Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Nyamuk Anopheles & Strategi Eliminasi Malaria Ala Papua

Nyamuk Anopheles & Strategi Eliminasi Malaria Ala Papua

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 696
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ada pepatah lama yang bilang, “bersatu kita teguh, bercerai kita digigit nyamuk Anopheles,”, itulah nasib yang sedang dihadapi Tanah Papua, bukan karena warganya malas mandi atau terlalu cinta hutan, tapi karena nyamuk pembawa malaria makin lincah dari anak muda yang lagi cari sinyal cinta di puncak gunung.

Papua, masih menjadi episentrum malaria nasional, dari 100 nyamuk malaria yang terbang di Indonesia, 90-nya mampir ngopi di Provinsi-provinsi Tanah Papua, bukan main bahkan nyamuknya udah bisa Siskamling, patroli lintas provinsi, kadang ke tetangga sebentar buat nyebar virus sebelum balik lagi ke rumah sendiri.

Masalahnya, nyamuk ini bukan cuma urusan Dinas Kesehatan. Dia juga masuk ke dapur lingkungan, rebahan di kasur sektor infrastruktur, bahkan ngopi bareng di pos keamanan. Tapi yang paling penting, nyamuk ini bisa mencium bau ‘komitmen yang setengah matang’. Katanya kalau pemimpin daerah nggak kompak, nyamuk bisa tepuk tangan satu sayap saking bahagianya.

Makanya, ide brilian untuk membentuk Forum Gubernur Papua Pengendali Malaria itu bukan cuma penting, tapi wajib, jangan sampai nanti yang ngumpul di forum malah nyamuknya, bukan gubernurnya.

Di forum itu, para kepala daerah bisa saling tukar strategi, bukan cuma tukar kaus bola saat rapat koordinasi. Misalnya, Bupati A cerita, “Di tempat saya, nyamuknya suka rebahan di bak mandi kosong,” lalu Bupati B menjawab, “Di tempat saya malah nyamuknya udah kenal nama anak saya”.

Nah, forum semacam ini sukses juga diterapkan di negara tetangga, contohnya Vietnam dan Sri Lanka, dua negara yang sudah lebih dulu menyatakan bebas malaria. Di sana, bukan cuma dokter yang kerja, tapi juga petani, guru, sampai satpam komplek.

Mereka sadar bahwa malaria bukan cuma urusan nyamuk dan manusia, tapi juga urusan kolaborasi lintas sektor. Di Vietnam, masyarakat ikut dalam program “rumah sehat bebas malaria,” lengkap dengan pelatihan cara membedakan gigitan nyamuk dari gigitan mantan.

Indonesia bisa tiru itu, Kementerian Kesehatan sudah kasih sinyal, ADB siap bantu dananya. Tapi ingat, syaratnya cuma satu komitmen, jangan sampai saat donornya datang, daerahnya masih galau milih fokus bangun jembatan selfie atau pusat oleh-oleh. Nyamuk Anopheles itu nggak bisa dibasmi pakai baliho. “Kami Siap Bebas Malaria 2045”. Dia butuh aksi nyata, bukan janji kampanye yang diketik pakai huruf miring.

Jadi, solusi yang gak neko-neko Forum Gubernur Papua untuk Eliminasi Malaria harus segera dibentuk. Isinya bukan cuma rapat formal, tapi bisa jadi ruang diskusi santai, semacam “kopi sore anti nyamuk” yang menghasilkan rencana konkret, bukan hanya rencana konten Instagram.

Libatkan sektor lain, Polisi bisa bantu patroli jentik, Dinas PU bisa memperbaiki drainase, ibu-ibu PKK bisa ikut pelatihan deteksi dini malaria, dan tukang ojek bisa jadi agen edukasi nyamuk sambil antar penumpang. Bangun sistem deteksi dini digital, misalnya masyarakat bisa lapor lewat aplikasi, “Pak, saya barusan digigit nyamuk dengan tatapan mencurigakan.” Jangan tunggu nyamuknya masuk podcast dulu baru kita sadar.

Edukasi berbasis budaya lokal, kampanye bisa pakai lagu-lagu Papua, tarian tradisional, atau lomba yospan bertema “Nyamuk Gagal Move On.” Anak muda diajak bukan cuma untuk joget TikTok, tapi juga gerakan bersih lingkungan dan transparansi anggaran dan evaluasi berkala. Setiap bulan, ada laporan lucu tapi serius “Jumlah nyamuk yang pensiun meningkat 15% karena habitatnya dibersihkan”.

Pepatah bilang, “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Jika ingin berjalan jauh, ajaklah gubernur-gubernur se-Tanah Papua ke forum bareng”. Eh, agak panjang pepatahnya, tapi ya kira-kira begitu.

Harus ingat Indonesia mungkin sedang on the track, tapi rel kereta kita masih panjang dan penuh semak belukar. Malaria itu musuh kecil yang pintar. Dia nggak bisa dikalahkan dengan satu pidato atau satu seminar, tapi dengan satu kesatuan gerakan yang kompak dari Sabang sampai Merauke, terutama dari Jayapura sampai Merauke juga.

Karena dalam perang melawan malaria, yang kita butuhkan bukan hanya dokter dan data, tapi juga dialog, dana, dan… dorongan komitmen dari para gubernur yang tidak takut digigit nyamuk maupun diserbu deadline. Ayo gebuk nyamuk bareng-bareng, sebelum dia bikin markas dan ngundang keluarga besar buat reuni nasional di Tanah Papua.

Mengatasi malaria di Tanah Papua bukan seperti menambal ban bocor di warung tambal dekat rumah. Ini pekerjaan besar, seperti menyiapkan rendang untuk satu kampung pas Lebaran. Butuh banyak tangan, banyak wajan, dan tentu saja resep yang sama. Dan dalam hal ini, resepnya adalah komitmen, kolaborasi, dan konsistensi.

Membentuk Forum Gubernur Pengendalian Malaria bukan cuma ide keren buat headline berita, tapi adalah wadah konkret untuk menyalakan lilin di tengah kegelapan nyamuk. Kalau selama ini para kepala daerah masih sibuk urus jalan rusak dan selfie dengan drone bantuan pusat, sekarang saatnya fokus juga pada urusan nyawa. Sebab malaria bukan hanya soal sakit kepala dan demam, tapi soal produktivitas rakyat, masa depan anak-anak, dan kualitas hidup generasi mendatang.

Indonesia memang sedang on the track, seperti kata drg. Murti, tapi pastikan jalurnya bukan rel yang penuh batu atau jembatan yang belum selesai dicor. Kalau Papua berhasil menurunkan angka malaria, maka Indonesia akan punya prestasi kesehatan global yang bisa dibanggakan. Iya, bisa dikibarkan bukan cuma bendera merah putih, tapi juga spanduk bertuliskan “Indonesia Bukan Sarang Nyamuk Lagi!”.

Dan kita percaya, rakyat Papua  yang tangguh, kreatif, dan penuh semangat bukanlah bangsa yang menyerah di depan nyamuk. Mereka hanya butuh ruang, perhatian, dan pemimpin yang mau duduk bersama, bukan cuma duduk di kursi VIP saat seminar.

Mari mulai, bukan minggu depan, bukan setelah pesta adat. Tapi sekarang, sebelum nyamuk Anopheles mulai bikin akun TikTok dan bilang, “Papua, surga kami juga”. Saatnya gebuk nyamuk, rangkul pemimpin, dan wujudkan Papua yang bukan cuma hijau hutannya, tapi juga putih bersih dari malaria.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Lantik 48 Pejabat Struktural di Lingkungan Pemprov Sumsel

    Sekda Lantik 48 Pejabat Struktural di Lingkungan Pemprov Sumsel

    • calendar_month Rabu, 27 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 850
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang- Atas nama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar melantik dengan resmi sebanyak 48 Pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, di Griya Agung (26/6/2018). Pelantikan tersebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor : 1044/KPTS/BKD. II/2018 tanggal 30 April 2018 dan Nomor : […]

  • Pemerintah Kawal Pembangunan Ekonomi Perbatasan, Ini Sudah Dibuat Inpresnya

    Pemerintah Kawal Pembangunan Ekonomi Perbatasan, Ini Sudah Dibuat Inpresnya

    • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    SEBAGAI beranda terdepan dan etalase bangsa, pembangunan di kawasan perbatasan negara harus menjadi perhatian utama. Pembangunan fisik 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) telah selesai dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Untuk selanjutnya dilakukan pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan negara melalui tersusunnya Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Perbatasan Negara serta Pilot Project pembangunan ekonomi. […]

  • Artis C-Pop Global dan Ikon Mode Tia Lee bikin gebrakan di London Fashion Week

    Artis C-Pop Global dan Ikon Mode Tia Lee bikin gebrakan di London Fashion Week

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.140
    • 0Komentar

      Penampilan perdananya di fashion extravaganza memuncak dengan pengungkapan eksklusifnya tentang adibusana Julien Macdonald FW23 yang menakjubkan ke dunia untuk pertama kalinya.   Sumselterkini.co.id, LONDON, Inggris – Media OutReach – 21 Februari 2023 – Tia Lee (Lee Yu Fen), penyanyi C-pop global dan ikon fesyen, menggemparkan di London Fashion Week (LFW) pada Minggu (19 Feb) […]

  • Apa Tujuan Muba Bentuk Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha ?

    Apa Tujuan Muba Bentuk Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha ?

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 879
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin [Muba] menyiapkan pedoman Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Berusaha sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Aturan tersebut telah ditetapkan Presiden Joko Widodo dan diundangkan sejak 26 September 2017. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Muba Erdian Syahri SSos MSi menjelaskan, […]

  • Pemuda PMII Harus Bersatu Majukan Sumsel 

    Pemuda PMII Harus Bersatu Majukan Sumsel 

    • calendar_month Minggu, 6 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 930
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menghadiri pelantikan sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus koordinator cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Selatan (Sumsel) Masa Khidmat 2018-2020 bertempat di Balai Diklat Kementerian Agama, Sabtu (5/1/2019). Dalam sambutan singkatnya Gubernur Sumsel  Herman Deru mengaku bangga dan mengapresiasi penuh kegiatan yang dilakukan oleh […]

  • UMKM Muba Naik Kelas, Bersiap Masuk Etalase Modern

    UMKM Muba Naik Kelas, Bersiap Masuk Etalase Modern

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 789
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Suasananya di Ruang Rapat Randik, mendadak mirip acara lamaran, bukan karena ada siraman adat, tapi karena perwakilan Indomaret datang bawa niat baik dan dua gerobak. Bukan buat jualan gorengan langsung, tapi untuk mempererat ikatan dagang antara ritel modern dan pelaku UMKM lokal. Seperti jodoh yang dijodohin mertua, Pemkab Muba dan PT Indomarco Prismatama […]

expand_less
WordPress Archive Fugu – NFT & Crypto WordPress Theme Full Width Background Image Slider Fuller – Creative Portfolio, Resume & Agency WordPress Theme FullPage – Fullscreen One Page Theme Fullscreen Parallax WordPress Plugin Fun Facts Pro FundBar – Fundraising Charity WordPress Theme Fundboxs – Charity & Donation WordPress Theme Fundbux – Charity & Fundraise WordPress Theme Fundly – Fundraising WordPress Theme