Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » Ketika Emak-emak Berkebaya Lebih Heboh dari Fashion Week

Ketika Emak-emak Berkebaya Lebih Heboh dari Fashion Week

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 495
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU dunia ini sedang panas-panasnya oleh perang, politik, dan tagihan listrik, maka pemandangan di halaman Kantor Gubernur Sumsel Minggu pagi kemarin ibarat es batu di dalam teh manis menyejukkan, menggembirakan, dan penuh senyum manis tanpa gula tambahan.

Ratusan perempuan berkebaya datang seperti angin segar dari pegunungan, membawa aroma nostalgia dan cita rasa budaya yang nyaris dilupakan. Biasanya halaman kantor dipenuhi mobil dinas dan wajah serius, kemarin pagi semuanya berubah jadi panggung modis bertabur keanggunan.

“Busana boleh jadul, tapi pesonanya awet seperti lauk rendang di kulkas dua minggu,” celetuk seorang peserta sambil merapikan sanggulnya yang mirip tumpeng mini.

Kegiatan ini bukan sekadar pamer kebaya, ini adalah parade perlawanan terhadap seragam-seragam fast fashion yang tiap minggu ganti tren.

Di zaman ketika daster sablon unicorn bersaing ketat dengan hoodie korea, kebaya datang dengan anggunnya sambil bilang, “Aku tak lapuk dimakan zaman, Dek”

Kota Palembang sendiri mengirim 25 peserta, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang, Ida Rodhiyani, bilang, “Kebaya itu simbol keanggunan perempuan Indonesia”. Betul, Bu. Kebaya itu kayak cinta pertama klasik, melekat, dan tak tergantikan.

Lalu muncullah Panji Cahyanto dari istana Sumsel, eh, maksudnya dari Staf Ahli Gubernur, dengan penuh khidmat (tapi senyumnya mirip habis lihat diskon sepatu), ia bilang bahwa tanggal 24 Juli dipilih sebagai Hari Kebaya karena dulu, Kongres Perempuan Indonesia ke-10 diselenggarakan pada hari itu, dan semua perempuan datang pakai kebaya.

Bahkan Bung Karno pun hadir langsung, bayangkan, suasananya mungkin kayak pertemuan PBB tapi versi emak-emak Indonesia anggun tapi tegas.

Dan lebih dari itu, sejak 4 Desember 2024 lalu, kebaya resmi diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Artinya, selain soto dan batik, kebaya sekarang sah dan wajib dipamerkan di level dunia. Jadi jangan malu kalau di luar negeri ditanya “What do Indonesian women wear?” Jawab saja, “Kebaya, darling. It’s like haute couture, but with sambal”.

Parade ini bukan lomba busana, tapi selebrasi identitas. Ada kebaya kutubaru, encim, lurik, sampai kebaya bordir yang kayaknya dijahit dengan kesabaran level malaikat.

Warnanya? Dari pastel kalem kayak sore di Lembang, sampai merah menyala seperti semangat emak-emak rebut diskon minyak goreng.

“Kebaya itu seperti pelukan budaya,” kata seorang peserta dari OKU Timur, “memeluk kita dengan sejarah, tapi tetap membuat kita tampak elegan meski dompet tipis”

Dalam parade ini, setiap langkah para perempuan berkebaya seolah bilang “Kami anggun, kami kuat, dan kami nggak perlu endorsement buat jadi trending topic!”.

Dan benar kata pepatah, “Wanita ibarat kebaya, makin tua makin berkelas, makin paham cara berdiri tegak meski hak tinggi patah”.

Motivasi dari Tokoh “Jangan pernah meremehkan kekuatan perempuan berkebaya. Di balik payet dan brokatnya, tersembunyi keteguhan seperti baja” – Anne Avantie, desainer kebaya legendaris.

Di tengah arus zaman yang kadang bikin kita pengin pensiun dini dari kehidupan, kebaya datang mengingatkan bahwa keindahan dan kekuatan bisa jalan bareng, seperti teh dan susu beda rasa tapi satu tujuan bikin hidup lebih manis.

Kalau saja dunia ini bisa sedikit meniru parade kebaya kemarin, mungkin perdamaian bakal lebih mudah diraih. Karena di balik sulaman benang itu, ada semangat yang tak bisa didekap oleh waktu semangat perempuan Indonesia yang anggun, tangguh, dan selalu punya gaya.[***]

———————————————————————————————————————————

“Move Over Fashion Week, Here Come the Kebaya Queens!”

WHEN the world feels too noisy with politics, conflict, and unpaid bills, what happened on Sunday morning at the South Sumatra Governor’s Office felt like a warm hug from grandma wrapped in lace. Sweet, comforting, and timeless.

Hundreds of women in kebaya gathered like a moving painting. It was elegance in motion, tradition on parade, and a gentle protest against fast fashion and its forgetfulness.

“Kebaya may look vintage, but its charm lasts longer than my grandma’s rendang in the freezer,” joked a participant as she adjusted her bun that resembled a mini rice cone.

This event wasn’t just about showing off embroidery. It was about showing up for heritage. Palembang sent 25 participants, led by the always-elegant Ida Rodhiyani who said, “Kebaya is the symbol of Indonesian women’s grace.”

Mr. Panji from the Governor’s staff reminded the crowd that July 24 is now National Kebaya Day, rooted in the historical Women’s Congress of 1964. And as of December 4, 2024, kebaya is officially recognized by UNESCO. Take that, Paris Fashion Week!

And if someone abroad asks you, “What do Indonesian women wear?” Just smile and say, “Kebaya, darling. It’s like couture, but with heart and sambal”

Each step in the parade whispered, “We are elegant, strong, and we don’t need viral challenges to trend”

Words of Wisdom”Never underestimate a woman in kebaya. Beneath those beads lies steel”- Anne Avantie

Kebaya is more than fabric. It’s a statement of pride, a symbol of strength, and proof that tradition doesn’t need to shout to be powerful. Let us walk with pride, wrapped in our kebaya and our stories.

Because in the end, nothing brings peace like a room full of graceful women in lace, laughing, walking, and reminding us all what elegance truly means.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maulid Nabi Muhammad SAW, Wapres RI : Generasi Muda Bukan Saja Harus Berprestasi  Tapi Wajib Berakhlakuk Karimah

    Maulid Nabi Muhammad SAW, Wapres RI : Generasi Muda Bukan Saja Harus Berprestasi Tapi Wajib Berakhlakuk Karimah

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    GENERASI muda Indonesia harus berprestasi namun juga wajib berakhlakuk karimah. Karenanya penyiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas program nasional. Hal ini disampaikan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1443 Hijriyah, di Jakarta. Ma’ruf yang hadir secara virtual menyampaikan penyiapan SDM menjadi salah satu agenda utama pemerintah karena ini […]

  • Ini Perdana, KB2SI Sumsel Bantu Dua Masjid di Sukabumi Jabar

    Ini Perdana, KB2SI Sumsel Bantu Dua Masjid di Sukabumi Jabar

    • calendar_month Minggu, 21 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    Komunitas Bisnis Berbasis Syariah Indonesia (KB2SI) yang berkantor pusat di Palembang, belum lama ini menyerahkan bantuan kepada dua masjid di Desa Ciheulang, Sukabumi Jawa Barat, (Rabu, 17/02/2021). Bantuan untuk Masjid Jami Miftahul Huda, KB2SI membantu berupa pembuatan sumur, instalasi tempat wudhu. Sementara bantuan berupa Cat diberikan untuk Masjid Ar-Rohman, yang keduanya berada di Desa Ciheulang, […]

  • APBD Pali 2019 Capai Rp1,6 Triliun

    APBD Pali 2019 Capai Rp1,6 Triliun

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 966
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Pali – Bupati PALI Heri Amalindo menjelaskan APBD PALI terus tumbuh signifikan,  sejak tahun 2014 sebesar Rp467 miliar hingga tahun 2019 meningkat menjadi Rp1,6 triliun lebih. Namun katanya sebagai daerah yang masih muda pihaknya mengaku masih sangat memerlukan uluran tangan dan bantuan dari provinsi Sumsel maupun pemerintah pusat. Dia menerangkan  secara makro terjadi juga beberapa […]

  • Puluhan Warga Mengaku Telah Disumpah, Densus 88 Antiteror Polri Dalami Peristiwa Baiat NII di Garut

    Puluhan Warga Mengaku Telah Disumpah, Densus 88 Antiteror Polri Dalami Peristiwa Baiat NII di Garut

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 629
    • 0Komentar

    TIM Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tengah mendalami adanya dugaan baiat Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah Garut, Jawa Barat. Puluhan warga disebut mengaku telah mengambil sumpah kelompok yang juga dikenal dengan nama Darul Islam. “Kami sudah monitor kejadian ini dan sedang mengumpulkan informasi yang lebih detail,” tutur Kabag Ops Densus 88 Antiteror Polri […]

  • Ini yang Bikin Walikota Pede dengan Ekonomi Kreatif Palembang

    Ini yang Bikin Walikota Pede dengan Ekonomi Kreatif Palembang

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    Kota Palembang telah terpilih menjadi salah satu Kota Kreatif Tahun 2019 melalui subsesktor kuliner dengan produk unggulan pempek pada ajang KaTa Kreatif yang digelar Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

  • Pilpres 2019, Kamuflase Politik atau Adu Program?

    Pilpres 2019, Kamuflase Politik atau Adu Program?

    • calendar_month Minggu, 23 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.411
    • 0Komentar

    PILPRES dan Pileg 2019 sebentar lagi. Masyarakat akan kembali diramaikan dengan pesta demokrasi. Menjadi sangat wajar, kalau kemudian proses kemeriahan tersebut akan semakin semarak, serta semakin menarik oleh konstestan yang akan “bertarung”. Kenapa dikatakan menarik, karena proses politik akan mengerucut pada pemilihan orang penting yang akan menjadi penguasa di tahun 2019 dengan cara yang demokratis. […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Partial COD – Payment Gateway Restrictions & Fees WooCommerce Partial Orders WooCommerce Password Protected Categories, Products & Pages Plugin WooCommerce Pay Your Price WooCommerce Payment Checkout Plugin: Offline Credit Card Checkout Method WooCommerce Payment Gateway Based Fees WooCommerce Payment Gateways Reporting System WooCommerce PayPal Adaptive Payments Woocommerce PayPal Digital Goods gateway WooCommerce PayPal Express Checkout and PayPal Credit