Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Bayang-bayang Politik Identitas Menuju Pemilu 2024

Bayang-bayang Politik Identitas Menuju Pemilu 2024

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
  • visibility 5.022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

MENUJU  pemilu 2024 sudah tidak lagi asing dengan adanya isu-isu politik identitas. Bahkan dapat dikatakan politik idenitas tidak bisa lgi dielakkan, bayang-bayang tentang politik identitas selalu bermunculan setiap pemilihan umum. Tidak hanya membahas tentang agama tetapi juga melalui faktor suku,gender, dan lain sebagainya. Dengan kata lain mereka yang memiliki identitas yang sama dengan para elite tersebut akan menarik dukungan masyarakat dan berbagai kelompok lainnya.

Berkaca  dari pada pilkada  DKI tahun 2017. Kala itu persaingan antar paslon dengan latar belakang agama yang berbeda. Anies Baswedan (mantan Gubenur DKI Jakarta) mengatakan, “Yang terjadi pada 2017, calon yang bersaing agamanya berbeda. Maka identitasnya yang terlihat adalah agama. Itu akan terus terjadi selama calonnya punya identitas berbeda, baik gender, suku, maupun agama,” tutur Anies. Awal mula Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, isu politik identitas menjadi senjata bagi para aktor politik dalam usaha mencari dukungan suara.

Menurut Muhtadi (2019) adanya fenomena politik identitas dengan keberagaman agama di Indonesia akan menjadi ranjau bagi demokrasi negara sendiri apabila digunakan oleh pemimpin yang tidak berkompeten. Politik identitas akan menggiring opini publik bahwa orang yang tidak beridentitas sama dengan mereka tidak layak untuk menjadi pemimpin. Hal ini menyebabkan kaum minoritas akan kehilangan hak yang sama dalam pemerintahan negara, khususnya dalam ranah pemilu maupun pemilihan. Serta dikhawatirkan secara lambat laun akan mencederai demokrasi.

Dengan makna politik identitas dianggap sebagai teknik promosi politik yang mengedepankan identitas dibanding dengan gagasan, kandidat yang bertarung pada pemilihan umum akan abai terhadap kualitas dan kebijakan apabila hanya berfokus mengusung politik identitas. Pun juga masifnya kampanye menggunakan politik identitas akan membatasi ruang lingkup diskusi kebijakan politik.

Yunarto Wijaya (pengamat politik) menilai politik identitas yang sifatnya mengkapitalisasi perbedaan di tengah masyarakat untuk kepentingan politik, berpotensi membahayakan pemilu. “Apapun penggunaan-penggunaan simbol identitas menurut saya itu akan menurunkan kualitas dari pemilu dan berpotensi memecah belah,” ujar Yunarto kepada BBC News Indonesia pada Selasa (21/2).

Menjelang pemilu 2024 ini partai yang terang-terangan mengatakan dirinya adalah politik identitas adalah Partai Ummat melalui ketua umumnya Ridho Rahmadi, kerap menonjolkan isu keagamaan dan mendukung kebijakan yang pro terhadap islam seperti penghapusan pornografi,dan judi serta penerapan hukum syariah islam. Namun, beberapa kritikus mengatakan bahwa mereka memperkeruh isu identitas dan memperluas kesenjangan sosial di dalam lapisan masyarakat.

Jika ditarik benang sejarahnya, pada masa orde lama, partai masyumi mewakili identitas umat islam yang anti terhadap kekuasaan tangan besi Bung Karno dan pada era pasca reformasi pun partai-partai politik Indonesia masih kental dengan identitas masing-masing partai.

Identitas dalam berpolitik merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dipisahkan. Partai Politik harus memiliki identitas agar dapat mewakili orang-orang yang memiliki identitas yang sama dengan mereka.

Mantan wakil presiden Indonesia Jusuf Kalla yang juga dikenal sebagai politisi yang vokal terhadap isu-isu keagamaan dan identitas, dia mengatakan bahwa seharusnya politik identitas tidak menjadi persoalan karena Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki masyarakat majemuk, perbedaan identitas harus dianggap sebagai suatu kekayaan, bukan sebagai sumber konflik. Dalam pandangan Jusuf Kalla, politik identitas dapat menjadi hal yang positif jika digunakan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Namun, jika digunakan untuk kepentingan politik sempit dan memecah belah masyarakat, maka politik identitas dapat menjadi sumber konflik dan ketidakstabilan.

Indonesia merupakan negara yang majemuk dan sebagai negara multicultural serta demokratis , kesetaraan hak dalam pemilu masyarakat harus ada. Tetapi politik identitas itu juga akan terus ada selama calon tersebut memiliki perbedaan antara keduanya dan hal tersebut tidak bisa di hindari.[***]

 

Oleh : Siti Mikailah Shavira

Ilmu Politik/FISIP UIN Raden Fatah

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minimalisir Kegiatan Seremonial, Maksimalkan Anggaran Demi Ciptakan 1 Desa Binaan untuk Dijadikan unggulan

    Minimalisir Kegiatan Seremonial, Maksimalkan Anggaran Demi Ciptakan 1 Desa Binaan untuk Dijadikan unggulan

    • calendar_month Sabtu, 6 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.192
    • 0Komentar

    TP PKK Muba  meminimalisir kegiatan yang bersifat seremonial. Sesuai arahan agar dapat maksimalkan pemanfaatan dana/anggaran untuk menciptakan 1 desa/kelurahan binaan untuk dijadikan unggulan, guna dijadikan contoh bagi desa/kelurahan melalui kerja sama dengan OPD. Hal itu, disampaikan Wakil Ketua TP PĶK Kabupaten Musi Banyuasin, Susy Imelda Beni Hernedi dalam Rapat Koordinasi TP PKK Provinsi Sumatera Selatan […]

  • Desa Bukit Jaya Muba Raih Juara Tingkat Nasional Perpustakaan Umum, Bunda Baca : Pacu Desa untuk Berprestasi

    Desa Bukit Jaya Muba Raih Juara Tingkat Nasional Perpustakaan Umum, Bunda Baca : Pacu Desa untuk Berprestasi

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.188
    • 0Komentar

    PRESTASI Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus ditorehkan, kali ini Perpustakaan Bukit Jaya Kecamatan Sungai Lilin Terpilih sebagai Perpustakaan Desa Terbaik mewakili Sumsel dan berhasil meraih Juara 2 Pada Cluster B Tingkat Nasional. Hal ini terungkap saat Pengumuman Pemenang Lomba Perpustakaan Umum Terbaik Desa/Kelurahan Tahun 2020 Secara Virtual, Selasa (20/10/2020). Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi […]

  • Bupati DRA : Saya Ingin Tim Medis RSUD Sekayu Dapat Upgrade Pengetahuan dan Skill

    Bupati DRA : Saya Ingin Tim Medis RSUD Sekayu Dapat Upgrade Pengetahuan dan Skill

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA kembali menyerahkan insentif covid19 bagi tim Medis RSUD Sekayu, Selasa (9/6/2020) di RSUD Sekayu. Pemberian insentif ini sebagai bentuk apresiasi Pemkab Muba yang dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin kepada para tim medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi. Berdasarkan […]

  • Di Tengah Pandemi Covid-19, PKK Palembang Manfaatkan Toga untuk Tingkatkan Imun Tubuh

    Di Tengah Pandemi Covid-19, PKK Palembang Manfaatkan Toga untuk Tingkatkan Imun Tubuh

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.698
    • 0Komentar

    KELOMPOK Kerja (Pokja) IV Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang, memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (Toga)  guna meningkatkan imunitas tubuh di tengah Pandemi Covid-19. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Hj Silviana Harnojoyo, melalui Wakil Ketua IV TP PKK Kota Palembang, dr Erviana, bahwa selain memanfaatkan Toga, pihaknya sengaja mengadakan Lomba membuat minuman tradisional juga sebagai […]

  • Gubernur Tinjau Gudang,  Persediaan Daging Cukup Hingga Lebaran

    Gubernur Tinjau Gudang, Persediaan Daging Cukup Hingga Lebaran

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 733
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru terus memastikan ketersediaan stok bahan pangan disaat bulan puasa dan  menjelang lebaran agar tetap aman dan stabil. Gubernur kemarin berkesempatan  meninjau persediaan daging beku di Gudang CV. Amirsah Abadi Jaya Pergudangan PT. Sriwijaya Mas. Setelah sebelumnya Gubernur juga pernah meninjau stok pangan di lapangan terutama yang dijual pedagang di sejumlah […]

  • Coffee Morning Bersama Ormas, Ini Harapan Bupati Banyuasin

    Coffee Morning Bersama Ormas, Ini Harapan Bupati Banyuasin

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.205
    • 0Komentar

    RATUSAN organisasi swadaya masyarakat (Ormas) hari ini berkumpul di Guide House Bupati Kabupaten Banyuasin. Acara ini digelar bertujuan untuk menjalin  silaturahmi antara pemerintah Kabupaten Banyuasin dengan para ormas se-Kabupaten Banyuasin, dengan harapan ormas dan pemerintah daerah dapat bersinergi membangun Kabupaten Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera. Bupati Banyuasin H. Askolani, SH. MH di dampingi Sekretaris Daerah […]

expand_less
WordPress Archive HomeID - Real Estate WordPress Theme Homeland – Responsive Real Estate Theme for WordPress Homelyt - Modern Real Estate & Property Elementor Template Kit Homeo – Real Estate WordPress Theme HomeShine – Cleaning & Laundry Elementor Template Kit Homestore Storefront WooCommerce Theme Homey | Booking and Rentals WordPress Theme Homez – Real Estate WordPress Theme Hompark | Real Estate & Luxury Homes Theme Hongo – Modern & Multipurpose WooCommerce WordPress Theme