Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Galeri ke Geliat Ekonomi, Jangan Tunggu Ilham, Ayo Kita Nyeni Bareng-Bareng, Daerah Lain Kapan!

Galeri ke Geliat Ekonomi, Jangan Tunggu Ilham, Ayo Kita Nyeni Bareng-Bareng, Daerah Lain Kapan!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
  • visibility 802
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

IDE kreatif anak muda biasanya cuma berakhir di obrolan warung kopi, disisipkan di antara bahasan politik, dan utang angkringan, kali ini Semarang bikin beda, memberi panggungnya beneran. Awann Creative & Redmiller Experience Gallery resmi dibuka Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, akhir pekan lalu.

Ia datang bukan buat nyicipi wedang jahe, tapi buat ngegas bahwa ruang seni itu harusnya kayak warung terbuka, rame, dan penuh inovasi, bedanya, yang ini bisa nyumbang PDB.

Kalau kamu  punya ide brilian wajib baca ini, pengin bikin karakter animasi ayam geprek yang bisa bicara dan jadi pahlawan nasional. Tapi sayang, karyamu cuma nangkring di folder laptop bernama “Jangan Dihapus (FIX BGT Versi FINAL REVISI 17).docx”. Kenapa? Karena tak ada tempat buat “manggung”.

 

Nah, di sinilah cerita dimulai, dari sebuah kota yang biasanya terkenal karena lumpia, sekarang mulai berani ngegas jadi pusat ide nasional Semarang!.Tanpa diiringi marching band atau penabuh rebana, Wamen ekraf datang dan melemparkan “bom semangat” di tengah masyarakat Semarang.

 

Awann Creative & Redmiller Experience Gallery ibarat tempat yang sakral bagi para insan kreatif yang selama ini hidup di pinggir-pinggir folder komputer dan catatan kertas minyak.Bu Wamen pun ngomong mantap, “Ini bukan galeri biasa, tapi panggung dan  medan tempur … semacam media sosial ala TikTok, tapi buat karya beneran!”.

 

Bukan cuma tempat pamer, tapi tempat pejuang kreatif mager bangkit. Yang dipamerin di galeri ini bukan cuma lukisan sunyi yang bikin bingung (“Ini gambar apaan sih?”), tapi juga karakter IP jempolan, kayak si Redmiller Blood, tokoh heroik karya Peter Rhian Gunawan yang pernah mejeng di Mandalika dan kini bisa kamu lihat tanpa harus beli tiket MotoGP.

 

Di sinilah sebenarnya letak romantisnya. Semarang bilang ke daerah lain bahkan lebih luar kepada dunia, “Kita enggak cuma jual tahu petis dan nasi kucing.

 

Kita juga punya gagasan, tokoh fiksi, teknologi imersif, dan workshop ekonomi kreatif, bahkan bisa dibilang dari pada nunggu ilham, mending ke galeri ini, bisa langsung ‘meledak’ idemu!”.

 

Serius ya, korek yang dinyalain Semarang bukan korek gas buat nyalain kompor, tapi korek semangat, korek kreativitas, korek ide yang lama kesimpen di laci.

 

Nah, pas korek ini nyala, ternyata daerah lain… masih gelap, bukan karena PLN, tapi karena belum ada yang berani bikin panggung buat ide lokal.

 

Contohnya  Melbourne punya gang-gang seni yang keren, Amsterdam hidup dari galeri seni nyeleneh, bahkan Korea Selatan, kalau mau jujur,.

 

Bahkan Seoul, lewat industri K-Pop dan K-Drama, bisa menghasilkan USD 10 miliar setahun, dari nyanyi, akting, dan konten. Masa kita cuma nontonin mereka terus?.Semarang sudah memulai, lengkap dengan workshop ekonomi kreatif, pameran IP, dan galeri imersif. Lantas daerah lain? Masih sibuk nyari dana event yang habis buat panggung dan konsumsi?.

 

Artinya  kreativitas bisa bikin negara kaya, bukan cuma tambang dan kelapa sawit.Di galeri ini juga digencarkan pentingnya IP alias Intellectual Property, jadi bukan cuma pacar yang perlu status, tapi juga karya! Mari serius sebentar (tapi jangan tegang), banyak seniman kita yang sudah punya karakter unik, cerita menarik, bahkan pasar sendiri tapi mentok karena tidak terlindungi hukum, dan tidak tahu bagaimana memonetisasi ide.

 

Di Awann Gallery, IP ditekankan sebagai aset ekonomi, bukan sekadar barang lucu-lucuan, kita juga harus belajar dari Jepang, yang bisa hidup dari karakter seperti Hello Kitty, Doraemon, dan Godzilla.Tengok Redmiller Blood, tokoh IP dari Semarang ini.

 

Mungkin hari ini dia cuma tampil di Mandalika dan galeri lokal, tapi besok-besok siapa tahu jadi karakter Netflix? atau masuk game buatan anak bangsa.

 

Karena percuma punya tokoh animasi lucu kalau akhirnya dijiplak tetangga dan dijual di pasar malam. Makanya, Bu Wamen mengingatkan jangan takut mendaftarkan karya, jangan malu kolaborasi karena zaman sekarang, yang kaya bukan yang punya tanah, tapi yang punya karakter kartun viral dan bisa dijual ke Netflix.

 

Bikin kepala gatal

Nah ini nih, yang biasanya bikin kepala rakyat gatal kalau dibaca hexahelix. Tapi kalau dijelasin pakai logika dapur, gampang bikin rendang enak perlu banyak bahan daging, santan, daun jeruk, serai, cabai, sama waktu rebus. Sama kayak ekonomi kreatif, harus ada pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, media, dan rakyat jelata bersatu dalam satu panci ide.

 

Kalau cuma senimannya doang yang semangat, tapi pemda-nya malah sibuk ngurus plakat penghargaan, ya… bisa kering duluan sebelum matang.

 

Semarang sudah nunjukin, satu galeri kecil bisa jadi mercusuar semangat, sekarang giliran daerah lain. Ayo dong Palembang, Balikpapan, Ternate, Kupang, dan saudara-saudaraku di pelosok negeri!.Jangan tunggu diundang, jangan tunggu dapat dana CSR.

 

Mulailah dari balai desa kosong, rumah kosong bekas posyandu, atau kantor karang taruna yang sudah lama vakum disulap jadi ruang kreatif!.Seandainya, jika Tasik bisa bikin galeri bordir kekinian, Pekanbaru punya festival tokoh IP Minang, atau Pontianak bikin pertunjukan hologram cerita Dayak.

 

Itu bukan halu, itu visi daerah maju.Kata Richard Florida, ahli ekonomi kreatif dari luar negeri (yang jelas bukan tetangga saya), “Creativity is the new economy’s most valuable resource”. Nah, kalau itu “sumber daya paling berharga”, masa kita mau nyia-nyiain?

 

Sekarang berhenti jadi penonton di stadion ide, dan mulai masuk lapangan, karena masa depan bukan milik yang kaya raya, tapi milik mereka yang nekat, nyeni, dan punya koneksi Wi-Fi.

 

Jangan tunggu korek dari pusat, bikin api sendiri, bakar semangat, dan goreng ide sampai matang karena ternyata, masa depan bangsa ini… bisa juga lahir dari coretan pensil, sketsa karakter, atau poster yang dikerjakan tengah malam sambil ngopi sachet dan nahan ngantuk.

 

Saatnya berhenti menunggu bantuan dari pusat, dan mulai berbuat dari gang kecil di desa. Galeri, komunitas seni, workshop digital, hingga festival kreatif lokal semuanya bisa jadi pemantik ekonomi baru. Asal dikelola dengan cinta, dijaga dengan data, dan dipromosikan dengan gaya.

 

Kata Prof. John Howkins, penulis buku The Creative Economy, “Creativity is not a fringe activity. It is the core of modern economies”, kalau daerahmu belum punya ruang kreatif, jangan menunggu gubernur.

Ajak anak-anak muda, minta bantuan komunitas, dan mulailah dari pojok balai desa. Ingat!,kadang masa depan tak datang dari gedung bertingkat atau investasi triliunan.

Tapi dari secarik ide yang digambar di buku tulis, yang suatu hari dipamerkan di galeri kecil lalu ditonton dunia. Semarang sudah mulai. Daerahmu kapan?[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “UMKM Naik Kelas, dari Warung Emak ke Panggung Fashion & Ekspor! Gubernur BI: Inilah Era ‘Kalala’ Mareda!”

    “UMKM Naik Kelas, dari Warung Emak ke Panggung Fashion & Ekspor! Gubernur BI: Inilah Era ‘Kalala’ Mareda!”

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 766
    • 0Komentar

    UMKM identik dengan warung pojok depan rumah yang jualan mie instan dan permen mint dua biji seratus, sekarang jangan salah UMKM sudah jadi bintang catwalk, tembus Shopee, bahkan ekspor sampai ke negeri yang kita nggak hafal ibukotanya! Di gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Gubernur Bank Indonesia, […]

  • Gegara Gorong-gorong Proyek BBPJN, Jalan Lais Jadi Tergenang, Bupati Muba Geram, Akhirnya….

    Gegara Gorong-gorong Proyek BBPJN, Jalan Lais Jadi Tergenang, Bupati Muba Geram, Akhirnya….

    • calendar_month Rabu, 20 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.263
    • 0Komentar

    PULUHAN tahun terus terjadi genangan air di Jalan Lintas Betung-Sekayu Simpang Kerang Desa Lais, Kecamatan Lais di Simpang Kerang Desa Lais akibat curah hujan tinggi, membuat Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA geram, terlebih persoalan genangan air ini akibat box Culvert (gorong-gorong) milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Negara (BBPJN) Kementerian PUPR […]

  • Ini Permintaan DKP Kepada Wawako Palembang Saat Bersilahturahmi

    Ini Permintaan DKP Kepada Wawako Palembang Saat Bersilahturahmi

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.304
    • 0Komentar

    DEWAN Kesenian Palembang (DKP) akan mengadakan kegiatan Kenduri Sajak Mengindahkan Persatuan Indonesia tanggal 31 Agustus 2019 nanti. DKP Palembang pun melaksanakan Audiensi dengan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda. Dalam acara itu dijelaskan setiap kegiatan, ada pembacaan sajak dan pantun guna membudayakan budaya Melayu. Bahkan Fitri diminta oleh Ketua DKP, Vebri Al Lintani untuk membacakan puisi pada kegiatan […]

  • Sambut tahun ajaran 2023/2024, Sekolah Sinarmas Eka Bangsa resmikan Gedung Baru di OKI, begini asanya..

    Sambut tahun ajaran 2023/2024, Sekolah Sinarmas Eka Bangsa resmikan Gedung Baru di OKI, begini asanya..

    • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.452
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  OKI- Yayasan Tjiptamas Eka Bangsa dengan penuh kebanggaan meresmikan gedung baru Sekolah Sinarmas Eka Bangsa di Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Peristiwa ini menandai komitmen yang kuat dalam memajukan pendidikan di Kabupaten OKI dan memberikan harapan baru bagi masyarakat. Dalam suasana kegembiraan menyambut tahun ajaran 2023/2024, […]

  • Siagakan Personel Agar Sumsel Bebas Karhutla

    Siagakan Personel Agar Sumsel Bebas Karhutla

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.382
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menerima Danrem 044/ Gapo Kolonel ARH Sonny Septiono bersama Kasi Intel 044/Gapo Letkol INF Ihsan, Rabu (6/2/2019) di ruang kerja gubernur. Kepada Danrem, Herman Deru meminta Sumsel bersih dari asap Karhutla. Menurut mantan Bupati OKU Timur dua periode tersebut, Provinsi Sumsel tahun ini […]

  • Keliling Daerah Rawan Banjir

    Keliling Daerah Rawan Banjir

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, langsung merespon keluhan warga Kelurahan  Sukajaya Kecamatan Sukarame, terutama yang berada di komplek Griya Mutiara, yang mengeluhkan genangan air setinggi lutut orang dewas yang tak kunjung juga surut. Fitri mengatakan, telah menerjunka alat berat untuk normalisasi sungai Sedapat, yang tersumbat akibat tingginya volume sampah yang langsung berdekatan dengan komplek rumah […]

expand_less
WordPress Archive Mercado Pro – Turn your WooCommerce into Multi Vendor Marketplace Mercadopago Payment gateway for Easy Digital Downloads Merchandiser – Clean, Fast, Lightweight WooCommerce Theme Merge – Personal Portfolio & Resume WordPress Theme Merk – Branding Solution & Advertising Agency Elementor Template Kit Merope – Photography WordPress Theme Mersal – One Page MultiPurpose WordPress Theme Merto - Multipurpose WooCommerce WordPress Theme Messenger chat support WordPress Plugin MetaFans - Community & Social Network BuddyPress Theme