Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Sekolah Kita, Sekolah Rasa Soto Campur”

“Sekolah Kita, Sekolah Rasa Soto Campur”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 603
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DESA bernama Kampung Lupa Absen, berdirilah sebuah sekolah dasar bernama SDN 01 Bismillah Lulus, yang punya semboyan sakral. “Pendidikan adalah jalan menuju masa depan, meski jalannya kadang berlumpur dan dilewati bebek”

Di sanalah Pak Sabar, seorang guru senior, mengajar sejak zaman fotokopi masih pakai putaran tangan. Rambutnya sudah rontok separuh, bukan karena usia, tapi karena tiap hari mengajar murid yang kepalanya penuh tanya, tapi lupa diisi otaknya.

“Anak-anak, siapa tahu ibu kota Indonesia?” tanya Pak Sabar dengan suara penuh harapan.

Langsung si Ucup, murid kelas 6 yang sejak kelas 3 mukanya nggak berubah, angkat tangan tinggi-tinggi.

“Jakarta, Pak! Tapi sekarang katanya pindah ke Nusabatik!”

“Nusantara, Cup. Nusabatik itu merek sarung bapakmu!”

Sekolah itu memang unik. Kurikulumnya berubah tiap tahun, kayak status hubungan mantan yang nggak jelas. Tahun ini pakai Merdeka Belajar, tahun depan mungkin Belajar Merdeka Tapi Masih Bingung. Guru-gurunya rajin pelatihan, tapi muridnya pelatihan terus di kantin.

Ada satu guru olahraga, Bu Senam, yang kalau ngajar selalu bawa peluit dan semangat 45. Sayangnya, beliau kadang lupa ini SD, bukan barak militer.

“Ayo! Pemanasan dulu! Lari keliling lapangan lima kali!”

Murid-murid lemas. “Bu, kami bukan timnas, bu…”

Ada juga Pak Garing, guru matematika, yang pantunnya selalu bikin otak mumet.

“Lima ditambah lima jadi sepuluh,
kalau salah ngitung, hati-hati ketuluh!”

“Ketuluh apa, Pak?”

“Nggak tahu, pokoknya pantun!”

Sementara itu, ruang guru seperti warung kopi rasa intelektual. Ibu-ibu guru bergosip sambil menyusun RPP, yang isinya kadang cuma dua paragraf “Hari ini belajar. Semoga paham. Kalau tidak, belajar lagi.”

Satu hari datang pengawas dari dinas pendidikan. Ia duduk di kantor, membuka map tebal berisi daftar pertanyaan.

“Pak Sabar, bagaimana penerapan digitalisasi pendidikan di sini?”

Pak Sabar mengelus kepala. “Kami digital, Pak. Kalau murid nggak masuk, kami screenshot absen. Kalau tugas nggak dikerjain, kami forward ke grup WA ortu. Semuanya digital!”

“Laptop ada?”

“Ada, Pak. Tapi dipakai buat nonton YouTube… eh maksudnya, belajar online, Pak!”

Tapi walau penuh banyolan, sekolah ini tetap meluluskan generasi terbaik. Ada yang jadi petani sukses, ada yang jadi tukang tambal ban, bahkan ada yang jadi influencer TikTok yang edukatif, ya meskipun kadang isinya cuman ngaji sambil goyang tipis.

Karena pendidikan di desa bukan soal mewahnya gedung atau cepatnya Wi-Fi, tapi soal semangat belajar, tawa di kelas, dan guru-guru yang tetap sabar walau gajinya datang telat tiga bulan.

Pendidikan itu kayak mie rebus. Kalau dikasih bumbu cinta dan telur perjuangan, hasilnya bisa gurih dan bikin kenyang masa depan. Tapi kalau airnya cuma setengah dan kompornya nggak nyala, ya siap-siap mie-nya mentah dan gurunya stres.

Hidup pendidikan! Meski kadang jalannya lempung, kita tetap belajar. Karena sekolah kita, walau sederhana, tetap rasa soto campur banyak isinya, kadang pedas, tapi selalu bikin ketagihan!.

Sekolah di desa mungkin tak punya proyektor canggih, tak ada laboratorium kinclong, dan sering kali listrik mati pas jam pelajaran IPS. Tapi sekolah seperti SDN 01 Bismillah Lulus justru jadi contoh bahwa pendidikan sejati lahir dari ketulusan para guru, semangat para murid, dan tawa-tawa kecil yang tak tercatat dalam laporan dinas.

Kurikulum boleh berubah macam iklim, tapi satu yang tak pernah goyah: cinta untuk belajar, dan keberanian untuk tertawa dalam kekurangan.

Karena sejatinya, pendidikan yang lucu bukan berarti remeh. Justru di situlah kita belajar bertahan dalam kenyataan.

Jadi, kalau sekolah kita ibarat soto campur, maka mari kita racik bersama: kasih kuah keikhlasan, taburi bawang goreng motivasi, dan jangan lupa sambal humor secukupnya.
Supaya meskipun panas dan keringat bercucuran, anak-anak tetap belajar dengan senyum  dan mungkin sedikit ngantuk. [***]

Catatan Redaksi:
Cerita ini fiksi jenaka, terinspirasi dari realita pendidikan. Tokoh dan kejadian hanya rekaan. Tawa di sini untuk refleksi, bukan merendahkan.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Natuna Bisa Jadi KEK, Alasannya ?

    Natuna Bisa Jadi KEK, Alasannya ?

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.938
    • 0Komentar

    MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai wilayah Kepulauan Natuna sangat potensial untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelautan. Sebab selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, sudah ada infrastruktur penunjang salah satunya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu. “Saya sedang berpikir bahwa kawasan ini bisa menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Kelautan. Saya kira ini penting […]

  • Bersyukur, ada kabar baik TPP dan Gaji ke-13 ASN Muba Segera Cair

    Bersyukur, ada kabar baik TPP dan Gaji ke-13 ASN Muba Segera Cair

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    PEGAWAI Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Musi Banyuasin (Muba), bernapas lega, pasalnya tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Gaji ke-13 akan segera dicairkan.   Berita bahagia tersebut disampaikan langsung Pj Bupati Muba Drs H Apriyadi MSi pada apel gabungan seluruh ASN Pemkab Muba, bertempat di Halaman Kantor Bupati Muba, Senin (6/6/2022).   […]

  • Bazar UMKM Sumsel, Senam, Lagu Daerah & Sambal Kreatif Menggeliat

    Bazar UMKM Sumsel, Senam, Lagu Daerah & Sambal Kreatif Menggeliat

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    BAZAR UMKM Sumsel kali ini bukan sekadar bazar biasa, tengok, sebuah gedung dipenuhi aroma sambal, teriakan semangat peserta senam, dan alunan lagu daerah yang sesekali bikin kaki pengunjung ikut bergoyang tanpa diminta. Di Gedung Perjuangan Wanita Rajawali, Palembang, hari itu suasana mirip “pasar malam versi kreatif” yang sekaligus jadi arena gladiator inovasi ekonomi kreatif. Wakil […]

  • Mendes Usulkan Pembangunan Kampung Dimasukkan Melalui Dana Otonomi Khusus, Karena Desa Sebagai Penyangga Ekonomi Nasional

    Mendes Usulkan Pembangunan Kampung Dimasukkan Melalui Dana Otonomi Khusus, Karena Desa Sebagai Penyangga Ekonomi Nasional

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 933
    • 0Komentar

    MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengikuti rapat kerja Pansus Rancangan Undang-Undang tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Papua di Gedung DPR RI pada Rabu (9/6). Dalam rapat kerja ini, Kemendes PDTT memfokuskan pada pengelolaan keuangan dana desa yang bersumber dari […]

  • Aparatur KUA Dilatih Sistem Peringatan dan Respon Dini Konflik, Tepat Sasarankah

    Aparatur KUA Dilatih Sistem Peringatan dan Respon Dini Konflik, Tepat Sasarankah

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

    PUSLITBANG Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag telah mengembangkan Sistem Peringatan dan Respons Dini Konflik (M-Harmoni). Sistem ini sudah masuk tahap uji coba dan itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Aparatur Kementerian Agama, khususnya yang bertugas di KUA. Bimtek yang berlangsung di Bandung ini digelar bekerjasama dengan Pusat Pengembangan dan Transformasi Masyarakat. Bimtek […]

  • Kilang Minyak Pertamina Balongan Terbakar, 912 Jiwa Kemarin Diungsikan

    Kilang Minyak Pertamina Balongan Terbakar, 912 Jiwa Kemarin Diungsikan

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 993
    • 0Komentar

    SEBANYAK  912 jiwa diungsikan setelah Kilang Minyak milik PT. Pertamina di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengalami kebakaran pada Senin (29/03) pukul 01.59 WIB. Adapun rincian pengungsi tersebut meliputi 220 jiwa di GOR Komplek Perum Pertamina Bumi Patra, 300 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu dan 392 jiwa di Gedung Islamic Center […]

expand_less
WordPress Archive WeePie Cookie Allow weForms Pro – Business Weight Based Shipping for WooCommerce Wekala – Agency Elementor Template Kit Weldery – Welding & Fabrication Services Elementor Template Kit Weldlfe – Wildlife WordPress Theme Wellcenter – Senior Care & Support WordPress Theme Wellco – Coaching & Speaker Elementor Template Kit Wellearn – Online Education Learning WordPress Theme Wellinor – Business Consulting WordPress Theme