Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Jangan Remehkan Santri, Mereka Bisa Jadi ‘Harry Potter’ Syariah di Inggris!”

“Jangan Remehkan Santri, Mereka Bisa Jadi ‘Harry Potter’ Syariah di Inggris!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 536
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SELAMA ini, banyak orang nganggep santri itu hidupnya cuma muter-muter di antara sajadah, kitab kuning, dan warung Wak Iyem. Padahal, di balik sarung dan peci yang sering dicuci seminggu sekali itu, tersembunyi kekuatan magis yang nggak kalah dari tongkat sihir Hogwarts.

Ada santri dari pelosok Blitar atau Garut, tiba-tiba nongol di kampus Oxford, duduk manis di perpustakaan sambil baca “Ihya Ulumuddin” di samping mahasiswa Inggris yang masih struggling paham Shakespeare.

Gaya belajar pesantren yang tahan banting itu, Bro, diam-diam nyimpen potensi jadi Harry Potter versi syariah bukan karena bisa terbang, tapi karena bisa nyihir dunia dengan ilmu dan akhlaknya.

Coba misalnya, seorang santri lulusan pesantren di pelosok Jombang atau Martapura, dengan peci hitam dan logat medok, naik kereta di London sambil ngutip Al-Ghazali dan nulis makalah tentang etika Islam di era post-modern. Nggak cuma keren, itu juga namanya revolusi akhlak global.

Menteri Agama kita, Prof. Nasaruddin Umar, baru-baru ini kedatangan tamu bule, Dominic Jermey, Duta Besar Inggris. Mereka nggak bahas cara bikin fish and chips halal, tapi ngomongin hal yang lebih makjleb, gimana caranya santri bisa sekolah ke luar negeri, khususnya Inggris.

Menag bilang ada 30.000 pesantren di Indonesia dengan santri aktif 3,4–4,3 juta, tentu bukan angka kecil, ini potensi besar, kalau 1% saja dari mereka bisa kuliah ke luar negeri, itu sudah 34.000 santri calon profesor masa depan, sebanyak jumlah penduduk satu kota kecil di Eropa!.

Santri itu ibaratnya makhluk unik, lantaran mereka belajar nggak kenal jam, siang ngaji tafsir, sore diskusi fiqih, malam hafalan hadits, dini hari sholat tahajud.

Hidupnya kayak skrip film “Karate Kid”, tapi versi Islami dan tanpa jimat kungfu, coba bandingin dengan pelajar di beberapa negara maju yang kadang baru ngerjain PR kalau gurunya mulai ngejar pakai email.

Profesor Tariq Ramadan, cucu dari pendiri Ikhwanul Muslimin, pernah bilang “Spiritualitas Islam itu bukan hanya belajar, tapi hidup dalam pembelajaran”. Nah, santri sudah praktik itu sejak kecil!

Kenapa Inggris jadi incaran?, karena di sana bukan cuma cuacanya yang mendung-mendung syahdu, tapi juga sistem pendidikannya yang efisien, ramah, dan terbuka.

Santri berhijab nggak perlu takut disorot, disangka alien, atau dijadikan bahan TikTok iseng. Menag bilang, kampus-kampus di Inggris itu punya prinsip kesetaraan yang bikin adem. Apalagi dosennya dan mahasiswa dekat, ngobrolnya santai, kayak diskusi warung kopi tapi berlevel doktoral.

Jangan heran

Bahan jangan heran, banyak tokoh muslim dunia jebolan Inggris, sebut saja Hamza Yusuf, intelektual muslim dari AS yang lama belajar di Inggris dan sempat bikin quote yang cocok buat santri “Being faithful is not enough you must also be educated”. (Loyal sama agama itu penting, tapi pinter juga wajib, Bro!)

Bayangkan kalau ada program pertukaran pelajar santri, misalnya, Ahmad dari Pesantren Lirboyo kuliah di King’s College London, dan Oliver dari Oxford magang di pesantren Gontor, hasilnya bisa jadi film dokumenter Netflix “When Santri Met Shakespeare”

Atau jika pesantren punya native speaker bule ngajar grammar di mushola, sambil sesekali ikutan ronda malam dan makan nasi pecel. Ini bukan mimpi, ini masa depan yang bisa diwujudkan kalau kolaborasi jalan.

Inggris siap bantu visa, dukung pelatihan bahasa, bahkan tertarik ikut investasi di sektor keuangan syariah. Ini kalau dimanfaatkan betul, santri bisa ekspansi jadi duta intelektual global.

Lihat pelajar Korea, mereka ekspor budaya lewat K-Pop, Pelajar Jepang, bawa teknologi sambil tetap pegang budaya nenek moyang. Nah, santri punya potensi ekspor nilai seperti akhlak, etika Islam, budaya damai, jangan cuma bangga bisa ngaji, tapi harus berani tampil di forum dunia.

Sekarang bukan waktunya mikir sarung cuma buat tidur dan shalat, sarung bisa terbang ke luar negeri, asal otaknya ikut diisi ilmu, seperti kata pepatah Arab “Al-‘Ilmu fi as-sighar kan-naqsyi fi al-hajar” (Ilmu yang ditanam sejak kecil itu seperti ukiran di atas batu abadi!).

Santri harus percaya diri, dunia butuh suara Islam yang moderat, toleran, dan cerdas, kalau bukan dari pesantren, dari mana lagi? Jadi, ayo siapkan paspor, poles TOEFL, dan mulai belajar budaya global, karena masa depan santri bukan cuma di mimbar, tapi juga di mimbar Internasional.

Kalau kata Cak Nun “Ngaji terus, tapi jangan lupa ngisi dunia”, kalau kata saya “Santri, siapin koper, dunia menanti dengan segelas teh Inggris dan undangan diskusi!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3M dan 3T Satu Paket Penanganan COVID-19

    3M dan 3T Satu Paket Penanganan COVID-19

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    3M dan 3T adalah kunci utama penanganan COVID-19. Kita perlu untuk terus untuk menjalankan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan pakai sabun) Sedangkan, Pemerintah terus menjalankan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) dengan dukungan semua lapisan masyarakat. 3M dan 3T adalah satu paket upaya yang tidak dapat dipisahkan untuk memutus rantai penularan […]

  • Pererat Silahturahmi dengan Safari Jumat

    Pererat Silahturahmi dengan Safari Jumat

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru melakukan Safari Jum’atnya di Masjid Syuhada, Jalan Jaya VII Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, Jum’at (24/1/2019). Selain untuk melakukan sholat berjama’ah bersama masyarakat, safari Jum’at tersebut juga sekaligus dijadikan HD sebagai upaya mempererat silahturahmi. “Alhamdulillah kita bisa kembali bersilahturahmi. Saya harap silahturahmi ini tetap terjaga,” kata HD. […]

  • Bagir Manan : Dewan Pers Milik Seluruh Konstituen Kewartawanan di Indonesia

    Bagir Manan : Dewan Pers Milik Seluruh Konstituen Kewartawanan di Indonesia

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.309
    • 0Komentar

    Masing-masing memiliki alasan dan landasan yang bisa diperdebatkan.

  • Ganjar-Mahfud dianggap lawan seimbang Prabowo-Gibran

    Ganjar-Mahfud dianggap lawan seimbang Prabowo-Gibran

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21.313
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD diisukan bakal segera diumumkan jadi pendamping bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo. Sehari sebelum pengumuman cawapres Ganjar, Mahfud diketahui telah bertemu dengan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Pertemuan itu dikonfirmasi politikus PDI-P Adian Napitupulu dalam sebuah unggahan di Instagram. Dalam akun @adian_napitupulu, Adian juga mengabadikan […]

  • LIPI Sebut Indonesia Minimal Butuh 47 Kebun Raya

    LIPI Sebut Indonesia Minimal Butuh 47 Kebun Raya

    • calendar_month Jumat, 27 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.052
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Ogan Ilir – Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Ir. Tri Laksana Handoko M.Sc dalam sambutannya mengatakan, LIPI sebagai pembina kebun raya di Indonesia terus berperan aktif terhadap peningkatan kwalitas sumberdaya pengelola kebun raya. Menurutnya, Kebun Raya Sriwijaya merupakan salah satu bentuk percepatan pengembangan kebun raya di Indonesia yang ditargetkan paling tidak minimal […]

  • Dipandang Efektif, PPKM Jawa-Bali Berlanjut

    Dipandang Efektif, PPKM Jawa-Bali Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penanganan Covid-19 terus mengalami perbaikan yang ditandai dengan terus menurunnya jumlah daerah yang menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Untuk daerah Jawa-Bali, Provinsi Bali yang pada periode sebelumnya berada pada Level 4, di periode 6-13 September berhasil turun menjadi Level 3. “Dari 11 […]

expand_less
WordPress Archive Daiquiri - Bartender Services & Catering Cocktail WordPress Theme Daisho – Flexible WordPress Portfolio Theme Daisy – Background Color Changer for WordPress Daltech – IT Solutions & Technology WordPress Theme Damqar – Firefighter & Fire Department Elementor Template Kit Dan – Creative Photography WordPress Theme Dance Studio – WordPress Theme for Dancing Schools & Clubs Dance WordPress Theme – Dancing Academy Dancy – Dance School & Studio Elementor Template Kit Dandelion Pro – React Admin Dashboard Template