Cegah Stunting, Sumsel Aktifkan 600 Posyandu hingga Pelosok
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pencegahan stunting menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengaktifkan 600 Posyandu hingga ke pelosok daerah agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin menjangkau berbagai wilayah.
Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan hal itu saat menghadiri Sriwijaya Imperial Night dalam rangka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ke-14 di Palembang, Minggu (25/10) malam.
Di hadapan sekitar 2.000 dokter anak dari seluruh Indonesia, Herman Deru mengingatkan bahwa pencegahan stunting tidak bisa menunggu sampai anak lahir. Menurut dia, upaya menjaga tumbuh kembang anak perlu dimulai sejak dalam kandungan, baik untuk mendukung perkembangan fisik maupun psikisnya.
Ia mengatakan, Sumsel berhasil menurunkan angka stunting lebih dari 6 persen pada 2023 berkat dukungan berbagai pihak, termasuk para dokter anak. Karena itu, ia berharap pertemuan ilmiah tersebut dapat menghasilkan masukan yang bisa diterapkan dalam kebijakan kesehatan anak di daerah.
“Berkat dukungan semua pihak, khususnya para dokter anak, Sumsel berhasil menurunkan angka stunting lebih dari 6 persen pada 2023. Kami berharap forum ilmiah ini dapat melahirkan rekomendasi konkret bagi kebijakan kesehatan anak di Sumsel,” ujar Herman Deru.
Ketua Umum PP IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio (K), turut mengapresiasi dukungan Pemprov Sumsel terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan, peningkatan pelayanan kesehatan anak membutuhkan kerja sama antara tenaga medis dan pemerintah daerah.
Menurut Piprim, semangat kejayaan Sriwijaya bisa menjadi inspirasi untuk membangun pelayanan kesehatan anak yang lebih baik. Pemerintah daerah dan tenaga medis, katanya, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam menjawab tantangan kesehatan anak.
Di sisi lain, penyelenggaraan PIT IDAI ke-14 juga membawa dampak bagi pelaku usaha lokal. Kehadiran peserta dari berbagai daerah ikut meramaikan aktivitas ekonomi Palembang, termasuk kuliner khas seperti pempek. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
