Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Bayang-bayang Politik Identitas Menuju Pemilu 2024

Bayang-bayang Politik Identitas Menuju Pemilu 2024

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
  • visibility 5.006
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

MENUJU  pemilu 2024 sudah tidak lagi asing dengan adanya isu-isu politik identitas. Bahkan dapat dikatakan politik idenitas tidak bisa lgi dielakkan, bayang-bayang tentang politik identitas selalu bermunculan setiap pemilihan umum. Tidak hanya membahas tentang agama tetapi juga melalui faktor suku,gender, dan lain sebagainya. Dengan kata lain mereka yang memiliki identitas yang sama dengan para elite tersebut akan menarik dukungan masyarakat dan berbagai kelompok lainnya.

Berkaca  dari pada pilkada  DKI tahun 2017. Kala itu persaingan antar paslon dengan latar belakang agama yang berbeda. Anies Baswedan (mantan Gubenur DKI Jakarta) mengatakan, “Yang terjadi pada 2017, calon yang bersaing agamanya berbeda. Maka identitasnya yang terlihat adalah agama. Itu akan terus terjadi selama calonnya punya identitas berbeda, baik gender, suku, maupun agama,” tutur Anies. Awal mula Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, isu politik identitas menjadi senjata bagi para aktor politik dalam usaha mencari dukungan suara.

Menurut Muhtadi (2019) adanya fenomena politik identitas dengan keberagaman agama di Indonesia akan menjadi ranjau bagi demokrasi negara sendiri apabila digunakan oleh pemimpin yang tidak berkompeten. Politik identitas akan menggiring opini publik bahwa orang yang tidak beridentitas sama dengan mereka tidak layak untuk menjadi pemimpin. Hal ini menyebabkan kaum minoritas akan kehilangan hak yang sama dalam pemerintahan negara, khususnya dalam ranah pemilu maupun pemilihan. Serta dikhawatirkan secara lambat laun akan mencederai demokrasi.

Dengan makna politik identitas dianggap sebagai teknik promosi politik yang mengedepankan identitas dibanding dengan gagasan, kandidat yang bertarung pada pemilihan umum akan abai terhadap kualitas dan kebijakan apabila hanya berfokus mengusung politik identitas. Pun juga masifnya kampanye menggunakan politik identitas akan membatasi ruang lingkup diskusi kebijakan politik.

Yunarto Wijaya (pengamat politik) menilai politik identitas yang sifatnya mengkapitalisasi perbedaan di tengah masyarakat untuk kepentingan politik, berpotensi membahayakan pemilu. “Apapun penggunaan-penggunaan simbol identitas menurut saya itu akan menurunkan kualitas dari pemilu dan berpotensi memecah belah,” ujar Yunarto kepada BBC News Indonesia pada Selasa (21/2).

Menjelang pemilu 2024 ini partai yang terang-terangan mengatakan dirinya adalah politik identitas adalah Partai Ummat melalui ketua umumnya Ridho Rahmadi, kerap menonjolkan isu keagamaan dan mendukung kebijakan yang pro terhadap islam seperti penghapusan pornografi,dan judi serta penerapan hukum syariah islam. Namun, beberapa kritikus mengatakan bahwa mereka memperkeruh isu identitas dan memperluas kesenjangan sosial di dalam lapisan masyarakat.

Jika ditarik benang sejarahnya, pada masa orde lama, partai masyumi mewakili identitas umat islam yang anti terhadap kekuasaan tangan besi Bung Karno dan pada era pasca reformasi pun partai-partai politik Indonesia masih kental dengan identitas masing-masing partai.

Identitas dalam berpolitik merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dipisahkan. Partai Politik harus memiliki identitas agar dapat mewakili orang-orang yang memiliki identitas yang sama dengan mereka.

Mantan wakil presiden Indonesia Jusuf Kalla yang juga dikenal sebagai politisi yang vokal terhadap isu-isu keagamaan dan identitas, dia mengatakan bahwa seharusnya politik identitas tidak menjadi persoalan karena Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki masyarakat majemuk, perbedaan identitas harus dianggap sebagai suatu kekayaan, bukan sebagai sumber konflik. Dalam pandangan Jusuf Kalla, politik identitas dapat menjadi hal yang positif jika digunakan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Namun, jika digunakan untuk kepentingan politik sempit dan memecah belah masyarakat, maka politik identitas dapat menjadi sumber konflik dan ketidakstabilan.

Indonesia merupakan negara yang majemuk dan sebagai negara multicultural serta demokratis , kesetaraan hak dalam pemilu masyarakat harus ada. Tetapi politik identitas itu juga akan terus ada selama calon tersebut memiliki perbedaan antara keduanya dan hal tersebut tidak bisa di hindari.[***]

 

Oleh : Siti Mikailah Shavira

Ilmu Politik/FISIP UIN Raden Fatah

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terus Tingkatkan Promosi dan Kualitas, KKP Ajak Masyarakat Perkuat Branding Mutiara

    Terus Tingkatkan Promosi dan Kualitas, KKP Ajak Masyarakat Perkuat Branding Mutiara

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.200
    • 0Komentar

    SEBAGAI negara maritim, Indonesia memiliki segudang potensi kelautan dan perikanan. Bukan hanya ikan untuk dikonsumsi, melainkan juga mutiara sebagai hiasan sekaligus mempercantik diri sehingga perlu ditekankan kualitas dan promosi. Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ernawati Trenggono menilai kurangnya edukasi bisa menyebabkan masyarakat salah dalam memilih mutiara. Karenanya, dia mengimbau ibu-ibu […]

  • Wow, Puluhan Jurnalis & LSM Datangi Polres Banyuasin, Ada Apa ?

    Wow, Puluhan Jurnalis & LSM Datangi Polres Banyuasin, Ada Apa ?

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.792
    • 0Komentar

    PULUHAN jurnalis  yang tergabung dalam Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuasin dan Lembaga Masyarakat (LSM) hari ini, mendatangi Mapolres Banyuasin, Jalan Sekojo Kompleks Perkantoran, Kelurahan Mulai Agung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Saat audiensi dengan Kapolres ke 10 perwakilan jurnalis dan LSM itu menegaskan kedatangan mereka dengan tujuan meminta supaya Polres Banyuasin menindak tegas pelaku […]

  • Pj Bupati Muba dukung Polres Muba Ikuti Lomba Kawasan Tertib Lalulintas Tingkat Nasional 

    Pj Bupati Muba dukung Polres Muba Ikuti Lomba Kawasan Tertib Lalulintas Tingkat Nasional 

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.200
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud mendukung Polres Muba Ikuti Lomba Kawasan Tertib Lalulintas Tingkat Nasional. Melalui Asisten Administrasi Umum Setda Muba Drs Safaruddin MSi mengajak masyarakat Kabupaten Muba, ikut juga mendukung, harapannya meraih juara pada lomba kawasan tertib lalu lintas (KTL) tingkat nasional dengan tidak melakukan parkir sembarangan seperti di trotoar. Hal […]

  • OKI Gencar Deteksi Dini Covid-19 di Instansi Pemerintah

    OKI Gencar Deteksi Dini Covid-19 di Instansi Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.465
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan deteksi dini penularan virus corona (Covid-19) dengan menggencarkan pelaksanaan tes di instansi pemerintahan dan pusat layanan publik. Seperti pada Rabu, (26/8) Pemkab OKI menggelar rapid test bagi 2020 pegawai di sejumlah instansi pemerintahan dan perkantoran di Pemkab OKI. Tes dilakukan di Ruang Rapat Bende Seguguk Setda OKI. Kepala […]

  • Indonesia Digital Conference 2020, Erick Thohir : BUMN Perlu Terus Berinovasi, Pelajari Model Bisnis Baru Era Digital

    Indonesia Digital Conference 2020, Erick Thohir : BUMN Perlu Terus Berinovasi, Pelajari Model Bisnis Baru Era Digital

    • calendar_month Kamis, 17 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.544
    • 0Komentar

    MENTERI Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan pandemi COVID-19  mengubah model bisnis. Karena itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus mempelajari model bisnis baru tersebut. “Saya tekankan kepada Direksi BUMN bahwa model inovasi bisnis baru harus dipelajari dan membangun kerja sama  dengan swasta, UMKM dan pemerintah daerah,” Erick, saat memberikan pidato kunci di Indonesia […]

  • Dorong Pasarkan Produk Sentra UMKM Dapur Herbal “Bunga Tanjung”

    Dorong Pasarkan Produk Sentra UMKM Dapur Herbal “Bunga Tanjung”

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.517
    • 0Komentar

    TP PKK Muba, Plt Ketua TP PKK Muba Susi Imelda Beni Hernedi mengunjungi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Desa Jirak Kecamatan Jirak Jaya, Kamis (4/11/2021). Plt Ketua TP PKK Musi Banyuasin Susi Imelda Beni mengunjungi Sentra UMKM Dapur Herbal “Bunga Tanjung” Desa Jirak Kecamatan Jirak Jaya didampingi  Sekretaris TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin […]

expand_less
WordPress Archive HomeID - Real Estate WordPress Theme Homeland – Responsive Real Estate Theme for WordPress Homelyt - Modern Real Estate & Property Elementor Template Kit Homeo – Real Estate WordPress Theme HomeShine – Cleaning & Laundry Elementor Template Kit Homestore Storefront WooCommerce Theme Homey | Booking and Rentals WordPress Theme Homez – Real Estate WordPress Theme Hompark | Real Estate & Luxury Homes Theme Hongo – Modern & Multipurpose WooCommerce WordPress Theme