Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Sekolah Kita, Sekolah Rasa Soto Campur”

“Sekolah Kita, Sekolah Rasa Soto Campur”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 590
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DESA bernama Kampung Lupa Absen, berdirilah sebuah sekolah dasar bernama SDN 01 Bismillah Lulus, yang punya semboyan sakral. “Pendidikan adalah jalan menuju masa depan, meski jalannya kadang berlumpur dan dilewati bebek”

Di sanalah Pak Sabar, seorang guru senior, mengajar sejak zaman fotokopi masih pakai putaran tangan. Rambutnya sudah rontok separuh, bukan karena usia, tapi karena tiap hari mengajar murid yang kepalanya penuh tanya, tapi lupa diisi otaknya.

“Anak-anak, siapa tahu ibu kota Indonesia?” tanya Pak Sabar dengan suara penuh harapan.

Langsung si Ucup, murid kelas 6 yang sejak kelas 3 mukanya nggak berubah, angkat tangan tinggi-tinggi.

“Jakarta, Pak! Tapi sekarang katanya pindah ke Nusabatik!”

“Nusantara, Cup. Nusabatik itu merek sarung bapakmu!”

Sekolah itu memang unik. Kurikulumnya berubah tiap tahun, kayak status hubungan mantan yang nggak jelas. Tahun ini pakai Merdeka Belajar, tahun depan mungkin Belajar Merdeka Tapi Masih Bingung. Guru-gurunya rajin pelatihan, tapi muridnya pelatihan terus di kantin.

Ada satu guru olahraga, Bu Senam, yang kalau ngajar selalu bawa peluit dan semangat 45. Sayangnya, beliau kadang lupa ini SD, bukan barak militer.

“Ayo! Pemanasan dulu! Lari keliling lapangan lima kali!”

Murid-murid lemas. “Bu, kami bukan timnas, bu…”

Ada juga Pak Garing, guru matematika, yang pantunnya selalu bikin otak mumet.

“Lima ditambah lima jadi sepuluh,
kalau salah ngitung, hati-hati ketuluh!”

“Ketuluh apa, Pak?”

“Nggak tahu, pokoknya pantun!”

Sementara itu, ruang guru seperti warung kopi rasa intelektual. Ibu-ibu guru bergosip sambil menyusun RPP, yang isinya kadang cuma dua paragraf “Hari ini belajar. Semoga paham. Kalau tidak, belajar lagi.”

Satu hari datang pengawas dari dinas pendidikan. Ia duduk di kantor, membuka map tebal berisi daftar pertanyaan.

“Pak Sabar, bagaimana penerapan digitalisasi pendidikan di sini?”

Pak Sabar mengelus kepala. “Kami digital, Pak. Kalau murid nggak masuk, kami screenshot absen. Kalau tugas nggak dikerjain, kami forward ke grup WA ortu. Semuanya digital!”

“Laptop ada?”

“Ada, Pak. Tapi dipakai buat nonton YouTube… eh maksudnya, belajar online, Pak!”

Tapi walau penuh banyolan, sekolah ini tetap meluluskan generasi terbaik. Ada yang jadi petani sukses, ada yang jadi tukang tambal ban, bahkan ada yang jadi influencer TikTok yang edukatif, ya meskipun kadang isinya cuman ngaji sambil goyang tipis.

Karena pendidikan di desa bukan soal mewahnya gedung atau cepatnya Wi-Fi, tapi soal semangat belajar, tawa di kelas, dan guru-guru yang tetap sabar walau gajinya datang telat tiga bulan.

Pendidikan itu kayak mie rebus. Kalau dikasih bumbu cinta dan telur perjuangan, hasilnya bisa gurih dan bikin kenyang masa depan. Tapi kalau airnya cuma setengah dan kompornya nggak nyala, ya siap-siap mie-nya mentah dan gurunya stres.

Hidup pendidikan! Meski kadang jalannya lempung, kita tetap belajar. Karena sekolah kita, walau sederhana, tetap rasa soto campur banyak isinya, kadang pedas, tapi selalu bikin ketagihan!.

Sekolah di desa mungkin tak punya proyektor canggih, tak ada laboratorium kinclong, dan sering kali listrik mati pas jam pelajaran IPS. Tapi sekolah seperti SDN 01 Bismillah Lulus justru jadi contoh bahwa pendidikan sejati lahir dari ketulusan para guru, semangat para murid, dan tawa-tawa kecil yang tak tercatat dalam laporan dinas.

Kurikulum boleh berubah macam iklim, tapi satu yang tak pernah goyah: cinta untuk belajar, dan keberanian untuk tertawa dalam kekurangan.

Karena sejatinya, pendidikan yang lucu bukan berarti remeh. Justru di situlah kita belajar bertahan dalam kenyataan.

Jadi, kalau sekolah kita ibarat soto campur, maka mari kita racik bersama: kasih kuah keikhlasan, taburi bawang goreng motivasi, dan jangan lupa sambal humor secukupnya.
Supaya meskipun panas dan keringat bercucuran, anak-anak tetap belajar dengan senyum  dan mungkin sedikit ngantuk. [***]

Catatan Redaksi:
Cerita ini fiksi jenaka, terinspirasi dari realita pendidikan. Tokoh dan kejadian hanya rekaan. Tawa di sini untuk refleksi, bukan merendahkan.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Minyak Murah Lebih Langka dari Jodoh? Emak-Emak  Buktikan Bisa Dapat!”

    “Minyak Murah Lebih Langka dari Jodoh? Emak-Emak  Buktikan Bisa Dapat!”

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.086
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Cari minyak goreng murah itu lebih susah dari cari gebetan yang setia, tapi jangan remehkan kekuatan emak-emak Palembang! Begitu Pasar Murah Ramadan dibuka, mereka langsung masuk mode ninja: sigap antre, gercep ambil barang, dan cekatan bayar. Dalam hitungan menit, stok langsung menipis. Yang masih jomblo? Ya tetap jomblo, tapi setidaknya dapur aman! Kalau ada […]

  • Terapkan Teknologi Pertanian Langkah Utama Pembangunan Pertanian Nasional

    Terapkan Teknologi Pertanian Langkah Utama Pembangunan Pertanian Nasional

    • calendar_month Senin, 11 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.798
    • 0Komentar

    Presiden RI Joko Widodo [Jokowi] menjelaskan peningkatan skala ekonomi dan penerapan teknologi pertanian merupakan langkah utama pembangunan pertanian nasional yang harus segera ditempuh. Dengan cara itu maka biaya produksi dapat menjadi lebih murah sehingga menimbulkan harga yang kompetitif dari produksi komoditas pertanian nasional. “Skala luas dan teknologi pertanian dipakai betul. Itulah cara-cara pembangunan pertanian yang […]

  • Mendes PDTT Ajak Polri Edukasi  Kades

    Mendes PDTT Ajak Polri Edukasi  Kades

    • calendar_month Rabu, 26 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/5/2021). Dalam kesempatan tersebut, Sigit memastikan, seluruh personel kepolisian bakal melakukan pendampingan dan edukasi kepada Kepala Desa (Kades) terkait dengan penggunaan dana desa. “Ada edukasi oleh Polri kepada para Kades […]

  • Silahturahmi dengan Anggota DPRD MLM & Palembang, Gub.Sumsel Ingatkan Ini Lagi, Apa Ya ?

    Silahturahmi dengan Anggota DPRD MLM & Palembang, Gub.Sumsel Ingatkan Ini Lagi, Apa Ya ?

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.112
    • 0Komentar

    “Kita harus mengsinkronkan program dan persepsi dengan anggota dewan di 17 Kabupaten dan kota. Dalam waktu dekat akan kita undang  juga anggota DPRD Provinsi, DPR dan DPD,”

  • SDM dan Prasarana Rumah Sakit di Malang Sudah Siap, Satgas Minta Tingkatkan Kinerja

    SDM dan Prasarana Rumah Sakit di Malang Sudah Siap, Satgas Minta Tingkatkan Kinerja

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    KETUA Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito S.E., M.M., melakukan peninjauan Rumah Sakit (RS) Lapangan Ijen Boulevard di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (11/6). Dalam kunjungan tersebut, Ketua Satgas memastikan bahwa segala aspek yang dibutuhkan baik dari Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana untuk penanganan COVID-19 di wilayah Kota Malang dan […]

  • Bersama LTKL, Bupati Muba Serukan Pembangunan Hijau Berkelanjutan 

    Bersama LTKL, Bupati Muba Serukan Pembangunan Hijau Berkelanjutan 

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Seiring dengan populernya istilah kolaborasi, tanpa disadari ternyata kolaborasi sudah dikenal sejak zaman kemerdekaan. Kolaborasi atau yang dahulu lebih dikenal dengan gotong royong adalah identitas bangsa Indonesia. Gotong royong merupakan istilah Indonesia untuk bekerja bersama-sama mencapai suatu hasil yang didambakan. Istilah ini berasal dari gotong berarti “bekerja”, dan royong berarti “bersama”. Terbentuknya […]

expand_less
WordPress Archive WeePie Cookie Allow weForms Pro – Business Weight Based Shipping for WooCommerce Wekala – Agency Elementor Template Kit Weldery – Welding & Fabrication Services Elementor Template Kit Weldlfe – Wildlife WordPress Theme Wellcenter – Senior Care & Support WordPress Theme Wellco – Coaching & Speaker Elementor Template Kit Wellearn – Online Education Learning WordPress Theme Wellinor – Business Consulting WordPress Theme