Hotspot Lampung Melonjak, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Karhutla
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :bnpb.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Lampung melonjak menjadi 26 titik pada Kamis (27/8/2026) sehingga mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Beberapa hari terakhir, kenaikan hotspot Lampung terpantau. Data satelit NOAA20 pada Sistem Informasi Sipongi Kementerian Kehutanan menyebutkan 11 titik panas pada 24 Agustus, kemudian naik menjadi 18 titik pada 25 Agustus.
Jumlah hotspot sempat turun pada Rabu (26/8). Namun sehari kemudian, angkanya kembali meningkat hingga mencapai 26 titik.
Kondisi ini menjadi perhatian, karena Lampung tengah menghadapi puncak musim kemarau. Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Lampung mengalami puncak musim kemarau pada Agustus hingga September.
BNPB pun menjalankan OMC di Lampung pada 26–30 Agustus 2026. Operasi ini dilakukan atas permintaan Gubernur Lampung untuk mengantisipasi potensi karhutla.
OMC dikendalikan dari Bandara Raden Inten II dan disupervisi BMKG. Pelaksanaannya juga melibatkan koordinasi dengan kementerian, lembaga, serta organisasi perangkat daerah di Provinsi Lampung.
Pada hari pertama, Rabu (26/8), satu sorti penerbangan dilakukan dengan membawa 800 kilogram bahan semai. Penyemaian diarahkan ke wilayah Lampung Timur setelah terdeteksi awan yang berpotensi berkembang menjadi awan hujan.
Hujan kemudian terpantau turun di Bandar Sribawono dan Karanganyar.
Penyemaian dilanjutkan pada Kamis (27/8). Satu sorti penerbangan kembali dilakukan dengan menyebarkan 800 kilogram bahan semai di wilayah Lampung Timur.
Pantauan radar BMKG setelah operasi dinilai ada perubahan, karena hujan dengan intensitas ringan turun di wilayah tersebut.
Ancaman karhutla di Lampung tidak hanya menyangkut lahan terbuka. Kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur juga menjadi perhatian pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta penanganan karhutla di Lampung menjadi perhatian khusus. Dalam rapat penanganan karhutla di Riau, Senin (24/8), Prabowo menyoroti kondisi di sekitar Way Kambas.
“Saya juga minta diperhatikan untuk Lampung, ada Taman Nasional Way Kambas, untuk menjadi fokus kita. Saya mendapat laporan ada hot spot di situ dan sudah ada kebakaran,” ujar Prabowo.
Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan tersebut karena menjadi salah satu habitat gajah Sumatera.
Sementara itu, luas lahan yang terbakar di Lampung hingga 27 Agustus 2026 telah mencapai sekitar 674,5 hektare. Data tersebut merupakan rekapitulasi Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Lampung.
Gubernur Lampung telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlaku hingga 23 September 2026.
Menghadapi risiko karhutla selama musim kemarau, BNPB kembali mengingatkan pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku usaha kehutanan dan pertanian untuk memperkuat pencegahan dini sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
