Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » “KTPA: Pasukan Anti Gosong Versi Muba, Bukan Avengers, Tapi Kalau Serius, Hutan Bisa Aman”

“KTPA: Pasukan Anti Gosong Versi Muba, Bukan Avengers, Tapi Kalau Serius, Hutan Bisa Aman”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
  • visibility 573
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Dari Api, Asap, hingga Akal Sehat yang Tak Boleh Ikut Terbakar)

DI pelosok-pelosok kecamatan Kabupaten Musi Banyuasin, ada sekumpulan orang yang tidak punya tameng vibranium, tidak bisa terbang, dan kalau lari juga masih ngos-ngosan kalau tanjakan terlalu curam. Tapi jangan salah, mereka adalah para penjaga lingkungan, pelindung daun-daun kering, dan pemburu bara sebelum menyala. Nama pasukannya Kelompok Tani Peduli Api (KTPA).

Kalau Marvel punya Captain America, Muba punya Kapten Ember Galon, mereka tidak pakai seragam spandeks ketat, tapi pakai rompi lusuh dan topi caping. Alat tempurnya bukan palu petir atau busur laser, melainkan pompa air, selang, ember, dan semangat gotong royong yang tak bisa dibeli di e-commerce.

“Mereka bukan orang hebat dengan kekuatan super, tapi mereka punya pancaindra keenam: bisa mencium bau ilalang gosong dari jarak seratus meter”

Karhutbunlah, alias Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan, itu kayak mantan toxic, awalnya cuma iseng nyulut perasaan, eh lama-lama bikin segalanya terbakar. Asapnya bukan cuma bikin mata perih, tapi juga bikin penerbangan delay, bayi batuk-batuk, ekonomi merosot, dan mahasiswa gagal skripsi karena perpustakaan tutup akibat kabut asap.

Kalau sudah begini, jangankan hutan, akal sehat masyarakat juga ikut terbakar. Harga cabai naik, petani gagal panen, dan masyarakat cuma bisa nyalahin cuaca padahal yang bikin ulah sebenarnya manusia juga.

Oleh karena itu, KTPA bukanlah tim yang baru dibentuk demi pencitraan, mereka adalah warga biasa yang dilatih luar biasa. Dikasih pelatihan, dikasih alat, dikasih tanggung jawab,  kalau bukan mereka, siapa lagi yang bisa jadi ‘rem tangan’ sebelum api makin jadi?

Dari total 28 KTPA yang dibentuk Pemkab Muba, tiap kelompok ini ibarat check point pengendalian api di tengah ladang harapan. Mereka nggak nunggu api membesar baru datang, mereka jalan keliling, ngobrol sama warga, cek potensi lahan kering, dan siaga 24 jam saat musim kemarau mulai centil menggoda rumput-rumput liar.

“Mereka bukan penjaga hutan, tapi penjaga harapan agar anak-anak bisa bernafas lega tanpa masker 24 jam sehari”

Bupati Muba H. M. Toha sudah ngomong tegas perusahaan bukan penonton, mereka punya kewajiban dari tenaga pemadam, alat komunikasi, sampai Regu Pemadam Kebakaran (RPK) sesuai luas kebun. Jangan sampai kebunnya luas kaya lapangan golf, tapi alat pemadamnya cuma semprotan nyamuk elektrik.

Berfikir waras

Kata beliau, “Kalau tidak dipatuhi, ya siap-siap disanksi, ini bukan ancaman, tapi  ajakan untuk berpikir waras demi masa depan”

Benar saja, lewat Permen Pertanian No. 6 Tahun 2025, semua sudah jelas tertulis jangan buka lahan dengan cara membakar, karena dosa terhadap pohon tak bisa dimaafkan dengan hanya upload story galeri kebun hijau di Instagram.

Kebakaran hutan itu kayak kentut berjamaah di ruang sempit, awalnya satu orang yang nyulut, tapi satu ruangan jadi menderita, dampaknya? bisa terkena gangguan pernapasan akut, khususnya anak-anak dan lansia, tutupnya bandara dan tertundanya logistik, terhambatnya aktivitas pertanian dan panen, rusaknya tanah dan matinya organisme penting

Selain itu turunnya nilai ekonomi dan investasi dan yang paling parah kehilangan rasa peduli terhadap alam. “Hutan yang terbakar hari ini adalah masa depan yang menghitam sebelum sempat tumbuh harapan”

Langkah Pemkab Muba membentuk KTPA dan memperkuat koordinasi antara camat, kepala desa, serta perusahaan-perusahaan adalah upaya menyambung logika yang sering putus saat musim kering datang dan perlu diapresiasi.

Semua elemen harus ikut terlibat, jangan sampai sistem peringatan dini kalah cepat dari semprotan hoaks di WhatsApp. Edukasi harus digalakkan, dan masyarakat harus paham kalau bakar lahan seenaknya, kita semua bisa jadi korban bukan cuma pohon, tapi juga dompet.

Kalau masih ingin makan nasi dari ladang sendiri, masih ingin lihat anak-anak bermain tanpa kabut, dan masih ingin merayakan panen tanpa debu, maka rawatlah tanah sebelum tanah itu bosan dan berubah menjadi abu.

Karena katanya, “Jangan bakar jembatan, apalagi lahan, nanti kalau kebakaran, susah sendiri cari jalan pulang”

Ingat! di balik asap yang mengepul, kadang bukan hanya daun yang hangus… tapi juga akal sehat dan empati yang ikut hilang, mari  jaga  bersama.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selesaikan Perbaikan Jalintim Sumsel, PT Brantas Abipraya Kebut Pengerjaan

    Selesaikan Perbaikan Jalintim Sumsel, PT Brantas Abipraya Kebut Pengerjaan

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.148
    • 0Komentar

    PT BRANTAS ABIPRAYA terus kebut menyelesaikan proyek Preservasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) supaya cepat selesai. Adapun pekerjaan ini dilaksanakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai inovasi peningkatan kualitas layanan jalan nasional. Bersinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya lainnya, proyek ini diimplementasikan melalui PT Jalintim […]

  • Inovasi Limbah Cangkang Sawit jadi Briket Antar Siswa SMP 6 Unggul Wakili Sumsel ke Korsel

    Inovasi Limbah Cangkang Sawit jadi Briket Antar Siswa SMP 6 Unggul Wakili Sumsel ke Korsel

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu, – Inovasi Pemanfaatan limbah cangkang dan tangkos kelapa sawit menjadi bahan bakar briket berhasil menghantarkan kakak beradik M Zafa P Alfarobby dan M Kianzhu P Alfarobby sebagai salah satu finalis lomba Indonesia Stem Creativity Copetition 2023, mewakili Kabupaten Muba dan membawa nama Provinsi Sumatera Selatan di tingkat Nasional.Tak hanya bahan bakar dari limbah […]

  • Harga Pertamax Naik, Bisa Picu Inflasi Tidak, Ini Pendapat Pakar

    Harga Pertamax Naik, Bisa Picu Inflasi Tidak, Ini Pendapat Pakar

    • calendar_month Minggu, 3 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, menegaskan kenaikan harga Pertamax dari Rp9.000/liter menjadi Rp12.500/liter tidak akan menimbulkan inflasi, karena mayoritas pengguna Pertamax adalah perorangan, bukan industri dan kalangan orang tertentu. Hal tersebut disampaikan Piter melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (2/4/2022). Menurut Piter, Pertamax berbeda dengan solar yang dipakai truk, lalu truknya […]

  • Jalan Santai Gowes Fakultas Kedokteran Unsri

    Jalan Santai Gowes Fakultas Kedokteran Unsri

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 798
    • 0Komentar

    KONTRIBUSI ribuan alumni FK Unsri yang tersebar merata di Indonesia tak dipungkiri menjadi kebanggaan tersendiri bagi wong kito Sumsel. Hal itu juga diakui Gubernur Sumsel saat melepas ribuan peserta Jalan santai gowes bersama dalam rangka Dies Natalis ke-57 Fakultas Kedokteran Unsri, di halaman Griya Agung, Minggu (6/10/2019). Dikatakan HD dalam kegiatan sehari-hari para alumni FK ini sudah […]

  • Wawako Palembang Ajak Pramuka Terlibat dalam Penanggulangan Bencana

    Wawako Palembang Ajak Pramuka Terlibat dalam Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    WAKIL  Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengajak anggota Pramuka Kota Palembang untuk mengambil peran dalam penanggulangan siaga banjir yang diperkirakan akan terjadi sepanjang Februari sampai Maret pada tahun 2020. Pentingnya keikut sertaan mereka dalam melakukan bakti sosial ditanggapi secara langsung oleh Fitri saat menerima peserta audiensi Pramuka bahwa saya mengharapkan bantuan dari adik-adik bekerja sama dengan […]

  • Gubernur Harapkan Pengelolaan Aset Rumah Ibadah Secara Syariah

    Gubernur Harapkan Pengelolaan Aset Rumah Ibadah Secara Syariah

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru menghadiri Halal Bilhalal bersama jemaah dan  pengurus masjid Husnul Khotimah dan warga Sukawinatan Palembang, Senin (16/5). Selain menggelar halal bilhalal, Gubernur juga mengharapkan agar program tentang aset yayasan Masjid Husnul Khotimah agar kedepan menjadi produktif. Menurutnya aset itu tidak hanya mengandalkan infaq atau sedekah tapi punya kemandirian dalam usaha dan […]

expand_less
WordPress Archive Oceania – Yacht Club and Boat Rental WordPress Theme OceanWP Cookie Notice OceanWP Elementor Widgets OceanWP Footer Callout OceanWP Full Screen OceanWP Hooks OceanWP Instagram OceanWP Ocean Extra OceanWP Popup Login OceanWP Portfolio