Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Digitalisasi Desa ala Muba, Stempel Basah ke Tanda Tangan Kilat!

Digitalisasi Desa ala Muba, Stempel Basah ke Tanda Tangan Kilat!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • visibility 533
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH dengar kisah kades yang mau teken surat tapi cap basahnya ilang entah ke mana?. Atau Lurah yang keliling nyari bolpoin isi ulang karena disposisi belum diteken?.

Tenang, era itu pelan-pelan mulai digeser di  Kabupaten Musi Banyuasin [Muba], Sumatera Selatan sekarang ini, misalnya ngetik di Word, teken pakai mouse, kirim lewat email, dan… cusss!,  legal, sah, hingga tersimpan di server. Inilah gebrakan Desa Digital bahkan bisa bikin dunia melirik dari balik Palm Sawit.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin (Dinkominfo Muba) tak main-main dalam urusan digitalisasi ini. Mereka gandeng Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menerbitkan Sertifikat Elektronik bagi Kepala Desa dan Lurah.

Dari total 242 orang, 207 sudah resmi bisa teken digital, sisanya? lagi di proses aktivasi, yang jelasn pelan tapi pasti, seperti menanak nasi di dandang sabar tapi pasti mateng.

“Perubahan memang tidak datang dari meja rapat, tapi dari jemari yang siap mengetuk layar demi pelayanan rakyat”- (Terinspirasi dari Thomas Friedman, penulis The World is Flat).

Kutipan di atas cocok dan tepat untuk menggambarkan proses ini, bukan hanya soal teknologi, tapi perubahan cara pikir dan budaya kerja. Yang dulunya semuanya serba manual sekarang mulai move on.

8 Kecamatan 100% digital

Delapan kecamatan telah rampung seluruhnya dalam penerbitan TTE, mereka ini kayak murid teladan yang PR-nya selalu selesai sebelum tenggat waktu, seperti di Bayung Lencir, Tungkal Jaya,Sanga Desa, Jirak Jaya, Keluang, Lais, Sungai Lilin dan Babat Supat.

Sementara yang lainnya, seperti Sekayu, Plakat Tinggi, Lawang Wetan, dan beberapa lagi masih dalam proses aktivasi. Gak papa, yang penting niatnya udah digital, tinggal tunggu jari-jemari menyentuh layar.

Dulu, anggaran habis buat ATK (Alat Tulis Kantor) beli map warna-warni, staples isi ulang, dan kertas folio yang kadang cuma dipakai setengah lembar, sekarang, dengan Tanda Tangan Elektronik, banyak kebutuhan itu bisa ditekan. Uang APBD bisa dialihkan ke yang lebih urgent, Wi-Fi kantor desa misalnya, atau pelatihan literasi digital.

Menurut Kepala Dinkominfo Muba, Herryandi Sinulingga, digitalisasi ini bukan semata-mata soal aplikasi dan sistem, tapi perubahan kultur birokrasi. “Dengan tanda tangan elektronik, proses administrasi menjadi lebih cepat, aman, dan akuntabel,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025 dan Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), jadi bukan hanya inovatif, tapi juga taat regulasi.

Kalau negara mau belajar digitalisasi, biasanya orang langsung menyebut Estonia, karena di sana, 99% layanan publik bisa diakses online.

Bahkan warga bisa ngurus izin nikah, buka usaha, atau bahkan… ganti nama anak, tanpa perlu keluar rumah. Muba memang belum sampai sejauh itu, tapi ya nggak ada salahnya bermimpi. Bukankah kata pepatah, “Bermimpilah setinggi awan Google Drive, siapa tahu kamu disimpan di cloud server“?

Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muba ikut nimbrung dalam gerakan ini lewat implementasi Aplikasi Srikandi, sistem arsip digital berbasis sah dan terstandar nasional.

Jadi, kalau dulu arsip disimpan di lemari besi dengan tulisan “jangan dibuka kecuali darurat”, kini cukup dengan klik dan login, surat lama pun bisa dibuka kapan saja.

Kepala Bidang Persandian, Jerry Rinoldy, menjelaskan alurnya sebagai berikut pengajuan data dari Kades atau Lurah, verifikasi oleh tim teknis, registrasi ke sistem BSrE BSSN dan aktivasi akun dan sosialisasi penggunaan

Targetnya, sebelum akhir tahun, semua kepala desa dan lurah sudah bisa teken surat sambil ngopi sore.

Digitalisasi desa bukan soal keren-kerenan teknologi, ini soal pelayanan, kalau surat bisa diteken dalam satu klik, waktu warga nggak habis hanya untuk bolak-balik kantor desa. Kalau arsip sudah digital, sejarah desa pun aman dari rayap dan banjir.

Muba mungkin belum Estonia, tapi langkahnya sudah jelas, dari kebun ke cloud, dari stempel ke sertifikat elektronik.

Dan siapa tahu, 10 tahun lagi, anak-anak kita akan bertanya “Pak, dulu itu tanda tangan pakai pulpen ya? Emang gak capek?”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gambo Muba Diburu Pecinta Fashion

    Gambo Muba Diburu Pecinta Fashion

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.240
    • 0Komentar

    PERMINTAAN produk Gambo Muba yang kian tinggi baik di nasional maupun internasional membuat Ketua Dekranasda Muba yang juga inisiator produk Gambo Muba selalu berusaha maksimal untuk memenuhi permintaan pecinta fashion terhadap produk Gambo Muba. Kini, guna memenuhi permintaan pecinta fashion di Sumsel, Gambo Muba telah hadir di Kriya Sriwijaya yang merupakan gedung pusat produk UMKM […]

  • Temuan PPATK, Polri Terus Dalami Aliran Dana Rp120 Triliun Dari Bisnis Narkoba

    Temuan PPATK, Polri Terus Dalami Aliran Dana Rp120 Triliun Dari Bisnis Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    PUSAT Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku menemukan aliran dana senilai Rp120 triliun dari bisnis narkoba. Temuan PPATK tersebut pun langsung direspons cepat Bareskrim Polri . “Kami akan secara aktif perintah Pak Kabareskim. Meminta secara aktif itu karena PPATK bisa meneruskannya kepada Polri atau penegak hukum lain jadi seperti itu,” ujar Dir Tipid Narkoba […]

  • Bukan Soal Jabatan, Ini Cara Dewi Maknai Kepemimpinan

    Bukan Soal Jabatan, Ini Cara Dewi Maknai Kepemimpinan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    DUNIA yang sering mengukur sukses dari jabatan dan kursi empuk, Dewi Sastrani justru memilih jalan yang berbeda. Bukan soal posisi, tapi dampak. Pesan itu ia bawa saat menjadi pembicara dalam Regent Counselor Room di Hotel Novotel Palembang, Kamis (5/3/2026). Di hadapan karyawan perempuan Novotel Hotel & Residence, Dewi tidak sekadar berbicara soal kepemimpinan ia membagikan […]

  • Tak Ingin Jadi Daerah Penyumbang Asap, Banyuasin Siap Antisipasi Karhutla, Api Sekecil pun Harus Dipadamkan

    Tak Ingin Jadi Daerah Penyumbang Asap, Banyuasin Siap Antisipasi Karhutla, Api Sekecil pun Harus Dipadamkan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.465
    • 0Komentar

    KABUPATEN Banyuasin siap semaksimal mungkin menangani kebakaran hutan dan lahan [karhutla] agar nantinya tak menjadi daerah penyumbang asap di musim kemarau tahun ini. Pernyataan itu diungkapkan Bupati Banyuasin H. Askolani saat hadir dalam kegiatan Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel Tahun 2020 di Kebun Raya Sriwijaya, Desa Bakung Kabupaten […]

  • Masyarakat diimbau jangan panik, pesan Pj Gub.Sumsel terkait soal perut

    Masyarakat diimbau jangan panik, pesan Pj Gub.Sumsel terkait soal perut

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.588
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan meminta masyarakat untuk tidak panik akan terjadinya kelangkaan beras di pasaran, kerena persediaan beras aman hingga Maret 2024. “Stok beras di Sumsel aman sampai dengan Maret 2024,” tegas Fatoni usai menerima audiensi dari Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Sumsel Babel Mohamad Alexander di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (18/10/2023). “Selain beras cukup, […]

  • “Blusukan Level Dewa” [Ketika Liburan Diisi dengan Wisata Drainase]

    “Blusukan Level Dewa” [Ketika Liburan Diisi dengan Wisata Drainase]

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.220
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Libur Lebaran biasanya identik dengan tiga hal sakral, yakni ketupat, kumpul keluarga, dan rebahan. Tapi ada satu orang yang memutuskan untuk menyalahi takdir liburan nasional, ia adalah Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Bukannya ngadem di vila atau staycation di hotel bintang lima, Pak Wali malah ‘nyasar’ ke Pasar 16 Ilir,  bukan buat belanja, tapi buat inspeksi […]

expand_less
WordPress Archive Koncrete – Construction & Building Elementor Template Kit Koneksi – Home Wifi Internet Services Elementor Template Kit Konstructo – Construction and Architecture WordPress Theme Konstruk – Construction WordPress Theme Konsultan | Consulting Business WordPress Theme Konsultan Kit – Consulting Business Elementor Template Kit Konta – Construction and Real Estate Company WordPress Theme Kontakt – Ajax Contact Form Konte – Minimal & Modern WooCommerce WordPress Theme Konzept – Fullscreen Portfolio WordPress Theme