Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Sarip Petir, Kisah TKI Antargalaksi [BAB 11 – Planet CuanTapiCemas: Sarip & Bos yang Nggak Pernah Ketawa]

Sarip Petir, Kisah TKI Antargalaksi [BAB 11 – Planet CuanTapiCemas: Sarip & Bos yang Nggak Pernah Ketawa]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 1.044
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETELAH lulus magang makan hati di Planet Karmelia dan nyaris jadi bintang iklan obat stres, Sarip Petir akhirnya dipindah tugaskan ke Planet CuanTapiCemas planet yang katanya makmur luar biasa, tapi semua penghuninya jalan sambil gelisah dan pelipisnya berdetak kayak drum dugem.

“Selamat datang di Planet CTC, Pak Sarip,” kata robot sambutan, sambil menyerahkan goodie bag berisi buku saku motivasi, bubuk kopi 5x extra caffeine, dan kupon diskon psikolog daring.

Sarip, dengan keringat kecut dan semangat kayak wifi lemah, mencoba tersenyum.
“Ini planet kerja atau syuting sinetron azab?” gumamnya.

Hari pertama kerja, Sarip diperkenalkan pada bos barunya Pak Zen Damarwati bin Teguh Wasis.
Namanya Zen, tapi ekspresinya kayak baru ditilang Satpol PP pas lagi ganti oli di trotoar.

Wajahnya datar.
Matanya kayak kalkulator menghitung terus, tapi nggak pernah ada emosi.
Ketawanya? belum pernah ada saksi hidup yang lihat.
Bahkan CCTV aja bingung mau rekam bagian mana. “Selamat pagi, Pak,” sapa Sarip ramah.

Pak Zen cuma angguk. Satu kali. Tanpa suara. Tanpa tanda kehidupan selain nadi.

Sarip merasa seperti ngobrol sama patung dada Jenderal Soedirman.
Cuma lebih dingin.

Planet CuanTapiCemas dikenal dengan sistem kerjanya “Kerja Cuan Sistem Akhirat.”
Artinya kau kerja keras siang malam, bonusmu nanti… bisa jadi dibayar saat di akhirat.

Bos Pak Zen punya motto “Kalau kalian lelah, berarti kalian belum maksimal, kalau kalian pingsan, baru saya mulai percaya kalian kerja”

Sarip mulai rindu Planet Bumi, bahkan rindu emak jualan pempek di depan rumah sambil ngipas bara.

Jam kerja di sini dimulai jam 4 subuh waktu planet, selesai ketika matahari terbenam… di planet tetangga.
Kadang ada shift lembur  dimulai jam 1 malam, selesai saat ayam galaksi Andromeda berkokok.

“Bro, ini kerja apa gladi resik neraka level 2?” keluh Sarip pada teman satu kubikal, makhluk mirip semangka bersepatu roda bernama Tepo.

Tepo mengangguk sambil membuka lemari berisi vitamin, minyak angin, dan sabun mandi aroma relaksasi.
“Biasa, bro. Yang penting jangan ketawa di kantor. Pak Zen alergi”

Suatu hari, Sarip nekat.
Ia buka video lawak Minang di komputer kantor.
Tawa pelan mulai menggelitik kerongkongan.
Tepat saat ia nyengir lebar…

Pak Zen masuk.

“Sedang ada yang lucu?” tanya Pak Zen, dengan suara sejuk seperti AC rusak.

Sarip langsung menutup laptop dan refleks bilang, “Nggak Pak, saya lagi membaca data produktivitas tahun fiskal 5039”

Pak Zen hanya menatap, seperti kamera pengintai di mal nggak berkedip tapi bikin ciut nyali.
Ia lalu pergi… pelan-pelan… seperti bayangan masa lalu yang belum dimaafkan.

Keesokan harinya, semua kursi kerja diganti…
Dengan kursi pijat yang tidak bisa dipakai.

“Sebagai simbol kalian boleh lelah, tapi jangan pernah nyaman” kata memo internal dari HRD.

Sarip mulai menganggap kerja di tambang asteroid lebih masuk akal daripada ini.

Setiap gajian datang, para pekerja CuanTapiCemas dapat transfer nominal yang bikin mata terbelalak.
Tapi begitu saldo masuk, langsung disedot buat tagihan “Biaya Konsultasi Mental”, “Pajak Kebahagiaan”, dan “Donasi Rasa Syukur”.

Sarip pernah protes “Pak, kenapa hidup di sini kayak sinetron religi tapi nggak ada akhir bahagia?”

Pak Zen cuma membalas lewat email satu kalimat “Kesuksesan adalah penderitaan yang dijadwalkan”

Sarip mulai curiga, Pak Zen dulunya mungkin pernah kalah catur sama kucing, lalu trauma seumur hidup.

Akhirnya… Sebuah Ketawa

Suatu sore, saat semua karyawan sudah hampir jadi zombie karena lembur 72 jam, Sarip membawa kue ulang tahun ke ruang tengah.
Tulisan di atasnya “Selamat Ulang Tahun, Pak Zen, semoga bisa ketawa sekali aja”

Semua orang diam.
Hening.
Kue itu diletakkan di meja Pak Zen.
Semua menatap.
Sarip menunggu dengan harapan, kayak harapan gajian naik.

Dan…
Pak Zen melihat tulisan itu.
Membaca… pelan-pelan…

Lalu…

...tersenyum.
Sedikit.
Sebelah bibir.
Mekar tipis.
Tapi cukup untuk membuat seluruh kantor heboh seperti fans K-Pop lihat bias-nya jatuh di panggung.

“Kita berhasil, bro!” teriak Tepo.
“Dia… dia… dia ketawa dalam hati!”

Sarip pun meneteskan air mata entah karena haru atau karena akhirnya boleh pulang tidur.

Planet CuanTapiCemas mengajarkan satu hal penting “Kadang kerja keras itu perlu. Tapi kalau sampai senyum aja jadi barang mewah… lebih baik jualan bakso keliling di Bumi, asal bisa ketawa tiap hari”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Era Reformasi, Kemerdekaan Pers Makin Kuat, Tidak Ada lagi Bredel

    Era Reformasi, Kemerdekaan Pers Makin Kuat, Tidak Ada lagi Bredel

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.156
    • 0Komentar

      MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan kemerdekaan pers di era pascareformasi memiliki landasan yang semakin kuat karena adanya pengurangan peran dan kekuasaan pemerintah sebagai bentuk penerapan hak asasi dan demokrasi. Bahkan menurutnya tidak ada lagi pengekangan terhadap pers. “Hak asasi diberikan semua, lalu pemerintah diberi sisanya, sedikit, untuk mengatur. Nah […]

  • Pahlawan Tanpa Jubah

    Pahlawan Tanpa Jubah

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Sungai itu, seakan tahu betapa beratnya beban yang dipikul oleh Mahisa dan suaminya, Holian. Dua hari lalu, keduanya jatuh ke dalam arus yang tak kenal ampun. Desa Tanjung Agung Barat, Kabupaten Musibanyuasin, Sumatera Selatan yang biasanya sunyi, mendadak riuh dengan suara teriakan dan langkah panik. “Mahisa! Holian! Di mana kalian?” suara Lita, anak muda […]

  • bank-sumsel-babel

    Bank Sumsel Babel Salurkan Ratusan Komputer ke Unsri

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.310
    • 0Komentar

    Penyaluran ini sebagai bentuk komitmen dan kepedulian Bank Sumsel Babel dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan khususnya yang berada di Sumatera Selatan

  • Pantau Tembok Penahan Jalan & Air di Pinggiran Sungai Musi Nyaris Roboh, Ini Dilakukan PJ Bupati Muba

    Pantau Tembok Penahan Jalan & Air di Pinggiran Sungai Musi Nyaris Roboh, Ini Dilakukan PJ Bupati Muba

    • calendar_month Sabtu, 13 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 684
    • 0Komentar

    Tembok penahan jalan dan air dipinggiran Sungai Musi, yang berada di Dusun Lumba Jaya, Desa Bailangu, Kabupaten Musi Banyuasin kondisinya sangat memprihatinkan.   Sabtu (13/5/2023) pagi Pj Bupati Apriyadi Mahmud mendatangi langsung lokasi tersebut. Pantauan di lokasi tampak besi tembok keropos dan kondisinya sudah hampir roboh.   “Ini kan penanggung jawabnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) VIII, […]

  • Melihat Bulan di Langit Malam, Kisah Galileo Galilei Menyempurnakan Teleskop

    Melihat Bulan di Langit Malam, Kisah Galileo Galilei Menyempurnakan Teleskop

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Beberapa malam lalu langit terlihat cukup cerah. Bulan bersinar terang ditemani beberapa bintang yang tampak berkelip. Saya pun berhenti sejenak di halaman rumah, memandang ke atas sambil bertanya dalam hati, bagaimana sebenarnya manusia pertama kali bisa melihat permukaan Bulan dengan lebih jelas? Sekilas, Bulan memang terlihat seperti lingkaran putih yang tenang. Namun, dibalik […]

  • Wagub Sampaikan 7 Raperda di Paripurna DPRD Sumsel

    Wagub Sampaikan 7 Raperda di Paripurna DPRD Sumsel

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.850
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya menghadiri Rapat Paripurna XI DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda penjelasan Gubernur Sumsel Terhadap 7 (Tujuh) Raperda Sumsel di Ruang Rapat Paripurna DPRD Prov Sumsel, Senin (17/2/2020) pagi. Rapat itu sendiri dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Muchendi Mahzarekki. Dalam penjelasannya Wagub mengungkapkan  pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumsel […]

expand_less
WordPress Archive Still - Steel Factory & Manufacturing Elementor Template kit Stock Market & Forex Charts | WordPress Plugin Stock Photos – WordPress Plugin Stockholm – A Genuinely Multi-Concept Theme Stockie – Multi-purpose Creative WooCommerce Theme Stockton – Business & Financial Consulting WordPress Theme StockUpp Advanced Shipping for WooCommerce StockUpp – Split Order For WooCommerce Stocky – A Stock Photography Marketplace Theme Stocky – POS with Inventory Management & HRM