Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Kabut Asap Datang Lagi, Kondisi Udara Berbahaya, Perlukah Palembang Bikin Even Besar Lagi di Saat Musim Kemarau ?

Kabut Asap Datang Lagi, Kondisi Udara Berbahaya, Perlukah Palembang Bikin Even Besar Lagi di Saat Musim Kemarau ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Okt 2019
  • visibility 1.190
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HAMPIR satu bulan lebih Provinsi Sumsel, terutama Kota Palembang dilanda kabut asap, titik panas hilang ketika hujan membasahi Sumsel, namun, kini asap kembali mengepung Palembang dan sekitarnya.

Kondisi pekat terlihat di pagi hari sejak bangun shubuh, dan mulai terlihat parah sekitar pukul 14.00 hingga petang. Berbagai upaya telah dilakukan oleh unsur terkait, terutama Pemda Sumsel, dari modifikasi cuaca, hingga sampe-sampe memadamkan titik api dilokasi kebakaran hutan dan kebun, bahkan sejumlah kepala daerah, Kapolda, Pangdam ikut terjun kelapangan memadamkan api, namun kabut asap masih mengepung.

Diperkirakan hujan hingga akhir oktober ini belum tentu turun, nah, strategi apa lagi yang akan dilakukan agar kabut asap tidak lagi mengepung Palembang, dan tidak bikin udara menjadi buruk ?

Dari laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumsel, kondisi udara mencapai angka 391 [kemarin] atau berada dalam kategori berbahaya.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengakui saat ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus terjadi di Sumsel dan berakibat pada kabut asap serta kondisi udara di Sumsel.

Dari laporan yang diterima pihaknya, nilai ISPU menyentuh angka 391 atau berada dalam kategori berbahaya.  “Saat ini paling banyak karhutla terjadi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI). Karena, lahan di OKI merupakan lahan gambut sehingga menyulitkan untuk dilakukan pemadaman,” ujarnya.

Selain di OKI, terpantau juga sejumlah titik panas seperti OKU Timur, Ogan Ilir (OI), dan beberapa daerah lainnya. Tercatat, Rabu (23/10/2019) jumlah titik panas atau hotspot yakni sebanyak 172 titik. Pihaknya juga telah menerjunkan delapan helikopter untuk melakukan waterboombing di OKI, Banyuasin dan Ogan Ilir (OI).

“Saat ini kami juga menyiapkan satu pesawat untuk melakukan TMC untuk mendatangkan hujan,” katanya.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Bandara SMB II, Bambang Beny Setiadji menambahkan, saat ini potensi awan hujan tetap ada. Namun, dalam kondisi yang minim atau kecil. “Sejauh ini kami melihat potensi awan hujan sangat kecil. Tapi, prakiraan ini akan terus diupdate untuk mendapatkan akurasi yang baik,” katanya.

Peristiwa kabut asap bukan kali ini saja terjadi, hampir setiap musim kemarau, penyebabnya tak lain dampak dari kebakaran hutan lahan dan perkebunan, baik milik swasta maupun perorangan. Apalagi Sumsel sebagian besar lahan di Sumsel merupakan lahan jenis gambut yang berpotensi menyimpan api.

Karhutla kerap terjadi di saat musim kemarau, sudah selayaknya menjadi pengalaman bagi pemda, sudah seharusnya seluruh pemda di Sumsel yang daerah lahannya berpotensi menyebabkan karhutla membuat program jauh-jauh hari sebelum musim kemarau tiba.

Seperti contoh, Palembang pernah ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah Sea Games dan Asean Games, di dua even akbar tersebut Palembang menjadi perhatian serius pemerintah pusat, maklum dua event olahraga tersebut, tamu dan atlet berasal dari beragam negara, bahkan di event Asian Games tahun lalu jumlah Negera berasal dari seluruh benua Asia.

Penanganan karhutla lebih masif dan jauh-jauh hari sudah dilakukan, karena tanpa keseriusan untuk mengantisipasi masalah kahutlahbun tersebut akan memperburuk citra Sumsel dan Indonesia di mata dunia.

Bahu membahu pusat daerah, bahkan perusahaan perkebunan untuk menjaga Palembang tetap berudara bersih dan layak untuk even sekelas Internasional tersebut, hasilnya memang di Asian Games dan Sea Games, Palembang bebas asap. Tapi, Kok bisa ya bebas asap saat Asian Games dan Sea Games dibanding saat ini ?

Artinya dari even tersebut punya dampak yang cukup besar bagi masyarakat di Sumsel, khususnya Palembang. Bukan saja dari sisi ekonomi maupun pariwisatanya, namun masyarakat Sumsel-Palembang dapat menghirup udara yang bersih tanpa terserang penyakit ISPA dan lainnya.

Coba dech bikin lagi even besar sekelas Asian Games dan Sea Games di saat musim kemarau,  dengan mengundang puluhan negara, so pasti pemerintah pusat akan lebih fokus lagi mencegah karhutla yang menyebabkan kabut asap. Palembang pun pasti ibarat anak kesayangan, yang akan terus dikunjungi dari kelas Dirjen, Menteri, Presiden dan Wakil Presiden.  Insya Allah kabut asap juga tidak separah  seperti tahun ini. Sorri hanya sekedar masukan…agar masyarakat di Sumsel terutama di Palembang dapat ikut menikmati udara yang segar.[**]

 

Penulis : one

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ojol Bakal Punya Payung, Hujan Hukum Tak Lagi Bikin Kuyup, Dompet Juga Dijagain

    Ojol Bakal Punya Payung, Hujan Hukum Tak Lagi Bikin Kuyup, Dompet Juga Dijagain

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.i, -Ada satu pemandangan yang selalu berhasil bikin kita terharu di tengah kemacetan  pengemudi ojek online yang ngojek sambil senyum, ngelawan terik matahari, hujan deras, dan kadang-kadang… cuaca hati penumpangnya yang labil. Selama ini, para pengemudi ojek online yang kita panggil “abang ojol” hidup dalam status yang menggantung, mirip hubungan gebetan yang belum jelas arah. […]

  • Program Perumahan Rakyat Kunci Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

    Program Perumahan Rakyat Kunci Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    DI Indonesia, punya rumah kadang mirip kisah cinta lama, indah dalam angan, sulit diwujudkan, anak muda kerja rajin, gajinya habis buat bayar kos. Buruh pabrik nabung bertahun-tahun, tapi harga tanah lari lebih kencang dari kuda pacu. Nah, pemerintah bilang mau kejar pertumbuhan ekonomi 8%. Pertanyaannya, kalau ekonominya ngebut, apakah rakyat juga bisa ikut nebeng beli […]

  • B50 Berjalan, Ada Arahan Baru Prabowo untuk Pertamina, PLN dan BUMN

    B50 Berjalan, Ada Arahan Baru Prabowo untuk Pertamina, PLN dan BUMN

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Perkembangan Program Mandatori B50 kembali masuk meja Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, laporan dari Pertamina tidak hanya menyangkut pelaksanaan biodiesel 50 persen, tetapi juga kesiapan infrastruktur menuju tahapan mandatori bioetanol. Laporan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri saat bertemu Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026) […]

  • Momen Maulid Nabi Muhammad SAW Dimanfaatkan Bupati Muba Temui Nelayan Babat Toman, Apa Yang Dibicarakan ?

    Momen Maulid Nabi Muhammad SAW Dimanfaatkan Bupati Muba Temui Nelayan Babat Toman, Apa Yang Dibicarakan ?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    MOMENTUM perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darussalam Desa Muara Punjung Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (21/11/2019) menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga setempat. Selain mendapat kunjungan kerja langsung dari Bupati Muba Dodi Reza, dalam momentum tersebut warga Desa Muara Punjung yang sebagian besar berpenghasilan dari nelayan ikan mendapatkan bantuan perahu dan fasilitas untuk […]

  • Pinjaman HDBank ke Sektor Properti, Kepemilikan Obligasi Korporasi di antara Industri Terendah

    Pinjaman HDBank ke Sektor Properti, Kepemilikan Obligasi Korporasi di antara Industri Terendah

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.043
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -HO CHI MINH CITY, VIETNAM – Bank Komersial Saham Gabungan Pengembangan Kota Ho Chi Minh telah mengumumkan hasil tahun 2022 yang diaudit oleh PwC, yang menunjukkan laba sebelum pajak hampir VNĐ10,27 triliun (US$437,18 juta), tertinggi yang pernah ada dan naik 27,2 persen dari tahun sebelumnya dan 105 persen dari target yang disetujui oleh pemegang […]

  • Cari Bibit Lokal, Gubernur Buka Sriwijaya Champions League

    Cari Bibit Lokal, Gubernur Buka Sriwijaya Champions League

    • calendar_month Jumat, 2 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    TEKAD Gubernur Sumsel H.Herman Deru untuk mengisi klub bola kebanggaan masyarakat Sriwijaya FC dengan pemain lokal asli daerah sekuat tenaga terus diwujudkannya. Bukan hanya dengan menggalakkan program sejuta bola dan membangun 10 stadion di kab/kota saja, namun Ia juga aktif terlibat melahirkan bibit-bibit pesepakbola andal di Sumsel. Setelah sebelumnya sukses menggelar Piala Gubernur, kini HD […]

expand_less
WordPress Archive Zahrah – Flower Shop & Store WooCommerce Elementor Template Kit Zakat – Onepage Nonprofit Charity Help WordPress Theme Zalo fashion – WooCommerce theme Zamzam – App Landing Elementor Template Kit Zamzam - Umrah & Hajj Tour Travel Elementor Template Kit Zanine – Architecture Agency Elementor Template Kit Zank – Shoes Fashion Store WooCommerce ZANNA – Elementor WooCommerce Theme Zapedah – Cycling Club WordPress Theme Zapp Proxy Server Plugin for WordPress