Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » “Zaman Saya Habis!” – Operasi Bersih-bersih ala Bupati Bursah Zarnubi di Lahat

“Zaman Saya Habis!” – Operasi Bersih-bersih ala Bupati Bursah Zarnubi di Lahat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
  • visibility 956
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU anda pikir pekerjaan bupati itu cuma soal potong pita, bagi-bagi sembako, dan foto bareng warga sambil senyum manis, berarti anda belum kenal Bupati Lahat, Bursah Zarnubi atau yang di panggung politik lokal cukup dikenal dengan inisial BZ. Lelaki ini gaya memimpinnya mirip juragan pasar yang lagi bongkar gudang: semua yang busuk, langsung dibuang, nggak peduli siapa pemiliknya.

Belakangan, BZ bikin geger satu kabupaten lewat sebuah pernyataan yang keluar seperti meriam dari mulutnya “Nggak bisa di zaman saya ada itu! Habis! Zaman bupati yang akan datang silakan, tapi di zaman saya jangan!”.

Kalimat itu meluncur saat ia mengumumkan hasil tes urine massal yang digelar bareng Kejaksaan Negeri Lahat, Kamis (7/8/2025).

Tesnya bukan buat siswa sekolah, tapi untuk camat, lurah, dan seluruh kepala desa se-Kabupaten Lahat, dari acara yang awalnya dikira cuma formalitas ini, muncul hasil mengejutkan 14 kepala desa positif narkoba.

Seperti kata pepatah, “Tak ada gading yang tak retak, tapi kalau retaknya sampai kropos, ya gadingnya nggak bisa dipajang lagi”. Maka, tanpa berlama-lama, BZ langsung mengambil keputusan ke-14 kades ini diberhentikan sementara, digantikan Penjabat (Pj) selama enam bulan masa pembinaan. Kalau selama itu mereka berubah, jabatan bisa kembali. Kalau tetap ngotot main “serbuk-serbukan”, siap-siap diberhentikan permanen.

Bayangkan suasana hari itu, semua pejabat desa berbaris, membawa wajah penuh percaya diri. Ada yang pasrah, ada yang gugup, ada yang pura-pura batuk biar nggak kelihatan deg-degan. Lalu, satu per satu masuk tenda tes urine.

Bagi yang “bersih”, pipisnya ibarat air sumur pegunungan jernih, aman, dan adem di hati. Tapi bagi 14 orang ini, hasilnya lebih mirip kuah bakso yang kemasukan zat misterius, warnanya mungkin sama, tapi isinya sudah bercampur racun.

Begitu hasil dibacakan, suasana berubah, wajah-wajah sumringah mendadak pucat seperti kain kelambu yang kelamaan dijemur. Dan di situlah BZ menunjukkan gaya kepemimpinannya, tegas, cepat, dan tanpa “tapi-tapi”.

Di podium, BZ bicara seperti orang yang sedang membangunkan tetangga yang kelamaan tidur siang. “Narkoba ini sudah di halaman rumah kita, tinggal tunggu saatnya masuk. Makanya, berantas dari sekarang!”

Analogi ini pas sekali, Kkalau maling sudah nongkrong di pagar rumah, masa kita cuma lihat dari balik jendela?. Sama halnya dengan narkoba, kalau sudah sampai ke desa, apalagi menggerogoti pejabat desa, itu tandanya benteng paling depan sudah ditembus.

Dalam ilmu pertanian, kalau ada hama wereng di batang padi, jangan tunggu panen baru dibersihkan. Begitu pula dengan narkoba, begitu tahu ada yang kena, harus cepat dicabut akarnya.

Uniknya, perang BZ bukan cuma melawan narkoba. Ia juga menyoroti “gubuk malam”, istilahnya untuk tempat hiburan malam yang menurutnya jadi markas segala penyakit sosial. “Disitulah pusat segala yang gila-gila itu, zaman saya habis, nggak ada itu!”

Gaya bicaranya, seperti orang tua di kampung yang sedang menasihati anak-anaknya, keras, tapi penuh niat baik. Dan memang, hiburan malam di desa kadang jadi pintu masuk berbagai masalah lain judi, perkelahian, minuman keras, dan ujung-ujungnya narkoba.

Langka

Di era politik yang serba penuh pencitraan, BZ ini langka, ia tidak takut kehilangan dukungan hanya karena bicara terlalu jujur. Baginya, lebih baik kehilangan popularitas ketimbang meninggalkan warisan masalah.

Ada pepatah kampung yang cocok buat gaya BZ “Lebih baik sakit di awal daripada busuk di ujung”

Dan memang, membersihkan Lahat dari narkoba dan hiburan malam bukan pekerjaan yang bikin semua orang senang. Tapi kalau mau generasi muda desa tumbuh sehat, keputusan ini justru jadi investasi jangka panjang.

Dari peristiwa ini, ada pelajaran penting yang bisa kita petik, dalam rumah tangga, kalau kepala keluarga memberi contoh buruk, anak-anaknya pasti ikut. Begitu juga di pemerintahan desa. Kalau kepala desa saja tersandung narkoba, bagaimana ia bisa memimpin warga untuk menjauhi barang haram itu?

Oleh sebab itu, membersihkan desa dari narkoba memang harus dimulai dari puncaknya, yakni para pemimpin desa itu sendiri, kalau pucuknya bersih, daunnya akan ikut sehat.

Bupati Bursah Zarnubi tahu, masa jabatannya tidak lama lagi, tapi ia juga tahu, warisan yang akan ia tinggalkan bukan gedung mewah atau jalan aspal mulus saja, melainkan benteng sosial yang kuat untuk melawan narkoba dan penyakit masyarakat.

Tindakannya memang keras bahkan kadang terdengar terlalu lugas, tapi seperti pepatah Jawa bilang, “Sing becik ketitik, sing olo ketoro” (yang baik akan terlihat, yang buruk akan ketahuan). Dengan gaya seperti ini, ia ingin memastikan  ketika “zaman saya habis”, Lahat masih berdiri tegak, tidak roboh dimakan racun.

Kalau suatu hari nanti bupati berikutnya melonggarkan aturan, setidaknya warga akan ingat, pernah ada masa di mana Lahat dibersihkan habis-habisan, sampai tikus di lumbung pun takut keluar malam.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Total Covid -19 Sumsel 1.158 Kasus, Sembuh 47 Orang

    Total Covid -19 Sumsel 1.158 Kasus, Sembuh 47 Orang

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 907
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel mengumumkan, kasus positif baru di Sumsel sebanyak 29 orang, sehingga total 1.158 kasus positif di Sumsel. Sedangkan kasus sembuh sebanyak 47 orang. Awal pekan minggu kedua di bulan Juni, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sumsel kembali membawa kabar baik. Dimana sebanyak 47 pasien yang terkonfirmasi positif dinyatakan sembuh setelah […]

  • Sekda untuk PWI & IKWI OKI

    Sekda untuk PWI & IKWI OKI

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.366
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kabupaten OKI masa bakti 2024-2027 resmi dilantik. Pj. Bupati OKI Asmar Wijaya yang diwakili oleh Pj. Sekda Muhammad Refly menyebutkan bahwa PWI merupakan salah satu sarana penyampai informasi, baik dari pemerintah ke masyarakat maupun sebaliknya.   “Kehadiran […]

  • Terancam Pencemaran, Walikota Palembang Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai Musi

    Terancam Pencemaran, Walikota Palembang Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai Musi

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.256
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Walikota Palembang H. Harnojoyo mengajak masyarakat Palembang untuk menjaga kebersihan Sungai Musi dari pencemaran. “Masyarakat Palembang jangan percaya bila Sungai Musi akan selalu selamanya mampu memasok sumber air bagi masyarakat. Apalagi bila perilaku kita tidak menjaganya,” ujarnya pada Seminar Nasional Hari Air Dunia Tahun 2019 di Gedung Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya, Kamis […]

  • Bantuan Gratis, Indonesia Memiliki 137.611.540 Dosis Vaksin COVID-19

    Bantuan Gratis, Indonesia Memiliki 137.611.540 Dosis Vaksin COVID-19

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 671
    • 0Komentar

    MENTERI Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan Pemerintah Indonesia akan terus bekerja keras dalam mengamankan kebutuhan vaksin untuk Indonesia. Pada Selasa (13/7/2021) malam, vaksin COVID-19 Astrazeneca sebanyak 3.476.400 dosis telah tiba di Indonesia. Vaksin ini didapatkan secara gratis lewat jalur multilateral COVAX Facility. “Dengan kedatangan vaksin tersebut maka Indonesia telah mengamankan dan menerima 137.611.540 dosis […]

  • Pilkada OKI 2024 : Pasangan JADI Deklarasi

    Pilkada OKI 2024 : Pasangan JADI Deklarasi

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dengan mengusung tagline ‘Sederhana Merakyat’, pasangan HM. Dja’far Shodiq-Abdiyanto Fikri (JADI) siap melenggang maju dalam perhelatan pesta demokrasi Pilkada serentak tahun 2024 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumsel. Dan sebagai langkah pertamanya, sebelum mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKI, pasangan JADI tersebut menyelenggarakan kegiatan deklarasi di lapangan Segitiga Emas Kayuagung, […]

  • Wilayah PPKM Level 1-3 Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas

    Wilayah PPKM Level 1-3 Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 572
    • 0Komentar

    PEMBELAJARAN Tatap Muka (PTM) Terbatas boleh digelar di wilayah PPKM Level 1-3. Diketahui setidaknya ada 91% dari 540 ribu sekolah (490.217 sekolah) yang sudah boleh melakukannya. Namun, tentunya tetap wajib memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, seperti mematuhi syarat sesuai panduan SKB 4 Menteri, mendapat izin dari pemerintah daerah, tetap wajib sediakan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) […]

expand_less
WordPress Archive FacetWP | Map Facet FacetWP | Pods Integration FacetWP – Range List FacetWP | Relevanssi Integration FacetWP – Time Since FacetWP – User Post Type Facit React | React Admin Template (Create React App, Vite or NextJs) [React TS] Facmaster – Factory & Industrial WordPress Theme Factory HUB – Industry and Construction WordPress Theme Factory – Industrial Business WordPress Theme