Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » BSPS 2026 – Gubuk Derita ke Properti Rakyat, Rp8,9 Triliun Bisa Bikin Tukang Senyum Lebar

BSPS 2026 – Gubuk Derita ke Properti Rakyat, Rp8,9 Triliun Bisa Bikin Tukang Senyum Lebar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
  • visibility 1.123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANDA punya rumah bocor? Hujan deras, airnya lebih rajin mampir ke ruang tamu daripada tamu itu sendiri. Lantai retak, dinding penuh jamur, atapnya kalau ditiup angin bisa jadi layangan. Di titik itu, kita baru sadar pepatah “rumahku istanaku” kadang lebih mirip “rumahku kolam renangku”.

Nah, di tengah drama rakyat yang rumahnya masuk kategori “tidak layak huni”, datanglah kabar heboh dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait alias Ara. Ia bilang, anggaran BSPS 2026 naik 773%. Dari Rp1,02 triliun jadi Rp8,9 triliun, targetnya 400 ribu rumah direnovasi.

Kalau angka itu disajikan kayak menu pecel lele, kira-kira porsinya bukan cuma “nasi tambah dua”, tapi sudah kayak “nasi tambah sekampung.”

Biasanya kalau dengar kata properti, pikiran kita langsung melayang ke apartemen mewah, perumahan elit, atau cluster dengan nama yang selalu pakai bahasa asing  Green Lake, Golden Village, Royal Garden. Padahal, properti sejati ya rumah rakyat kecil, gubuk di pinggir sawah, kontrakan sederhana, atau rumah setengah jadi yang tiap bulan nyicil semen satu sak.

BSPS 2026 ini bisa jadi booster properti rakyat, bahkan Rp8,9 triliun akan mengalir ke bahan bangunan, tukang, mandor, warung kopi depan toko material. Sektor properti mikro ikut kecipratan, harga tanah di kampung bisa naik, dan tukang cat bisa mendadak sibuk sampai lupa update status di Facebook.

Seperti kata pepatah Jawa “Jer basuki mawa bea”, semua butuh biaya, dan kali ini, biaya besar untuk martabat rakyat kecil.

Bayangkan tukang bangunan, selama ini kerja borongan, gaji tipis, kadang bayaran telat, dengan proyek 400 ribu rumah, bisa jadi mereka kayak dapet THR sepanjang tahun. Bahkan, saham-saham semen, keramik, dan cat di bursa bisa ikut tersenyum. Jadi jangan heran kalau nanti analis saham ngomong, “Lonjakan BSPS 2026 bisa jadi sentimen positif sektor properti dan bahan bangunan.”

Lucunya, orang Indonesia itu unik, kalau punya rumah baru, temboknya belum kering, udah dipakai foto keluarga dan diunggah dengan caption “Alhamdulillah, rumah subsidi tapi hati istana”

Biar nggak dibilang “Indonesia doang yang sibuk renovasi rumah rakyat,” mari kita tengok negara lain.

Seperti Vietnam, pemerintahnya bikin program National Housing Development Strategy, fokusnya bukan cuma renovasi, tapi bikin rumah layak dengan harga murah untuk pekerja pabrik. Efeknya? Kawasan industri ikut berkembang, properti rakyat naik kelas.

Filipina, lewat Balik Probinsya Program, mereka renovasi rumah di desa supaya orang nggak numpuk di Manila. Mirip konsep mudik, tapi versi permanen.

India, ada program Pradhan Mantri Awas Yojana, targetnya 20 juta rumah untuk masyarakat miskin. Mereka kasih subsidi langsung bahan bangunan dan memaksa standar rumah layak ventilasi ada, sanitasi jalan.

Brasil, program Minha Casa Minha Vida sukses bikin jutaan rumah murah, tapi ada juga kritik kualitasnya kadang asal jadi. Pepatah Brasil bilang “Kalau fondasi rapuh, jangan salahkan hujan”. Cocok banget untuk kita jadikan pelajaran.

Jadi, kalau Indonesia bisa konsisten, bukan mustahil kita jadi “kelas dunia” dalam urusan perumahan rakyat.

Humor soal rumah bocor memang bikin ketawa, tapi intinya serius rumah layak itu hak dasar manusia, kalau rakyat tinggal di rumah sehat, anak-anak bisa belajar dengan tenang, ibu bisa masak tanpa was-was atap runtuh, bapak bisa ngopi tanpa takut air hujan masuk gelas.

Dan jangan lupa, properti rakyat ini ujungnya juga properti bangsa, negara yang kuat bukan dibangun dari gedung pencakar langit doang, tapi juga dari rumah rakyat kecil yang kokoh.

Seperti pepatah Minang “Rumah gadang indak basandi batu, tapi basandi marwah,” artinya, rumah bukan sekadar bangunan, tapi simbol martabat.

Jadi, BSPS 2026 bukan sekadar angka 773% atau Rp8,9 triliun, ini tentang properti rakyat yang naik kelas. Tentang tukang yang akhirnya punya kerjaan tetap. Tentang warung kopi depan toko bangunan yang laris manis. Tentang desa yang harga tanahnya mendadak naik karena rumahnya makin layak.

Kalau Vietnam bisa menata rumah buruh, India bisa bikin program jutaan rumah, Filipina bisa seimbangkan desa-kota, dan Brasil bisa belajar dari kesalahan, kenapa Indonesia nggak bisa jadi lebih baik?

Akhir kata, mari kita ingat pepatah Sunda “Imah heubeul teu kudu ngageugeuh, asal bisa mereudutkeun”, rumah tua jangan dibiarkan reot, kalau bisa direnovasi jadi tempat bahagia.

Dan semoga nanti, ketika hujan deras turun, rakyat tidak lagi bilang “rumahku kolam renangku”, tapi dengan bangga bisa berkata “Rumahku istanaku, dan ini properti rakyat sejati”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Early Pre-order Find N2 Flip di Indonesia Persembahan OPPO

    Ada Early Pre-order Find N2 Flip di Indonesia Persembahan OPPO

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 798
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Melihat respon positif yang didapatkan semenjak OPPO Find N2 Flip membuka keran pemesanan minat perangkat pada 14 Maret 2023, OPPO memutuskan untuk membuka early pre-order yang akan berlangsung mulai 1 April 2023. Kemunculan smartphone flip pertama OPPO di Indonesia, Find N2 Flip berhasil meraih antusias tinggi dari kalangan konsumen premium. Dua perangkat Find N2 Flip warna Astral […]

  • Lansia Berpenyakit Stroke Telantar di Desa Pulau Panas Tanjung Sakti

    Lansia Berpenyakit Stroke Telantar di Desa Pulau Panas Tanjung Sakti

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.650
    • 0Komentar

    WARGA Desa Pulau Panas Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dihebohkan dengan adanya salah seorang lansia dengan kondisi terkena penyakit stroke disebuah pondok yang terletak tidak jauh dari perkebunan sayur warga. Menurut Sumadi Kepala Desa Pulau Panas Pria yang berumur kurang lebih 80 tahun itu bernama Jaswadi, ia berasal dari pulau Jawa dan sudah lama berkeliling di […]

  • Meski Pandemi, Kali ke Empat, Muba Tercepat Sampaikan Laporan Keuangan, BPK RI Perwakilan Sumsel : Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

    Meski Pandemi, Kali ke Empat, Muba Tercepat Sampaikan Laporan Keuangan, BPK RI Perwakilan Sumsel : Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

    • calendar_month Jumat, 8 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.300
    • 0Komentar

    KABUPATEN Muba pernah mencatatkan namanya di Museum Rekor Indonesia (MURI), karena dinilai sangat cepat dalam penyampaian Laporan Keuangan di BPK RI Perwakilan Sumsel selama periode 2017-2019. Kini, meski dalam kondisi terbatas karena pandemi, untuk kali ke empatnya Muba menjadi Kabupaten pertama dan tercepat menyampaikan Laporan Keuangan.”Tercatat sudah empat tahun Kabupaten Muba ini menjadi Kabupaten pertama […]

  • Sumsel Targetkan Jadi Lumbung Daging

    Sumsel Targetkan Jadi Lumbung Daging

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    SUMSEl menargetkan lima tahun ke depan jadi lumbung daging menyusul potensi lahan masih sangat memadai untuk beternak. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri ISIKHNAS (Integrated Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional) dan pelantikan petugas Paramedik Veteriner dan Inseminator Indonesia  (PARAVETINDO) di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, kemarin. Untuk mencapai tujuan itu, kata gubernuragar masyarakat luas […]

  • Sudah Penuhi Syarat, Pemerintah akan Uji Coba PPKM Level Satu di Blitar

    Sudah Penuhi Syarat, Pemerintah akan Uji Coba PPKM Level Satu di Blitar

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan, pemerintah akan mulai melakukan uji coba Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level satu (new normal) di Kota Blitar, Jawa Timur karena sudah memenuhi syarat. Dilansir dari InfoPublik, uji coba implementasi PPKM level satu ini karena Kota Blitar telah memenuhi syarat indikator World Health […]

  • KKP hentikan dua operasional proyek PMA di  Morowali

    KKP hentikan dua operasional proyek PMA di Morowali

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.630
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- MOROWALI, – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan dua operasional proyek Penanaman Modal Asing (PMA) pembangunan jetty yang tidak dilengkapi dengan dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) di Morowali, Sulawesi Tengah. Penyegelan pembangunan jetty seluas 3,49 hektare milik PT MBN dan 2,25 hektare milik PT ADP dilakukan pada Rabu, 18 Desember 2024 […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Order Barcodes generator WooCommerce Order Builder | Combo Products & Extra Options WooCommerce Order Delivery WooCommerce Order History Communication WooCommerce Order On Whatsapp for WCFM Multi Vendor Marketplaces WooCommerce Order Status & Actions Manager WooCommerce Order Status Control WooCommerce Order Status Manager WooCommerce Order Status Per Product WooCommerce Order Tracker - Custom Order Status, Tracking Templates and Order Email Notifications