolaborasi dengan semua pihak tidak hanya pemerintah saja tapi berkerjasama juga dengan seluruh instansi baik yang punya aturannya atau lembaga yang memiliki kepedulian menjadikan UKM dan IKM sebagai lapangan kerja baru,” tuturnya.

Herman Deru menginginkan, kedepan UMKM dibuatkan zona komoditas yang akan mendorong penyerapan bahan baku, hingga pemasaran. Menurutnya dengan cara tersebut pelaku UKM dan IKM akan merasa diperhatikan.

“ Saya ingin Dekranasda yang dipimpin oleh ibu Feby, menjdi destinasi bagi orang-orang yang butuh kerajinan dan seni budaya di provinsi Sumsel ini menjadi destinasi wisata,” katanya.

Dikatakan Herman Deru, Pemprov Sumsel tidak akan membiarkan para pelaku UMKM berdiri sendiri,  oleh sebab itu pula Ia mengajak semua bank agar penyaluran KUR lebih fokus pada UKM dan IKM dapat langsung diimplementasikan.

“Saya punya perhatian khusus ke aset Dekranasda, maka saya berikan penegasan khusus kepada pengurus Dekranasda untuk menjadikan tempat ini sebagai destinasi bagi semua,” tambahnya.

“ Harapan Saya dunia perbankan itu kalau membina jangan berbasis wilayah tapi komoditas, kemudian penyaluran KUR itu diberikan tepat sasaran kepada pelaku IKM dan UMKM. Siapa yang mengurusi itu harus berkoordinasi dengan Dekranasda agar tidak terjadi pengusaha dadakan. Kita akan segera berikan stimulan atau APBD untuk memancing para pelaku usaha itu sendiri untuk berbenah, membenahi dan menjadikan tempat ini sebagai destinasi,” pungkasnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel menghimbau dan mengharapkan agar peran dari pihak BUMN/BUMD dapat lebih ditingkatan di masa-masa yang akan datang. Menurutnya, banyak hal yang dapat dikolaborasikan utamanya dalam mengembangkan kerajinan di Provinsi Sumsel.

“Dengan mengharapkan produk-produk kerajinan masyarakat Sumatera Selatan tidak hanya menjadi “tuan rumah” di daerahnya sendiri, tetapi juga dapat bersaing di pasar regional, nasional dan bahkan di pasar keterlibatan Dekranasda kita internasional,” tuturnya.

Khusus untuk Pemberdayaan Kawasan Dekranasda Provinsi Sumsel, Feby mengatakan Kawasan  ini memiliki lahan seluas 17 Ha dengan bangunan 1 (Gedung) dan 15 Anjungan Kabupaten/Kota dan 20 unit Gazebo. Dekranasda Provinsi Sumsel bermaksud mengembangkankan areal tersebut secara profesyional sebagai sumber PAD dengan merevitalisasi kawasan menjadi lokasi objek wisata dengan menampilkan Pusat produk hasil kerajinan (handycraft) daerah Sumatera Selatan dan luar Sumsel, Pusat Kuliner, Gallery Seni Sentra Bahan Baku dan lain-lain.

“Selain memberikan motivasi untuk meningkatkan kapasitas, Kualitas pelaku IKM kami juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Dekranasda Craft Creativity Competition yang untuk penjuriannya sendiri sudah kita lakukan pada tanggal 27-28 Juni 2019 yang diikuti untuk hampir 45 orang. Sedangkan yang mengikuti untuk Pemenang The Craft Competition didasarkan atas kategori, tekstil, logam, ataupun bahan baku daur ulang lainnya. Pada kesempatan ini juga akan diselenggarakan fashion show, launching website, dan sistem informasi data base kerajinan, serta pemaparan revitalitasi Enjoy Dekranasda,” pungkasnya.[**]

Rilis : Humas Pemprov Sumsel

 

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com