Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » “Posbakum Gratis di Muba, Dulu Takut Pengacara, Sekarang Paralegal Nongkrong di Pos Kamling

“Posbakum Gratis di Muba, Dulu Takut Pengacara, Sekarang Paralegal Nongkrong di Pos Kamling

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
  • visibility 466
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NEGARA ini kadang lebih lihai mengganti baliho tokoh ketimbang menambal jalan berlubang. Tapi ada satu kabupaten yang bikin kejutan tanpa drama, yakni Musi Banyuasin alias Muba.

Bukan bikin sensasi, tapi benar-benar bikin solusi, di bawah duet maut H M Toha SH dan Kyai Rohman, Muba berhasil menyulap urusan hukum jadi barang sehari-hari 100% desa dan kelurahan sekarang punya Pos Bantuan Hukum (Posbakum).

Bukan janji waktu kampanye, bukan sekadar tulisan di mading balai desa, ini betulan kejadian. Sebuah langkah waras di tengah negara yang kadang lebih doyan bikin seremoni daripada aksi.

Coba pikir aja di sebuah dusun terpencil yang sinyal HP-nya naik-turun kayak mood mantan, kini ada papan nama kecil bertuliskan “Posbakum”.

Di dalamnya, ada orang-orang yang siap membantu warga mencari keadilan, bukan cuma mencatat keluh kesah untuk arsip kelurahan.

Dahulu, untuk urusan hukum, warga desa harus menumpang truk ke kota, bawa amplop, dan berharap nasib baik. Sekarang? Warga tinggal datang ke Posbakum desa, tak perlu takut ditarik biaya konsultasi yang lebih mahal dari harga dua karung beras.

Pepatah lama bilang, “Jauh di mata, dekat di hukum” Nah, Muba membalik pepatah itu, sekarang, “Meski jauh di pelosok, hukum tetap dekat dan gratis.”

Penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM RI pun mendarat manis ke pangkuan Muba. Tapi bukan itu intinya. Ini bukan soal piala dan piagam yang dipajang di lobi kantor bupati. Ini tentang bagaimana pemerintah hadir bukan hanya saat seremoni, tapi juga ketika rakyat ditindas karena ketidaktahuan hukum.

Bupati H M Toha dan Wakilnya Kyai Rohman ternyata tak cuma pandai senyum di baliho. Mereka ini ibaratnya bukan pemain sulap politik, tapi lebih mirip petani hukum.

Mereka menyemai Posbakum di setiap jengkal desa, lalu menyirami dengan pelatihan paralegal, dan memupuknya dengan kerja sama antar kampus hukum. Buahnya? Masyarakat yang lebih melek hukum, dan aparat desa yang tak lagi bingung saat warga tanya, “Pak, saya digugat, harus ke mana?”

Jangan kaget kalau nanti kamu bertemu tukang ojek yang juga tahu pasal perdata. Atau ibu PKK yang bisa bedain mana hukum waris Islam dan hukum waris adat.

Ini semua karena pelatihan paralegal yang digelar massal. 6.687 peserta dari seluruh penjuru Sumsel ikut belajar hukum baik luring maupun daring dan akan diberi gelar non-akademik dari Kemenkumham. Ini semacam universitas hukum rakyat, tapi tanpa utang kuliah.

Sumatera Selatan, yang dulunya lebih dikenal karena pempek dan Sriwijaya FC, kini bisa bangga karena membentuk 3.258 Posbakum di seluruh wilayahnya, 100% tuntas, dan dicatat oleh MURI. Tapi prestasi ini bukan untuk selfie di media sosial.

Gubernur Sumsel, Dr H Herman Deru, menyebutnya sebagai “kesadaran kolektif akan pentingnya akses hukum bagi rakyat kecil.” Kalimat itu memang berat, tapi maksudnya jelas keadilan tak boleh hanya milik orang kota dan orang kaya.

Fungsi utama Posbakum ini bukan cuma tempat konsultasi. Ia adalah benteng keadilan desa. Di sana, masyarakat bisa minta nasihat hukum tanpa perlu takut biaya. Di sana pula para advokat dan pengacara bisa mengabdi, bukan cuma mencari klien tebal dompet.

Memberikan Bantuan Hukum, dari urusan waris, utang piutang, hingga konflik tanah warisan yang lebih ribet dari sinetron.

Perlindungan Masyarakat Tak Mampu karena hukum tak boleh membeda-bedakan dompet.

Akses Mudah Tanpa harus naik travel ke kota dan ditolak karena pakai sandal jepit.

Wadah Konsultasi Aman dan Gratis karena warga tak selalu butuh pengacara, kadang cukup orang yang bisa menjelaskan hukum dengan sabar.

Kisah ini adalah pengingat bahwa hukum tak harus rumit. Ia harus hadir di tengah rakyat, menyapa dengan ramah, dan menjelaskan tanpa jargon. Dan Muba telah membuktikannya. Keadilan tidak harus punya gedung mewah, kadang cukup sepetak ruangan di kantor desa, tapi dengan hati besar dan niat mulia.

Masyarakat kita sering kali baru cari bantuan hukum setelah tertimpa masalah, seperti orang yang baru ingat dokter gigi saat giginya sudah copot. Posbakum harus mengubah budaya itu masyarakat berani bertanya sebelum masalah membesar, dan negara siap menjawabnya tanpa pamrih.

Jadi, kalau kamu masih berpikir hukum itu urusan orang kota, ingatlah Muba dan Posbakum-nya. Di sanalah keadilan bukan hanya janji pemilu, tapi sudah jadi kebiasaan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ponpes AN-NUR Terima Santri Baru, Bisa Daftar Dari Rumah Lho !

    Ponpes AN-NUR Terima Santri Baru, Bisa Daftar Dari Rumah Lho !

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.070
    • 0Komentar

    PONDOK Pesantren An-Nur dibawah Pimpinan Ustad Iwan Rismansyah, Lc dan bimbingan Pembina / Musyrif : K H Nawawi Dencik, LC Al Hafidz. Hari ini telah membuka penerimaan santri baru untuk tahun ajaran 2020/2021 Tingkat Wustho setara SMP. Menurut Ustadz Iwan R untuk mendaftar anaknya walimurid tidak perlu repot-repot datang ke pondok pesantren, sebab pendaftaran bisa […]

  • KONI Sumsel 2020 – 2024, Pacu Semangat, Kejar Prestasi

    KONI Sumsel 2020 – 2024, Pacu Semangat, Kejar Prestasi

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.195
    • 0Komentar

    SAYA kira layak, jika kepengurusan KONI Sumsel periode ini dianalogikan sebagai sebuah kapal kargo yang sarat dengan muatan, yang akan berlayar melintasi Samudera menuju pulau seberang yang dinamakan pulau prestasi. Mengapa analoginya adalah kapal kargo ? Tidak lain dikarenakan jumlah pengurus yang cukup fantastik [Gemuk], yakni sebanyak 200 orang anggota belum ditambah lagi dengan satuan […]

  • Rayakan HUT Kemerdekaan, Mendikbud Ajak Masyarakat Turut Berpartisipasi

    Rayakan HUT Kemerdekaan, Mendikbud Ajak Masyarakat Turut Berpartisipasi

    • calendar_month Senin, 19 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengajakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam lomba ‘Rayakan Merdekamu’ yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam rangka menyambut Hari uUlang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76. “Satu bulan lagi, Indonesia akan berusia 76 tahun. Begitu banyak tantangan yang telah dan sedang kita […]

  • Hadir di Rumah Duka, Wabup OKI Semangati Keluarga Korban Kebakaran

    Hadir di Rumah Duka, Wabup OKI Semangati Keluarga Korban Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hadir ditengah duka yang menyelimuti keluarga Jamudin (57) tahun korban kebakaran di Desa Lebung Batang Kecamatan Pangkalanlampam OKI beberapa hari lalu. .”Agar bersabar dengan setiap cobaan, semoga diganti dengan yang lebih baik,”ungkap Wakil Bupati OKI, H. M. Djakfar Shodiq saat mengunjungi langsung rumah korban, Selasa, (21/1/2019). Kehadiran Wabup Shodiq […]

  • Musda IV DWP Sumsel

    Musda IV DWP Sumsel

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.211
    • 0Komentar

    SEKDA Sumsel Nasrun Umar secara resmi membuka Musyawarah Daerah IV tahun 2019 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel di Griya Agung, Selasa (28/01/2020). Pembukaan Musda IV DWP Sumsel ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda Nasrun Umar didampingi Ketua DWP Sumsel Renny Devy Nasrun Umar, juga disaksikan Penasehat DWP Sumsel Febrita Lustia Herman Deru, serta Fauziah Mawardi […]

  • Peringatan Hari Kartini, TP PKK Muba Berbagi Sembako & Masker di Tengah Covid-19

    Peringatan Hari Kartini, TP PKK Muba Berbagi Sembako & Masker di Tengah Covid-19

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.289
    • 0Komentar

    DAMPAK Wabah Covid-19 sangat dirasakan betul oleh seluruh dunia, termasuk daerah Kabupaten Musi Banyuasin, sehingga sejumlah relawan terketuk hatinya melihat keadaan seperti ini. TP PKK Muba, bersama Dharma wanita Persatuan Muba, Ikatri Muba dan Ikatan Istri Anggota Partai Golkar Muba melakukan kegiatan kemanusiaan Perempuan Muba Peduli, untuk masyarakat berupa pembagian sembako, wastafel portabel dan masker. […]

expand_less
WordPress Archive Vegi - Vegan Street Food Restaurant & Takeaway Elementor Template Kit Vegfirm – Grocery & Supermarket WordPress Theme Veggie Organic Food & Eco Online Store Products Template Kit Veliki – AI, Big Data Analytics & Machine Learning Elementor WordPress Theme Veloria - Hotel & Resort Elementor Pro Template Kit Veloza – Influencer & Talent Agency Elementor Template Kit Veltrix – Admin & Dashboard Template Veneno – Coronavirus Information WordPress Theme Venexy – Lawyer Elementor Kit Venezia – Digital Marketing WordPress Theme