Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Cerita Taruna KKP, Bikin Roti, Bikin Usaha, Bikin Bangga..

Cerita Taruna KKP, Bikin Roti, Bikin Usaha, Bikin Bangga..

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
  • visibility 802
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau kata pepatah lama “Jangan suruh anakmu mancing ikan, kalau kamu nggak siap dia bawa pulang satu truk hiu pakai ijazah,” Nah, kira-kira itulah yang sedang diantisipasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), lewat pendekatan teaching factory atau, kalau mau dibikin lebih sedap didengar “Belajar sambil ngelapak di dunia nyata”. KKP bertekad supaya lulusan vokasi mereka nggak jadi alumni rebahan berjamaah di rumah.

Sudah terlalu lama dunia pendidikan dan dunia kerja seperti dua orang mantan pernah dekat, tapi sekarang saling bingung kalau ketemu. BPPSDM KP (Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan) yang namanya panjang kayak nama akun email pas zaman warnet menyatakan tekadnya untuk menjodohkan dunia kampus dengan dunia industri lewat teaching factory. Ya, bukan hanya praktik di lab, tapi praktik betulan di lapangan, di pabrik, bahkan sampai ke dapur roti yang wangi kayak masa depan taruna yang cerah.

Contohnya, taruna dari Program Taruna Berprestasi (PTB) Batch 2 diajak main-main (yang serius) ke PT. Puratos Indonesia perusahaan bakery top, bukan buat ngemil roti gratis, tapi buat belajar beneran. Mereka mengolah protein alternatif dari hasil laut untuk dijadikan bahan roti. Tuna rasa croissant?.

Ikan kembung isi cokelat? belum sampe situ, tapi idenya udah ke arah sana pangan sehat dari laut yang bisa bikin perut kenyang dan dompet tetap tebal. Inilah bukti nyata bahwa belajar bisa dari oven, bukan cuma dari dosen ibarat kata, jangan cuma bisa bikin makalah, tapi juga bisa bikin makaroni dari daging ikan patin. Kenapa tidak?

Kata pakar pendidikan asal Finlandia, Pasi Sahlberg, dalambuku Finnish Lessons, 2011. “The more time students spend in real working environments, the better prepared they are for life.” (“Semakin banyak waktu yang dihabiskan siswa di lingkungan kerja nyata, semakin siap mereka menghadapi kehidupan,”).

Jadi, makin sering taruna kita main ke dapur pabrik atau nelayan, makin jago mereka nyari rezeki dari laut, bukan cuma dari teori. Jerman, mereka punya sistem dual vocational training, separuh waktu di sekolah, separuh waktu magang di industri. Hasilnya? Pengangguran muda rendah, dan lulusan vokasi nggak canggung kalau disuruh pasang baut mesin kapal.

Korea Selatan, vokasi maritimnya terintegrasi sama pelabuhan, jadi siswanya bukan cuma tahu teori arus laut, tapi juga tahu cara narik jangkar dan buka palka kontainer. Australia, ada TAFE (Technical and Further Education) yang kerja sama dengan industri lokal, bikin lulusan bisa langsung kerja atau buka usaha, dari budidaya udang sampai pengolahan seafood kemasan.

Tahun Akademik 2023/2024, dari 2.195 lulusan Politeknik KP, sebanyak 76,13% udah terserap kerja langsung nyebur ke industri, pemerintahan, atau jadi pelopor UMKM laut. Sisanya? Ya ada yang lanjut kuliah, ada yang jadi bos kecil buka usaha, dan sebagian lagi mungkin masih nunggu panggilan sambil ngurus kolam lele di rumah.

Ini capaian yang layak diacungi jempol, bukan cuma karena angkanya lumayan, tapi karena pendekatan teaching factory terbukti mengubah pola pikir taruna dari “cari kerja” jadi “siap kerja”tau bahkan “ciptakan kerja”.

Kalau boleh kasih saran, kenapa nggak sekalian bikin waralaba roti laut “Taruna Tuna Bakery”? Bisa ekspansi ke bandara, rest area tol Trans Sumatra, sampai ke kapal ferry. Selain itu, bikin reality show “MasterChef Laut” buat promosi hasil kreasi anak vokasi KP, dijamin, bukan cuma jadi tontonan, tapi juga jadi peluang ekonomi baru.

Ibarat laut, pendidikan vokasi ini harus luas, dalam, dan penuh ikan bukan penuh omong kosong, dengan teaching factory, taruna kita nggak lagi bingung setelah lulus. Mereka siap mengarungi ombak dunia kerja, bukan sekadar jadi nelayan angan-angan.

Sambut era baru pendidikan vokasi yang bukan cuma nyuruh taruna ngapalin teori arus laut, tapi juga ngajarin mereka cara bikin keripik tenggiri kemasan ramah lingkungan, karena seperti kata pepatah tua versi nelayan “Kalau bisa makan dari laut, ngapain rebutan micin di darat?”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabupaten Tetangga di Sumsel Diuntungkan Adanya Center Excellent RSUD Sekayu, Apa Saja ?

    Kabupaten Tetangga di Sumsel Diuntungkan Adanya Center Excellent RSUD Sekayu, Apa Saja ?

    • calendar_month Minggu, 27 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.098
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Keberadaan Center Excellent [CE] di RSUD Sekayu membawa manfaat bagi masyarakat di luar Kabupaten Musi Banyuasin [Muba], karena pasien yang dari kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Pali, Mura, Kota Lubuklinggau dan RSUD Muratara akan lebih mudah, cepat dan dekat merujuk pasien ke RSUD Sekayu. Keberadaan dan kemampuan melakukan operasi Laparoscopy ini di RSUD […]

  • Vaksinasi COVID-19 dan Tes Swab Tidak Batalkan Puasa

    Vaksinasi COVID-19 dan Tes Swab Tidak Batalkan Puasa

    • calendar_month Sabtu, 2 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 722
    • 0Komentar

    PADA tahun 2021, MUI terbitkan fatwa terkait vaksinasi COVID-19 dan tes swab selama menjalankan ibadah puasa, yakni bahwa keduanya tidak membatalkan puasa. Fatwa No. 13/2021 menyebutkan bahwa vaksinasi COVID-19 dengan injeksi intramuscular (suntikan pada otot) tidak membatalkan puasa, begitu juga dengan test swab sebagaimana disebutkan di dalam Fatwa No. 23/2021. MUI mengimbau umat Islam agar […]

  • Meriahkan Lomba Kerakyatan HUT RI ke 74 di Pemprov. Sumsel   

    Meriahkan Lomba Kerakyatan HUT RI ke 74 di Pemprov. Sumsel  

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    “Abiske ke pak, abiske pak dikit lagi paaak,” begitu teriak penonton dengan gemas saat menyaksikan Gubernur Sumsel H.Herman Deru beradu cepat makan kerupuk pada Lomba Kerakyatan HUT RI ke-74 yang digelar Pemprov Sumsel, di halaman Griya Agung, Kamis (8/8/2019) pagi. TANPA sungkan dan canggung sedikitpun, orang nomor satu di Sumsel itu tampak berputar sambil sesekali […]

  • Agar Tidak Langka, Kasad Apresiasi Pangdam Pantau Persediaan Minyak Goreng

    Agar Tidak Langka, Kasad Apresiasi Pangdam Pantau Persediaan Minyak Goreng

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.712
    • 0Komentar

    KEPALA Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan apresiasi kepada para Pangdam dalam memantau dan memastikan ketersediaan stok minyak goreng sekaligus memonitor harga di pasaran sehingga kebutuhan pokok tersebut tidak hilang dari pasaran. Hal itu diungkapkan Kasad saat memberikan instruksi secara Vicon, di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta belum lama ini. Dalam […]

  • Usai Kibarkan Merah Putih, Manggala Agni Kembali Buru Api Karhutla di OKI

    Usai Kibarkan Merah Putih, Manggala Agni Kembali Buru Api Karhutla di OKI

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Sumatra XVII/Ogan Komering Ilir (OKI) kembali memburu titik api karhutla setelah menggelar upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tengah lokasi pemadaman, Senin (17/8/2026). Para personel Manggala Agni mengibarkan dan memberikan penghormatan kepada Merah Putih di sela tugas menangani karhutla. Upacara berlangsung sederhana di tiga titik pemadaman di […]

  • Rahasia Asbak Terbongkar! Ternyata Selama Ini Aku Lebih Bijak daripada Motivator

    Rahasia Asbak Terbongkar! Ternyata Selama Ini Aku Lebih Bijak daripada Motivator

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    AKUasbak, benda kecil yang sering dianggap sepele, padahal tugasku mulia, kata orang, “besar pasak daripada tiang” itu bikin rumah bangkrut, tapi kalau “besar rokok daripada asbak” ya siap-siap rumah berantakan. Aku hadir bukan untuk gaya-gayaan, bukan pula buat pamer di meja tamu, tapi untuk menampung sisa rokok, abu, dan puntung biar hidupmu tetap rapi, aman, […]

expand_less
WordPress Archive ChopItUp Live Chat with Firebase Choros — Responsive Multipurpose WordPress Theme Chérie — Beauty Salon Spa WordPress Christian – Church WordPress Theme Christmas Rain – WordPress Plugin Chromium – Auto Parts Shop WordPress WooCommerce Theme ChurchWP – A Contemporary WordPress Theme for Churches Chyro – Chiropractic & Physiotherapy Elementor Template Kit Ciao – Minimalist Elementor WooCommerce Theme Cicool – Page, Form, Rest API and CRUD Generator