Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Misteri Gulma Tak Mati-Mati, Pelajaran Hidup dari Rumput Bandel

Misteri Gulma Tak Mati-Mati, Pelajaran Hidup dari Rumput Bandel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • visibility 512
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Filosofi, Pepatah, dan Perumpamaan dari Si Hijau yang Terlupakan

KALAU manusia punya julukan “si paling tangguh”, maka di dunia tanaman, gelar itu jatuh pada gulma. Dia ini tidak punya agenda, tidak ada sponsor, tidak masuk katalog tanaman hias, tapi eksistensinya solid dan konsisten.
Dibabat, dia tumbuh,disemprot, dia bangkit, dicemooh, eh malah dia cuek, ampun dech..pusing!!

Kalau gulma bisa ikut seminar motivasi, pasti dia ngisi sesi utama dengan judul “Bangkit Walau Tak Diundang, Tumbuh Walau Dicaci”

Gulma dan sifat manusia kayaknya jadi  cermin kecil yang terinjak tapi tak hancur. Anehnya, justru banyak manusia punya sifat gulma. Tapi bukan yang baik-baik, ada yang tumbuh di tempat tak seharusnya, menyerap energi orang lain, nggak bisa dibilangin dan makin tumbuh setelah dimarahin.

Secara ilmiah, gulma disebut adventive species tumbuhan pendatang yang tumbuh liar, seperti Imperata cylindrica (alang-alang), Cyperus rotundus (teki ladang), hingga Eleusine indica (rumput jampang).
Mereka datang tanpa izin, tumbuh tanpa disiram, tapi kokoh seperti orang tua yang selalu ingat tagihan listrik meski ingatan lainnya udah bocor.

Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru menghakimi, karena dalam dunia ada duanya semua,  gulma pun ada kasta dan karakter. Ada gulma yang tumbuh liar tapi meneduhkan, ada juga yang rakus dan suka mendominasi.

Begitu pula manusia, ada yang tumbuh tanpa privilege, tumbuh di tempat yang tidak seharusnya.

tapi  ada pula keberadaannya  membawa oksigen dan ada menyerap energi orang lain tanpa memberi ruang.

Ada juga yang menjalar seperti benalu, menyerap semangat sekitar tanpa pernah memberi kembali. Makin ditegur, makin ngeyel. Makin dimarahi, makin tumbuh.

Pepatah kuno bilang “Rumput yang tinggi tak selalu gagah, bisa saja dia menutupi yang lemah di bawahnya”

Dan yang lebih tua lagi pernah bilang “Bila tak bisa menjadi bunga yang indah, setidaknya jangan jadi gulma yang menjerat”

Filsafat gulma, antara keuletan dan kebandelan, oleh sebab itu, mari kita refleksi sejenak, apakah kita tumbuh karena cinta, atau bertahan karena terpaksa?

Gulma tak tumbuh karena dirawat.
Ia tumbuh karena dorongan hidup, dorongan yang lebih tua dari niat baik, lebih kuat dari cinta musiman, ia tumbuh karena alam memintanya untuk tetap hidup. Titik.

Namun tanpa disadari seringkali manusia seperti itu pula, ada yang bertahan bukan karena sedang bahagia, tapi karena tak ada pilihan lain selain bertahan.

Emak-emak yang jualan gorengan pinggir jalan pakai rompi bolong-bolong itu, bisa jadi jauh lebih tangguh dari influencer yang curhat soal burnout di vila Bali.

Di dunia ini, kita sering diberi label, yakni ….
“Kamu harus jadi bunga!”

“Kamu harus jadi pohon rindang!”
Tapi tidak ada yang bilang “jadilah gulma…”

Oleh karena itu, karena gulma punya citra buruk, seperti orang miskin di sinetron, gulma dicap pengganggu, pemicu masalah, sumber penyakit visual di taman perumahan elit.

Tak dianggap

Padahal, gulma mengajarkan beberapa hal yang justru paling manusiawi tumbuh meski tak dianggap, menolak mati meski dipojokkan, dan tidak peduli mau dipuji atau tidak, yang penting tetap hidup.

Kadang, kita juga tak sadar hidup ini bukan panggung taman kota, tapi semak belukar yang liar dan semrawut.
Kita bukan bunga bonsai yang dipangkas rapi, melainkan gulma liar yang sedang mencoba mencari cahaya di sela reruntuhan.

Seperti kata tetua kebun (yang saya karang sendiri) “Bukan tempat yang menentukan tumbuhan, tapi keberanian tumbuhanlah yang menaklukkan tempat”.

Jadi kalau kamu sedang merasa hidupmu tak teratur, kerjaanmu belum dihargai, serta posisimu tak pernah diperhitungkan, maka tenang….. mungkin kamu bukan gagal, mungkin kamu cuma sedang hidup sebagai gulma di dunia yang terlalu mencintai taman.

Kita hidup di zaman yang aneh, semua serba estetik, tapi kosong.
Sementara gulma? tidak pernah ikut lomba taman hias, tapi dia selalu tumbuh paling dulu.

Gulma tidak peduli kamu suka atau tidak.
Dia tak minta difoto, tak butuh testimoni, tak pakai skincare, tapi daunnya tetap hijau, tubuhnya tetap tegak, dan akarnya tetap menghunjam tanah.

“Kalau hari ini kamu merasa jadi gulma, banggalah, karena kadang, justru gulma-lah yang paling tahu bagaimana caranya bertahan di tengah tanah keras dan sinar matahari yang tak adil”

Dan… sepertilah gulma, kita pun bisa tumbuh, bukan karena disayang, tapi karena kita tahu menyerah bukan pilihan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menanam Hari Ini untuk Sumsel yang Lebih Hijau

    Menanam Hari Ini untuk Sumsel yang Lebih Hijau

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.394
    • 0Komentar

    Pusri raih penghargaan dan jadi motor penggerak Gerakan Hijau di Sumsel. Penghargaan ini bukan sekadar piagam, tapi bukti langkah hijau Pusri benar-benar terasa dampaknya di lapangan. Di tengah cuaca Sumsel yang makin panas, Pusri hadir sebagai penyegar dengan komitmen penghijauan yang konsisten.Gerakan tanam pohon yang mereka dukung kini berkembang jadi aksi bersama yang bikin Sumsel […]

  • 75% Panti Pijat Di Banyuasin Berdiri Tanpa Izin & Langgar Perda

    75% Panti Pijat Di Banyuasin Berdiri Tanpa Izin & Langgar Perda

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.113
    • 0Komentar

    Sebanyak 75 % panti pijat di Kab, Banyuasin dinilai  berdiri  tanpa izin dan melanggar Perda. Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Banyuasin Nomor 03 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial bidang Kepariwisataan Pasal 30 Ayat 2 Huruf B persyaratan khusus untuk pendirian lokasi panti pijat harus berjarak maksimal -+ 500 Meter dari Rumah Ibadah, Sarana Pendidikan dan […]

  • Bankir Kini Tak Takut Kredit Macet, Tapi Takut Penjara

    Bankir Kini Tak Takut Kredit Macet, Tapi Takut Penjara

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    BANKIR kini menghadapi tekanan yang tidak ringan, pasalnya mereka dituntut agresif menyalurkan kredit agar roda ekonomi terus bergerak,  sebaliknya keputusan bisnis yang berujung kredit macet bisa menyeret mereka ke proses hukum sehingga dengan kondisi ini yang mulai menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketakutan itu bukan cuma isu di ruang seminar, di industri perbankan, […]

  • Sejarah Lampu Bohlam: Kisah Penemuan Lampu Pijar Thomas Alva Edison

    Sejarah Lampu Bohlam: Kisah Penemuan Lampu Pijar Thomas Alva Edison

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – “Aku cuma bola kaca. Isiku seutas kawat tipis. Kelihatannya sederhana. Namun sejak aku hadir, malam tak pernah benar-benar gelap lagi.” Dulu, ketika matahari mulai tenggelam, dunia seolah ikut memperlambat langkahnya. Rumah-rumah diterangi pelita minyak, anak-anak belajar dengan cahaya lilin yang kecil dan mudah padam. Pedagang bergegas menutup toko sebelum malam semakin pekat. Cahaya […]

  • Gerakan Revolusi Mental, MPK PP Muhammadiyah  Gelar FGD Digitilasisasi Perkaderan

    Gerakan Revolusi Mental, MPK PP Muhammadiyah Gelar FGD Digitilasisasi Perkaderan

    • calendar_month Rabu, 11 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 693
    • 0Komentar

    MAJELIS Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Focus Grup Discusion (FGD) Digitalisasi Perkaderan Muhammadiyah dengan tema “Pengembangan Digitalisasi Perkaderan Menuju Quadrum 5.0” pada Rabu (11/8). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut MoU antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental. Faiz Rafdhi, Wakil Ketua […]

  • Gratis, Kemenag dan Kementerian ATR/BPN Sertifikasi 23.721 Tanah Masjid/Musala

    Gratis, Kemenag dan Kementerian ATR/BPN Sertifikasi 23.721 Tanah Masjid/Musala

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.517
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kementerian Agama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) menjalin sinergi dalam sertifikasi 23.721 bidang tanah masjid/musala. Proses sertifikasi tanah ini tidak dipungut biaya alias gratis. Sertifikat memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah. Sehingga, potensi konflik dan sengketa tanah bisa dihindari. “Program ini sangat membantu dan mempermudah pengelola masjid/musala. Untuk […]

expand_less
WordPress Archive Jarida – Responsive WordPress News, Magazine, Blog Jarida – Responsive WordPress News Theme, Magazine, Blog Jarsy Juice – Drink Brand Elementor Template Kit Jarvis – Night Club, Concert, Festival WordPress Theme Jason & Co – Restaurant & Cafe Elementor Template Kit Jasy – Equestrian & Horse Riding Club WordPress Theme for Stables & Ranches Javo Directory WordPress Theme Jawn – Modern WordPress News & Magazine Theme Jbanez – Guitar & Music Equipment Store Elementor Template Kit JBlog Elements – Magazine & Blog Add Ons for Elementor & WPBakery Page Builder