Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Optimis Bebas Stunting Dengan Gerakan Nasional Indonesia Bebas Stunting 2030

Optimis Bebas Stunting Dengan Gerakan Nasional Indonesia Bebas Stunting 2030

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
  • visibility 1.218
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Stunting adalah kondisi yang timbul akibat kekurangan gizi berkepanjangan, yang berpengaruh pada perkembangan fisik dan otak.

Didefinisikan sebagai kurangnya tinggi badan pada anak, stunting hanya dapat didiagnosa dengan membandingkan terhadap bagan tumbuh kembang yang sesuai standar. Permasalahannya, apabila dilihat dari prevalensi stunting dalam 10 tahun terakhir, dapat disimpulkan bahwa stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada bayi di Indonesia.

Menurut data 2019, jumlah kasus stunting di Indonesia mencapai 29,67%, lebih tinggi dari dari angka standar WHO yaitu 20%.

Data terkini juga menunjukkan bahwa sekitar 9 juta balita  Indonesia saat ini mengalami stunting, yang artinya 1 dari 3 bayi yang dilahirkan terdiagnosa stunting. Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun lalu hingga kini, diyakini memperburuk jumlah angka stunting, dimana seluruh aspek pasti terpengaruh terutama perekonomian, yang tentu saja berdampak pada tumbuh kembang anak.

Sebanyak 60% posyandu tidak menjalankan fungsinya, dan lebih dari 86% program stunting berhenti akibat pandemi.

Menyadari hal ini, dua lembaga nirlaba 1000 Days Fund atau Yayasan Seribu Cita Bangsa dan Yayasan Kesehatan Perempuan mencanangkan sebuah inisiatif publik bertajuk Gerakan Nasional #IndonesiaBebasStunting 2030.

Dengan dicanangkannya gerakan ini, diharapkan berbagai elemen masyarakat tergugah untuk memahami, mendukung, dan beraksi secara bersama untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Zack Petersen, Lead Strategist 1000 Days Fund mengatakan:

“Ada 9 juta anak balita di Indonesia yang mengalami stunting. Ini adalah sumber daya manusia masa depan Indonesia.  Mereka tumbuh  dengan ancaman pneumonia dan diare, dan sering sakit, otak dan sistem imunitas mereka tidak tumbuh dengan seharusnya sehingga mereka tidak bisa berkontribusi pada pembangunan dan kesejahteraan Indonesia”.

Permasalahan terbesar dalam pengentasan stunting adalah masih kurangnya pengetahuan masyarakat akan bahaya stunting.

Hal tersebut menyebabkan masyarakat masih mengabaikan gizi yang seimbang dan kebersihan yang menjadi kontributor penyebab stunting. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya jumlah ibu hamil yang menderita anemia, kondisi yang berisiko tinggi untuk melahirkan anak yang stunting.

Oleh karenanya, program pendampingan stunting harus efektif di tingkat keluarga, khususnya ibu, agar bayi dapat selamat dari resiko stunting.

“Dari berbagai program peningkatan kesehatan perempuan yang kami lakukan di lebih dari 15 wilayah, kami melihat bahwa kesehatan ibu  merupakan tonggak utama kesejahteraan anak dan keluarga.

Oleh karenanya pengentasan Indonesia dari stunting dapat dilakukan pertama mulai dari intervensi langsung kepada  perempuan, dengan menyediakan informasi terkait merencanakan kehamilan, menjalani kehamilan, persalinan hingga setelah melahirkan sampai dengan bayi berumur dua tahun.

Kedua, mendorong tersedianya layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif. Ketiga, pelibatan pihak terkait seperti peran laki-laki dalam pencegahan stunting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung  sehingga tercipta perubahan perilaku dalam pemenuhan kesehatan perempuan dan anak yang lebih baik ”, tegas Nanda Dwinta Sari, Direktur Eksekutif Yayasan Kesehatan Perempuan, Kamis (8/4/2021).

Lahirnya gerakan masyarakat yang dicanangkan hari ini timbul dari kesadaran bahwa peran komunikasi publik sangat krusial untuk mengangkat isu stunting menjadi sebuah urgensi nasional, karena jika tidak diperhatikan, sudah dapat dipastikan bahwa Indonesia tidak dapat mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas yang menjadi modal penting tujuan bernegara, yaitu mencapai masyarakat adil dan makmur.

Sudah seharusnya permasalahan stunting dituntaskan dengan segera. Untuk itu diperlukan sebuah gerakan masif yang melibatkan berbagai pihak yang berasal dari berbagai  macam elemen masyarakat, untuk mendorong kemitraan multisektor dengan melibatkan pemerintah, swasta, mitra lokal, dan masyarakat, demi mempercepat upaya pencegahan stunting, sehingga Indonesia mampu mencapai “zero stunting” pada tahun 2030.

Gerakan Nasional #IndonesiaBebasStunting2030 memiliki misi untuk: Mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan prevalensi kasus stunting; Meningkatkan kesadaran masyarakat dengan memberikan edukasi dan informasi tentang stunting; Menggalang partisipasi, dukungan dan aksi mereka dalam upaya nasional mengentaskan Indonesia dari stunting; dan membangun aspirasi dan aksi sosial dan politik di daerah di seluruh Indonesia dalam upaya yang tersinergi terkait program intervensi keluarga yang efektif.

Sebagai mitra utama gerakan menuju #IndonesiaBebasStunting2030, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang pada tahun 2020 lalu dimandat oleh Presiden Joko Widodo untuk memimpin Program Percepatan Penangangan Stunting, mengapresiasi inisiatif apapun dari masyarakat yang mendukung misi ini. Hadir pada acara pencanangan Gerakan Nasional #IndonesiaBebasStunting2030, Kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, SpOG(K) menyatakan:

“Penurunan prevalensi stunting merupakan pilar utama bagi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan, oleh karena itu, misi ini perlu melibatkan pihak-pihak di luar pemerintah. Untuk itu, BKKBN akan segera mewujudkan kemitraan dengan sebanyak-banyaknya pihak melalui wadah #1000MitraUntuk1000Hari, dan kami sangat menghargai organisasi-organisasi aktivis yang meluncurkan gerakan ini yang telah menjadi mitra BKKBN, karena kami selalu menjadi sahabat mitra dan sahabat keluarga”.

Melalui kerjasama dengan BKKBN, gerakan #IndonesiaBebasStunting2030 akan menggalang dukungan, partisipasi dan aksi dari berbagai elemen masyarakat, baik dari pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, komunitas dan individu untuk bergabung dalam wadah #1000MitraUntuk1000Hari. Elemen yang akan membentuk #1000MitraUntuk1000Hari adalah sinergi upaya-upaya penanganan stunting yang dilakukan oleh lembaga pemerintah, pihak swasta, organisasi masyarakat dan aktivis, komunitas, maupun individu baik di tingkat nasional maupun daerah, untuk mendukung program pendampingan dan intervensi stunting di tingkat keluarga dan ibu-ibu hamil di seluruh Indonesia selama 1000 hari. [ril]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Rekonstruksi, Motif Pembunuhan Malam Takbiran Terungkap

    Gelar Rekonstruksi, Motif Pembunuhan Malam Takbiran Terungkap

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    POLISI menggelar rekonstruksi pembunuhan di Sukarami pada malam hari raya Idul Fitri atau pada 23 Mei lalu. TH, seorang remaja berusia 16 tahun warga Alang Alang Lebar, ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti menghabisi nyawa korban berinisial KL, usia 18 tahun. Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono menerangkan, peristiwa bermula saat tersangka terlibat perkelahian dengan seseorang […]

  • Semoga Telkomsel Gugah Provider Lain

    Semoga Telkomsel Gugah Provider Lain

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru menerima secara simbolis bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Sumsel dari PT.Telkomsel di Auditorium Bina Praja. Menurutnya dari sekian banyak provider di Sumsel baru Telkomsel yang terketuk untuk memberikan bantuan ke Pemprov menanggulangi pandemi Covid. Iapun berharap aksi Telkomsel hari ini dapat menjadi penyulut […]

  • Menteri: Kerjasama Grab Indonesia Diharapkan Terus Berlanjut

    Menteri: Kerjasama Grab Indonesia Diharapkan Terus Berlanjut

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    MENPAREKRAF Harap Kerja Sama dengan Grab Indonesia Bisa Berkelanjutan Jakarta, 26 November 2021 – MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berharap kolaborasi yang terjalin selama tahun 2021 dengan Grab Indonesia dapat terus ditingkatkan dan berkelanjutan, agar perekonomian Indonesia dapat bangkit dari pandemi COVID-19 dan penciptaan lapangan kerja terbuka […]

  • DPRD Bahas Sembilan Raperda, Wagub Sumsel Hadir

    DPRD Bahas Sembilan Raperda, Wagub Sumsel Hadir

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.610
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya (MY) menghadiri dan mengikuti Sidang Rapat Paripurna XXX DPRD Provinsi Sumatra Selatan bertempat di Ruang Rapat DPRD Prov Sumsel, Senin (17/5/2021). Agenda Rapat kali ini mendengarkan tanggapan pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel terkait sembilan (9) Raperda yang sebelumnya telah diajukan pada Sidang Rapat Paripurna XXX DPRD Provinsi Sumatra […]

  • Gaet PTUN Palembang, Muba Teken Kesepakatan

    Gaet PTUN Palembang, Muba Teken Kesepakatan

    • calendar_month Kamis, 18 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 795
    • 0Komentar

    Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang digandeng  Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Guna memaksimalkan sinergi penyelesaian sengketa yang timbul dalam bidang administrasi. Sinergi dalam Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintahan dengan Warga Masyarakat dan Aparatur Pemerintahan yang Dirugikan Terhadap Keputusan dan Tindakan Pejabat / Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di Kantor Perwakilan Musi Banyuasin di Palembang, Rabu (17/5/2023). “Ini […]

  • Indonesia Mengungguli Negara ASEAN Lain Terkait Vaksinasi Massal COVID-19, Berapa Banyak Yang Sudah Divaksin

    Indonesia Mengungguli Negara ASEAN Lain Terkait Vaksinasi Massal COVID-19, Berapa Banyak Yang Sudah Divaksin

    • calendar_month Senin, 31 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 789
    • 0Komentar

    INDONESIA masih menjadi negara yang tertinggi dalam melakukan vaksinasi COVID-19 dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Tercatat, saat ini pemerintah telah melakukan vaksinasi kepada 26,9 juta orang menggunakan berbagai merek vaksin yang telah didapatkan pemerintah. “Alhamdulillah pemerintah dibantu rakyat semua, kita sudah mendapatkan vaksinasi sebesar 26,9 juta sudah divaksin sekarang,” kata Menteri Badan […]

expand_less
WordPress Archive Ultimate DB Manager – WordPress Database Backup, Cleanup & Optimize Plugin Ultimate GDPR & CCPA CMP for WordPress Ultimate GDPR Compliance jQuery Toolkit Ultimate GDPR Compliance Plugin for WordPress & WooCommerce Ultimate Grid Responsive Gallery Ultimate Learning Pro WordPress Plugin Ultimate Member bbPress Ultimate Member Followers Addon Ultimate Member for WooCommerce Ultimate Member Friends Addon