Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Hidup Dekat Stasiun, Rumah Susun Terintegrasi, Naik Kereta Tinggal Lompat, Sarapan Masih Bisa Sambil Tidur!”

“Hidup Dekat Stasiun, Rumah Susun Terintegrasi, Naik Kereta Tinggal Lompat, Sarapan Masih Bisa Sambil Tidur!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 869
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MISALNYA ente bangun tidur jam 6 pagi, alarm nggak perlu disetel karena suara kereta sudah jadi backing track pagi ente, bangun, celingak-celinguk, dan voila!, stasiun cuma selemparan sandal jepit. Itu bukan mimpi, tapi bayangan masa depan yang lagi dirancang Fahri Hamzah & Hashim Djojohadikusumo bareng manajemen baru PT KAI.

Rumah susun terintegrasi ini bikin warga kota nggak cuma hemat waktu, tapi hidup kayak cheat code di game, semuanya serba gampang, semuanya serba dekat. Dari balkon rumah, kamu bisa liat kereta lewat sambil nyeruput kopi panas, anak-anak lari-lari ke stasiun tanpa takut ketabrak (karena perencanaan TOD super matang), dan ibu-ibu belanja sayur sambil nyanyi lagu TikTok.

Di rumah susun ini, rutinitas sehari-hari jadi kayak adegan film komedi jam 6:02 kereta lewat, kamu baru selesai gosok gigi tapi masih sempat bikin kopi di teko mini, lalu anak-anak lari ke stasiun sambil teriak “Papa, lihat keretanya!” dan tetangga cuma senyum, karena mereka juga setiap pagi jadi penonton live show gratis, kemudian ibu-ibunya belanja di kios bawah sambil bilang, “Hari ini naik kereta, besok naik kereta lagi, hidupku kayak TikTok nonstop, tapi nggak capek!”

Pepatah baru warga “Kalau rumahmu dekat rel, jangan heran kalau tetanggamu kereta juga”

Sebelumnya, lahan PT KAI di sepanjang rel sering dianggap cuma “jalan kereta doang”, kayak lemari tua penuh debu. Tapi Fahri Hamzah menegaskan, “Kalau cuma dibiarkan kosong, sama aja punya harta karun tapi nggak digali.”

Bayangin kalau setiap meter persegi lahan rel itu jadi rumah susun rakyat, ibarat dapat cokelat di lemari, tinggal diolah sedikit, semua senang. Tidak hanya memperbanyak hunian, tapi juga bikin warga lebih dekat dengan transportasi publik, hemat waktu, hemat energi, dan kota jadi lebih ramah.

Konsep TOD ini ibarat duet maut antara Batman & Robin, tapi versi nyata untuk kesejahteraan masyarakat. Rumah susun bukan sekadar beton bertingkat kalau direncanakan matang, ini bisa jadi solusi hidup karena warga nggak perlu macet tiap pagi, tinggal duduk manis di kereta sambil scroll TikTok atau ngobrol santai selain itu anak-anak bisa sekolah lebih cepat tanpa tersesat di jalan raya, bahkan ibu-ibu bisa belanja sambil hemat bensin, karena semuanya tinggal jalan kaki ke stasiun.

Sri Haryati, Dirjen Perkotaan, dalam keterangan rilis dilaman pkp.go.id bilang, “Kita harus detail hitung kebutuhan, peruntukan hunian, sekaligus dampak ekonomi. Kalau nggak, rumahnya kayak mie instan basi: terlihat enak, tapi nyesek di lidah dan kantong!”

Kalau TOD diterapkan di seluruh kota, kehidupan warga bisa absurd tapi menyenangkan, karena  pagi-pagi, bapak-bapak jogging sambil ngejar kereta… eh, sebenarnya kereta nggak kejar dia, tapi dia yang keburu ketinggalan jadwal rapat, lantas tetangga yang biasanya ketemu cuma saat banjir sekarang ketemu tiap pagi di stasiun, ngobrol sambil sarapan roti bakar dan  kucing kampung ikut bahagia, karena dari jendela rumah, bisa liat manusia sibuk tapi tertib naik kereta bukan ngejar mobil di jalanan macet.

Semua ini bisa terjadi kalau perencanaan TOD matang, kolaborasi antara PKP, PT KAI, pemerintah daerah, dan swasta berjalan mulus. Seandainya lahan rel PT KAI ibarat cokelat di lemari tua nggak dimanfaatkan, mubazir kalau diolah, bisa bikin semua orang tersenyum.

Rumah susun tanpa akses transportasi ibarat mie instan tanpa air panas percuma, dan tinggal dekat rel bukan cuma soal lokasi, tapi soal praktis, hemat waktu, dan bahagia.

Pesan moralnya sederhana manfaatkan aset strategis negara dengan cerdas, jangan cuma ditinggal debu dan rumput liar. Hunian rakyat yang dekat transportasi publik itu hak semua orang bisa bikin hidup lebih praktis, hemat, dan menyenangkan.

Bayangin kota dengan rumah susun dekat stasiun di mana semua warga tersenyum tiap pagi, kereta jadi teman sehari-hari, dan kehidupan sehari-hari nggak lagi penuh macet dan stres. Ini bukan sekadar mimpi, tapi visi nyata TOD yang bisa diwujudkan.

Kalau semua elemen jalan bareng perencanaan matang, kolaborasi pemerintah-swasta, dan data yang jelas, maka warga kota bakal merasakan manfaat langsung: hemat waktu, hemat energi, hidup lebih mudah, dan ya… bisa ngakak tiap pagi sambil lihat kereta lewat jendela balkon!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paripurna Penyampaian Penjelasan Rancangan Pandangan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumsel 2022

    Paripurna Penyampaian Penjelasan Rancangan Pandangan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumsel 2022

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Rapat Paripurna LXIV (64), Dewan Perwakilan  Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, dalam.acara penyampaian penjelasan rancangan peratiran daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2022, berjalan sukses. Sidang dipimpin langsung Hj RA Anita Noeringhati. SH. MH., wakil pimpinan H Muchendi Mahzarekki., serta Hj Kartika Sandra Desi, […]

  • Presiden Ingatkan Tidak Ada Toleransi Pelayanan Publik Lambat

    Presiden Ingatkan Tidak Ada Toleransi Pelayanan Publik Lambat

    • calendar_month Kamis, 30 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta segenap jajaran pemerintahan baik pusat maupun daerah untuk terus meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat karena itu sebagai hal utama. Dengan begitu, pelayanan publik yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Mengingat, seiring dengan waktu yang berjalan kebutuhan terus meningkat. “Tuntutan masyarakat terus meningkat. Tidak akan […]

  • Penyiaran di Sumsel Masuk Kategori Aman

    Penyiaran di Sumsel Masuk Kategori Aman

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 933
    • 0Komentar

    PASCA libur Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, Gubernur Sumsel Herman Deru langsung tancap gas menyelesaikan sejumlah agenda kerjanya yang sangat padat. Salah satunya menerima audiensi Ketua dan anggota  Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel, di ruang tamu Gubernu, Kamis (13/6/2019) sore. Selain Ketua KPID Sumsel, Lukman Bandar Syailendra, tampak hadir juga Wakil Ketua KPID Sumsel […]

  • Waduh..Blanko Kosong Lagi, 25.000 e -KTP Warga Palembang Terancam Tertunda Lagi, Gimana Dong Solusinya ?

    Waduh..Blanko Kosong Lagi, 25.000 e -KTP Warga Palembang Terancam Tertunda Lagi, Gimana Dong Solusinya ?

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.475
    • 0Komentar

    BLANKO kosong lagi..kosong lagi…, sentil salah satu warga yang hendak merekam e-KTP. Ntah salah siapa, ya..!!?  Masalahnya memang sangat klasik sekali. Apa solusinya ? Karena bukan sekali ini aja ya, setidaknya harus ada jalan keluarnya agar pelayanan publik di Palembang memang benar-benar berjalan, warga tak lagi mengeluh jika hendak membuat KTP maupun Kartu Keluarga. Nah, untuk […]

  • Kapolres Palembang : 5 dari 30 Orang Tahanan yang Kabur Sudah Ditangkap

    Kapolres Palembang : 5 dari 30 Orang Tahanan yang Kabur Sudah Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 5 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    Palembang – Lima dari 30 orang tahanan yang kabur dari sel tahanan Polresta Palembang sudah ditangkap kembali. Hal itu diakui Kapolres Sumsel, Kombes Pol Didi Hayamansyah SIk SH MH, minggu [5/5/2019]. Menurutnya ke lima orang itu ditangkap di daerah Mariana dan Sukarami. “Sudah ada lima yang berhasil ditangkap, inisialnya R,A dan lain-lain, saya lupa. Mereka […]

  • Kemenhub Siap Kendalikan Transportasi di Masa Sebelum, Selama, dan Sesudah Peniadaan Mudik, Untuk Apa ?

    Kemenhub Siap Kendalikan Transportasi di Masa Sebelum, Selama, dan Sesudah Peniadaan Mudik, Untuk Apa ?

    • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perhubungan siap menerapkan pengendalian transportasi di masa sebelum, selama dan sesudah peniadaan mudik, menindaklanjuti SE Satgas no 13 tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Covid-19 Selama Bulan Ramadhan beserta adendumnya yang telah diterbitkan Satgas Penanganan Covid 19. Khusus untuk pengendalian di masa pelarangan mudik, telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor […]

expand_less
WordPress Archive Doris – Blog and Magazine WordPress Theme Doris – Blog & Magazine Template Kit Dormatic – Garage Door Repair WordPress Theme Dosino – Arcade Games & Attractions Elementor Template Kit Dot Blog Pro – Creative WordPress Theme For Bloggers Dotfolio – Creative WordPress Theme DotLife | Coaching Online Courses WordPress Dotokai – Karate & Martial Arts School Elementor Template Kit Dotted – Corporate Multipurpose WordPress Theme DoughBoiBakery – Bakery Cakery Elementor Template Kit