Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Digital Rupiah vs Dolar, Pertarungan Sunyi di Dompet Kita

Digital Rupiah vs Dolar, Pertarungan Sunyi di Dompet Kita

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 863
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENGAR kata “perang”, orang biasanya bayangin tank, rudal, atau minimal adu mulut di DPR, tapi ada perang yang jauh lebih sunyi, tak terdengar dentuman meriam, dan tak tampak asap mesiu, namanya perang mata uang.

Sejak lama, dunia seolah tunduk pada satu “raja dompet” bernama dolar Amerika, apa-apa pakai dolar, mau impor kedelai? dolar, bayar minyak? dolar, bahkan utang luar negeri kita pun, ujung-ujungnya dolar juga. Ibarat kata pepatah, “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui,” dolar ini sekali cetak, bisa bikin banyak negara bertekuk lutut.

Tapi sekarang, muncul pemain baru di ring tinju keuangan, digital rupiah, lawan tarungnya jelas, si dolar, dan ring pertarungannya? Ya ada di dompet kita, di ponsel kita, di transaksi sehari-hari.

Kalau dulu Bung Karno berapi-api lawan imperialisme lewat pidato yang bikin podium bergetar, sekarang Perry Warjiyo,  Gubernur Bank Indonesia  melawan dominasi dolar bukan dengan teriak, tapi dengan kode QR dan blockchain.
Dulu senjata perjuangan adalah bambu runcing. Sekarang? bambu runcing sudah pensiun, diganti aplikasi BI-FAST.

Ada yang bilang ini pertarungan sepi, tapi dampaknya luar biasa, kalau digital rupiah bisa berdiri sejajar dengan dolar, maka transaksi kita tidak harus selalu lewat “terminal Washington”.

Pertarungan mata uang ini jangan dibayangkan cuma ada di ruang rapat bank sentral dengan pendingin ruangan 20 derajat. Arena sesungguhnya justru ada di dompet rakyat.

Coba bayangkan pedagang kopi di Banjarmasin jualan ke pembeli dari Malaysia, kalau dulu harus tukar ringgit ke dolar, dolar ke rupiah, sekarang cukup scan QRIS cross-border. Anak muda freelance desain grafis dapat bayaran dari klien Vietnam, langsung cair pakai sistem pembayaran digital, tak perlu lewat “perantara dolar”.

Kalau ini jalan, ekonomi rakyat akan jauh lebih enteng, seperti pepatah Minang “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul” Nah, dalam ekonomi digital, “transaksi ringan sama-sama di-scan, biaya mahal jangan dibikin rakyat yang pikul”

Raja mulai goyang

Harus diakui, posisi dolar masih seperti “raja minyak” di pasar. Tapi sejarah membuktikan, raja pun bisa goyah kalau rakyat menemukan jalan baru. Eropa sudah main dengan Euro, China bawa Yuan Digital, dan Indonesia menyiapkan Digital Rupiah.

Apakah Digital Rupiah bisa langsung menggeser dolar? Tentu tidak,  itu ibarat ayam kampung baru belajar berkokok melawan ayam jago tetangga. Tapi setidaknya, ayam kita mulai berani bersuara, tidak cuma diam di kandang.

Namun pertarungan ini setidaknya juga mengajarkan bahwa kedaulatan negara tak hanya soal tanah dan laut, tapi juga dompet digital.
Kalau dompet kita selalu tergantung pada dolar, maka ibaratnya kita masih “ngekos” di rumah orang. Bayar makan, bayar listrik, semua tergantung izin tuan rumah.

Maka BI lewat Digital Rupiah ingin bilang “Indonesia harus punya rumah sendiri di dunia digital, biar tetangga boleh numpang, tapi kunci pintu tetap di tangan kita”

Oleh sebab itu, edukasi rakyat dulu, jangan sampai Digital Rupiah jadi sekadar jargon elitis, pedagang sayur di pasar harus ngerti juga. Perlu infrastruktur kuat artinya  jangan sampai aplikasi macet pas jam sibuk. Masa transfer uang kalah sama transfer pulsa? dan kerja sama global, maksudnya  kedaulatan bukan berarti menutup diri, justru Digital Rupiah bisa kuat kalau konektivitas dengan Asia Tenggara makin lancar.

Pertarungan Digital Rupiah vs Dolar mungkin sunyi di telinga, tapi dampaknya bisa sangat bising di ekonomi. Kalau berhasil, rakyat kecil bisa merasakan biaya transaksi lebih murah, akses lebih mudah, dan kedaulatan digital lebih kuat.

Pepatah Sunda bilang “Leuweung lempung ku jarum, batu leutik jadi gunung”. Artinya, hal kecil bisa membawa perubahan besar, begitu juga Digital Rupiah, sekarang mungkin masih kecil dibanding dolar, tapi besok lusa siapa tahu bisa jadi kekuatan besar di Asia bahkan dunia.

Kedaulatan bukan cuma soal bendera di tiang tinggi, kedaulatan juga soal uang yang kita pakai sehari-hari, kalau Digital Rupiah bisa berjalan, maka kita tidak sekadar jadi penonton dalam ekonomi global, tapi ikut jadi pemain.

Kalau ada yang masih bertanya, “Apa gunanya Digital Rupiah?”, jawabannya sederhana biar ketika kita beli es kelapa di Bali, atau kirim uang ke saudara di Hanoi, kita tidak harus minta izin dulu ke dolar.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng LAZISNU- LAZISMU, Bupati Muba Galang Dana Wakaf Pembelian Bangunan Masjid di Belgia

    Gandeng LAZISNU- LAZISMU, Bupati Muba Galang Dana Wakaf Pembelian Bangunan Masjid di Belgia

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    USAI menggalang donasi untuk Palestina Jilid II- hingga Minggu (23/5/2021)- terkumpul  Rp250 juta, kini Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menginisiasi penggalangan dana wakaf untuk pembelian bangunan Masjid di Belgia.   Bersama LAZISNU dan LAZISMU, Dodi Reza yang juga Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Belgia 1994-1996 tergerak melakukan penggalangan dana […]

  • Tim, Teknologi, Gairah, & Performa Gabungkan untuk Sambut Era Baru di F1

    Tim, Teknologi, Gairah, & Performa Gabungkan untuk Sambut Era Baru di F1

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.955
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, DUBAI, Uni Emirat Arab – Ben Zhou, salah satu pendiri dan CEO Bybit, pertukaran crypto ketiga yang paling banyak dikunjungi di dunia, memuji kemenangan Kejuaraan Konstruktor Oracle Red Bull Racing di Austin sebagai bukti tim , teknologi, semangat, dan kinerja – semuanya berpadu untuk mengganggu status quo.   Mengikuti performa yang luar biasa di […]

  • “Muslimat NU Sumsel Gelar Dialog Moderasi ala Warung Kopi”

    “Muslimat NU Sumsel Gelar Dialog Moderasi ala Warung Kopi”

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

    KALAU biasanya warung kopi jadi tempat debat receh soal siapa yang lebih jago, Messi apa Ronaldo, kali ini RAFA Tower UIN Raden Fatah Palembang berubah jadi arena “ngopi bareng lintas iman”. Bukan sembarang ngopi, tapi dialog serius yang dibumbui tawa, digelar oleh PW Muslimat NU Sumatera Selatan, Senin (15/9/2025). Acara bertajuk “Penguatan Moderasi Beragama dalam […]

  • Raih penghargaan Kota Terinovatif tahun 2023

    Raih penghargaan Kota Terinovatif tahun 2023

    • calendar_month Sabtu, 16 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Inovasi yang diajukan Palembang adalah aplikasi Sidemang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang dan inovasi dapur tanggap gercep bestie di Puskesmas Makrayu melalui Dinas Kesehatan meraih penghargaan meraih penghargaan Kota Terinovatif tahun 2023. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diterima oleh Pejabat (Pj) Walikota Palembang Ratu Dewa, […]

  • Diajak Gabung di Koalisi Indonesia Adil Makmur, Yenny Wahid : Masih Istikharah

    Diajak Gabung di Koalisi Indonesia Adil Makmur, Yenny Wahid : Masih Istikharah

    • calendar_month Kamis, 20 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 757
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Presiden RI-4, Alm. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid mengaku masih istikharah atau memohon petunjuk pada Allah SWT terkait sikap politiknya di Pilpres 2019. Apakah ia akan kut bergabung dengan Koalisi Indonesia Adil Makmur dari pasangan calon presiden- wakil presiden, Prabowo-Sandi atau Jokowi – Ma’ruf. “Saya belum mengamini, masih momohon petunjuk Allah […]

  • AMR: Pandemi Sunyi, Antibiotik Sembarangan Bisa Bahaya

    AMR: Pandemi Sunyi, Antibiotik Sembarangan Bisa Bahaya

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    RESISTENSI antimikroba (AMR) kini jadi ancaman kesehatan yang lebih menakutkan daripada harga cabai naik menjelang Lebaran. Bedanya, kalau cabai bikin kantong kita pedih, AMR bisa bikin nyawa melayang. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, sebanyak 1,27 juta orang di dunia meninggal akibat AMR pada 2019, dan di Indonesia ada sekitar 36.500 kematian yang […]

expand_less
WordPress Archive Engitech – IT Solutions & Services WordPress Theme Enhancements for WooCommerce Points and Rewards Enhancer for WooCommerce Subscriptions Enigma – Personal Portfolio Elementor Template Kit Enjoy – WordPress Magazine and Blog Theme Enliven ’em! – SVG Animation Engine for WordPress Eno – Portfolio Agency WordPress Enormous – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Enova – Multipurpose Business WordPress Theme Enrique – Personal CV-Resume & Portfolio Elementor Template Kit