Peristiwa

Kabut Asap Datang Lagi, Kondisi Udara Berbahaya, Perlukah Palembang Bikin Even Besar Lagi di Saat Musim Kemarau ?

Foto : istimewa

HAMPIR satu bulan lebih Provinsi Sumsel, terutama Kota Palembang dilanda kabut asap, titik panas hilang ketika hujan membasahi Sumsel, namun, kini asap kembali mengepung Palembang dan sekitarnya.

Kondisi pekat terlihat di pagi hari sejak bangun shubuh, dan mulai terlihat parah sekitar pukul 14.00 hingga petang. Berbagai upaya telah dilakukan oleh unsur terkait, terutama Pemda Sumsel, dari modifikasi cuaca, hingga sampe-sampe memadamkan titik api dilokasi kebakaran hutan dan kebun, bahkan sejumlah kepala daerah, Kapolda, Pangdam ikut terjun kelapangan memadamkan api, namun kabut asap masih mengepung.

Diperkirakan hujan hingga akhir oktober ini belum tentu turun, nah, strategi apa lagi yang akan dilakukan agar kabut asap tidak lagi mengepung Palembang, dan tidak bikin udara menjadi buruk ?

Dari laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumsel, kondisi udara mencapai angka 391 [kemarin] atau berada dalam kategori berbahaya.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengakui saat ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus terjadi di Sumsel dan berakibat pada kabut asap serta kondisi udara di Sumsel.

Dari laporan yang diterima pihaknya, nilai ISPU menyentuh angka 391 atau berada dalam kategori berbahaya.  “Saat ini paling banyak karhutla terjadi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI). Karena, lahan di OKI merupakan lahan gambut sehingga menyulitkan untuk dilakukan pemadaman,” ujarnya.

Selain di OKI, terpantau juga sejumlah titik panas seperti OKU Timur, Ogan Ilir (OI), dan beberapa daerah lainnya. Tercatat, Rabu (23/10/2019) jumlah titik panas atau hotspot yakni sebanyak 172 titik. Pihaknya juga telah menerjunkan delapan helikopter untuk melakukan waterboombing di OKI, Banyuasin dan Ogan Ilir (OI).

“Saat ini kami juga menyiapkan satu pesawat untuk melakukan TMC untuk mendatangkan hujan,” katanya.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Bandara SMB II, Bambang Beny Setiadji menambahkan, saat ini potensi awan hujan tetap ada. Namun, dalam kondisi yang minim atau kecil. “Sejauh ini kami melihat potensi awan hujan sangat kecil. Tapi, prakiraan ini akan terus diupdate untuk mendapatkan akurasi yang baik,” katanya.

Peristiwa kabut asap bukan kali ini saja terjadi, hampir setiap musim kemarau, penyebabnya tak lain dampak dari kebakaran hutan lahan dan perkebunan, baik milik swasta maupun perorangan. Apalagi Sumsel sebagian besar lahan di Sumsel merupakan lahan jenis gambut yang berpotensi menyimpan api.

Karhutla kerap terjadi di saat musim kemarau, sudah selayaknya menjadi pengalaman bagi pemda, sudah seharusnya seluruh pemda di Sumsel yang daerah lahannya berpotensi menyebabkan karhutla membuat program jauh-jauh hari sebelum musim kemarau tiba.

Seperti contoh, Palembang pernah ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah Sea Games dan Asean Games, di dua even akbar tersebut Palembang menjadi perhatian serius pemerintah pusat, maklum dua event olahraga tersebut, tamu dan atlet berasal dari beragam negara, bahkan di event Asian Games tahun lalu jumlah Negera berasal dari seluruh benua Asia.

Penanganan karhutla lebih masif dan jauh-jauh hari sudah dilakukan, karena tanpa keseriusan untuk mengantisipasi masalah kahutlahbun tersebut akan memperburuk citra Sumsel dan Indonesia di mata dunia.

Bahu membahu pusat daerah, bahkan perusahaan perkebunan untuk menjaga Palembang tetap berudara bersih dan layak untuk even sekelas Internasional tersebut, hasilnya memang di Asian Games dan Sea Games, Palembang bebas asap. Tapi, Kok bisa ya bebas asap saat Asian Games dan Sea Games dibanding saat ini ?

Artinya dari even tersebut punya dampak yang cukup besar bagi masyarakat di Sumsel, khususnya Palembang. Bukan saja dari sisi ekonomi maupun pariwisatanya, namun masyarakat Sumsel-Palembang dapat menghirup udara yang bersih tanpa terserang penyakit ISPA dan lainnya.

Coba dech bikin lagi even besar sekelas Asian Games dan Sea Games di saat musim kemarau,  dengan mengundang puluhan negara, so pasti pemerintah pusat akan lebih fokus lagi mencegah karhutla yang menyebabkan kabut asap. Palembang pun pasti ibarat anak kesayangan, yang akan terus dikunjungi dari kelas Dirjen, Menteri, Presiden dan Wakil Presiden.  Insya Allah kabut asap juga tidak separah  seperti tahun ini. Sorri hanya sekedar masukan…agar masyarakat di Sumsel terutama di Palembang dapat ikut menikmati udara yang segar.[**]

 

Penulis : one

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com