Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » “Tragedi Trawl & Drama Rumpon, Ketika Ikan Tak Lagi Bisa Pulang Kampung”

“Tragedi Trawl & Drama Rumpon, Ketika Ikan Tak Lagi Bisa Pulang Kampung”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 680
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI LAUT itu, tak semua yang mengapung adalah cinta, kadang kapal asing, kadang rumpon ilegal, dan kadang kalau lagi apes, mantan yang tersesat naik banana boat. Tapi yang paling membuat jengkel nelayan kita adalah dua jenis makhluk laut yang bikin napas Menteri Kelautan sempat sesak, kapal ikan ilegal dari negeri jiran dan rumpon-rumpon liar yang bikin ikan tuna mogok mudik ke Indonesia.

Bayangkan, ikan-ikan tuna yang biasanya berenang bahagia dari Filipina menuju Laut Sulawesi, tiba-tiba disambut pemandangan tak ramah rumpon-rumpon ilegal, bagaikan warteg terapung, menyediakan ‘makan siang’ untuk nelayan negara tetangga. Ibarat mudik Lebaran, ikan-ikan ini tertahan macet gara-gara ada posko sembako dadakan di jalan tol, ya jelas batal sampai rumah!

Nah, minggu ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun pasang jurus pamungkas. Tak tanggung-tanggung, Kapal Pengawas Barrakuda 01 berhasil membekuk KM. PKFA 9586, kapal asal Malaysia yang nyelonong manja ke perairan Selat Malaka. Bukan hanya nyolong ikan, kapal ini juga pakai alat tangkap terlarang trawl alias pukat harimau, alat yang dalam dunia perikanan dianggap setara Thanos sekali lempar, semua punah. Ikan kecil, besar, bahkan calon mantu pun ikut terjaring.

Lucunya, kapal ini tak pakai bendera apapun, seperti mahasiswa salah jurusan yang gak pakai jas almamater hilang identitas dan arah hidup. Nahasnya lagi, awak kapalnya lima orang asal Myanmar, jadi kalau ini sinetron, judulnya “Kapten Malaysia, Awak Myanmar, Ikan Indonesia  Kisah Cinta Segitiga di Lautan Lepas.”

Sementara itu, di Laut Sulawesi, KKP juga tak tinggal diam, KP Orca 04 bergerak cepat menertibkan 20 rumpon ilegal, yang diduga kuat milik nelayan Filipina.

Ibarat memotong benang layangan ilegal yang melintang di langit Indonesia, tali rumpon pun diputus satu-satu. Rumpon ini memang tak main-main, keberadaannya seperti magnet buat ikan-ikan tuna. Ikan yang tadinya mau mampir ke Indonesia, jadi ‘check in’ dulu di rumpon tetangga. Ujung-ujungnya? Nelayan kita cuma kebagian buihnya.

Kata Pak Ipunk nama panggilan keren dari Dirjen PSDKP, Pung Nugroho Saksono rumpon ini bukan sekadar tambatan, tapi bisa jadi ‘barier sosial’ buat ikan. Bayangkan, ikan tuna jadi seperti anak rantau yang gagal pulang karena semua jalur dipasang jebakan snack gratisan.

Tapi jangan khawatir, KKP sudah membuktikan bahwa mereka tak cuma jago pidato, tapi juga jago patroli. Seluruh barang bukti, kapal, hasil tangkapan, hingga ponton rumpon yang bikin ruaya ikan tersesat, sudah diamankan untuk proses hukum.

Jangan jadi tamu tak diundang di rumah orang, apalagi sambil bawa jaring dan ngangkut semua isi kulkas. Dan kalau mau mancing, mancinglah di tempat sendiri pakai alat yang sopan, bukan yang seperti bulldozer laut.

Ikan pun punya hak untuk hidup tenang, bermigrasi dengan aman, dan kalau bisa beranak pinak tanpa trauma diculik kapal asing.

Laut Indonesia itu luas dan kaya, tapi bukan bebas buat siapa saja. Di tengah gelombang teknologi, patroli laut, dan ancaman kapal asing, Indonesia masih berdiri tegak menjaga lautnya. Sebab kalau kita diam, lama-lama laut kita tinggal kenangan, ikan-ikannya tinggal dongeng, dan nelayannya tinggal utang.

Jadi, jangan heran kalau satu saat nanti kita lihat iklan begini di pelabuhan “Dicari Ikan Tuna. Terakhir terlihat menyebrang ke Filipina. Bila menemukan, harap tidak memberi makan di rumpon liar”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ukuran Tempe Jadi Judul Blusukan Sandiaga Uno

    Ukuran Tempe Jadi Judul Blusukan Sandiaga Uno

    • calendar_month Rabu, 31 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.347
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA  – Tempe dibikin apapun tetap enak, makanan khas Indonesia ini ternyata semakin populer lagi, tempe pun sudah di kenal oleh masyarakat di Negara Jepang, di ajang kampanye -pun Pemilihan Presiden [Pilpres] RI tempe selalu menjadi judul utama yang dibahas. Sepertinya tempe saat semakin ngetren karena tempe selalu disebut –sebut oleh ke dua belah […]

  • Dikunjungi DWP Sumbar, Begini Respon Ketua DWP Sumsel

    Dikunjungi DWP Sumbar, Begini Respon Ketua DWP Sumsel

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.192
    • 0Komentar

    DHARMA Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Hj. Reny Nasrun Umar menerima kunjungan kerja Ketua DWP Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ny. Elinda Alwis bertempat di Gedung Dharma Wanita Sriwijaya Jalan Rajawali Palembang, kemarin. Kunjungan  DWP Provinsi Sumbar tersebut selain dalam rangka silaturahmi juga dimaksudkan untuk  koordinasi dalam rangka menyelaraskan program kerja DWP dari kedua […]

  • DPR RI Pusat Dukung Bio Fuel Muba

    DPR RI Pusat Dukung Bio Fuel Muba

    • calendar_month Kamis, 21 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Setelah menjajaki kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kelapa Sawit (BPDP-KS) untuk mengelola inovasi inti kelapa sawit menjadi menjadi bahan bakar minyak (BBM) serta Bupati Muba Dodi Reza mendapatkan mandat dari Konsulat Jenderal RI untuk Houston Amerika Serikat menjadi pembicara, dukungan demi dukungan terus mengalir atas […]

  • Potret Pendidikan Pelosok Negeri Sumsel

    Potret Pendidikan Pelosok Negeri Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.562
    • 0Komentar

      “Kan kukejar mimpi Dan kuterbang tinggi Tak ada kata tidak ku pasti bisa Kan kucoba lagi Ditemani pagi Tak ada yang tak mungkin Ku pasti bisa“ LAGU  Maudy Ayunda sepertinya sangat sesuai dengan perjalanan siswa siswi yang tinggal di Talang Padang Lebar dan sekitarnya. Ada 15 siswa dan siswi yang duduk di kelas 1 […]

  • PON XX Papua Segera Dimulai, Kuliner Khas dan UMKM  Mulai Bermunculan

    PON XX Papua Segera Dimulai, Kuliner Khas dan UMKM Mulai Bermunculan

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.452
    • 0Komentar

    KEHADIRAN 7.066 atlet yang bertanding serta ribuan tenaga pendukung yang datang dari seluruh Indonesia ke Papua selama pelaksanaan PON diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah dan meningkatkan pendapatan UMKM lokal. Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan prestasi semata. Namun mampu memberikan dampak positif bagi para pelaku […]

  • Parade budaya dan karnaval busana, harapan Pj Bupati OKI

    Parade budaya dan karnaval busana, harapan Pj Bupati OKI

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Peserta parade budaya dan karnaval busana diikuti berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar TK hingga SMA, paguyuban, komunitas hingga instansi pemerintah Ogan Komering Ilir (OKI). Terlihat semarak serta antusias menyaksikan parade budaya dan karnaval busana dalam rangka memperingati HUT RI ke-79 di Kecamatan Kota Kayuagung,  Selasa (20/8/2024).   Peserta pawai menampilkan arak-arakan pakaian adat, […]

expand_less
WordPress Archive Wekala – Agency Elementor Template Kit Weldery – Welding & Fabrication Services Elementor Template Kit Weldlfe – Wildlife WordPress Theme Wellcenter – Senior Care & Support WordPress Theme Wellco – Coaching & Speaker Elementor Template Kit Wellearn – Online Education Learning WordPress Theme Wellinor – Business Consulting WordPress Theme Wellness – Elementor Template Kit WellPress – Senior Care WordPress Theme WellPrinted - Print Service Elementor Template Kit