Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Nganyam Masa Depan, Emak-Emak Lawan Ketergantungan

Nganyam Masa Depan, Emak-Emak Lawan Ketergantungan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 621
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KISAH ini bukan Cinderella yang sepatu kacanya tertinggal di Istana, namun kisah nyata tentang ibu-ibu Kulonprogo yang meninggalkan jejak anyaman di pasar ekspor, bermodalkan semangat, pelepah pisang, dan sedikit harapan yang dikepang rapat-rapat.

Kalau dulu pelepah pisang cuma jadi rebutan kambing atau dibakar di dapur untuk mengusir nyamuk, sekarang ia naik pangkat menjadi bahan baku produk ekspor!. Dulu dianggap limbah, sekarang dilihat sebagai rejeki yang menyaru jadi ranting.

Mereka 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bukan lagi sekadar barisan penerima bantuan, tapi para calon pengrajin tangguh.

Dengan tangan cekatan, daun pandan yang biasanya jadi pembungkus lemper kini dianyam jadi tas cantik. Sementara pelepah pisang yang biasa dibuang begitu saja, kini dilinting jadi kotak tisu yang bisa mejeng di ruang tamu artis TikTok.

Fatma Saifullah Yusuf, Penasihat I Dharma Wanita Persatuan Kemensos, datang langsung menyapa mereka. Dalam bahasa yang lembut dan penuh semangat, ia memotivasi para peserta untuk terus berkarya.

“Jangan takut salah, yang penting terus mencoba. Produk ini bukan cuma hasil karya, tapi juga harapan,” ujarnya, sambil dikelilingi semangat emak-emak yang lebih panas dari kompor gas tiga tungku.

Dua mitra lokal, Yayasan Kumala dan Murakabi Craft, jadi semacam “chef” di dapur pelatihan ini. Mereka meracik pelatihan dengan resep keterampilan, kesabaran, dan pemasaran. Iya, bukan cuma diajari bikin kerajinan, tapi juga dibantu jualin.

Bayangkan, peserta pelatihan ini ibarat dilatih bikin rendang, dan hasilnya langsung masuk etalase warung padang siap dijual tanpa harus buka lapak sendiri.

Salah satu kisah yang menggetarkan seperti sambaran listrik PLN di tengah hujan adalah cerita Alif (40). Dahulu ia anak jalanan, pengamen dan penjual koran di lampu merah. Tapi karena tekad dan peluang, kini ia sudah berkeliling Indonesia sebagai pelatih dari Yayasan Kumala.

“Orang bilang nasib itu ditentukan garis tangan, tapi saya percaya tangan itu bisa digerakkan. Yang penting jangan pasrah,” katanya, sambil tertawa ringan.

Bekas pengamen, kini ia jadi mentor yang membimbing ibu-ibu KPM agar hidupnya tak cuma bergantung pada bantuan sosial,  semacam kisah dari miskin tapi keren jadi  berdaya dan berkualitas ekspor.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Mira Riyati Kurniasih, menjelaskan bahwa dari 50 peserta pelatihan anyaman pandan oleh Murakabi Craft, ada 10 yang produknya langsung lolos quality control. Itu artinya, tas-tas mereka bukan cuma layak pakai, tapi juga layak pamer di butik Paris atau kios oleh-oleh Bandara Adisutjipto.

Bayangkan, daun pandan yang biasanya kita cuekin di pinggir kebun, sekarang jadi alat memutar ekonomi.

Pepatah bilang “Di mana ada kemauan, di situ daun bisa jadi uang”, dan memang benar, dari pelatihan ini, emak-emak Kulonprogo sudah mulai menganyam masa depan mereka. Kalau sebelumnya KPM itu artinya Keluarga Penerima Manfaat, mungkin sebentar lagi bisa berubah jadi Keluarga Pengusaha Mandiri.

Kalau daun pandan bisa ngomong, mungkin dia akan bilang, “Akhirnya aku tidak cuma jadi isi kolak dan wangi-wangian nasi, tapi juga jadi sumber penghasilan keluarga.”

Kalau pelepah pisang punya akun Instagram, dia mungkin akan upload foto dirinya berubah jadi figura cantik dengan caption, “From pohon to showroom, baby!”.

Program pemberdayaan ini sejatinya bukan cuma tentang pelatihan, tapi tentang menyalakan api kecil dalam diri para KPM, bukan lagi cuma menerima, tapi mencipta.

Kalau dulu mereka antre ambil bantuan, sekarang mereka antre ngepak produk. Kalau dulu semangatnya digantung di gantungan dapur, kini sudah dijahit rapi di setiap produk yang mereka hasilkan.

Harapannya, seperti yang dikatakan  para pendamping semoga para peserta ini tak hanya lulus pelatihan, tapi juga lulus dari ketergantungan, lulus jadi mandiri, lulus jadi inspirasi.

Sebab ujung-ujungnya, pemberdayaan bukan cuma soal ekonomi, tapi juga soal harga diri, siapa tahu, dari pelepah pisang dan daun pandan ini, lahir masa depan cerah yang aromanya lebih wangi dari nasi uduk,  tentu lebih mengenyangkan dari sekadar bansos sebulan sekali.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WSBK di Sirkuit Mandalika Aman dan Terkendali

    WSBK di Sirkuit Mandalika Aman dan Terkendali

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    DALAM evaluasi pengamanan terkait gelaran World Superbike (WSBK) Championship dan Asia Talent Cup 2021 yang rampung digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan situasi keamanan sangat kondusif dan masyarakat terlayani dengan baik. “Kami sangat bersyukur pada Allah Subhanahu Wa Ta’alaa karena dua event internasional di Sirkuit Pertamina Kuta Mandalika berjalan […]

  • Akibat Cedera,Pemegang Rekor Dunia Marathon Wanita Mary Keitany Umumkan Pensiun

    Akibat Cedera,Pemegang Rekor Dunia Marathon Wanita Mary Keitany Umumkan Pensiun

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    PELARI Marathon Mary Keitany mengumumkan pensiun pada usia 39 tahun akibat cedera punggung yang dialaminya sejak akhir 2019. Keitany memegang rekor dunia untuk maraton khusus wanita dengan waktu dua jam 17 menit satu detik, yang ia bukukan saat memenangkan London Marathon ketiganya pada tahun 2017. Ia juga memenangkan New York Marathon pada empat kali kesempatan. […]

  • Tidak Gunakan Rambu, Galian Aspal Di Jalan Arisan Buntal Makan Korban

    Tidak Gunakan Rambu, Galian Aspal Di Jalan Arisan Buntal Makan Korban

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.524
    • 0Komentar

    PERBAIKAN jalan poros dalam Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), memakan korban. Hal itu disebabkan, lantaran galian aspal rusak yang belum selesai dikerjakan, apalagi di beberapa titik perbaikan tersebut tidak terdapat tanda atau rambu. Salah satu korban bernama Rendi, yang mengalami kecelakaan tunggal di jalan desa arisan buntal Kecamatan Kayuagung, sekitar Pukul 20.00 WIB, […]

  • Ada 3.483 Unit, Rumah Hunian Tetap Korban Gempa Telah Ditempati

    Ada 3.483 Unit, Rumah Hunian Tetap Korban Gempa Telah Ditempati

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 563
    • 0Komentar

    SEBAGAI upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi yang disertai tsunami dan likuifaksi yang terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada tahun 2018 silam, hingga saat ini pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan 3.463 unit hunian tetap (huntap) atau setara 45 persen dari total rencana 7.682 unit huntap dan […]

  • Gubernur Sumsel Ajak Petugas Kebersihan Sukseskan Asian Games

    Gubernur Sumsel Ajak Petugas Kebersihan Sukseskan Asian Games

    • calendar_month Senin, 21 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    Merekalah yang bertugas menjaga kebersihan di Kota Palembang.

  • pupuk-sriwijaya

    Wamen ESDM Groundbreaking Proyek Pipa Gas Grissik-Pusri

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.316
    • 0Komentar

    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meresmikan proyek pembangunan pipa Gas Grissik-PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang sepanjang 176 km berdiameter 20 inchi.

expand_less
WordPress Archive Qamico – Indie Games Studio WordPress Theme Qaween – Wedding WordPress Theme Qeen – Fashion Lifestyle Blog WordPress Theme Qempo – Digital Service Agency Elementor Template Kit Qesco | Logistic Shipping Company WordPress Theme Qik – SaaS Startup WordPress Theme Qixer – Multi-Vendor On demand Handyman Service Marketplace and Service Finder Qodify – IT Solutions And Services WordPress Theme Qohwa - Coffee Shop & Store Ecommerce Elementor Pro Template Kit Qolle – Digital Marketing Agency WordPress Theme