Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » PELUANG KERJA : “Magang Rasa Internasional, Ketika Anak BLK Main di Dapur Austria”

PELUANG KERJA : “Magang Rasa Internasional, Ketika Anak BLK Main di Dapur Austria”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
  • visibility 720
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANAK muda zaman sekarang jika ditanya, “Mau ke luar negeri buat ngapain?”, biasanya jawabannya terbagi dua pertama, ingin kuliah tapi dompet bilang “tidak”, dan kedua, ingin kerja tapi visa bilang “belum tentu”. Nah, kabar baik baru-baru ini datang dari Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Austria buka pintu buat program magang vokasi, bukan magang yang disuruh fotokopi sama bikin kopi, tapi magang yang bisa bikin hidupmu lebih berbumbu dari sosis bratwurst khas Wina.

Dalam sebuah pertemuan antara Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Duta Besar Austria H.E. Thomas Loidl, dibahas peluang kerja sama pelatihan vokasi dan pengembangan SDM. Bahasannya serius, tapi kita boleh menertawakannya dengan cara sehat akhirnya, BLK (Balai Latihan Kerja) kita bisa jadi jembatan ke Eropa, bukan cuma tempat nge-las dan belajar servis AC.

Menaker Yassierli nampaknya paham betul bahwa zaman sekarang, ijazah saja tak cukup. Kita butuh skill yang nempel di tangan, bukan hanya di lembaran kertas. Beliau menyebut sistem vokasi Austria sebagai model rujukan. Dan memang benar, sistem vokasi Austria itu bukan kaleng-kaleng. Menurut OECD, lebih dari 70% remaja Austria terlibat dalam pelatihan vokasi dual system, belajar di kelas dan kerja di industri. (Sumber: OECD, Education at a Glance 2023).

Bandingkan dengan kita  banyak anak magang malah diminta beli nasi bungkus, bukan diajari bungkus nasi. Maka tak heran kalau Menaker tertarik dengan skema pemagangan 2–3 tahun di industri Austria. Kalau ini benar terwujud, maka anak-anak BLK kita bisa naik pangkat dari pelatihan lokal jadi lulusan global.

Perumpamaannya begini kalau kambing diajar berenang di laut, ya pasti lelah. Tapi kalau dia diajari makan rumput terbaik di padang yang luas, dia akan tumbuh gemuk dan kuat.

Begitu juga anak muda Indonesia, jangan ajari mereka rebutan lowongan di kota besar yang pengap dan penuh angkot. Arahkan mereka ke peluang yang bisa bikin mereka berkembang, meski harus menyeberang benua dulu.

Duta Besar Austria bahkan menyebut ada estimasi kuota 100–200 magang tiap tahun, khususnya di bidang hospitality. Ini bukan angka kecil. Ini peluang besar, ibarat undangan pesta dansa di balai kota Wina, kalau tak segera disambar, bisa diambil negara sebelah.

Negara-negara seperti Jerman, Swiss, dan Belanda sudah lebih dulu memetik hasil dari program magang internasional yang tertata rapi. Mereka sadar bahwa SDM yang terampil adalah tabungan negara yang tak tergerus inflasi.

Namun Menaker juga menegaskan, magang bukan sekadar penempatan kerja murah, tapi bagian dari penguatan kapasitas nasional. Artinya, anak-anak magang ke luar negeri itu bukanlah tenaga kerja yang dibuang, tapi dikirim dengan misi belajar dan kembali dengan ilmu.

Tapi kita harus tegas di sini perlindungan wajib hukumnya, jangan sampai anak magang dari Sumedang malah disuruh bersih-bersih kandang rusa di Tirol tanpa pelatihan, tanpa pengawasan, dan tanpa jaminan. Dalam bahasa yang lebih nyastra “Jangan kirim anak panah, kalau talinya putus dan busurnya copot”.

Kata pepatah, “Kalau tak bisa menanam padi di tanahmu, belajarlah ke tanah yang subur”. Program magang ke Austria inilah tanah subur itu. Tapi tanamnya tetap pakai bibit kita, anak-anak muda penuh semangat dari BLK di seluruh pelosok.

“Jangan jadi pemuda yang hanya bisa selfie di depan gedung pelatihan. Jadilah pemuda yang bisa mengubah gedung pelatihan jadi gerbang masa depan” – (Bijak dari warung kopi).

Kerja sama vokasi Indonesia-Austria ini bukan hal remeh. Ini bisa jadi roda baru dalam mesin penggerak ekonomi kita, bukan sekadar mengirim pekerja, tapi mengirim pembelajar yang akan pulang jadi pembaharu.

Kita tak bisa terus-menerus berharap pada tambang dan sawit. Sudah waktunya kita investasi ke otak dan keterampilan. Kalau Austria sudah membuka pintu, maka tugas kita adalah menyiapkan kunci SDM yang siap, sistem yang rapi, dan perlindungan yang pasti.

Karena seperti kata tukang servis motor “Yang penting bukan motornya mahal atau tidak, tapi apakah kita tahu cara merawat dan mengendarainya”. Maka mari kita rawat generasi muda ini lewat pelatihan, dan kita tuntun mereka mengendarai masa depan, meski jalannya melintasi Pegunungan Alpen.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada 70 Maktab Bekerjasama dengan PPIH untuk Layani Jemaah Haji Indonesia, PPIH : “Tahun Ini Kita Bikin Syiar Haji Ramah Lansia

    Ada 70 Maktab Bekerjasama dengan PPIH untuk Layani Jemaah Haji Indonesia, PPIH : “Tahun Ini Kita Bikin Syiar Haji Ramah Lansia

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Makkah – Ada 70 Maktab yang bekerja sama dengan PPIH dalam melayani jemaah haji Indonesia, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 mengungkapkan Tahun ini Indonesia membuat syiar haji ramah lansia. “Tahun ini, kuota haji Indonesia kembali normal, 221.000, terdiri atas: 203.320 kuota jemaah haji reguler dan 17.680 kuota jemaah haji khusus,”tambah Ketua PPIH […]

  • Ekonomi Digital Indonesia Berpotensi Tumbuh Hingga Delapan Kali Lipat di 2030, Ini Dikarenakan Adanya…?

    Ekonomi Digital Indonesia Berpotensi Tumbuh Hingga Delapan Kali Lipat di 2030, Ini Dikarenakan Adanya…?

    • calendar_month Jumat, 11 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.347
    • 0Komentar

    EKONOMI digital Indonesia memiliki prospek yang sangat baik dan akan terus tumbuh berkali lipat. Di tahun 2020 lalu, ekonomi digital berkontribusi terhadap empat persen gross domestic product (GDP). Sementara pada 2030 mendatang pertumbuhan GDP Indonesia akan tumbuh dari Rp15.400 triliun menjadi Rp24.000 triliun di mana ekonomi digital kita diyakini juga akan tumbuh hingga delapan kali […]

  • Satgas Himbau Daerah Untuk Mengoptimalisasi Posko Demi Mencegah Lonjakan Kasus, Berdasarkan Evaluasi Masih Banyak Daerah Terjadi Lonjakan Kasus

    Satgas Himbau Daerah Untuk Mengoptimalisasi Posko Demi Mencegah Lonjakan Kasus, Berdasarkan Evaluasi Masih Banyak Daerah Terjadi Lonjakan Kasus

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    SATGAS telah mengevaluasi pembentukan Pos komando (posko), kenaikan kasus dan keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed of ratio (BOR) pada 15 kabupaten/kota dengan kenaikan kasus tertinggi minggu ini. Hasil evaluasi, terdapat 11 dari 15 kabupaten/kota dengan pembentukan poskos masih rendah yaitu dibawah 50 persen. Sementara 4 lainnya, pembentukan posko sudah diatas 60 persen. “Hal […]

  • Teken Kesepakatan dengan Pemkab Lahat, Fisip UIN Raden Fatah Langsung Bantu 2 OPD Ini

    Teken Kesepakatan dengan Pemkab Lahat, Fisip UIN Raden Fatah Langsung Bantu 2 OPD Ini

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.172
    • 0Komentar

    PASCA transformasi IAIN ke UIN, UIN Raden Fatah tidak hanya berkutat di bidang disiplin Ilmu Keagamaaan, namun berkembang lagi beberapa disiplin Ilmu Umum salah satunya FISIP. Oleh sebab itu perlu menyusun rancangan kongkrit bekerjasam dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah [OPD] di Pemkab Lahat melalui kerjasama/MoU. Wakil Dekan III Fisip Dr. Kun Budianto dalam pertemuan mengatakan […]

  • Pasca Banjir, Sumatera Bersih-Bersih Kayu

    Pasca Banjir, Sumatera Bersih-Bersih Kayu

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.155
    • 0Komentar

    Gotong royong warga dan relawan jadi kunci pemulihan fasilitas publik DESEMBER 2025, Sumatera diguyur banjir dan longsor, dampaknya jalan-jalan, pesantren, masjid, sampai pantai Kota Padang ikut ‘dihujani’ kayu berserakan. Ibaratnya, kalau ada lomba parkour alami, warga lokal pasti langsung juara dunia. hehehe!, tapi jangan salah, dari repotnya kayu berserakan itu muncul hal penting yaitu,  gotong […]

  • 28 Peserta Ikuti Tahap Akhir Seleksi Pengisian Jabatan Admistrator RSUD Sekayu

    28 Peserta Ikuti Tahap Akhir Seleksi Pengisian Jabatan Admistrator RSUD Sekayu

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Badan Kepegawian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Hari ini melaksanakan tahap akhir seleksi pengisian jabatan Admistrator RSUD Sekayu. Adapun tahapan akhir ini berupa presentasi makalah dan wawancara yang di lakukan selama dua hari yaitu di mulai pada hari ini di Auditorium Pemkab Muba, Rabu (4/11/2020). Sekretaris Daerah Muba Drs H […]

expand_less
WordPress Archive GamiPress Easy Digital Downloads Discounts GamiPress Easy Digital Downloads Partial Payments GamiPress Easy Digital Downloads Points Gateway GamiPress Email Digests GamiPress Expirations GamiPress Frontend Awards GamiPress Leaderboards GamiPress Mark As Completed GamiPress Nominations GamiPress Notifications