Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » PENDIDIKAN : “Setengah Juta yang Mengubah Cara Pandang”

PENDIDIKAN : “Setengah Juta yang Mengubah Cara Pandang”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
  • visibility 694
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU boleh mau jujur, kadang hidup itu seperti papan tulis di ruang guru sering dihapus tapi tetap meninggalkan jejak. Begitulah kira-kira perasaan ribuan guru non-ASN binaan Kementerian Agama yang selama ini mengajar penuh semangat, walau dompet sering tinggal semangat doang.

Tapi mulai Januari 2025 lalu,  angin segar mulai berembus dari gedung Kemenag. Tunjangan profesi mereka naik Rp500 ribu.

Mungkin bagi sebagian orang itu cuma setara dua porsi ayam geprek level 10 sebulan penuh. Tapi buat para guru honorer yang saban hari berangkat ngajar naik motor butut sambil nenteng map plastik isi RPP, ini bukan sekadar angka. Ini semacam pengakuan negara, bahwa perjuangan mereka ngajar dengan cinta tak bisa terus dibayar dengan doa dan senyuman siswa.

Uniknya, kenaikan ini dirapel sejak Januari 2025, jadi, jangan kaget kalau ada guru madrasah dadakan beli sepatu baru, atau ngajak istri makan bakso berkuah susu kambing, itu bukan bancakan menang pilkades, tapi efek rapelan TPG!

Bayangkan, ada 227.147 guru bukan ASN yang menikmati kebijakan ini, dari guru madrasah sampai guru agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, semua kebagian, karena Kemenag memang tidak diskriminatif. Yang penting satu punya sertifikat pendidik dan semangat ngajar yang tidak pernah kadaluarsa.

Selama ini, guru non-ASN sering dianggap “pemain cadangan” di dunia pendidikan. Tapi mari kita luruskan, mereka justru sering jadi pemain inti di medan nyata.

Mereka masuk ruang kelas dengan sepatu lusuh, tapi menyemai harapan segar. Mereka tak punya pangkat, tapi punya derajat di mata murid-muridnya. Maka, kenaikan tunjangan ini bukan hadiah, tapi utang keadilan yang baru mulai dicicil.

Sebagaimana pepatah tua bilang, “Bukan baju seragam yang bikin hormat, tapi ilmu dan akhlak yang ditanam tiap hari tanpa pamrih”.

Menag Nasaruddin Umar dengan tegas menyebut bahwa langkah ini bukan cuma soal uang, tapi bagian dari misi besar meningkatkan profesionalitas guru. Bahasa halusnya kalau udah digaji lebih, ya ngajar juga harus lebih greget.

Tak boleh lagi ada guru agama yang cuma berceramah dari buku fotokopian tahun 90-an. Harus ada kreativitas. Misalnya, ngajarin akhlak lewat TikTok edukatif, atau ngajarin toleransi lewat drama kelas mini yang bikin murid nangis dan mikir sekaligus.

Buat para guru non-ASN, ini momen yang pas untuk bangkit, bukan hanya menagih hak, tapi menebar manfaat lebih luas. Karena sejatinya guru bukan hanya profesi, tapi jalan sunyi menuju perubahan.

Kata pepatah Banjar “Guru itu ibarat pelita dalam gulita”. Dan kalau pelitanya makin terang karena ada tambahan minyak (alias tunjangan), masa iya malah makin temaram?

Kita salut pada kebijakan ini, tapi salut saja tak cukup, harus ada evaluasi berkala, harus ada pengawasan pencairan, dan harus ada pelatihan lanjutan agar guru-guru kita tak hanya sejahtera secara angka, tapi juga unggul secara kualitas.

Kalau dulu semangat mengajar disebut “panggilan jiwa”, kini semestinya “panggilan jiwa plus intensif berkala”.

Kita percaya, pendidikan bukan cuma urusan kurikulum dan anggaran. Tapi juga soal moral dan teladan, maka, ketika tunjangan guru non-ASN naik, semestinya semangat dan mutu pengajaran pun ikut naik. Jangan sampai kita bikin murid pintar matematika, tapi lupa cara jadi manusia baik.

Dan buat para guru tercinta, teruslah jadi pahlawan yang walau tak bersenjata, tapi mampu menaklukkan kebodohan, satu pelajaran, satu senyuman, dan satu tunjangan pada satu waktu.

“Ilmu yang diberi dengan ikhlas, tak pernah berhenti bekerja meski pengajarnya telah tiada” – Catatan Pinggir Papan Tulis

Kalau kamu suka tulisan ini, silakan sebar ke grup WA alumni, grup wali murid, atau kirim ke mantan yang dulu pernah kamu ajarin makna cinta lewat pelajaran Fiqih.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank DKI Berencana Melantai di BEI

    Bank DKI Berencana Melantai di BEI

    • calendar_month Rabu, 2 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.875
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – PT Bank DKI berencana tahun ini melantai di Bursa Efek Indonesia [BEI] Jakarta sehingga kontribusi perseroan untuk pembangunan Jakarta dapat ditingkatkan. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan “Mudah mudahan (tahun ini IPO/initial public offering). Iya tahun ini,” ujarnya di Jakarta, Rabu (2/1/2019). Anies menilai, IPO nantinya akan membuat kontribusi Bank DKI untuk pembangunan […]

  • Zuellig Pharma Diakui Dengan Skor “A-” Pada Keterlibatan Pemasok CDP Di Industri Pertama

    Zuellig Pharma Diakui Dengan Skor “A-” Pada Keterlibatan Pemasok CDP Di Industri Pertama

    • calendar_month Jumat, 28 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.056
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – SINGAPURA –  Zuellig Pharma, salah satu grup layanan kesehatan terbesar di Asia, telah mengumumkan skor “A-” untuk Keterlibatan Pemasok dari platform pengungkapan karbon global CDP, menjadikannya perusahaan pertama dan satu-satunya di dunia dalam kelompok aktivitasnya untuk menerima pengakuan ini. Ini terjadi setelah skor “B” pada Perubahan Iklim CDP di awal tahun. Zuellig […]

  • Datsun CROSS Bakal Mengaspal di Palembang

    Datsun CROSS Bakal Mengaspal di Palembang

    • calendar_month Selasa, 13 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

    Datsun di Indonesia dan model baru ke enam di dunia.

  • Dapat Informasi Vaksin COVID-19 yang Bikin Deg-Degan? Cek Hoaks atau Bukan!

    Dapat Informasi Vaksin COVID-19 yang Bikin Deg-Degan? Cek Hoaks atau Bukan!

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    SERING mendapatkan informasi berupa postingan atau pesan broadcast yang isinya bikin deg-degan, emosian, bertanya-tanya, atau bahkan minta diviralkan cepat-cepat? Hati-hati, karena itu adalah ciri-ciri umum dari hoaks! Sebelum membagikan informasi yang seperti itu, cek dulu kebenaran informasi tersebut dengan mencarinya di sumber-sumber berita resmi. Ingat, selalu saring sebelum sharing! Kalau butuh informasi vaksin COVID-19, kunjungi website https://s.id/infovaksin dan […]

  • Ini Respon Kak Seto Terhadap Anak-anak Muba Saat Hadiri Puncak HAN

    Ini Respon Kak Seto Terhadap Anak-anak Muba Saat Hadiri Puncak HAN

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    PSIKOLOG anak Seto Mulyadi takjub dengan anak-anak Kabupaten Musi Banyuasin yang sangat respon menjawab pertanyaan-pertanyaan  yang diberikan oleh Bupati Muba maupun pertanyaan dari dirinya dijawab dengan baik dan benar. Dia juga mengakui bahwa pelaksanaan puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kabupaten Muba sangat Semarak, ribuan anak yang hadir terlihat ceria dan antusias mengikuti acara tersebut. […]

  • Ust Yusuf Mansyur : Dari Awal Mau Neteskan Air Mata, Saudaraku Harus Bangga

    Ust Yusuf Mansyur : Dari Awal Mau Neteskan Air Mata, Saudaraku Harus Bangga

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Kemajuan yang berhasil dicapai oleh Provinsi Sumsel menjadi ladang amanah untuk Gubernur Sumsel.

expand_less
WordPress Archive Univero | Education LMS & Courses WordPress Theme Universal – Corporate WordPress Multi-Concept Theme Universal – Full Multi-Purpose Android App Universh – Education Multipurpose WordPress Theme University – Education & Event and Course Theme University of Education WordPress Theme – Courses Management WP Unleash – Life Coach Elementor Template Kit Unlimited Addons for WPBakery Page Builder Unlimited Elements for Elementor Pro Unniq – Dark Digital Creative Agency Elementor Template Kit