NTT Belum Benar-Benar Tenang, 995 Gempa Susulan hingga Minggu Sore, 53 Orang Meninggal
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :bnpb.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Nusa Tenggara Timur (NTT) belum sepenuhnya tenang setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Hingga Minggu (16/8) sore, petugas mencatat sebanyak 995 gempa susulan, dengan 46 di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Aktivitas gempa susulan masih menjadi salah satu perhatian dalam penanganan pascagempa. Di tengah situasi tersebut, petugas gabungan terus melakukan pendataan korban, kerusakan bangunan, sekaligus membantu warga yang terdampak.
Data sementara hingga Minggu pukul 16.00 WIB mencatat sebanyak 5.488 warga mengungsi secara terpusat. Sementara itu, 171 orang lainnya memilih mengungsi secara mandiri. Dengan demikian, jumlah warga yang mengungsi mencapai 5.659 jiwa.
Kerusakan bangunan juga cukup luas. Sebanyak 1.543 rumah dilaporkan rusak berat, 328 rumah rusak sedang, dan 532 rumah mengalami rusak ringan. Totalnya mencapai 2.403 rumah.
Gempa juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum. Data sementara mencatat 87 fasilitas pendidikan, 50 tempat ibadah, dan 76 kantor pemerintahan mengalami kerusakan.
Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, pemerintah mulai menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah. Sebanyak 4.925 paket bantuan telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo melalui jalur distribusi dari Posko Logistik Nasional Bandara Halim Perdanakusuma.
Bantuan tersebut selanjutnya dialokasikan ke tujuh kabupaten. Kabupaten Manggarai dan Sikka masing-masing mendapat 1.000 paket. Kemudian Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo masing-masing menerima 550 paket, sedangkan Ende mendapat 725 paket.
Di sisi lain, proses pencarian dan pertolongan terhadap korban masih terus dilakukan. Hingga Minggu sore, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 53 orang.
Korban meninggal tersebar di enam wilayah, yakni 25 orang di Kabupaten Manggarai, 20 orang di Manggarai Timur, empat orang di Sikka, satu orang di Manggarai Barat, satu orang di Nagekeo, dan dua orang di Ende.
Selain korban meninggal, petugas juga menangani 137 warga yang mengalami luka-luka. Mereka mendapat perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat.
Pemerintah pusat turut memperkuat penanganan darurat di wilayah terdampak. Kepala BNPB bersama sejumlah pejabat pemerintah telah berada di lokasi untuk mendukung percepatan pencarian dan pertolongan serta penanganan kebutuhan warga.
BNPB juga mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Pos tersebut menjadi pusat koordinasi penanganan darurat gempa M7,7 di NTT. Sementara itu, posko taktis akan diaktifkan di Kota Maumere.
Penanganan saat ini masih difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pendataan dampak gempa, serta pemenuhan kebutuhan warga yang masih berada di pengungsian.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
