Peristiwa

Tuntut Upah Layak, Buruh Perempuan Jakarta-Bogor Ramai-ramai Ikut Demo

Ribuan buruh berunjuk rasa mengusung isu cabut mandat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur pembohong, menolak upah minimum berdasarkan PP 78/2015 dan menuntut revisi.

foto : buruh today

SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Ratusan buruh perempuan yang berasal dari Jakarta – Bogor ikut bergabung dengan ribuan buruh laki-laki yang berdemo di Balai Kota, Jakarta. Mereka menuntut upah sesuai permintaan Rp3,9 Juta.

Rata-rata mereka bekerja di sektor industri padat karya. Yang datang (buruh perempuan) sekitar 150 orang. Rata-rata bekerja di industri elektronik, garmen, dan metal.

Bergabungnya buruh perempuan dalam unjuk rasa kali ini merupakan bentuk solidaritas sesama buruh dalam memperjuangkan upah, khususnya di Ibu Kota.

Mereka kecewa terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang menetapkan UMP DKI sebesar Rp 3.6 juta. “Harapan kami UMP bisa Rp 3,9 juta. Karena 3,9 juta, itu Kebutuhan Hidup Layak (KHL) minimum,” ujarnya, Jumat (10/11/2017).

Usai dari Balai Kota, buruh akan bergerak ke depan Istana Negara.

Sebelumnya sekitar pukul 13.30 WIB, Jalan Medan Merdeka Selatan, dari arah Tugu Tani menuju Patung Kuda Monas, sudah tak bisa dilalui kendaraan. Polisi telah menutup jalan mulai dari depan Kedubes Amerika Serikat.

Sementara, arah sebaliknya, dari Patung Kuda Monas menuju Medan Merdeka Timur, jalan masih bisa dilalui. Arus lalu lintas terpantau ramai lancar.

Hari ini, ribuan buruh berunjuk rasa mengusung isu cabut mandat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur pembohong, menolak upah minimum berdasarkan PP 78/2015 dan menuntut revisi, serta turunkan harga sembako, listrik, dan lain sebagainya.

Di antara massa aksi, terdapat ratusan buruh perempuan. Mereka tergabung dalam Barisan Pelopor Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI).

Mereka mengancam akan tetap bertahan jika upah yang mereka minta sebesar Rp3,9 juta tidak dipenuhi. Hingga kini aksi tersebut masih berlanjut.

Comments

Terpopuler

To Top