Peristiwa

14 Hari Jalani Isolasi Mandiri, Akhirnya Pasien 013 Di Pagar Alam Dinyatakan Sembuh dari Covid

foto : istimewa

SETELAH menjalani isolasi mandiri pasien 013 yang sebelumya positif Covid-19 saat ini dinyatakan sembuh. Hal ini disampaikan langsung oleh juru bicara gugus tugas penanganan percepatan Covid-19 Kota Pagaralam Samsul Bahri, Selasa, (22/9/2020).

Dalam keteranganya, ia mengatakan bahwa pasien 013 telah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan saat ini dinyatakan sembuh.Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang menyatakan bahwa kasus konfirmasi tanpa gejala atau asimtomatif ini tidak dilakukan pemeriksaan Follow Up RT Pci,”katanya.

Sebelumnya, pasien 013 membantah Ia terpapar Positif Covid-19, pesan dibagikan Via Facebook pribadinya.Pasien 013 yang dinyatakan positif Covid-19 membantah pernyataan yang dilontarkan oleh juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Pagaralam.

Bantahan tersebut disampaikan melalui pesan video visual akun facebook pribadinya, Ia mengatakan bahwa saat ini kondsinya dalam keadaan sehat dan yanpa keluhan serta masih melakukan aktivitas rutin seperti biasanya, Bahkan terlihat beberapa orang ada dirumahnya yang sama sekali tidak menggunakan APD.

Menanggapi video viral yang sudah ditonton lebih dari 1.700 viewer tersebut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pagar Alam, Drs Samsul Bahri Burlian mengatakan, pasien tersebut tidak mau mengaku bahwa dirinya sedang sakit atau terpapar Covid-19.

“Pasien tersebut tidak mengaku sedang sakit, dia merupakan pasien berstatus OTG. Yang bersangkutan memang tidak dalam keadaan sakit, namun ada virus didalam tubuhnya,” kata Samsul saat dihubungi via Whatshap.

Terkait ada beberapa tamu yang masuk kerumah pesien dalam video tersebut, Gugus Tugas meminta warga sekitar rumah pasien untuk tidak berkunjung kerumah pasien sampai pasien dinyatakan sembuh.”Kita akan melakukan langkah persuasif kepada pasien untuk dilakukan isolasi di ODP center,” katanya.

Namun jika pasien tidak kooperatif atau tidak mau diisolasi di ODP Center maka akan dilakukan upaya paksa. Hal ini untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 disekitar wilayah rumah pesien.[***]

 

Zie

 

Comments

Terpopuler

To Top