Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Bayang-bayang Politik Identitas Menuju Pemilu 2024

Bayang-bayang Politik Identitas Menuju Pemilu 2024

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
  • visibility 5.030
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

MENUJU  pemilu 2024 sudah tidak lagi asing dengan adanya isu-isu politik identitas. Bahkan dapat dikatakan politik idenitas tidak bisa lgi dielakkan, bayang-bayang tentang politik identitas selalu bermunculan setiap pemilihan umum. Tidak hanya membahas tentang agama tetapi juga melalui faktor suku,gender, dan lain sebagainya. Dengan kata lain mereka yang memiliki identitas yang sama dengan para elite tersebut akan menarik dukungan masyarakat dan berbagai kelompok lainnya.

Berkaca  dari pada pilkada  DKI tahun 2017. Kala itu persaingan antar paslon dengan latar belakang agama yang berbeda. Anies Baswedan (mantan Gubenur DKI Jakarta) mengatakan, “Yang terjadi pada 2017, calon yang bersaing agamanya berbeda. Maka identitasnya yang terlihat adalah agama. Itu akan terus terjadi selama calonnya punya identitas berbeda, baik gender, suku, maupun agama,” tutur Anies. Awal mula Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, isu politik identitas menjadi senjata bagi para aktor politik dalam usaha mencari dukungan suara.

Menurut Muhtadi (2019) adanya fenomena politik identitas dengan keberagaman agama di Indonesia akan menjadi ranjau bagi demokrasi negara sendiri apabila digunakan oleh pemimpin yang tidak berkompeten. Politik identitas akan menggiring opini publik bahwa orang yang tidak beridentitas sama dengan mereka tidak layak untuk menjadi pemimpin. Hal ini menyebabkan kaum minoritas akan kehilangan hak yang sama dalam pemerintahan negara, khususnya dalam ranah pemilu maupun pemilihan. Serta dikhawatirkan secara lambat laun akan mencederai demokrasi.

Dengan makna politik identitas dianggap sebagai teknik promosi politik yang mengedepankan identitas dibanding dengan gagasan, kandidat yang bertarung pada pemilihan umum akan abai terhadap kualitas dan kebijakan apabila hanya berfokus mengusung politik identitas. Pun juga masifnya kampanye menggunakan politik identitas akan membatasi ruang lingkup diskusi kebijakan politik.

Yunarto Wijaya (pengamat politik) menilai politik identitas yang sifatnya mengkapitalisasi perbedaan di tengah masyarakat untuk kepentingan politik, berpotensi membahayakan pemilu. “Apapun penggunaan-penggunaan simbol identitas menurut saya itu akan menurunkan kualitas dari pemilu dan berpotensi memecah belah,” ujar Yunarto kepada BBC News Indonesia pada Selasa (21/2).

Menjelang pemilu 2024 ini partai yang terang-terangan mengatakan dirinya adalah politik identitas adalah Partai Ummat melalui ketua umumnya Ridho Rahmadi, kerap menonjolkan isu keagamaan dan mendukung kebijakan yang pro terhadap islam seperti penghapusan pornografi,dan judi serta penerapan hukum syariah islam. Namun, beberapa kritikus mengatakan bahwa mereka memperkeruh isu identitas dan memperluas kesenjangan sosial di dalam lapisan masyarakat.

Jika ditarik benang sejarahnya, pada masa orde lama, partai masyumi mewakili identitas umat islam yang anti terhadap kekuasaan tangan besi Bung Karno dan pada era pasca reformasi pun partai-partai politik Indonesia masih kental dengan identitas masing-masing partai.

Identitas dalam berpolitik merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dipisahkan. Partai Politik harus memiliki identitas agar dapat mewakili orang-orang yang memiliki identitas yang sama dengan mereka.

Mantan wakil presiden Indonesia Jusuf Kalla yang juga dikenal sebagai politisi yang vokal terhadap isu-isu keagamaan dan identitas, dia mengatakan bahwa seharusnya politik identitas tidak menjadi persoalan karena Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki masyarakat majemuk, perbedaan identitas harus dianggap sebagai suatu kekayaan, bukan sebagai sumber konflik. Dalam pandangan Jusuf Kalla, politik identitas dapat menjadi hal yang positif jika digunakan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Namun, jika digunakan untuk kepentingan politik sempit dan memecah belah masyarakat, maka politik identitas dapat menjadi sumber konflik dan ketidakstabilan.

Indonesia merupakan negara yang majemuk dan sebagai negara multicultural serta demokratis , kesetaraan hak dalam pemilu masyarakat harus ada. Tetapi politik identitas itu juga akan terus ada selama calon tersebut memiliki perbedaan antara keduanya dan hal tersebut tidak bisa di hindari.[***]

 

Oleh : Siti Mikailah Shavira

Ilmu Politik/FISIP UIN Raden Fatah

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update COVID-19 Muba: Tidak Ada Penambahan Kasus Positif dan Sembuh Covid di Muba, Namun Bertambah 1 Orang Meninggal Dunia

    Update COVID-19 Muba: Tidak Ada Penambahan Kasus Positif dan Sembuh Covid di Muba, Namun Bertambah 1 Orang Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 13 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 989
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (13/6/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus positif dan sembuh, hanya saja ada penambahan 1 kasus meninggal dunia. “Nihil penambahan kasus positif dan sembuh COVID-19 per 13 Juni 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, adapun kasus meninggal dunia dialami PDP 1755 […]

  • JK Optimistis Target 16 Emas Bakal terwujud di Asian Games 2018

    JK Optimistis Target 16 Emas Bakal terwujud di Asian Games 2018

    • calendar_month Minggu, 26 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 701
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla optimistis Indonesia bisa merealisasikan target 16 medali emas di Asian Games 2018 Jakarta – Palembang. Hal tersebut diungkapkan saat menonton volly pantai di Jakabaring Sport City [JSC].Wapres mengatakan dirinya menyakini target Indonesia meraih 16 medali emas pada Asian Games akan tercapai. “Ya kita punya target semula 16 […]

  • Cegah Varian Baru Covid -19, Tutup Sementara Perjalanan WNA ke RI

    Cegah Varian Baru Covid -19, Tutup Sementara Perjalanan WNA ke RI

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.095
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memutuskan untuk menutup sementara masuknya warga negara asing ke Indonesia sebagai upaya pencegahan strain atau varian baru virus Covid-19, yang menurut berbagai data ilimiah memiliki tingkat penyebaran lebih cepat, Pemerintah memutuskan untuk menutup sementara masuknya warga negara asing ke Indonesia sebagai upaya pencegahan. “Rapat kabinet terbatas tanggal 28 Desember 2020 memutuskan untuk menutup sementara […]

  • Cegah COVID-19, BPJAMSOSTEK Lakukan Ini

    Cegah COVID-19, BPJAMSOSTEK Lakukan Ini

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.864
    • 0Komentar

    BPJAMSOSTEK memfokuskan layanan klaim jaminan menjadi layanan online dan tanpa kontak fisik guna menghindari dan mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan dunia kerja bagi pekerja. Protokol Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik) BPJAMSOSTEK merupakan salah satu upaya dalam mendukung pemerintah meminimalisir dan menghentikan penularan Covid-19. Sebelumnya, pelayanan yang diberikan BPJAMSOSTEK kepada peserta selalu dilakukan secara tatap […]

  • Ini Dilakukan Muba dalam Memperdayakan Naker Disabilitas

    Ini Dilakukan Muba dalam Memperdayakan Naker Disabilitas

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 911
    • 0Komentar

    PEMKAB Muba bersinergi dengan IndoAgri dalam memperdayakan tenaga kerja [naker] disabilitas. Pemerdayaan ini guna mengoptimalkan percepatan pengentasan kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran di Bumi Serasan Sekate. Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba terus melakukan Sosialisasi, dan Kerjasama dalam Pemberdayaan Tenaga Kerja (Naker) serta Pelatihan Tenaga Kerja Disabilitas. Kepala Disnakertrans Muba, H Mursalin SE MM […]

  • Perbaikan Asrama Putra SMAN 3 Unggulan Kayuagung, Pemprov Sumsel siram dana Rp2 miliar

    Perbaikan Asrama Putra SMAN 3 Unggulan Kayuagung, Pemprov Sumsel siram dana Rp2 miliar

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Didampingi Pj. Bupati OKI, Pj. Gubernur Sumsel, Agus Fatoni meninjau langsung asrama putra SMAN 3 Unggulan Kayuagung yang hangus terbakar, Sabtu (3/5) lalu. Pj Gubernur berjanji akan segera memperbaiki kerusakan akibat musibah kebakaran tersebut melalui alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar 2 miliar melalui APBD Pemprov Sumsel. “Jadi pada saat Pak Bupati […]

expand_less
WordPress Archive HomeID - Real Estate WordPress Theme Homeland – Responsive Real Estate Theme for WordPress Homelyt - Modern Real Estate & Property Elementor Template Kit Homeo – Real Estate WordPress Theme HomeShine – Cleaning & Laundry Elementor Template Kit Homestore Storefront WooCommerce Theme Homey | Booking and Rentals WordPress Theme Homez – Real Estate WordPress Theme Hompark | Real Estate & Luxury Homes Theme Hongo – Modern & Multipurpose WooCommerce WordPress Theme