Cerita terpapar belum terhenti
Rumah sakit masih belum sepi
Mal-mal sama membludak ramai
Tempat ibadah terpaksa sunyi
Berupa upaya sudah dilalui
Senandung doa tak pernah henti
Diselingi kata terserah terdengar membumi
Menahan diri dari keramaian
Rajin selalu mencuci tangan
Mengenakan masker tak terlalaikan
Menyendiri di rumah bukan tak bosan
Jaga jarak jadi lucu seperti mainan
Suami istri tak boleh berdekatan
Orang tua-anak di kendaraan harus berjauhan
Penghasilan berkurang karena semua ketakutan
Melanggar didenda tiada uang tabungan
Pilih dikurung bagaimana cari makan
Bulan berkah habis ditunaikan sudah
Hening mesjid dari khusuk ibadah
Ritual Jumat berkali-kali mengalah
Tersisa azan berpelantang ke semua arah
Musuh sangat tak nyata
Bersembunyi di lensa mikroskop kenakan mahkota
Semua takut kalah semata
Mesjid dan lapangan sepi di pandangan mata
Tetapi ramai ditingkahi takbir dan tahmid membahana
Ibadah mandiri tetap jadi mahkota hati semua
Salaman maaf saling hindari
Silaturahmi fisik seperti teracuni
Pandemi membuat yang hidup serasa mati
Fitri hari ini, hati nurani tetap paling berarti
Palembang, 23 Mei 2020
Muhamad Nasir
Jurnalis dan Penulis
