Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Festival Permainan Anak Tradisional, Ternyata Gub Sumsel ‘Lihai’ Juga Mainkan Ini

Festival Permainan Anak Tradisional, Ternyata Gub Sumsel ‘Lihai’ Juga Mainkan Ini

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 21 Jul 2019
  • visibility 1.297
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEJUMLAH permainan tradisional mulai dari engkrang, bakiak batok, terompah panjang, congklak, hula hop, yeye, rangku alu dan lainnya kembali dipertunjukan dalam festival permainan anak tradisional ke-5 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata kota Palembang bertempat di pelataran Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera). Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke -53 Tahun 2019, minggu (21/7/2019).

Bukan hanya kalangan anak-anak, namun orang dewasa pun terlihat antusias memainkan sejumlah permainan tradisional tersebut termasuk  Gubernur Herman Deru tampak antusias menjajal permainan  engrang dan bakiak batok kelapa.

Kepiawainan mantan Bupati OKU Timur dua periode ini berjalan menggunakan engrang dan bakiak batok kelapa menjadi perhatian mereka yang hadir yang terdiri ratusan 600 pelajar SD dan SMP se-kota Palembang dan kalangan, komunitas anak lainnya.

Dalam sambutannya ketika membuka festival ini tradisional tersebut,  Gubernur H. Herman Deru mengapresiasi digelarnya  festival permainan anak tradisional dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke -53 Tahun 2019.

“Saya tertarik untuk hadir pada kegiatan festival permainan anak tradisional ini, karena saya anggap ini bentuk perhatian Pemkot Palembang terhadap pentingnya tumbuh kembang anak secara wajar dan sehat.  Bukan hanya tumbuh  fisik saja, namun juga intelektualitas dalam pergaulan,” tegas Gubernur.

Menurutnya banyak nilai edukasi yang terdapat dalam permainan anak tradisional, mulai dari engkrang, bakiak batok, terompah panjang, congklak, hula hop, yeye, rangku alu dan lainnya yang bagi sebagian besar orang dianggap sebagai permainan kampungan, padahal permainan tersebut telah ada sejak zamanan leluhur terdahulu.

“Permainan ini sebenarnya adalah olahraga yang telah ada sejak lama, yang di dalamnya terdapat nilai edukasi bagi anak-anak. Seperti nilai silaturahmi karena dalam permainan tersebut anak-anak berjumpa dan bermain bersama teman-temannya, kemudian olah pikir karena pikiran digunakan untuk hal yang positif dan olah fisik sebab saat bermain anggota tubuh bergerak yang secara otomatis mengeluarkan keringat”, beber Herman Deru.

Dilanjutkan Herman Deru tumbuh kembang anak merupakan tanggung jawab semua pihak dan melibatkan semuanya mulai dari Pemprov, Pemkot hingga masyarakat. Karena  jika tidak memiliki kepedulian terhadap anak lanjut dia, dikuatirkan anak-anak jaman sekarang (kids jaman now) akan menjadi manusia anti sosial.

“Saya kuatirkan jika anak-anak ini tidak bersosialisasi secara fisik dengan teman sebaya atau lingkungannya, mereka akan menjadi manusia yang tidak peduli. Kids jaman now lebih asik dengan dunianya sendiri berkutat dengan gadget/androidnya, ” jelas pria 51 tahun ini.

 

Kian tergerus

Di sisi lain tambah Gubernur, jika permainan nasional tidak lagi dipertontonkan pada anak zaman sekarang. Tidak mungkin permainan anak tradisional kian tergerus oleh kemajuan zaman  dan terlupakan akhirnya hilang tanpa bekas. Untuk itu pada festival permainan anak tradisional yang ke-5 ini, Herman Deru berharap kedepan lapangan Monpera  kedepan sebagai ruang terbuka untuk anak.

“Pemprov bersama Pemkot Palembang  dapat bekerjasama menjadikan Monpera sebagai ruang terbuka untuk anak. Silakan kerjakan desainnya, nanti kita bantu,” papar Gubernur.

Kehadiran gubernur Herman Deru  dalam festival permainan anak tradisional ke-5 kali ini didampingi istri Hj Febrita Lustia  Deru serta ditemani Danis salah satu cucu tercintanya.

Herman Deru dalam sambutannya juga meminta pada orang tua dan semua  pihak terkait untuk dapat membentengi anak-anaknya dari bahaya peredaran narkotika dan obat-obat terlarang.

Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang sekaligus Ketua Pelaksana festival permainan anak tradisional, Isnaini Madani mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang ke-53, dan festival permainan anak tradisional telah memasuki pelaksanaan tahun ke-5.

“Festival permainan anak tradisional ini dilaksanakan agar anak-anak lebih mengenal permainan yang mengutamakan ketangkasan ragawi, dan hampir terlupakan,” ungkap Isnaini Madani.

Ditambahkannya dipilihnya lokasi festival permainan anak tradisional di Monpera karena Monpera adalah lambang perjuangan sekaligus untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan kepada anak-anak.

“Pada festival permainan anak tradisional ini digelar juga lomba-lomba, seperti lomba beregu putra bentengan, beregu putra tarik tambang, beregu putri tapak panjang, perorangan putri bakiak batok, balap karung, yeye, dan cak ingkling,” tandasya. [**]

Penulis : one

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pameran Kriyanusa 2019, Stan Dekranasda Sumsel Terbaik Nasional

    Pameran Kriyanusa 2019, Stan Dekranasda Sumsel Terbaik Nasional

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.155
    • 0Komentar

    “Kami berkeinginan  kain-kain dan aneka kerajinan tradisional Sumsel seperti Songket, Jumputan dan Limar, batik Pali batik Lubuklinggau dan batik lainnya di kab/kota se Sumsel semakin  mendapat tempat di hati masyarakat Sumsel dan pecinta kain tradisional di Indonesia,”

  • Muba Kembali Terima 3.428 Vial Vaksin, Prioritaskan Pedagang

    Muba Kembali Terima 3.428 Vial Vaksin, Prioritaskan Pedagang

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    SEMENJAK menetapkan PPKM Level IV, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus masif melakukan pencegahan dan penanganan COVID-19.  Terpantau Selasa (3/8/2021) pagi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama Dinas Kesehatan Pemkab Muba tampak menyisir pasar tradisional untuk melakukan tracking ke pedagang dan pengunjung pasar. “Tracking berdasarkan instruksi pak Bupati Dodi Reza dilakukan dengan swab antigen bagi para […]

  • Optimalkan Produk Hukum

    Optimalkan Produk Hukum

    • calendar_month Selasa, 8 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    DEMI mewujudkan sinkronisasi dalam pelaksanaan tugas dibidang hukum, Pemprov Sumsel menggelar Rapat Koordinasi Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Sumsel dengan Kepala Bagian Hukum dan Sekretaris DPRD Kabupaten dan Kota yang ada di Sumsel. Rapat yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H Nasrun Umar itu digelar di Auditorium Bina Praja, Senin […]

  • Perkuat MCP, KPK pertajam kegiatan dibidang ini, begini respon Pj Gub. Sumsel

    Perkuat MCP, KPK pertajam kegiatan dibidang ini, begini respon Pj Gub. Sumsel

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.321
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – KPK melakukan penguatan pada Monitoring Center For Prevention (MCP) tahun 2024 dengan mempertajam indikator dan subindikator MCP, Pendalaman Area Prioritas terutama Pengadaan Barang dan Jasa dan Perizinan, Penguatan APIP, Optimalisasi Sinergi APIP – APH dan Pemantauan di Lapangan. Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI Irjen Didik Agung Widjanarko menjelaskan dalam upaya pencegahan […]

  • Belajar Pengalaman Penanganan Gempa Bumi Jawa Timur M6,1, Jatim Potensi Gempa Tinggi

    Belajar Pengalaman Penanganan Gempa Bumi Jawa Timur M6,1, Jatim Potensi Gempa Tinggi

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    JAWA Timur termasuk wilayah dengan potensi gempa bumi sangat tinggi. Hal tersebut disebabkan kondisi geologi wilayah yang teridentifikasi memiliki 7 sesar aktif dan 6 segmen sesar. Gempa bumi beberapa waktu lalu di daerah Jawa Timur memberikan pembelajaran, khususnya dalam penanganan bencana. Konteks tersebut menjadi tema diskusi pembelajaran penanganan gempa bumi magnitudo (M)6,1 Provinsi Jawa Timur […]

  • Simplifikasi Bisnis Hulu Migas, Pemerintah Susun Aturan Baru Gross Split

    Simplifikasi Bisnis Hulu Migas, Pemerintah Susun Aturan Baru Gross Split

    • calendar_month Selasa, 23 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.879
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia telah memberlakukan Kontrak Bagi Hasil Gross Split sejak tahun 2018. Untuk lebih mendorong pengembangan bisnis hulu migas agar lebih sederhana, cepat, kompetitif, efektif dan akuntabel, Pemerintah merevisi kontrak Gross Split menjadi New Simplified Gross Split. “Pemerintah melakukan upaya revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Dalam perkembangannya, kontrak ini mengalami beberapa […]

expand_less
WordPress Archive Discy - Social Questions and Answers WordPress Theme Disency Creative Digital Agency Elementor Template Kit Dishify – Restaurant WordPress Theme Disho – Grocery Store Elementor Template Kit Disrupt – Tech Startup Business Elementor Template Kit Distance Radius Add-on for WordPress Ditek – Digital Agency Creative Portfolio WordPress Theme Diva – Organic Vegetables & Fruits Elementor Template Kit Divaline – Makeup Artist, Model & Beauty Elementor Template Kit DiveIt - Scuba Diving School, Sea Adventure & Travel WordPress Theme