Tips

Hati-Hati Gunakan Media Sosial Berjam-Jam, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

foto : ilustrasi

MEDIA sosial telah membawa revolusi pada cara berkomunikasi di era milenial ini. Mencari tahu kabar sanak saudara di tempat yang jauh tidak perlu sulit lagi, melalui media sosial Anda dapat mengetahui kehidupan dan aktivitasnya. Menjangkau selebritas pun tak sesulit dahulu, cukup membuka akun media sosial “selebgram” atau artis favorit Anda untuk tahu seluk-beluk kehidupannya.

Lebih jauh lagi, aktivitas jual beli pun kini marak dilakukan melalui media sosial. Tak perlu lelah berjalan mengitari pusat perbelanjaan karena dengan menjelajah lini masa toko online, Anda bisa memilih dan membeli barang yang diinginkan.

Segala kemudahan yang ditawarkan media sosial membuatnya makin tak terpisahkan dari kehidupan banyak orang. Beberapa orang bahkan menjadi candu dan tidak bisa berhenti mengecek media sosial. Mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam berselancar di media sosial hingga larut malam.

Faktanya, menggunakan media sosial dalam jangka waktu yang panjang menyimpan sejumlah konsekuensi serius untuk tubuh Anda. Apa saja? Inilah beberapa di antaranya.

  1. Masalah penglihatan

Terlalu lama memandang layar gawai akan membuat mata menjadi kering. Selain itu, sinar biru yang dipancarkan oleh layar gawai dapat menyebabkan sejumlah masalah pada retina. Akibatnya, gangguan penglihatan seperti kerusakan saraf mata (age-related macular degeneration) dan lensa keruh (katarak) dapat terjadi lebih cepat.

  1. Social jet lag

Social jet lag merupakan kondisi saat seseorang memiliki pola tidur yang berbeda di akhir minggu dibandingkan hari biasa. Saat akhir pekan dan hari libur, seseorang yang social jet lag akan tidur dan bangun lebih lama dibanding hari biasa – bahkan bisa menimbulkan perbedaan jumlah waktu tidur yang cukup jauh.

Hal tersebut menyebabkan tubuh merasa lelah layaknya orang yang menjalani penerbangan panjang dan berbeda zona waktu (jet lag). Meski jarang terdengar, nyatanya banyak orang mengalami social jet lag. Di awal minggu, mereka akan merasa lemas, lelah, mengantuk berlebihan, dan tidak produktif saat bekerja. Selain itu, masalah kesehatan seperti obesitas dan penyakit gula juga mengintai mereka.

  1. Penuaan dini

Sinar biru yang Anda dapatkan dari layar gawai saat menggunakan media sosial dalam waktu lama akan menekan produksi melatonin, yaitu hormon yang membuat tubuh rileks dan beregenerasi. Kadar melatonin yang rendah akan membuat tubuh Anda dipaksa untuk terus bangun, padahal mungkin saja sudah waktunya untuk beristirahat.

Akibatnya, regenerasi sel-sel tubuh pun terganggu, termasuk sel kulit. Hal ini dapat memunculkan tanda-tanda penuaan dini pada kulit, seperti kerutan, kulit kendur, dan bercak kehitaman.

  1. Kanker

Sinar biru dari layar gawai ternyata dapat menyebabkan penyakit berbahaya lainnya, seperti kanker payudara dan kanker prostat. Sebuah penelitian di Spanyol menunjukkan bahwa mereka yang terpapar sinar biru artifisial di malam hari, baik dari lampu maupun layar gawai, 1,5 hingga 2 kali lipat lebih berisiko mengalami jenis kanker tersebut.

  1. Gangguan mental

Selain masalah fisik, kesehatan mental Anda pun dipertaruhkan bila terlalu sering menggunakan media sosial. Berbagai studi di dunia menunjukkan bahwa pengguna aktif media sosial berpotensi mengalami gangguan kesehatan jiwa seperti kecemasan, depresi, kecanduan alkohol atau obat-obat terlarang, bulimia atau anoreksia, serta gangguan konsentrasi (attention deficit and hyperactivity disorder/ADHD).

Tentu, berbagai dampak negatif di atas belum tentu terjadi pada semua pengguna media sosial. Namun, semakin lama waktu yang dihabiskan untuk bermain media sosial, semakin tinggi pula risiko mengalami kondisi-kondisi tersebut. Karena itu, jadilah pengguna yang bijak. Batasi waktu untuk menelusuri lini masa media sosial dan gunakan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan orang-orang di sekitar Anda.[**]

Sumber : klikdokter.com

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com