Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Misteri Gulma Tak Mati-Mati, Pelajaran Hidup dari Rumput Bandel

Misteri Gulma Tak Mati-Mati, Pelajaran Hidup dari Rumput Bandel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • visibility 529
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Filosofi, Pepatah, dan Perumpamaan dari Si Hijau yang Terlupakan

KALAU manusia punya julukan “si paling tangguh”, maka di dunia tanaman, gelar itu jatuh pada gulma. Dia ini tidak punya agenda, tidak ada sponsor, tidak masuk katalog tanaman hias, tapi eksistensinya solid dan konsisten.
Dibabat, dia tumbuh,disemprot, dia bangkit, dicemooh, eh malah dia cuek, ampun dech..pusing!!

Kalau gulma bisa ikut seminar motivasi, pasti dia ngisi sesi utama dengan judul “Bangkit Walau Tak Diundang, Tumbuh Walau Dicaci”

Gulma dan sifat manusia kayaknya jadi  cermin kecil yang terinjak tapi tak hancur. Anehnya, justru banyak manusia punya sifat gulma. Tapi bukan yang baik-baik, ada yang tumbuh di tempat tak seharusnya, menyerap energi orang lain, nggak bisa dibilangin dan makin tumbuh setelah dimarahin.

Secara ilmiah, gulma disebut adventive species tumbuhan pendatang yang tumbuh liar, seperti Imperata cylindrica (alang-alang), Cyperus rotundus (teki ladang), hingga Eleusine indica (rumput jampang).
Mereka datang tanpa izin, tumbuh tanpa disiram, tapi kokoh seperti orang tua yang selalu ingat tagihan listrik meski ingatan lainnya udah bocor.

Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru menghakimi, karena dalam dunia ada duanya semua,  gulma pun ada kasta dan karakter. Ada gulma yang tumbuh liar tapi meneduhkan, ada juga yang rakus dan suka mendominasi.

Begitu pula manusia, ada yang tumbuh tanpa privilege, tumbuh di tempat yang tidak seharusnya.

tapi  ada pula keberadaannya  membawa oksigen dan ada menyerap energi orang lain tanpa memberi ruang.

Ada juga yang menjalar seperti benalu, menyerap semangat sekitar tanpa pernah memberi kembali. Makin ditegur, makin ngeyel. Makin dimarahi, makin tumbuh.

Pepatah kuno bilang “Rumput yang tinggi tak selalu gagah, bisa saja dia menutupi yang lemah di bawahnya”

Dan yang lebih tua lagi pernah bilang “Bila tak bisa menjadi bunga yang indah, setidaknya jangan jadi gulma yang menjerat”

Filsafat gulma, antara keuletan dan kebandelan, oleh sebab itu, mari kita refleksi sejenak, apakah kita tumbuh karena cinta, atau bertahan karena terpaksa?

Gulma tak tumbuh karena dirawat.
Ia tumbuh karena dorongan hidup, dorongan yang lebih tua dari niat baik, lebih kuat dari cinta musiman, ia tumbuh karena alam memintanya untuk tetap hidup. Titik.

Namun tanpa disadari seringkali manusia seperti itu pula, ada yang bertahan bukan karena sedang bahagia, tapi karena tak ada pilihan lain selain bertahan.

Emak-emak yang jualan gorengan pinggir jalan pakai rompi bolong-bolong itu, bisa jadi jauh lebih tangguh dari influencer yang curhat soal burnout di vila Bali.

Di dunia ini, kita sering diberi label, yakni ….
“Kamu harus jadi bunga!”

“Kamu harus jadi pohon rindang!”
Tapi tidak ada yang bilang “jadilah gulma…”

Oleh karena itu, karena gulma punya citra buruk, seperti orang miskin di sinetron, gulma dicap pengganggu, pemicu masalah, sumber penyakit visual di taman perumahan elit.

Tak dianggap

Padahal, gulma mengajarkan beberapa hal yang justru paling manusiawi tumbuh meski tak dianggap, menolak mati meski dipojokkan, dan tidak peduli mau dipuji atau tidak, yang penting tetap hidup.

Kadang, kita juga tak sadar hidup ini bukan panggung taman kota, tapi semak belukar yang liar dan semrawut.
Kita bukan bunga bonsai yang dipangkas rapi, melainkan gulma liar yang sedang mencoba mencari cahaya di sela reruntuhan.

Seperti kata tetua kebun (yang saya karang sendiri) “Bukan tempat yang menentukan tumbuhan, tapi keberanian tumbuhanlah yang menaklukkan tempat”.

Jadi kalau kamu sedang merasa hidupmu tak teratur, kerjaanmu belum dihargai, serta posisimu tak pernah diperhitungkan, maka tenang….. mungkin kamu bukan gagal, mungkin kamu cuma sedang hidup sebagai gulma di dunia yang terlalu mencintai taman.

Kita hidup di zaman yang aneh, semua serba estetik, tapi kosong.
Sementara gulma? tidak pernah ikut lomba taman hias, tapi dia selalu tumbuh paling dulu.

Gulma tidak peduli kamu suka atau tidak.
Dia tak minta difoto, tak butuh testimoni, tak pakai skincare, tapi daunnya tetap hijau, tubuhnya tetap tegak, dan akarnya tetap menghunjam tanah.

“Kalau hari ini kamu merasa jadi gulma, banggalah, karena kadang, justru gulma-lah yang paling tahu bagaimana caranya bertahan di tengah tanah keras dan sinar matahari yang tak adil”

Dan… sepertilah gulma, kita pun bisa tumbuh, bukan karena disayang, tapi karena kita tahu menyerah bukan pilihan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nol Penambahan Kasus Covid-19  di Muba

    Nol Penambahan Kasus Covid-19 di Muba

    • calendar_month Jumat, 1 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 868
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (1/1/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus. “Tidak ada penambahan kasus sembuh per 1 Januari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Diketahui, hingga 1 Januari 2021 ada sebanyak 722 kasus diantaranya 616 kasus sembuh, 76 masih dirawat, dan 30 kasus meninggal dunia. Sementara itu, berdasarkan data […]

  • 15.127 Jiwa Warga Medak 1 &2  Muba Sudah Bisa Gunakan Jembatan, Murid :  Alhamdulillah Sekolah Tak Naik Tongkang Lagi

    15.127 Jiwa Warga Medak 1 &2  Muba Sudah Bisa Gunakan Jembatan, Murid :  Alhamdulillah Sekolah Tak Naik Tongkang Lagi

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.385
    • 0Komentar

    MESKIPUN belum diresmikan tetapi antusias warga sangat terlihat, ada penampakan sangat  mengharukan, Ratusan anak sekolah dasar di sekitar Jembatan Muara Medak 1 dan Muara Medak 2 bersukacita. Mereka riang gembira menyerukan terima kasih kepada Bupati Musi Banyuasin. Sebab, sejak dua jembatan di  Medak, Bayung Lencir selesai dibangun, mereka para siswa tak lagi naik tongkang ataupun […]

  • Melaju ke Babak 16 Besar, Anthony Sinisuka Ginting Diharap Fokus Hadapi Atlet Tuan Rumah

    Melaju ke Babak 16 Besar, Anthony Sinisuka Ginting Diharap Fokus Hadapi Atlet Tuan Rumah

    • calendar_month Kamis, 29 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 787
    • 0Komentar

    KEMENANGAN Anthony Sinisuka Ginting atas atlet Komite Olimpiade Rusia, Sergey Sirant, 21-12 21-10 di Musashino Forest Plaza, Rabu (28/7) membuatnya semakin kokoh sebagai juara grup J. Hasil ini harus membuat Anthony Ginting melaju ke babak 16 besar yang akan menghadapi Kanta Tsuneyama yang memimpin grup I. Peraih medali perunggu Asian Games 2018 ini menguasai pertandingan […]

  • Gubernur Terima  Audiensi Ketua DPW APKESMI Sumsel, Pemprov  Akan Kuatkan  Sistem Layanan Kesehatan Berkeadilan

    Gubernur Terima  Audiensi Ketua DPW APKESMI Sumsel, Pemprov  Akan Kuatkan  Sistem Layanan Kesehatan Berkeadilan

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru terus berupaya memeratakan pembangunan  baik fisik maupun non fisik.  Termasuk diantaranya pembangunan bidang kesehatan dengan meningkatkan pelayanan mulai dari tingkat Puskesmas hingga Rumah Sakit. “Pelayanan kesehatan di Sumsel ini harus merata secara berkeadilan, utamanya pelayanan ditingkat puskesmas yang ada di desa/kelurahan hingga perkotaan,” ujarnya saat menerima audensi Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi […]

  • Kejar Target, BINDA Sumsel dan Pemkab Muba “Kroyok” Vaksinasi Lansia

    Kejar Target, BINDA Sumsel dan Pemkab Muba “Kroyok” Vaksinasi Lansia

    • calendar_month Rabu, 12 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 674
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Kesehatan bersama Badan Intelejen Negara Daerah Sumatera Selatan (BINDA Sumsel) terus mengejar target sasaran Vaksinasi untuk Lansia. Kabinda Sumsel Brigjen TNI Armansyah SH melalui Kaposda Muba Letkol Chb Ervan Rusnandar S.Sos mengatakan bahwa Binda Sumsel menyalurkan 2000 dosis vaksin bagi Lansia dan masyarakat umum. “Pada minggu ini, kita […]

  • Boleh Jadi Contoh…Siswa MAN)  2 Kota Malang Berhasil Bawa Pulang 7 Medali Emas di Ajang UMSIDA CUP 2022

    Boleh Jadi Contoh…Siswa MAN)  2 Kota Malang Berhasil Bawa Pulang 7 Medali Emas di Ajang UMSIDA CUP 2022

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN)  2 Kota Malang berhasil membawa pulang tujuh medali emas pada UMSIDA CUP 2022. Ajang kejuaraan Taekwondo ini diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) di Gor Smanor Sidoarjo, 18-20 Agustus 2022. Kepala MAN 2 Kota Malang, Mohammad Husnan mengapresisasi prestasi siswanya. Dia mengatakan, prestasi ini bukan hanya bermanfaat untuk para pemenang, akan tetapi […]

expand_less
WordPress Archive Jarida – Responsive WordPress News, Magazine, Blog Jarida – Responsive WordPress News Theme, Magazine, Blog Jarsy Juice – Drink Brand Elementor Template Kit Jarvis – Night Club, Concert, Festival WordPress Theme Jason & Co – Restaurant & Cafe Elementor Template Kit Jasy – Equestrian & Horse Riding Club WordPress Theme for Stables & Ranches Javo Directory WordPress Theme Jawn – Modern WordPress News & Magazine Theme Jbanez – Guitar & Music Equipment Store Elementor Template Kit JBlog Elements – Magazine & Blog Add Ons for Elementor & WPBakery Page Builder