Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » Ketika Emak-emak Berkebaya Lebih Heboh dari Fashion Week

Ketika Emak-emak Berkebaya Lebih Heboh dari Fashion Week

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 504
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU dunia ini sedang panas-panasnya oleh perang, politik, dan tagihan listrik, maka pemandangan di halaman Kantor Gubernur Sumsel Minggu pagi kemarin ibarat es batu di dalam teh manis menyejukkan, menggembirakan, dan penuh senyum manis tanpa gula tambahan.

Ratusan perempuan berkebaya datang seperti angin segar dari pegunungan, membawa aroma nostalgia dan cita rasa budaya yang nyaris dilupakan. Biasanya halaman kantor dipenuhi mobil dinas dan wajah serius, kemarin pagi semuanya berubah jadi panggung modis bertabur keanggunan.

“Busana boleh jadul, tapi pesonanya awet seperti lauk rendang di kulkas dua minggu,” celetuk seorang peserta sambil merapikan sanggulnya yang mirip tumpeng mini.

Kegiatan ini bukan sekadar pamer kebaya, ini adalah parade perlawanan terhadap seragam-seragam fast fashion yang tiap minggu ganti tren.

Di zaman ketika daster sablon unicorn bersaing ketat dengan hoodie korea, kebaya datang dengan anggunnya sambil bilang, “Aku tak lapuk dimakan zaman, Dek”

Kota Palembang sendiri mengirim 25 peserta, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang, Ida Rodhiyani, bilang, “Kebaya itu simbol keanggunan perempuan Indonesia”. Betul, Bu. Kebaya itu kayak cinta pertama klasik, melekat, dan tak tergantikan.

Lalu muncullah Panji Cahyanto dari istana Sumsel, eh, maksudnya dari Staf Ahli Gubernur, dengan penuh khidmat (tapi senyumnya mirip habis lihat diskon sepatu), ia bilang bahwa tanggal 24 Juli dipilih sebagai Hari Kebaya karena dulu, Kongres Perempuan Indonesia ke-10 diselenggarakan pada hari itu, dan semua perempuan datang pakai kebaya.

Bahkan Bung Karno pun hadir langsung, bayangkan, suasananya mungkin kayak pertemuan PBB tapi versi emak-emak Indonesia anggun tapi tegas.

Dan lebih dari itu, sejak 4 Desember 2024 lalu, kebaya resmi diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Artinya, selain soto dan batik, kebaya sekarang sah dan wajib dipamerkan di level dunia. Jadi jangan malu kalau di luar negeri ditanya “What do Indonesian women wear?” Jawab saja, “Kebaya, darling. It’s like haute couture, but with sambal”.

Parade ini bukan lomba busana, tapi selebrasi identitas. Ada kebaya kutubaru, encim, lurik, sampai kebaya bordir yang kayaknya dijahit dengan kesabaran level malaikat.

Warnanya? Dari pastel kalem kayak sore di Lembang, sampai merah menyala seperti semangat emak-emak rebut diskon minyak goreng.

“Kebaya itu seperti pelukan budaya,” kata seorang peserta dari OKU Timur, “memeluk kita dengan sejarah, tapi tetap membuat kita tampak elegan meski dompet tipis”

Dalam parade ini, setiap langkah para perempuan berkebaya seolah bilang “Kami anggun, kami kuat, dan kami nggak perlu endorsement buat jadi trending topic!”.

Dan benar kata pepatah, “Wanita ibarat kebaya, makin tua makin berkelas, makin paham cara berdiri tegak meski hak tinggi patah”.

Motivasi dari Tokoh “Jangan pernah meremehkan kekuatan perempuan berkebaya. Di balik payet dan brokatnya, tersembunyi keteguhan seperti baja” – Anne Avantie, desainer kebaya legendaris.

Di tengah arus zaman yang kadang bikin kita pengin pensiun dini dari kehidupan, kebaya datang mengingatkan bahwa keindahan dan kekuatan bisa jalan bareng, seperti teh dan susu beda rasa tapi satu tujuan bikin hidup lebih manis.

Kalau saja dunia ini bisa sedikit meniru parade kebaya kemarin, mungkin perdamaian bakal lebih mudah diraih. Karena di balik sulaman benang itu, ada semangat yang tak bisa didekap oleh waktu semangat perempuan Indonesia yang anggun, tangguh, dan selalu punya gaya.[***]

———————————————————————————————————————————

“Move Over Fashion Week, Here Come the Kebaya Queens!”

WHEN the world feels too noisy with politics, conflict, and unpaid bills, what happened on Sunday morning at the South Sumatra Governor’s Office felt like a warm hug from grandma wrapped in lace. Sweet, comforting, and timeless.

Hundreds of women in kebaya gathered like a moving painting. It was elegance in motion, tradition on parade, and a gentle protest against fast fashion and its forgetfulness.

“Kebaya may look vintage, but its charm lasts longer than my grandma’s rendang in the freezer,” joked a participant as she adjusted her bun that resembled a mini rice cone.

This event wasn’t just about showing off embroidery. It was about showing up for heritage. Palembang sent 25 participants, led by the always-elegant Ida Rodhiyani who said, “Kebaya is the symbol of Indonesian women’s grace.”

Mr. Panji from the Governor’s staff reminded the crowd that July 24 is now National Kebaya Day, rooted in the historical Women’s Congress of 1964. And as of December 4, 2024, kebaya is officially recognized by UNESCO. Take that, Paris Fashion Week!

And if someone abroad asks you, “What do Indonesian women wear?” Just smile and say, “Kebaya, darling. It’s like couture, but with heart and sambal”

Each step in the parade whispered, “We are elegant, strong, and we don’t need viral challenges to trend”

Words of Wisdom”Never underestimate a woman in kebaya. Beneath those beads lies steel”- Anne Avantie

Kebaya is more than fabric. It’s a statement of pride, a symbol of strength, and proof that tradition doesn’t need to shout to be powerful. Let us walk with pride, wrapped in our kebaya and our stories.

Because in the end, nothing brings peace like a room full of graceful women in lace, laughing, walking, and reminding us all what elegance truly means.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Pandemi, Pemprov Sumsel Salurkan 50 Ton Beras Untuk OKU Timur

    Dampak Pandemi, Pemprov Sumsel Salurkan 50 Ton Beras Untuk OKU Timur

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    KONSISTENSI Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam  membantu warganya di masa pandemi covid-19 saat ini memang tak perlu diragukan lagi. Sejumlah bantuan terus disalurkan orang nomor satu di Bumi Sriwijaya tersebut kepada masyarakat di berbagai pelosok Sumsel. Dimana dalam lawatannya di Kabupaten OKU Timur, Selasa (7/9), Gubernur Herman Deru menyerahkan bantuan sosial berupa beras sebanyak […]

  • Peringati 10 Muharram, Santuni Anak Yatim

    Peringati 10 Muharram, Santuni Anak Yatim

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.649
    • 0Komentar

    BULAN Muharram adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam. Selain peringatan tahun baru Hijriyah pada tanggal 1 Muharram, sebagian masyarakat juga menganggap bahwa tanggal 10 Muharram adalah Hari Raya atau lebaran anak yatim. Istilah Idul Yatama ( Hari raya anak yatim) sebenarnya hanyalah ungkapan kegembiraan bagi anak-anak yatim, sebab pada saat itu banyak orang yang […]

  • Dana Penanggulan Bencana Karhutla Miliaran Cair

    Dana Penanggulan Bencana Karhutla Miliaran Cair

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    DANA untuk Penanggulangan Bencana Karhutla Provinsi Sumsel cair seiring melepas 850 personil tambahan untuk memadaman Karhutla di OKI. “Tidak ada alasan untuk menghambat pencairan dana tersebut, karena peruntukannya sudah sangat jelas. Bencana asap harus cepat ditanggulangi terlebih cuaca ekstrim diprediksi akan berlanjut hingga pekan pertama bulan  November,”ungkap Gub. Sumsel Herman Deru, kemarin. Hal ini sesuai yang […]

  • Dua Point Masa Adaptasi Kehidupan Baru dari Nasrun Umar

    Dua Point Masa Adaptasi Kehidupan Baru dari Nasrun Umar

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.107
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel dan juga Ketua Forsesdasi H. Nasrun Umar menghadiri Webinar Korpri “Peran Korpri dalam mewujudkan ASN yang Profesional, Modern dan Produktif dalam masa adaptasi kehidupan baru bertempat di Command Center Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (27/8/2020). Webinar Korpri di buka langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi RI, Tjahyo Kumolo. Selain […]

  • Atasi Kendala Globalisasi, Insan Pers Harus Dapat Beradaptasi Dalam Era Disrupsi Teknologi

    Atasi Kendala Globalisasi, Insan Pers Harus Dapat Beradaptasi Dalam Era Disrupsi Teknologi

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    PADA saat ini, para insan pers harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan di era disrupsi teknologi. Dengan begitu, sehingga setiap kendala dapat dihadapi dengan cara-cara inovatif. “Mampu beradaptasi dengan cepat gesit mengejar ketertinggalan cepat mempelajari kompetensi baru, inovatif dalam menghadapi era disrupsi teknologi,” kata Presiden Joko Widodo ketika membuka Kongres ke-6 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia […]

  • Digitalisasi Dorong Kinerja BNI

    Digitalisasi Dorong Kinerja BNI

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.626
    • 0Komentar

    INVESTASI dalam hal teknologi yang dilakukan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI (Perseroan) telah berbuah manis. Digitalisasi perbankan BNI berhasil mendorong kinerja. Direktur IT dan Operasi BNI Bapak YB Hariantono mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengakselerasi perubahan perilaku masyarakat untuk mengalihkan transaksinya dari cabang dan channel konvensional seperti ATM kepada layanan digital. Perseroan menyikapi […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Partial COD – Payment Gateway Restrictions & Fees WooCommerce Partial Orders WooCommerce Password Protected Categories, Products & Pages Plugin WooCommerce Pay Your Price WooCommerce Payment Checkout Plugin: Offline Credit Card Checkout Method WooCommerce Payment Gateway Based Fees WooCommerce Payment Gateways Reporting System WooCommerce PayPal Adaptive Payments Woocommerce PayPal Digital Goods gateway WooCommerce PayPal Express Checkout and PayPal Credit