Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Digital Rupiah vs Dolar, Pertarungan Sunyi di Dompet Kita

Digital Rupiah vs Dolar, Pertarungan Sunyi di Dompet Kita

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 875
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENGAR kata “perang”, orang biasanya bayangin tank, rudal, atau minimal adu mulut di DPR, tapi ada perang yang jauh lebih sunyi, tak terdengar dentuman meriam, dan tak tampak asap mesiu, namanya perang mata uang.

Sejak lama, dunia seolah tunduk pada satu “raja dompet” bernama dolar Amerika, apa-apa pakai dolar, mau impor kedelai? dolar, bayar minyak? dolar, bahkan utang luar negeri kita pun, ujung-ujungnya dolar juga. Ibarat kata pepatah, “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui,” dolar ini sekali cetak, bisa bikin banyak negara bertekuk lutut.

Tapi sekarang, muncul pemain baru di ring tinju keuangan, digital rupiah, lawan tarungnya jelas, si dolar, dan ring pertarungannya? Ya ada di dompet kita, di ponsel kita, di transaksi sehari-hari.

Kalau dulu Bung Karno berapi-api lawan imperialisme lewat pidato yang bikin podium bergetar, sekarang Perry Warjiyo,  Gubernur Bank Indonesia  melawan dominasi dolar bukan dengan teriak, tapi dengan kode QR dan blockchain.
Dulu senjata perjuangan adalah bambu runcing. Sekarang? bambu runcing sudah pensiun, diganti aplikasi BI-FAST.

Ada yang bilang ini pertarungan sepi, tapi dampaknya luar biasa, kalau digital rupiah bisa berdiri sejajar dengan dolar, maka transaksi kita tidak harus selalu lewat “terminal Washington”.

Pertarungan mata uang ini jangan dibayangkan cuma ada di ruang rapat bank sentral dengan pendingin ruangan 20 derajat. Arena sesungguhnya justru ada di dompet rakyat.

Coba bayangkan pedagang kopi di Banjarmasin jualan ke pembeli dari Malaysia, kalau dulu harus tukar ringgit ke dolar, dolar ke rupiah, sekarang cukup scan QRIS cross-border. Anak muda freelance desain grafis dapat bayaran dari klien Vietnam, langsung cair pakai sistem pembayaran digital, tak perlu lewat “perantara dolar”.

Kalau ini jalan, ekonomi rakyat akan jauh lebih enteng, seperti pepatah Minang “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul” Nah, dalam ekonomi digital, “transaksi ringan sama-sama di-scan, biaya mahal jangan dibikin rakyat yang pikul”

Raja mulai goyang

Harus diakui, posisi dolar masih seperti “raja minyak” di pasar. Tapi sejarah membuktikan, raja pun bisa goyah kalau rakyat menemukan jalan baru. Eropa sudah main dengan Euro, China bawa Yuan Digital, dan Indonesia menyiapkan Digital Rupiah.

Apakah Digital Rupiah bisa langsung menggeser dolar? Tentu tidak,  itu ibarat ayam kampung baru belajar berkokok melawan ayam jago tetangga. Tapi setidaknya, ayam kita mulai berani bersuara, tidak cuma diam di kandang.

Namun pertarungan ini setidaknya juga mengajarkan bahwa kedaulatan negara tak hanya soal tanah dan laut, tapi juga dompet digital.
Kalau dompet kita selalu tergantung pada dolar, maka ibaratnya kita masih “ngekos” di rumah orang. Bayar makan, bayar listrik, semua tergantung izin tuan rumah.

Maka BI lewat Digital Rupiah ingin bilang “Indonesia harus punya rumah sendiri di dunia digital, biar tetangga boleh numpang, tapi kunci pintu tetap di tangan kita”

Oleh sebab itu, edukasi rakyat dulu, jangan sampai Digital Rupiah jadi sekadar jargon elitis, pedagang sayur di pasar harus ngerti juga. Perlu infrastruktur kuat artinya  jangan sampai aplikasi macet pas jam sibuk. Masa transfer uang kalah sama transfer pulsa? dan kerja sama global, maksudnya  kedaulatan bukan berarti menutup diri, justru Digital Rupiah bisa kuat kalau konektivitas dengan Asia Tenggara makin lancar.

Pertarungan Digital Rupiah vs Dolar mungkin sunyi di telinga, tapi dampaknya bisa sangat bising di ekonomi. Kalau berhasil, rakyat kecil bisa merasakan biaya transaksi lebih murah, akses lebih mudah, dan kedaulatan digital lebih kuat.

Pepatah Sunda bilang “Leuweung lempung ku jarum, batu leutik jadi gunung”. Artinya, hal kecil bisa membawa perubahan besar, begitu juga Digital Rupiah, sekarang mungkin masih kecil dibanding dolar, tapi besok lusa siapa tahu bisa jadi kekuatan besar di Asia bahkan dunia.

Kedaulatan bukan cuma soal bendera di tiang tinggi, kedaulatan juga soal uang yang kita pakai sehari-hari, kalau Digital Rupiah bisa berjalan, maka kita tidak sekadar jadi penonton dalam ekonomi global, tapi ikut jadi pemain.

Kalau ada yang masih bertanya, “Apa gunanya Digital Rupiah?”, jawabannya sederhana biar ketika kita beli es kelapa di Bali, atau kirim uang ke saudara di Hanoi, kita tidak harus minta izin dulu ke dolar.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Akan Miliki Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama, Diharapkan Launching Bersamaan Harlah NU Akhir Januari

    Sumsel Akan Miliki Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama, Diharapkan Launching Bersamaan Harlah NU Akhir Januari

    • calendar_month Rabu, 26 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.038
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru  yang juga selaku Mustasyar PBNU mendukung berdirinya Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Sriwijaya Sumsel yang akan hadir di Kota Palembang. Dukungan tersebut disampaikannya ketika menerima audiensi Ketua  Pengurus Wilayah (PW) NU Sumsel, H. Amiruddin Nahrawi dan rombongan  bertempat  di ruang tamu Gubernur, Selasa (25/1). “Tentu kita mendukung. Jika […]

  • Maung Bandung Resmi Kontrak Pelatih Roberto Carlos Mario Gomes

    Maung Bandung Resmi Kontrak Pelatih Roberto Carlos Mario Gomes

    • calendar_month Selasa, 28 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 921
    • 0Komentar

    Pernah menjadi arsitek  Malaysia Johor Darul Ta’zim, direncanakan akan dikenalkan kepada  bobotoh Persib pada Desember mendatang.

  • Warga Muba Gulirkan Dukungan Untuk Igo di LIDA 2020

    Warga Muba Gulirkan Dukungan Untuk Igo di LIDA 2020

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin terus memberikan dukungan untuk Igo Alamsyah di ajang Liga Dangdut Indonesia 2020. Malam ini, Kamis (30/1/2020), Pemkab Muba melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata mendatangkan 50 orang penonton untuk mendukung langsung penampilan Igo di Studio Stasiun Televisi Indosiar Jakarta. “Iya kita datangkan langsung puluhan penonton untuk […]

  • Kemenangan untuk Loek Hartog, gelar rookie Theo Oeverhaus dan Team GP Elite

    Kemenangan untuk Loek Hartog, gelar rookie Theo Oeverhaus dan Team GP Elite

    • calendar_month Minggu, 22 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Balapan kedua dari belakang musim Porsche Carrera Cup Deutschland 2023 berakhir dengan kemenangan tiga kali lipat untuk Tim GP Elite dan podium seluruh Belanda. Loek Hartog menang di Hockenheimring, mengalahkan Huub van Eijndhoven dan Larry ten Voorde. Dengan hasil ini, GP Elite pun mengamankan gelar juara di klasifikasi Teams. Finis kelima pada balapan […]

  • LITERASI, DIGITALISASI, DAN SDM KOMPETEN, 3 KUNCI OPTIMALKAN WAKAF

    LITERASI, DIGITALISASI, DAN SDM KOMPETEN, 3 KUNCI OPTIMALKAN WAKAF

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    TIGA kunci utama sebagai upaya optimalisasi gerakan wakaf yang berkelanjutan. Pertama, peningkatan literasi wakaf kepada masyarakat. Masih rendahnya literasi masyarakat berdampak pada realisasi wakaf dan persepsi yang keliru terhadap wakaf, untuk itu perlu lebih gencar melakukan sosialiasasi dan edukasi khususnya kepada generasi milenal. Kedua, perlunya teknologi digital untuk pengelolaan wakaf. Perkembangan teknologi dan pandemi mengubah kebiasaan […]

  • #Festival Literasi, Inovasi di Masa Pandemi

    #Festival Literasi, Inovasi di Masa Pandemi

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.065
    • 0Komentar

    FESTIVAL Literasi sebagai terapi bagi  para pemuda, agar tidak pernah berhenti untuk berkreasi serta berinovasi meskipun di masa pandemi Covid-19. Apalagi dia melihat festival literasi kali ini mengangkat tema multiliterasi mengembangkan kreativitas meningkatkan inovasi. “Jadi jangan sampai kreativitas terhenti dan tersumbat bahkan inovasinya tidak bermanfaat. Saya yakin banyak sekali pemuda kita yang punya bakat,” kata Gubernur […]

expand_less
WordPress Archive Engitech – IT Solutions & Services WordPress Theme Enhancements for WooCommerce Points and Rewards Enhancer for WooCommerce Subscriptions Enigma – Personal Portfolio Elementor Template Kit Enjoy – WordPress Magazine and Blog Theme Enliven ’em! – SVG Animation Engine for WordPress Eno – Portfolio Agency WordPress Enormous – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Enova – Multipurpose Business WordPress Theme Enrique – Personal CV-Resume & Portfolio Elementor Template Kit